Anda di halaman 1dari 15

CAMPAK PADA ANAK

Kelompok 6
Nama : 1. Anita Kisda
2. Audya Pansela
3. Fahri Tri Cahyo
4. Laura Yolanda Aribie
5. Heppy Anggraini
6. Intan Hamytre O
Tingkat :2a
Definisi

Morbili atau campak adalah penyakit virus akut, menular


yang ditandai dengan 3 stadium, yaitu stadium prodormal (
kataral ), stadium erupsi dan stadium konvalisensi, yang
dimanifestasikan dengan demam, konjungtivitis dan bercak
koplik ( Ilmu Kesehatan Anak Edisi 2, th 1991. FKUI ).
Morbili adalah penyakit anak menular yang lazim biasanya
ditandai dengan gejala-gejala utama ringan, ruam serupa
dengan campak ringan atau demam, scarlet, pembesaran serta
nyeri limpa nadi ( Ilmu Kesehatan Anak vol 2, Nelson, EGC,
2000)
Etiologi

Penyebabnya adalah virus morbili yang terdapat dalam


sekret nasofaring dan darah selama masa prodormal sampai
24 jam setelah timbul bercak-bercak. Virus ini berupa virus
RNA yang termasuk famili Paramiksoviridae, genus
Morbilivirus. Cara penularannya adalah dengan droplet
infeksi.
Gejala Klinis

Masa tunas/inkubasi penyakit berlangsung kurang lebih dari


10-20 hari dan kemidian timbul gejala-gejala yang dibagi
dalam 3 stadium :

Stadium kataral (prodormal)


Stadium prodormal berlangsung selama 4-5 hari ditandai
oleh demam ringa hingga sedang, batuk kering ringan,
coryza, fotofobia dan konjungtivitis. Menjelang akhir
stadium kataral dan 24 jam sebelum timbul enantema,
timbul bercak koplik yang patognomonik bagi morbili, tetapi
sangat jarang dijumpai. Bercak koplik berwarna putih
kelabu, sebesar ujung jarum dan dikelilingi oleh eritema.
 Stadium erupsi
Coryza dan batuk-batuk bertambah. Timbul eritema / titik
merah dipalatum durum dan palatum mole. Terjadinya
eritema yang berbentuk makula papula disertai dengan
menaiknya suhu tubuh. Eritema timbul dibelakang telinga
dibagian atas lateral tengkuk, sepanjang rambut dan bagian
belakang bawah. Kadang-kadang terdapat perdarahan primer
pada kulit. Rasa gatal, muka bengkak. Terdapat pembesaran
kelenjar getah bening disudut mandibula dan didaerah leher
belakang.

 Stadium konvalesensi
Erupsi berkurang meninggalkan bekas yang berwarna lebih
tua (hiperpigmentasi) yang bisa hilang sendiri. Selain
hiperpigmentasi pada anak Indonesia sering ditemukan pula
kulit yang bersisik.
 Komplikasi
a. Otitis media
b. Pneumonia / bronkopneumoni
c. Encefalitis
d. Bronkiolitis
e. Laringitis obstruksi dan laringotrakkhetis
 Pemeriksaan diagnostik
Pada pemeriksaan darah didapatkan jumlah leukosit normal
atau meningkat apabila ada komplikasi infeksi
bakteri. Pemeriksaan antibodi IgM merupakan cara tercepat
untuk memastikan adanya infeksi campak akut. Karena IgM
mungkin belum dapat dideteksi pada 2 hari pertama
munculnya rash, maka untuk mengambil darah pemeriksaan
IgM dilakukan pada hari ketiga untuk menghindari
adanya false negative. Titer IgM mulai sulit diukur pada 4
minggu setelah muncul rash.
Penatalaksanaan

Terdapat indikasi pemberian obat sedatif, antipiretik untuk mengatasi


demam tinggi. Istirahat ditempat tidur dan pemasukan cairan yang
adekuat. Mungkin diperlukan humidikasi ruangan bagi penderita laringitis
atau batuk mengganggu dan lebih baik mempertahanakan suhu ruangan
yang hangat.
Penatalaksanaan Teraupetik :
a. Pemberian vitamin A
b. Istirahat baring selama suhu meningkat, pemberian antipiretik
c. Pemberian antibiotik pada anak-anak yang beresiko tinggi
d. Pemberian obat batuk dan sedativum
Konsep Asuhan Keperawatan
A.Pengkajian
1. Identitas diri
2. Riwayat Imunisasi
3. Kontak dengan orang yang terinfeksi
Pemeriksaan Fisik :
1. Mata : terdapat konjungtivitis, fotophobia
2. Kepala : sakit kepala
3. Hidung : Banyak terdapat secret, influenza,
rhinitis/koriza, perdarahan hidung (pada stad
eripsi ).
4. Mulut & bibir : Mukosa bibir kering, stomatitis, batuk,
mulut terasa pahit.
5. Kulit : Permukaan kulit ( kering ), turgor kulit, rasa gatal,
ruam makuler pada leher, muka, lengan dan kaki (pada stad.
Konvalensi), evitema, panas (demam).
6. Pernafasan : Pola nafas, RR, batuk, sesak nafas,
wheezing, renchi, sputum.
7. Tumbuh Kembang : BB, TB, BB Lahir, Tumbuh kembang R/
imunisasi.
8. Pola Defekasi : BAK, BAB, Diare
9. Status Nutrisi : intake – output makanan, nafsu makanan
10. Keadaan Umum : Kesadaran, TTV
Diagnosa keperawatan
 Diagnosa yang mungkin muncul pada pasien Morbili adalah
 Resiko penyebaran infeksi berhubungan dengan organisme
virulen
 Tidak efektifnya bersihan jalan nafas berhubungan dengan
adanya batuk
 Gangguan integritas kulit berhubungan dengan adanya
rash
 Perubahan nutrisi kurang dari kebutuhan tubuh
berhubungan dengan intake tidak adekuat
 Gangguan aktivitas diversional berhubungan dengan isolasi
dari kelompok sebaya.
Rencana keperawatan
1. perluasan infeksi tidak terjadi
2. Anak menunjukkan tanda tanda pola nafas efektif
3. Anak dapat mempertahankan suhu kulit
4. Anak menunjukkan tanda tanda terpenuhinya kebutuhan
nutrisi
5. Anak dapat melakukan aktivitas sesuai dengan usia dan
tugas perkembangan
6. selama menjalani isolasi dari teman sebaya atau
anggota keluarga
Implementasi
1. Mencegah perluasan infkesi
2. Mempertahankan pola nafas yang efektif
3. Mempertahankan integritas kulit
4. Mempertahankan kebutuhan nutrisi
5. Mempertahankan kebutuhan aktivitas ringan yang sesuai
dengan usia anak
Evaluasi
a. Perluasan infeksi tidak terjadi
b. Anak menunjukkan pola nafas efektif
c. Anak dapat mempertahankan integrasi kulit
d. Anak menunjukan terpenuhi tanda tanda kebutuhan
nutrisi
e. Anak dapat melakukan aktifitas sesuai dengan usia
f. Penkes
TERIMAKASIH