Anda di halaman 1dari 30

OLEH: Ma Charo, 2019

PENGERTIAN

 Metode Bobat dikembangkan oleh Dr. Karl Bobath,


seorang Norofisologis dan Mrs. Berta Bobath,
seorang fisioterapi pada awal tahun 1950 di Inggris
untuk menangani kondisi nerologis sepretiCP, CVA
hemiplegi.
 Metoda ini berdasarkan nerofisiologi dan
memerlukan supresi atau inhibisi dari refleks primitif
dan fasilitasi daribalans yang lebih tinggi dan reaksi
tegak dalam persiapan untuk ketramilan.
 Metoda ini diintroduksikan di Filipina tahun 1968
oleh Miss Wanda Myberry, OTR dan Alfredo
Savelanopionir fisoterapis yang dilatih di Australia.
Prinsip-prinsip : METHODE BOBATH:

 Metode Bobath telah disesuaikan secara


impirik dan memberikan petunjuk ke arah
fungsi motor yang lebih normal. Terapinya
memperhatikan keadaan fungsi nerologis
anak yang handicap.
 Goldsmith dkk (1953) menyatakan suatu
daerah fisiologis
LAW OF MEMORY

 Ritchie russle menyatakan bahwa, “pertama ada


kecenderungan yang jelas dari sel-sel syaraf untuk
mengulang pola aktivitas sehingga semua reaksi
mempunyai kecenderungan yang kuat untuk membentuk
susunan rencana yang dapat diulang bilamana
memungkinkan dan disekitarnya dapat dibentuk respon-
respon yang lebih rumit “ Dengan kata lain, artinya bahwa
setiap awal gerakan atau aktivitas mula-mula dikembangkan
ke dalam “kebiasaan” (RUT) atau “jejak” (TRACE) di dalam
otak yang bila diulang menjadi “rantai” (CHAIN) dan bila
telah dipelajari akan berkembang menjadi (BOND) “ikatan”
atau ENCGRAM, misalnya tulisan tangan, main piano dll.
 Teori ini menerangkan mengapa pada Metode
Bobath, pola spesifik dari gerkaan aktivitas atau
gerkaan motor dimulai atau difasilitasi oleh terapis
(pda level sub-cortical) bahkan tanpa adanya
koperasi dari penderita. Misalnya bai dengan
kerusakan otak tidak mungkin berguling sendiri,
tetpai ia dapat berguling dengan bantuan terapis.
Dikerjakan setiap hariuntuk mengembangkan pola
sampa batas waktu ia dapat mengerjakan sendiri.
LAW OFSHUNTING (Hukum Melangsir)

 Magnus menyatakan bahwa “setiap momen susunan syraf pusat


mencerminkan keadaan otot-otottubuh dan keadaan kontraksi dan
elongasi otot-ototmenentukan proses eksistansi dan ihibisi di
dalam susunan syaraf dan keluarnya urutan eksistasi ke perifer”.
Dengan menerima hukum ini, adalah suatu kenyatakan bahwa
sekarang ada car auntuk mempengaruhi atau melangsir (shunting)
status otot-ott dari klitdengan merubah pola postural anak
sehingga dapat menyetop keluarnya eksitaasi kepada saluran
(channel) yang diinginkan dari aktivitas otot, dan pada saat
yangsama membuka saluran baru atau hubungan sinaptik baru
untuk aktiivtas otot yang lebih normal. Mulai dari lahir kita
dipengaruhi oleh kekuatan aferen atau rangsangan-rangsangan
syaraf yangdatang dari luar masuk ke otak untuk asosiasi
(persekutuan).
Impuls dan Metode boboath
 Impuls ini datang dari luar melalui mata, telinga, kulit, proporospetor,
tendon, sendi dan labirin. Dengan menggunakan hukum ini, adalah
mungkin untuk membangkitkan respons motor dari aferen karena
impuls tersebut mempengruhi otot-otot elongasi dariapda otot-otot
kontraksi. Hukumini juga mengikuti prinsip “reflek reversal” sepertiyang
dinyatkaan oleh Sherrington, yaitu otot agonis kontraksi, ototo
berlawanan relaksasi. Jadijika anak berada ddalam satu posisi,
misalnya ekstensi ia harus ditempatkanpada posisi berlawanan (fleksi)
untuk mengimbangi ekstasi impuls aferen.
 Metode boboath mulai dengan supresi refleks patologis yang
mengganggu gerakan normal.anak ditempatkan pada “reflex inhibiting
postures” (RIP) supaya menginhibisi refleks abnormal sampai ia m
engalami relaksasi otot-otot. Key points harus mulai dari proximal ke
bagian distal dari tubuh dan dari kepala-leher-togok-kaki dan jari-jari
kaki. Gerakan-grakan pelan
Impuls dan Metode boboath

 cenderung relaksasi. Hati-hati jangan memberikan peregangan


(stretch) yang berlebihan dan “forced action” pada anggota
gerak anak untuk mencegah sprain dan fraktur. Terapis
sebaiknya tidak melawan usaha pasien atau “fight” dengan
pasien. Rasa sakit, stres, kelelahan dan kurangnya hubungan
dengan terapis dapat mempengaruhi tonus otot pasien.
Jenisnya cara pengobatan / penanganan terletak pada hati-
hatinya cara bertahap dan RIP karena itu adalah penting
bahwa anak tidak harus mengantisipasi gerakan dan dapat
menyesuaikan diri terhadap posttur tersebut tanpa terjadinya
strain atau mengeluarkan usaha berlebihan. Sekali anak dapat
belajar relaksasi, maka bentuk gerakan motor yang lebih
normal dapat difasilitasi oleh terapis
Impuls dan Metode boboath

 Dalam mengaplikasi metode ini, terapi harus mengenal dengan


abik integrasi maturasi susunan syaraf puat (SSP) seperti yang
digambarkan oleh Sherrington (1939) dan Magnus (1914) untuk
menentukan pada level / tingkat mana anak dihambat.
Biasanya, seorang anak yang mengalami kerusakan pada level
spinal dan batang otak hanya mempunyai sedikit kesempatna
untuk dapat berkembang sampai polayang lebih normal dari
ketramplan motornya. Sedangkan mereka yang dapat
mencapai level midbrain dan cortx mempunyai
kesempatanlebih besar dalam kesuksesan pengobatannya.
Opisthotonus
supine
TEHNIK INHIBISI

Opistotonus atau pola


ekstensi yang ekstrem
dari leher, togok dan
pinggul.
Untuk melakukan
aksiyang berlawanan,
tempatkan anak pelan-
pelan dalam posisi bola
(merungkuk) atau pola
fleksi dan tahan keadaan
ini untuk beberapa menit
sampai dengan sarung
dignatung dapat
memelihara posisi fleksi
anak di rumah. Balling up
Extensor Thrust
Supine

Extensor thrust

 Extensor thrust atau


ekstensi spastisitas
pada lengan dan
tungkai. Posisikan
ekstensi lengan/
tungkai yang sakit dan
pertahankan keadaan
tersebut beberapa
menit.
Pola rotasi ke dalam dan adduksi

Flexien pattern
supine
 Posisikan rotasi ke
luar dan abduksi.
Pertahankan
beberapa menit.
Kerjakan sangat
pelan-pelan.
Asymmetric Tonic Neck Reflex

 Tempatkan kepala
pada posisi tengah
dan kedua lengan
pada posisi simetris
baik fleksi total atau
ekstensi total bila
refleks tonik leher
adalah bilateral.
Jangan paksa
penderita untuk
menengok ke satu
arah.
TEHNIK FASILITASI:
 Tehnik fasilitasi dapat dikerjakan
oleh terpaisbersama dengan
tehnik inhibisi atau refleks postur
inhibisi.
 Refleks tergak lurus
 Penderita tidur telentang pada
kasur keras, fleksikan sedikit
kepaladan pelan-pelan kepala di
arahkan ke satu sisi untuk
merangsang berguling tetapi
pastikan bahwa lengan di sisi
tersebut tidak felski. Kerjakan juga
pada sisi yanglain.
Reflek tegak tubuh

 Penderita tidur telentang


pada kasur keras, pelan-
pelan putarkan pelvis
atau gelang bahu ke satu
arah untuk merangsang
gerakan berguling, tetapi
sendi pinggul harus
difelsikan dahulu.
Kerjakan juga pada sisi
yang lain dan ulang
sampai anak dapat
berguling.
Refleks tegak labirin
 Pegang anak dengan kuat
tubuhnya dan pelan-pelan
angkat tinggi dan
goyangkan ke kiri / kanan
untuk merangsag reaksi
blans kepala dan togok.
Pada posisi tersebut dapat
terangsang juga refleks
tegak mata dengan
mengobservasi arah
gerakan bola mata akan,
yaitu bola mata akan
bergerak berlawanan
dengan posisi anak.
Reflek protektif ekstensi

 Dudkan anak di lantai dengan


posisi ”side-stating” dan pelan- PROTECTIVE EXTENSION REFLEX
palan tepuk dari arahkiri /
kanan untuk merangsang
ekstensi lengan untuk menahan
berat badan. Kerjakan juga
dengan sisi yang berlawanan
sementara lengan tejulur ke
depan, ke samping dan ke
belakang dengantelapak
tangan membuka. Beri
dorongan supaya melakukan
ekstensi lengan di depan,
disamping dan belakang.
Respons parasut

 Pelan-pelan rendahkan PARACHUE RESPONSE


kepala anak menuju
lantai agar supaya
ekstensi lengan untuk
melindungi dirinya
terhadap kejatuhannya
pada lantai. Respon
seharusnya timbul usia
8 bulan.
Kontrol Kepala
 Banyak cara untuk
merangsang keseimbangan
kepala menurt metode
Bobath.
 Penderita tidur telentang atau
muka terangkat dari lantai,
pegang pundaknya dan pelan-
pelan angkat menuju anda
dan hati-hati jangan terlalu
ekstensi leher. Terapis juga
dapat memegang lengan
atasnya dan pelan-pelan
angkat menuju kearahnya.
Jika otot-otot leher lemah,
leher anak harus disangga
 Penderita diletakan dalam
posisi pronasi atau dengan
muka menghadap lantai dan
dibawah dada diletakan
guling kecil. Lengan atau
dlam posisi fleksi untuk
merangsang lengan bawah
menyangga tubuhnya, atau
ekstensi untuk memfasilitasi
mencpai objek.
 Terapis dapat
juga
menggunakan
refleks tegak
labirin untuk
mendapatkan
hasili yang sama.
 Gunakan bola
karet besar dan
letakkan anak
pronasi di atas
boal tersebut dan
pelana-pelan
goyangkan ke kiri /
kanan.
Blans duduk

 Ketikaa anak telah lebih maju dengan kontrol kepalanyna,


terapis dapat memulai dengan latihan keseimbangan duduk
dengan menggunakan papan goyang (rocking / vestibular
board) sementara anak duduk di atasnya lenga ekstesi ke
sampig.
 Dapat juga didudukan di atas bola karet besar dengan
memegang pinggulya untuk menyangga dan guligka ke kiri /
kana.
 Jika fleksor lutut anak sedikit spastis, coba luruskan tungkai
sambil duduk dan kedua tungkai abduksi. Jangan dudukan
dengan luntnut fleksi.
 Side setting adalah baik karena keadaan tersebut merupakan
synrat mutlak untuk awal derotasi tubuh sebagai persiapan
untuk posisi merangsek. Kerjakan pada kedua sisi.
Posisi merangkak
 Sebelum anak dpat melakukan posisi
tersebut, anak harus dapta
menyangga berat badanya dengan
lengan bawahnya. Stimulasi repson
parasut untuk dapat mengembangkan
ekstensi siku yang diperlukan untuk
persiapan menyangga berat badan
dengan ke-4 ekstermitas. Jika anak
belum siap melakukan posisi tersebut,
letakkan bantal di bawha abdomen
dan beri semangat supaya mau
menyangga berat badannya dengan
siku ekstensi, telapak tangan
membuka dan seddi pinggung feksi.
Dorong ke kiri, kanan, samping muka
belakang. Gunaka lebih lanjut tilting
board untuk merangsag reaksi
keseimbangan
Merangkak

 Biasanya anak dpat


crepping (merayap
dulu) sebelum dapat
crawling (merangkak),
sungguhpu beberpa
anak melawati
mnerayap dan lagsug
merangkak. Gerkan
lenga dan tugkai
bergantia.
 Berlutut
 Otot-otot tungkai
diperkuat untuk
persiapan berdiri.
Terapis dapat
menggunakan kursi
atau bola karet beasr
untuk dapat mencapai
tujuan tersebut.
Goyangkan kekiri, kana,
depa, bnelakang untuk
persiapan jala.
Keseimbaga berdiri

 Gunaka papan goyag dan


tempnatkan anak denga
posisi bersiri dan goyagka
ke samping, depa da
belakang. Perhatikan lutut
dan piggul lurus dan titki
fleksi denga tumit menapak
perhatikan adanya posisi
aboormal seperti rotasi ke
dalam dari pinggul, genu
valgus dan pes vvarus atau
valgus. Perhtikan tungkai
dan kaki harus dlam proper
aligment (posisi yang tepat
 Berjalan
 Berjlaan depat dimulai denga
mnengotrol bahu atau pinggul anak
sebagai titik kunci (key point) untuk
menyangga dari terapis. Putar bahu ke
arah terapis untuk memfasilitasi
langkah denga tugkai yang lain.
Gunaka bola karea besar untuk tujuan
latiha jala sedag nlenga pederita
memegang bola dan terapis berdiri di
belakangya.
 Temptakan kursi pada tempat yang
strategis untuk membernikan aak.
Gunaka haduk bergulung da
tempatkan di bawah ketiak dan
perhatika janga sempai tungkai fleksi,
harus lurus. Kemudian coba lepaskan
guluga haduk. Mula-mula anak aka
berjalan dega lengan fleksi, tetapi
beranikan untuk berjalan lenga
tergantung bebas di sampingnya.
Kesimpulan

 Metode Bobat telah dikenal dan dipraktikan


di banyak negara sebagai satu metode
nerofiiologik yang efektif terutama untuk
anak yang sangat muda denga kerusaka
neromotor dan bukan merupakan obat
mujarab untuk total cure.
 Penanganan yang baik adlah melanjutkan
perawatan anak CP di rumah dengan
mengikutsertakan peranan orang tua.