Anda di halaman 1dari 27

P E L AYA R A N

NAMA KELOMPOK :

I N DA H F I T R I A M E L I A 1 7 1 0 7 1 1 1 4 0
A N N A FAU Z I A H
SALMA NUR SHOHIMAH
T I YA S P U T R I W 1 7 1 0 7 1 1 1 4 4
R E G I TA C A H YA N I Z A R L I S 1 7 1 0 7 1 1 1 4 7
KESEHATAN MATRA PELAYARAN

• Kesehatan Matra dimaksudkan sebagai upaya terorganisasi untuk penanganaan saat terjadi
kecelakaan serta meningkatkan kemampuan fisik dan mental guna mengatasi masalah kesehatan
akibat lingkungan yang berubah bermakna. Meliputi aspek lingkungan saat dilaut, darat dan
udara.
• Upaya Kesehatan meliputi Promosi, pencegahan, pengobatan, dan rehabilitasi sebagaimana
upaya kesehatan pada umumnya.
• Peraturan Safety Of Life At Sea (SOLAS) adalah peraturan yang mengatur keselamatan maritim
paling utama dengan tujuan untuk meningkatkan jaminan keselamatan hidup di laut yang dimulai
sejak 1914, mengingat, saat itu, di mana-mana banyak terjadi kecelakaan kapal yang menelan
banyak korban jiwa.
KESEHATAN MATRA PELAYARAN

Kondisi lingkungan yang berubah dialami saat seseorang atau sekelompok orang/pekerja berada
dalam pelayaran atau lepas pantai (off shore) selama berhari-hari tidak ketemu daratan. Bagi para
penumpang kapal, ini akan berisiko antara lain gangguan kesehatan karena perubahan iklim,
kecelakaan kapal, keracunan, stress maupun tertular penyakit dari penumpang lainnya. Bagi para
pekerja lepas pantai, gangguan kesehatan meskipun fasilitas sehari-hari cukup memadai, namun
kontak dengan orang banyak, iklim dan angin di laut dapat menyebabkan penyakit infeksi maupun
gangguan stress fisik dan mental. Olehkarena itu kesehatan matra saat pelayaran sangat
dibutuhkan untuk meminimalisir dampak dari bencana yang terjadi sehingga situasi terkendali.
KESEHATAN MATRA PELAYARAN

Kegiatan bagi awak kapal dan pekerja lepas Kegiatan bagi Penumpang :
pantai : ► Penyediaan sarana pelayanan kesehatan di
pelabuhan
► Pemeriksaan berkala kesehatan (termasuk ► Evakuasi dan rujukan bila diperlukan
vaksinasi ► Pengamatan penyakit
► Pelatihan Keselamatan dan kesehatan ► Penyuluhan
kerja
► Latihan kebugaran jasmani perpu
dilakukan rutin minimal 2 kali/minggu
TUJUAN KESEHATAN MATRA
PELAYARAN
Adanya pelayanan kesehatan bagi penumpang
pelabuhan dan kapal sesuai standar
Mencegah kesakitan, kecacatan, dan kematian di
pelabuhan, di kapal saat berlayar dan lepas pantai yang
ditujukan untuk penumpang dan awak kapal
U N S U R - U N S U R YA N G B E R H U B U N G A N D E N G A N K E S E L A M ATA N P E L AYA R A N S E S U A I D E N G A N U N D A N G
U N D A N G N O M O R 1 7 TA H U N 2 0 0 8 T E N TA N G P E L AYA R A N A D A L A H S E B A G A I B E R I K U T :

Pelayaran

segala sesuatu yang berkaitan dengan angkutan di perairan, kepelabuhan serta keamanan
dan keselamatannya.

Kapal

kendaraan air dengan bentuk dan jenis apapun, yang digerakkan dengan tenaga mekanik
tenaga angin atau ditunda, termasuk dengan kendaraan yang berdaya dukung dinamis,
kendaraan di bawah permukaan air, serta alat apung dan bangunan terapung yang tidak
berpindah-pindah
Perairan

perairan yang meliputi laut wilayah, perairan kepulauan, perairan pedalaman sebagaimana yang
dimaksud dalam Undang-undang Nomor 4 Prp. 1960 tentang Perairan Indonesia Undang-undang
Nomor 17 Tahun 1985 tentang Pengesahan United Nations Convention on the law of the sea
(Konvensi Perserikatan Bangsabangsa tentang hukum laut), serta perairan daratan

Pelabuhan

tempat yang terdiri dari daratan dan perairan di sekitarnya dengan batas-batas tertentu sebagai
tempat kegiatan pemerintahan dan kegiatan ekonomi yang dipergunakan sebagai tempat kapal
bersandar, berlabuh, naik turun penumpang dan atau bongkar muat barang yang dilengkapi dengan
fasilitas keselamatan pelayaran dan kegiatan penunjang pelabuhan serta sebagai tempat perpindahan
intra dan antar moda transportasi

Alur pelayaran

bagian dari perairan yang alami maupun buatan yang dari segi kedalaman, lebar dan hambatan
pelayaran lainnya dianggap aman untuk dilayari
Sarana bantu navigasi pelayaran

sarana yang dibangun atau terbentuk secara alami yang berada di luar kapal yang berfungsi membantu navigator
dalam menentukan posisi atau haluan kapal serta memberitahukan bahaya atau rintangan pelayaran untuk
kepentingan keselamatan berlayar

Telekomunikasi pelayaran

setiap pemancaran pengiriman atau penerimaan tiap jenis tanda, gambar, suara dan informasi dalam bentuk
apapun melalui sistem kawat, optik, radio atau sistem elektromagnetik lainnya dalam dinas bergerak pelayaran
yang merupakan bagian dari keselamatan pelayaran.

Pekerjaan bawah air

pekerjaan yang berhubungan dengan instalasi, konstruksi atau kapal yang dilakukan di bawah air yang bersifat
khusus
Peran Tenaga Medis Dalam
Kesehatan Pelayaran
1. Potential Operations and Casualties (Operasi 4. In support of humanitarian aid (force protection)
potensial dan korban) (Mendukung bantuan kemanusiaan (perlindungan
pasukan)

2. Boarding Operations (Operasi Naik) 5. In support of humanitarian aid and Safety of Life at Sea
(SOLAS)
3. In support of amphibious landing operations (Dalam mendukung bantuan kemanusiaan dan
(Mendukung Operasi Amphibi) Keselamatan Kehidupan di Laut)

6.Secondary Transfer
Lembaga Kesehatan Pelayaran
c
1. Balai Kesehatan Kerja Pelayaran (BKKP)
2. United States Navy Nurse Corps
KESELAMATAN PELAYARAN
KESELAMATAN PELAYARAN
• Keselamatan Pelayaran didefinisikan sebagai suatu
keadaan terpenuhinya persyaratan Keselamatan
dan keamanan yang menyangkut angkutan di
perairan dan Kepelabuhan
• Berdasarkan data dari Tahun 2011 - 2014 banyak
terjadi musibah atau kecelakaan kapal laut
berbendera Indonesia. Hal ini terjadi karena dengan
semakin bertambahnya jumlah penduduk dunia
yang secara otomatis berdampak pada peningkatan
kebutuhan ekonomi masyarakat, termasuk pula
semakin banyak kegiatan angkutan melalui darat,
udara dan laut(Thamrin, 2015)
FAKTOR PENYEBAB

Semua pengguna sarana transportasi laut di Indonesia khususnya dan


di dunia pada umumnya, senantiasa sangat mengutamakan persoalan
keselamatan dan keamanan.Terjadinya kecelakaan kapal seperti tenggelam,
terbakar, dll adalah permasalahan-permasalahan yang berkaitan dengan
keselamatan dan keamanan transportasi laut. Ada beberapa factor penyebab
kecelakaan pelayaran:

Faktor
Faktor Teknis Faktor Alam
manusia
JENIS KECELAKAAN

• Bocor • Menabrak Tiang


• Hanyut Jembatan
• Kandas • Miring
• Kerusakan kontruksi • Orang Jatuh ke Laut
• Kerusakan Mesin • Tenggelam
• Meledak • Terbakar
• Menabrak Dermaga • Terbalik
• Tubrukan
PERALATAN KESELAMATAN KERJA UTAMA DI KAPAL

Keselamatan Kerja merupakan prioritas utama bagi


seorang pelaut profesional saat bekerja di atas Kapal.

Pakaian Pelindung

Helmet

safety shoes

Sarung tangan (Hand safety)

Goggles
Plug
Safety harness

Face mask
PENCEGAHAN KECELAKAAN

• Untuk dapat mencegah terjadinya kecelakaan, maka kita harus mengetahui


penyebab terjadinya kecelakaan tersebut.
1. Sebab-Sebab Kecelakaan
2. Penyebab Terjadinya Kecelakaan, Adapun penyebab yang dapat
menimbulkan terjadinya kecelakaan adalah faktor manusia
 Tidak tahu
 Tidak mau
 Tidak mampu/tidak bisa
3. Pentingnya Pengetahuan Dasar Keselamatan Kerja Bagi Setiap Awak Kapal
INDIKATOR KESELAMATAN PELAYARAN

• Beberapa fasilitas keselamatan yang terdapat diatas


kapal meliputi:
• Top Deck (Muster station) merupakan tempat berkumpul/ evakuasi
penumpang pada keadaan darurat, tempat ini terdapat dilantai atas kapal dan
merupakan ruang terbuka.
• Alat pemadam kebakaran, berikut perlengkapannya
• Tali Lasing. yang berguna unuk mengikat kendaraan terutama kendaraaan
besar seperti truk agar tidak bergerak bila terjadi guncangan.
• Diatas kapal disediakan pula tabung alat pemadam kebakaran bila diatas
kapal terjadi kebakaran kecil, alat ini berjumlah 11 buah dan diletakan di
beberapa tempat yang mudah terjangkau.
BST (Basic Safety Training)

1. Pelatihan Keselamatan Dasar ( BST)


Basic Safety Training merupakan
sebuah pelatihan dasar untuk
keselamatan dan cara untuk mencegah
suatu musibah. Basic Safety Training
atau BTS merupakan sertifikat wajib
yang harus dimiliki seorang pelaut.
Apapun departemen di kapal yang akan
Anda lamar, Anda wajib memiliki
sertifikasi dasar ini untuk melancarkan
proses perekrutan dan termasuk syarat
utama untuk mendapatkan buku pelaut.
Tujuan Pembuatan Basic Safety Training
• untuk memberikan wawasan pada semua pelaut terkait
keselamatan.
• Diharapkan, pelaut semakin sadar untuk menjaga dan
mencegah terjadinya kecelakaan memiliki rasa peduli akan
pentingnya keselamatan di lingkungan kerja.

Fungsi dan manfaat yang didapat dari pelatihan BST antara lain:
• Menambah wawasan dan pengetahuan tentang pentingnya
keselamatan,
• Meningkatkan kesadaran terhadap pentingnya tindak
pencegahan kecelakaan,
• Menambah kepedulian akan pentingnya penerapan dan nilai
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) pada lingkungan
kerjanya,
• Meningkatkan pengetahuan tentang pentingnya pencegahan
kecelakaan di lingkungan kerjanya

KOORDINASI DI
PEL AYARAN
Dalam pelayaran, semua koordinasi
dipegang oleh Syahbandar. Syahbandar
(Harbour Master) memiliki kewenangan
untuk mengkoordinasi pengawasan dan
penegakan hukum di bidang keselamatan
dan keamanan pelayaran.

Syahbandar berkewajiban memberi


pembinaan dan petunjuk-petunjuk secara
terperinci kepada nahkoda, perwira
keamanan perusahaan, dan perwira
keamanan fasilitas pelabuhan agar mereka
dapat bertindak sesuai dengan tingkatan
keamanan yang telah ditetapkan.
“Untuk melakukan kegiatan pelayaran setiap angkutan laut
(kapal) memerlukan Surat Persetujuan Berlayar/Berlabuh (SPB) yang
di keluarkan oleh syahbandar agar dapat berlayar ataupun
berlabuh.Agar dapat memperoleh SPB, maka kapal yang akan
berlayar harus memenuhI beberapa persyaratan, seperti syarat
kelaiklautan kapal. Setiap Surat Persetujuan Berlayar dapat di berikan
oleh seorang syahbandar kepada pengguna atau pemilik kapal apabila
kapal tersebut telah memenuhi beberapa syarat penting.”

-Undang-Undang Nomor 17 tahun 2008


PERAN DAN FUNGSI SYAHBANDAR
Peran

Mengawasi kelaiklautan kapal,keselamatan,keamanan,dan ketertiban di pelabuhan.

Mengawasi tertib lalu lintas kapal di perairan pelabuhan dan alur-alur pelayaran.

Mengawasi kegiatan alih muat di perairan pelabuhan.

Mengawasi pemanduan mengawasi kegiatan penundaan kapal.

Mengawasi kegiatan pekerjaan bawah air dan salvage.

Mengawasi bongkar muat barang berbahaya serta limbah bahan berbahaya dan
beracun.
Mengawasi pengisian bahan bakar dan engawasi kegiatan penundaan kapal.

Mengawasi ketertiban embarkasi dan debarkasi penumpang.

Mengawasi pengerukan dan reklamasi dan engawasi kegiatan pembangunan fasilitas


pelabuhan.

Melaksanakan bantuan pencarian dan penyelamatan.

Memimpin penanggulangan pencemaran dan pemadam kebakaran di pelabuhan,dan

Mengawasi pelaksanaan perlindungan lingkungan maritime


Fungsi
• Melaksanakan koordinasi kegiatan Pemerintahan di Pelabuhan yang terkait
dengan pelaksanaan pengawasan dan penegakan hukum di bidang keselamatan
dan keamanan pelayaran.

• Melaksanakan pengawasan dan pemenuhan kelaiklautan kapal,sertifikasi


keselamatan kapal,pencegahan pencemaran dari kapal dan penetapan status
hukum kapal.

• Melaksanakan penyediaan,pengaturan,dan pengawasan lahan daratan dan


perairan pelabuhan,pemeliharaan penahanan gelombang,kolam pelabuhan,alur
pelayaran dan jaringan jalan serta Sarana Bantu Navigasi Pelayaran.

• Membantu tugas pencarian dan penyelamatan dipelabuhan sesuai dengan


ketentuan perundang-undangan