Anda di halaman 1dari 16

REPRODUKSI DAN

PENYEBARAN JAMUR

REGITA CAHYANI SAURING


85AK1758
KELAS B
Secara umum reproduksi jamur dibagi menjadi 2 tipe, yaitu:
1. Reproduksi aseksual
2. Reproduksi seksual

Reproduksi jamur uniseluler secara :


Aseksual : membentuk tunas, membentuk spora
Seksual : membentuk spora askus

Reproduksi jamur multiseluler secara :


Aseksual : fragmentasi menghasilkan spora aeksual
Seksual : inti jantan dan inti betina bertemu, akhirnya
membentuk spora askus atau spora basidium
Reproduksi aseksual jamur dengan spora aseksual
dan fragmentasi hifa. Pada fragmentasi (pemotongan)
hifa, setiap patahan hifa akan tumbuh menjadi
individu baru.

Pembelahan mitosis dari sel jamur yang haploid


membentuk spora aseksual. Jika spora aseksual
mencapai tempat yang menguntungkan, spora
aseksual akan memulai pembelahan mitosis.
Pembelahan tersebut menghasilkan miselium haploid
baru yang secara genesis merupakan replica induknya.
Contoh spora aseksual adalah zoospora.
Reproduksi Fungi

Jamur uniseluler,
Pembelahan anakan sama besar

Aseksual Tunas Anakan lebih kecil dari induk

Fragmentasi Penggalan

Aplanospora
Sporangiospora
Zoospora
Spora
Konidiospora
Reproduksi aseksual pada jamur lebih penting untuk perbanyakan
spesies, karena menghasilkan sejumlah besar individu dan siklus
aseksual terjadi berulang-ulang dalam satu musim.

Metode reproduksi aseksual yang terjadi pada jamur sebagai berikut:


1. Fragmentasi Hifa: setiap fragmen tumbuh menjadi individu baru
2. Pembelahan Sel (Fission) : sel somatic membelah menjadi sel anak
3. Pertunasan sel somatik/ spora (budding) : setiap tunas
menghasilkan individu
4. Baru
5. Pembentukan Spora : setiap spora berkecambah membentuk
tabung kecambah
6. yang akan berkembang menjadi miselium
Reproduksi seksual jamur ialah dengan spora seksual. Spora jamur
dibentuk di bagian atas miselium.

Reproduksi seksual jamur terjadi melalui peleburan sel gamet haploid dari
hifa yang berbeda dan membentuk zigot yang diploid. Selanjutnya,
zigot melakukan meiosis dan membentuk empat gamet yang haploid.
Tetapi, ada kalanya penyatuan dua gamet tersebut tidak diikuti
peleburan itni. Hasilnya, terbentuk sel dikarion, yaitu sel yang
memiliki dua inti yang berasal dari dua induk hifa yang berbeda.
Gamet kadang ditemukan pada struktur terspesialisasi yang disebut
gametangium. Gametangium berlokasi di ujung hifa dan dipisahkan
oleh septum dari bagian hifa yang lainnya. Gametangium
(gametangia) dari individu yang berbeda melebur menghasilkan zigot
diploid.
Reproduksi seksual pada jamur memerlukan 2 jenis jamur yang
cocok atau kompatibel, yang ditandai dengan kode + atau –
atau A dan a. Proses reproduksi seksual ini pada dasarnya
melalui 3 fase, yaitu:

• Plasmogami : persatuan 2 protoplasma yang membawa inti


untuk berdekatan satu sama lainnya dalam sel yang sama
• Karyogami : persatuan dua inti. Pada kebanyakan jamur
sederhana,, maka siklus hidup ini dinamakan diplobiont
• Miosis : penurunan jumlah kromosom menjadi haploid.

Pada siklus seksual sejati ketiga proses ini terjadi dan biasanya
pada tempat tertentu. Jika hanya satu talus, baik haploid
ataupun diploid dalam siklus hidup jamur, maka siklus hidup
ini dinamakan haplobiontik (haplos= satu, biontik=hidup).
Akan tetapi bila talus haploid diselingi dengan talus diploidik
(diplo=dua, biontik=hidup)
Sejauh yang diketahui jamur yang mempunyai miselium diploid
adalah Oomycetes. Siklus hidup biontik terjadi pada jamur
akuatik Allomyces, oelomomyces, parasit nyamuk, beberapa
ragi dan kemungkinan Plamodiophoromycota.
Struktur spora pada
reproduksi seksual

Ascomycota
Zygomycota

Basidiomycota
Chytridiomycota Glomeromycota
Zygomycota
Tubuhnya berupa hifa-hifa bercabang tidak
bersekat
Hidup saprofit di alam
Menghasilkan spora seksual yaitu zigospora

Zigomycota
spora sporangium

Struktur tubuh
Zigomycota

sporangiofor

stolon

rizhoid
Siklus Hidup Jamur Rhizopus

2
1

Hasil konjugasi Key


Melakukan Konjugasi menghasilkan Zigospora Haploid (n)
Heterokaryotic (n + n)

Zigospora
tumbuh menjadi
Zigospora
KONJUGASI dewasa

Hifa (−)
Hifa (+)

Rhizopus

8
Spora berkecambah
menjadi hifa

Sporangium REPRODUCTION
SEKSUAL
7

Sporangium
memancarkan Zygosporangium
spora.
Dewasa
REPRODUKSI
MEIOSIS
ASEKSUAL

Penyebaran
Spora
50 μm Hifa

5 Tumbuh dan berkecambah


Membentuk sporangium seksual
Penyebaran jamur dapat melalui agensi-agensi seperti
angin,air,burung, serangga, hewan lain, dan manusia. Jamur
disebarkan dalam bentuk spora. Penyebaran spora pada
hampir semua jamur berlangsung secara pasif.
Angin merupakan agensia penyebaran spora yang paling
penting dari sebagian jamur serta angin dapat membawa
spora dengan jarak yang jauh. Untuk jamur tertentu, agensia
seperti air atau serangga dapat memeinkan peranan yang
penting dibanding dengan angin dalam penyebaran
sporanya.
Spora pada sorus akan dilepaskan oleh angin
menuju tanaman inang. Banyak moniliales yang
memproduksi conidia kering bergantung pada
angin untuk melepaskan conidia pada
conidiophores.
Penyebaran zoospora dari fungi aquatic yang
menggunakan flagel atau penyebarannya lebih luas
melaui air.
Zoospora yang motil merupakan jamur parasait,
contohnya adalah Phytophthora infestans. Insekta
merupakan agen penting lainnya dalam penyebaran
spora jamur. Insekta tertarik pada spora jamr keran
bau, warna, dan makanan pada spora atau insekta
mungkin spora terbawa dengan cara menempel pada
bagian eksternal dari badan insekta. Contoh jamur
yang sporanya disebarkan oleh insekta adalah,
Claviseps purpurea yang menghasilkan cairan manis,
dan memancarkan bau yang menarik perhatian
Penyebaran spora yang unik terjadi pada
tuberales, yang tubuh buahnya
seluruhnya berada di bawah tanah. Tidak
ada cara untuk membawa spora ke
udara untuk penyebaran. Tubuh buah
ini, yang mengeluarkan bau, yang digali
dan dimakan oleh tikus. Dalam proses ini,
potongan buah dan spora yang jatuh
dengan terjadi penyebaran.