Anda di halaman 1dari 26

++

++

MATERI DAN
PERUBAHANNYA
Kompetensi Yang Dicapai

Memahami
konsep materi
dan
perubahannya
TUJUAN PEMBELAJARAN

1. Mengelompokkan sifat materi ke dalam sifat fisis


dan sifat kimia
2. Mengelompokkan perubahan materi
3. Mengklasifikasi materi
A. Mengelompokkan sifat materi

Ilmu yang mempelajari


tentang:
1. Materi (struktur,
susunan, sifat)
2. perubahan materi dan
3. energi yang
menyebabkan terjadinya
Apa itu perubahan materi
ilmu
kimia?
Apa itu
materi

Segala
sesuatu yang
memiliki
massa dan
menempati
ruang

Bagaimana
dengan udara
dalam
balon???
Sifat Ekstensif : sifat materi yang bergantung pada jumlah dan
ukuran zat misalnya volume, massa, dan berat.

Sifat Intensif : sifat materi yang tidak bergantung pada jumlah dan
ukuran zat. Misalkan warna, bau, membeku, mencair, melarut,
menguap, menyublim.
Sifat Intensif suatu materi dapat dikelompokkan menjadi :

Sifat Fisika : sifat materi yang dapat diamati tanpa materi itu
mengalami perubahan yang kekal, seperti warna, bau, rasa,
kekerasan, titik didih, dan titik leleh.

Sifat Kimia : sifat materi yang dapat diamati di saat materi tersebut
mengalami perubahan yang kekal, seperti perubahan warna,
kereaktifan, kestabilan, dan lain-lain.
Bentuk dan
Bentuknya selalu Baik bentuk dan
volumenya tetap, berubah sesuai dengan volumenya tidak tetap
selama tidak ada tempatnya, volume zat dan akan mengisi
pengaruh dari luar. cair adalah tetap. seluruh
ruang yang
ditempatinya.

Padat Cair Gas


B. Mengelompokkan Perubahan Materi

Perubahan Fisika, yaitu


perubahan yang tidak
menghasilkan materi baru,
yang berubah hanya bentuk
dan wujud materi
Perubahan Kimia
atau reaksi kimia
yaitu perubahan yang
menghasilkan materi
baru
CIRI-CIRI REAKSI KIMIA

Terjadinya suatu reaksi kimia dapat diketahui dari


perubahan yang diakibatkan oleh reaksi tersebut.

Beberapa perubahan tersebut adalah terbentuknya


endapan, terjadinya perubahan warna, terbentuknya gas,
dan adanya perubahan suhu.
1. Reaksi Kimia Menghasilkan Endapan

Ketika mereaksikan dua larutan dalam sebuah tabung reaksi,


kadang-kadang terbentuk suatu senyawa yang tidak larut,
berbentuk padat, dan terpisah dari larutannya. Padatan itu
disebut dengan endapan (presipitat).
Contoh:
 Terjadinya senyawa karbonat pada dasar panci saat merebus
air.
 Air sumur yang keruh akibat bercampur lumpur dapat
dijernihkan dengan penambahan tawas.
2. Reaksi Kimia Menghasilkan Perubahan Warna

Perubahan yang terjadi dapat disebabkan adanya


pemutusan ikatan-ikatan antar atom reaktan dan
pembentukan ikatan- ikatan baru yang
membentuk produk.
Contoh:
 Buah apel yang dipotong dan dibiarkan beberapa
saat, lama kelamaan akan berubah menjadi
berwarna coklat.
 Warna baju yang kita pakai lama-kelamaan akan
memudar karena bereaksi dengan bahan kimia
yang terdapat dalam detergen.
3. REAKSI KIMIA MENGHASILKAN GAS

Reaksi pembentukan gas ditandai dengan adanya


gelembung gelembung udara jika reaksi
berlangsung sebagai larutan, atau bau yang
tercium ataupun tampak asap yang keluar dari
sebuah reaksi dan mengembangnya suatu reaktan.
Contoh:
Ketika karbit dicampur dengan air, akan
menghasilkan gas karbit. Gas ini umumnya
digunakan untuk keperluan penyambungan logam
dengan pengelasan. Selain itu gas karbit juga
dapat digunakan untuk mempercepat pemasakan
buah.
4. Reaksi Kimia Menghasilkan Perubahan Suhu

Suatu reaksi kimia yang menghasilkan


energi dinamakan reaksi eksoterm. Jika
energi tersebut berupa panas, maka
dapat mengetahuinya dengan mengukur
kenaikan suhunya.
Reaksi pembakaran merupakan contoh
reaksi eksoterm.
C. Klasifikasi Materi

Materi

Zat Murni Campuran

Unsur Senyawa Homogen Heterogen


Zat murni (lebih umum
disebut zat) adalah materi
yang seluruh bagiannya
mempunyai sifat dan
susunan yang sama.

Unsur adalah zat tunggal


yang tidak dapat
diuraikan lagi menjadi zat
lain dengan reaksi kimia
biasa.
Senyawa adalah gabungan dari beberapa unsur
yang terbentuk melalui reaksi kimia. Misal, dua
atom hidrogen dengan satu atom oksigen
dapat bergabung membentuk molekul air (H2O).
Campuran adalah gabungan beberapa zat dengan
perbandingan tidak tetap tanpa melalui reaksi kimia.
Misal, air sungai, tanah, udara, makanan, minuman,
larutan garam, larutan gula, dll.
Pemisahan Komponen Campuran

Komponen pembentuk campuran dapat dipisahkan secara fisik. Ada


beberapa cara pemisahan campuran yaitu :

Dekantasi, digunakan untuk memisahkan campuran dari zat padat


yang tidak larut dalam cairan. Contoh : Pasir dalam air.
Penyaringan/Filtrasi, digunakan untuk memisahkan campuran
zat padat dan zat cair. Contoh : Daun teh dari air teh.

Kristalisasi, digunakan untuk memisahkan zat padat dari larutannya


dengan cara penguapan. Contoh : Pembuatan garam.
Destilasi, digunakan untuk memisahkan campuran
berdasarkan perbedaan titik didih masing-masing komponen.
Contoh : memisahkan alkohol dari air.

Kromatografi, digunakan untuk memisahkan campuran berdasarkan


perbedaan kecepatan rambatan suatu zat dalam medium tertentu.
Contoh : Kromatografi kertas (untuk memisahkan zat warna dalam
tinta).
Sublimasi, digunakan untuk memisahkan campuran berdasarkan
perubahan wujud zat dari padat menjadi gas, kemudian kembali ke
wujud padatnya tanpa melalui wujud cairnya.
Contoh : pemurnian kapur barus (naftalena).
LATIHAN
1. Berikut ini tergolong sifat fisis atau kimia?
a. berat jenis
b. mudah berkarat
c. berwarna hijau
d. mudah pudar

2. Tentukan perubahan berikut termasuk perubahan fisika atau kimia?


a. bensin menguap
b. proses fotosintesis
c. pembusukan sampah
d. kaca mobil pecah

3. Kertas terbakar menjadi abu merupakan salah satu contoh reaksi kimia.
Sebutkan ciri-ciri yang membuktikan bahwa kertas terbakar menjadi abu
merupakan reaksi kimia.
4. Golongkan materi berikut ini tergolong unsur, senyawa, campuran
homogen atau campuran heterogen.
a. tanah d. belerang
b. platina f. sirup
c. urea g. garam dapur

5. Jelaskan prinsip pemisahan campuran yang digunakan untuk


memisahkan campuran antara:
a. garam dan pasir,
b. bensin dan minyak tanah,
c. garam dan air,
d. kapur barus dan garam dapur, lilin dan pasir.