Anda di halaman 1dari 79

FISIOLOGI EXERCISE /

OLAHRAGA

OLEH : MA CHARO
2019
Fisiologi exercise/kerja/aktifitas
FISIOLOGI EXERCISE ADALAH SUATU STUDI
YG MEMPELAJARI TANTANG FUNGSI TUBUH
YG TERPENGARUH AKIBAT MELAKUKAN
SUATU LATIHAN BAIK ITU BERSIFAT
SEMENTARA ATAU DALAM JANGKA WAKTU
YG PANJANG.
 Ilmu fisiologi exercise ini digunakan untuk ilmu
ilmu dasar, penelitian klinis dan pelatih olah raga.
 Exercise : adalah satu kegiatan tubuh yg dilakukan
untuk tujuan kesehatan maupun tujuan lainnya.
 Kesehatan olahraga adalah upaya kesehatan yang
memanfaatkan aktivitas fisik dan atau olahraga
untuk meningkatkan derajat kesehatan
 Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang
terencana dan terstruktur, yang melibatkan
gerakan tubuh berulang-ulang dan ditujukan
untuk meningkatkan kebugaran jasmani.
 Bergerak/aktifitas fisik adalah setiap gerakan tubuh yang
 meningkatkan pengeluaran tenaga dan energi (pembakaran
Kalori)

 Olahraga adalah suatu bentuk aktivitas fisik yang terencana dan


 terstruktur, yang melibatkan gerakan tubuh berulang-ulang dan
 ditujukan untuk meningkatkan kebugaran jasmani.

 Sehat adalah keadaan sejahtera dari badan, jiwa dan sosial yang
 memungkinkan setiap orang hidup produktif secara sosial dan
 ekonomis.

 Bugar adalah kemampuan tubuh untuk melakukan kegiatan


seharihari tanpa menimbulkan kelelahan fisik dan mental yang
 berlebihan.
 JENIS OLAH RAGA
 1. Aerobik adalah : Olahraga yang dilakukan secara
terus-menerus
 dimana kebutuhan oksigen masih dapat dipenuhi
tubuh. Misalnya :
 Jogging, senam, renang, bersepeda.
 2. Anaerabik adalah : Olahraga dimana kebutuhan
oksigen tidak
 dapat dipenuhi seluruhnya oleh tubuh. Misalnya :
Angkat besi, lari
 sprint 100 M, tenis lapangan, bulu tangkis.
 1. Meningkatkan kerja dan fungsi jantung, paru dan pembuluh darah
 yang ditandai dengan :
 a. Denyut nadi istirahat menurun.
 b. Isi sekuncup bertambah.
 c. Kapasitas bertambah.
 d. Penumpukan asam laktat berkurang.
 e. Meningkatkan pembuluh darah kolateral.
 f. Meningkatkan HDL Kolesterol.
 g. Mengurangi aterosklerosis.
 2. Meningkatkan kekuatan otot dan kepadatan tulang yang ditandai
 pada :
 a. Pada anak : mengoptimalkan pertumbuhan.
 b. Pada orang dewasa : memperkuat masa tulang,
 menurunkan nyeri sendi kronis pada pinggang, punggung dan
 lutut.
 3. Meningkatkan kelenturan (fleksibilitas) pada tubuh sehingga dapat
 mengurangi cedera.
 4. Meningkatkan metabolisme tubuh untuk mencegah kegemukan
 dan mempertahankan berat badan ideal.
 5. Mengurangi resiko terjadinya berbagai penyakit seperti :
 a. Tekanan darah tinggi : mengurangi tekanan sistolik dan
 diastolik
 b. Penyakit jantung koroner : menambah HDL-kolesterol dan
 .c. Kencing manis : menambah sensitifitas insulin.
 d. Infeksi : meningkatkan sistem imunitas. mengurangi lemak tubuh
 6. Meningkatkan sistem hormonal melalui peningkatan sensitifitas
 hormon terhadap jaringan tubuh.
 7. Meningkatkan aktivitas sistem kekebalan tubuh terhadap penyakit
 melalui peningkatan pengaturan kekebalan tubuh.
 8. Penelitian Kavanagh, latihan aerobik 3 kali seminggu selama 12
 minggu.
 a. Meningkatkan pembuluh darah kolateral.
 b. Meningkatkan HDL kolesterol.
 c. Mengurangi aterosklerosis.
 Fisiologi exercise mempelajari tentang :
1. sistem Jantung
2. sistem Paru paru
3. sistem Otot
4. sistem sendi
5. sistem tulang
6. Sistem endokrin
7. Sistem saraf tepi dan saraf pusat
Fisiologi latihan bertujuan untuk :

1. Penguatan otot
2. Menjaga sitem jantung
3. Meningkatkan kemampuan atletik
4. Menurunkan dan menjaga berat badan
5. Rekreasi dan refresing
6. Untuk kasus kasus klinis : DM, obesitas,
hypertensi, psikis, masalah seksual, kebugaran dan
ketergantungan obat.
7. Memelihara kesehatan tulang
8. Meningkatkan immune.
Klasifikasi fisiologi latihan
 Type exercise berdasarkan mekanismenya :
 1. latihan fleksibilitas : streching,peningkatan ROM
otot dan sendi
 2. latihan aerobik : cycling, swimming, jogging,
hiking, tennis,skiping >>> fokus untuk ketahanan
jantung
 3. latihan anaerobik : latihan beban,latihan
fungsional,sprinting, wrestling, angkat berat.>>>>
untuk tujuan peningkatan kekuatan otot dalam
jangka pendek.
Kategori latihan fisik
 1. latihan penguatan
 2. agility training
 3 latihan eksentrik
Latihan ini menggunakan gerakan statik dan
dinamik , penurunan diastolik selama latihan
sedangkan untuk latihan statik menyebabkan
tekanan sistolik meningkat signifikan selama
latihan.
Latihan fisik digunakan untuk meningkatkan
keterampilan fisik, ketahanan kardiovaskuler dan
respirasi, penguatan, fleksibilitas,kekuatan,agility
dan keseimbangan.
 Kebugaran ialah paduan antara olahraga dan
aktivitas yang dilakukan di tempat olahraga/pusat
olahraga, atau di rumah.
 Tujuan akhir latihan kebugaran adalah untuk:
 keadaan tubuh yang baik secara menyeluruh;
 pembakaran lemak dan kelangsingan (spinning, aerobik,
kebugaran jantung dll.);
 pertumbuhan tubuh (hipertrofi) atau bertambah kuatnya
otot (binaraga).
 Binaraga adalah kegiatan pembentukan tubuh
yang melibatkan hipertropi otot intensif. Dengan
melakukan latihan beban dan diet protein tinggi
secara rutin dan intensif, seseorang dapat
meningkatkan massa otot.
 Seseorang yang menekuni aktivitas ini disebut
binaragawan (pria) atau binaragawati (wanita).
Selain menjadi gaya hidup untuk membentuk
tubuh sekaligus menjaga kesehatan, binaraga juga
dapat dipertandingkan dalam berbagai kontes atau
sebagai salah satu cabang olahraga yang kerap
dipertandingkan di pesta olahraga seperti Pekan
Olahraga Nasional atau Sea Games.
 SISTEM JANTUNG
 tekanan darah normal : 120/80 mmHg
 Pols normal : 60-80 x / menit.
 Drah dalam tbh, normal :
 Laki laki = 5-6 liter
 Permpuan = 4-5 liter
 Saat istirahat pH = 7,4
 IRama Jantung :
 Bradycardi = lambat HR < 60 x / mnt
 Tachycardi = cepat HR > 100 x/ mnt
 Abnormal irama jantung dsbt arythmia
Fungsi pembuluh darah
DISTRIBUSI DARAH

 15%- 20 % saat istirahat drh msk ke otot


 80-85 % saat beraktifitas
 Distribusi relatif cardiac out put saat beraktifitas :
 Kerja ringan : otot =48 %
Kerja berat : otot = 72 %
Kerja maksimum : otot = 88 %
Distribusi absolut O2 saat beraktifitas :
Istirahat : otot : 1,26 %
Kerja ringan : 5,76 %
Kerja berat 17,28 %
Kerja maks : 26,4 %
Efek exercise terhadap jantung :
Aliran darah ke otot dlm keadaan istirahat adalah
rendah 2-4 ml / 100 g/mnt.
Saat tegangan maksimum terjadi kompresi
pembuluh pembuluh didalamnya, apabila
mencapai 10 % tegangan maks. Bila lebih dari 70
% maka aliran darah akan terhenti sama sekali.
Saat olah raga terjadi peningkatan aliran darah
dengan cara penurunan PO2 jaringan dan
peningkatan PCO2 , penumpukan K+ dan
metabolisme vasodilator lain .
Respon kardiovasculer terhadap latihan, istribusi
cardiac output saat istirahat dan selama latihan
Keuntungan olahraga teratur bagi kesehatn :

 Menurunkan resiko serangan jantung


 Menurunkan TD,menurunkan LDL dan
Trigklisedride, menurunkan HDL , Menurunkan
resiko DM. menurunkan BB,menurunkan
stress,meningkatkan kekebalan
 Perubahan Sirkulasi Sistemik
 Respon Kardiovascular sistemik terhdp olahraga
tgtg pd kontraksi otot terutama bersifat isometrik
atau isotonik berkaitan dgn kerja eksternal.
 Kontraksi isometrik pd otot isometrik kecepatan
denyut jantung akan meningkat.
 Berfikir juga meningkatkan denyut jantung
 Akibat rangsang psikis medula oblongata
Sistem pernafasan

 Paru paru berfungsi sebagai alat transportasi O2


dan CO2 dari dan kedalam tubuh manusia.
 Paru paru sebagai alat oksidator dimana darah yg
nengandung CO2 dioksidasi di paru paru menjadi
darah yg mengandung O2, carbon ioksida dibuang
melalui pernafasan ( ekspirasi ).
 Selain alat oksidator paru paru juga
menghangatkan tubuh, menjaga kelembaban
tubuh.
Sistem pernafasan
Perbandingan gas inspirasi dan ekspirasi

nitrogen Oksigen karbondioksida

Udara insprasi 79 % 20 % 0,4 %

Udara ekspirasi 79 % 16 % 4%
SISTEM PERNAFASAN
 Sistem ini mengatur pemasukan ndan pengeluaran O2
dan CO2 dalam tubuh.
 Selain sebagai ventilator pernafasan juga memberikan
fungsi sebagai pelembab dan penghangat tubuh.
 Darah CO2 dari jantung dioksidasi di paru paru.
 Perbhn sirk. Akan meningkatkan aliran drh ke otot
sementara sirk yg adekuat pd bgn tbh yg lain hrs
dipertahankan.
 O2 dari darah pd otot yg bekerja akan meningkat dan
ventilasi meningkat sehingga perlu sejumlah tambahan
O2 dapat disediakan, panas keluar … CO2 keluar.
 PENGARUH LATIHAN PADA PERNAFASAN :
 1. penurunan PO2 , peningkatan PCO2
 2. peningkatan respirasi , jumlah pernafasan
meningkat
 3. meningkatnya jumlah volume darah
 4. Vasokonstriksi di arteri dan vasodilatasi otot
 5. pengangkutan O2 dari dan ke jantung
meningkat
Aktifitas otot saat latihan mempengaruhi :
 1. peningkatan aliran balik vena
 2. peningkatan curah jantung
 3. peningkatan pompa thoraks
 4. peningkatan jumlah darah arteri : 30 %
 5. metabolisme meningkat
 6. peningkatan PCO2, penurunan PO2
 7.Dilatasi pembuluh darah
 Latihan fisik :
1. Peningkatan ventilasi mendadak kemungkinan
disebabkan oleh rangsang psikis dan impuls
afferen dari propioseptor di otot, tendon dan
persendian .
2. diikuti Peningkatan bertahap disebabkan oleh
faktor humoral walaupun pH,PCO2 dan PO2
darah arteri tdk berubah
3. Frekwensi pernafasan meningkat
4. Saat berhenti penurunan ventilasi mendadak
5. Lalu didikuti penurunan yg bertahap.
6. Peningkatan suhu tubuh disebabkan oleh
peningkatan kadar K+ dalam plasma sehingga
sehingga merangsang kemoreseptor perifer.
Energi untuk aktifitas sel

 Energi dpt berupa energi :


 kimia
 listrik
 Elektromagnetik
 Thermal
 mekanik
 Nuklir
berdasrkan hk termodynamik energi ini dpt
berubah bentuk
Otak

 Efek latihan pada otak :


 1. meningkatkan laju darah dan Oksigen ke otak
 2. meningkatkan faktor pertumbuhan selsel saraf
yg baru danm merangsang plastisitas synaptik
 3. meningkatkan kimia di otak utuk membantu
kognitif, seperti dopamin, glutamate,noreepineprin
dan serotonin.
Pengaruh latihan terhadap otot

 Otot rangka memiliki sifat yaitu :


1. Ekstensibilitas : mampu memanjang danb
memendek
2. Elastisitas : memiliki daya regang , kembali ke
semula setelah kontraksi
3. Kontraktibilitas: mampu untuk memendek /
berkontraksi melawan tahanan dan menghasilkan
tegangan
Tyepe serabut otot
 Herbert A.De>Vries (1986), klasifikasi ser.otot
berdsrkan 4 cara pendekatan yg berbeda :
1. Warna merah dan putih
2. Fungsi otot cepat, loambat, tahan, dan cepat
lelah
3. Tinggi rendahnya kapasitas aerobik
4. Sifat sifat secara biokimia dan jenis enzym
didalmnya.
Tabel di hal 16 bhn ajar (dokumen)
 Perbandingan kcpt reaksi antara ser otot FT dan
ST 2 : 1 ( 0,05 dtk :0,10 dtk), dlm penggunaan
energi ST lbh efisien , sehingga sangat baik utk
kegiatan menggunakan waktu yg lama, lbh
efisien dl aktifitas isometriks.
 Lbh bnyk kollagen,elastis dan lbh kakudr ser.
FT.
 FT memiliki ser otot yg lbh elastis membantu
dlm menghasilkan tenaga ( kontraksi cepat dan
kuat ), tanpa mengalami hambatan yg berarti .
PENGARUH LATIHAN TERHDP SERABUT OTOT
1. Perbhn pd kapasts aerobik: terjadi peningkatan
kapasitas oksidatif pd ser otot ST dan FT, ST memiliki
kapasitas aerobik yg lbh tinggi dr FT
2. Prbh kapsts glikolitik
Terjadi lebih tinggi pd ser otot FT
3. Perubhn tdk terjadi pd tingkatan yg sama
Perbhn tgtg pd durasi dan intensitas lthn, bisa
hypertropiu pd ser otot,peningkatan kapasitas otot
dlm menghasilkan ATP melalui oksidasi fosporasi.
Ser ST lbh kuat daya tahannya dibanding ser FT.
4. Latihan tdk bisa mengkonversi ser. Otot
tdk dpt dikonversikan antara ser. ST dan FT dengan
melakukan latihan ( erikson, B, dkk )
Fisiologi latihan otot
 Pada proses pemendekan, kecepatan tidak
konstan dengan menanggung beban yang
besarnya tidak proporsional dengan
kekuatannya.
 Secara mikro peristiwa isotonic yang terjadi di
dalam sarcomere adalah adanya tarikan aktin
oleh kepala myosin yang berulang kali dari
triponin.
 Satu ketroponin berikutnya. Efek dari tarikan
yang berulang-ulang mengakibatkan sarcomere
mengalami pemendekan.
Prinsip dasr kontraksi otot dlm olahraga/ latihan

Otot memilki 5 jns kontraksi yaitu :


1. Isotonik panjang otot brbh ( memendek )
2. Isometrik ( panjang otot tetap
3. Eksentrik ( panjang otot brbh mamnjang)
4. Isokinetik Isotonik yg menekankan pd
pembebanan konstan
5. Plyometrik yg menekankan pd percepatan grk
 1.Kontraksi Isotonik ::
 tegangan diperlukan u/ mengangkat beban.
 Mengatasi besarnya beban , tegangan otot harus lbh besar dr obyek
yg diangkat
 2. Kontraksi isometrik :
 Besrnya kekuatan kontrkasi sometrik tgtg pd jumlah kepala myosin
yg menyilang
 Setiap sdt lintasan mempunyai kekuatan berbeda tgtg pjng otot,
letak otot. Kontraksi isom etrik ini dpt terjadi pd posisi otot sdg
memanjang , normal dan dlm posisi memendek.
 Kotraksi isotonik yg dihentikan akan menjadi kotraksi isometrik.
 3. Kontraksi eksentrik :
 Kontraksi eksentrik kerja kepala myosin tdk menarik aktin tetapui
melepaskan aktin dgn tahanan, tegangan dikembangkan sesuai
dengan memanjangnya otot.
 4. kontraksi isokinetik
 Pembebanan pd otot tdk sama sdngkan pd
isotonik pembebanan otot sama, kecepatan
menempuh jarak lintasan rata.
 5. kontraksi plyometrik
 Pd dsrnya adlh kontraksi isotonik , untuk
pekerjaan mel;empar, meloncat ).
 Pylo = berlapis lapis, metrik memanjang ,
pylometrik adalah kontraksi memanjang secara
berlapis lapis / bertahap tahap.
 Latihan Isokinetik
 Latihan isokinetik adalah pola latihan yang
mengikuti kaidah kontraksi isokinetik, yakni
suatu kontraksi dimana otot bekerja dengan
kecepatan konstan dengan menanggung beban
yang besarnya secara proporsional dengan
kekuatannya.
 Isokinetik training menuntut otot untuk bekerja
secara dimnamis dgn kecepatan konstan .
 Latihan Kekuatan
 Latihan ini diarahkan pada pencapaian daya
terbesar yang dapat diasilkan oleh kontraksi otot
secara maksimal. Resep Latihan :
 Besar beban latihan kurang dari 10 repetisi
maksimum (RM)
 Jumlah set latihan 3-5 set
 Pola gerakan dapat berupa isotonic, isometric atau
isokinetik
 Irama gerak lambat.
 Faktor yang mempengaruhi adalah:
 Ukuran otot
 Jenis otot
 Adaptasi system syaraf
 Latihan Kecepatan
 Latihan ini diarahkan pada pencapaian
kemampuan gerak secepat-cepatnya yang dapat
dihasilkan oleh kontraksi otot.
 Resep latihan :
 Besar beban latihan, ringan samapi sedang.
 Jumlah set latihan 3-5 set
 Pola gerakan dapat berupa isotonic,
isokinetik,plyometrik
 Irama gerak cepat

 Latihan daya tahan :
 Latihan ini fokus kepada pembebanan dgn
repetisi yg lebih lama, beben ditas 10 RM, dgn
penahanna 20 detik
 Latihan daya detik
 Bebabn ringan – sedng
 Lat 3-5 set
 Type lat isotonik, isokinetik dan plyometrik
 Irama gerak cepat dan mendadak
Pengaruh lat earobik

 1. Meningkatkan Hb otot
 Terjadi peningkatan myoglobin selama 12 mg, dgn
frek 5 kali/mg
 2.Meningkatnya jumlah kapiler darah
 Mengakibatkan hypertropi ringan pd serabut otot
merah
 3. menurunnya jar lemak otot
 Sumber energi utama adlh lemak
 4. Meningkatnya oksidasi karbohidrat
 5. meningkatnya oksidasi lemak otot
Perubahan latihan anaerobik :

 1. Peningkatan ukuran myofibril tertm pd ser.


Putih
 2. Tdk terjadi peningkatan kapiler tajam ,
karena otot tdk menuntut psokan O2
 3. msh terdapat jar. Lemak.
Kehilangan cairan

 Dehydrasi = kehilangan cairan


 Tingkat dehydrasi1 –2 %  tidak ada perubahan
ditubuh kita.
 Tingkat dehydrasi2 –3 %  penurunan kapasitas
aerobik

 Tingkat dehydrasi3 –5 %  penurunan kapasitas


anaerobik
 KehilanganCairan

 Dehydrasi biasanya diikuti juga kehilangan


elektrolit
 Penurunan prestasi tidak hanya karena kehilangan
cairan tapi juga kehilangan elektrolit. Misal
kehilangan calsium akan menyebabkan otot
mudah terangsang.
 Elektrolit yang penting dalam tubuh: Na, K, Ca.
Mg, P, Cl, Fe
 Aklimatisasi = Proses adaptasi terhadap iklim
 Iklim = suhu, humidity, angin, gravitasi,
ketinggian, bawah air, dantempatatau perbedaan
waktu.
 Perbedaan waktu  mempengaruhi “Jam tubuh”
(jet leg)
 Ketinggian  udara O2 tipis , orang yang latihan
lama diketinggian biasanya Hbnya meningkat.
 Bawah air  tekanan padatubuhmeningkat
Humidity  proses penguapanair
 Angin proses pembuanganpanas
. FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI
KEBUGARAN
JASMANI
 Kebugaran jasmani anak-anak meningkat sampai mencapai
 maksimal pada usia 25-30 tahun, kemudian akan terjadi
penurunan
 kapasitas fungsional dari seluruh tubuh, kira-kira sebesar
0,8-1%
 per tahun, tetapi bila rajin berolahraga penurunan ini dapat
 dikurangi sampai separuhnya.
 2. Jenis Kelamin
 Sampai pubertas biasanya kebugaran jasmani anak laki-laki
hampir
 sama dengan anak perempuan, tapi setelah pubertas anak-
anak
 laki-laki biasanya mempunayi nilai yang jauh lebih besar.
 3. Genetik
 Berpengaruh terhadap kapasitas jantung paru, postur tubuh,
 obesitas, haemoglobin/sel darah dan serat otot.
 4. Makanan
 Daya tahan yang tinggi bila mengkonsumsi tinggi karbohidrat
(60-
 70 %). Diet tinggi protein terutama untuk memperbesar otot dan
 untuk olah raga yang memerlukan kekuatan otot yang bear.
 5. Rokok
 Kadar CO yang terhisap akan mengurangi nilai VO2 maks, yang
 berpengaruh terhadap daya tahan, selain itu menurut penelitian
 Perkins dan Sexton, nicotine yang ada, dapat memperbesar
 pengeluaran energi dan mengurangi nafsu makan.
Muskuler

 Otot disini adalah otot skelet/otot rangka/otot lurik/


otot serat lintang
 Otot terdiri dari kumpulan banyak sel otot ( 1 sel otot
= 1 serabut otot = 1 myofibrile )
 Myofibril memiliki kemampuan memanjang dan
memendek kaena addanya actin dan miyosin.
Sistem otot
Serabut otot
Otot skeletal
 Selama pertumbuhan , beberapa selsel otot
skelet akan memanjang membentuk sel sel
multinukleated, dimana mereka mampu
melakukan proses mitosis untuk membentuk
regnerasi sel sel lainnya.
 Kontraksi dikontrol oleh syaraf motorik ,
dibawah kontrol sadar. , sering disebut otot
volunter , terkadang otot skelet juga bekerja
dibawah involuntary ( dibawah sadar )
 Contoh fungsi diafragma, otot skelet yang
mengatur fungsi BAB dan BAK .
 Saat mau BAB dan BAK juga diatur oleh saraf tak
sadar dan saraf sadar, sedangkan refleks postural
diatur oleh refleks spinal.
 tiap cabang saraf motorik disarafi oleh beberapa
serabut saraf, yg diatur oleh motor unit yg
berkontraksi secara bersamaan, walaupun serabut
saraf tersebut tidak selalu secara langsung
berhubungan satu sama lainnya.
 Otot skelet memiliki sel multinukleat yg panjang yg
diselubungi oleh jaringan connective yg tipis dan
dibungkus oleh yg disebut fasciculus dan
membentuk otot yg komplet.
Struktur otot skelet
Serabut disarafi oleh 1 neuron
 Pembentukan serabut , dalam menghasilkan
gaya.
 Stimulus yg lemah akan memiliki rangsang
gerak yg lemah dan sebaliknya
 Semakin besar serabutnya maka dibutuhkan
rangsang saraf yg besar pula.
 1 serabut saraf memerintah kira kira 150
serabut otot yg disebut dgn motor unit.

 Otot lurik ada 2 yaitu otot putih dan otot merah


Type serabut otot
Sifat sifat otot rangka :

 Otot rangka mempunyai sifat-sifat :


 Ekstensibility, yakni suatu sifat dimana otot dapat
memanjang dan dapat memendek.
 Elasticity, yakni suatu sifat dimana otot dapat
kembali dalam panjang semula baik setelah
memanjang atau diregang dan setelah mengalami
pemendekan.
 Contractibility, yakni suatu sifat dimana otot
memiliki kemampuan untuk memendek melawan
tahanan dan menghasilkan tegangan.
Sifat sifat otot rangka, otot jantung dan
otot polos
 Mereka dipengaruhi oleh jenis stimuli (rangsangan) yang
sama
 Mereka menimbulkan potensial aksi segera setelah distimulus
 Mereka memiliki kemampuan untuk berkontraksi
 Kekuatan kontraksi ini (dalam batas-batas fisiologis)
tergantung dari panjang semula.
 Mereka mempunyai kemampuan untuk mempertahankan
tonus otot.
 Mereka akan atrofi (mengecil) apabila kurang aktif, karena
suplai darah menjadi tidak adekwat.
 Mereka akan hipertrofi (membesar/menebal) sebagai akibat
dari pekerjaan yang ditingkatkan.

 Tahapan terjadinya kontraksi otot, Menurut teori sliding filamen adalah
sebagai berikut :
 Istirahat
 Aktin dan miosin tidak berhubungan, ini terjadi sebelum rangsangan dating.
 Rangsangan
 Kalsium dilepaskan dari cysterne ke dalam sarcoplasma. Efek dari ini,
konsentrasi Ca++ meningkat dan mengakibatkan perubahan terhadap aktin,
terbukanya titik lekat kepala myosin pada aktin. Aktin dan myosin
berpasangan  Actomiosin.
 Kontraksi
 Proses pemecahan ATP di kepala Miosin menghasilkan energy.
 ATP ADP + Pi + Energi
 Kepala miosin berputar – Cros bridge roboh yang mengakibatkan aktin
ditarik. Aktin bergeser ke arah myosin menuju pusat sarcomere, yang
mengakibatkan setiap sarcomere memendek, secara keseluruhan otot
memendek, tegangan otot meningkat.
 Relaksasi
 Rangsangan hilang, Ca++ dipompa ke dalam cysterne. Konsentrasi Ca++ di
sarcoplasma menurun, sisi lekat aktin tertutup kembali, otot kembali pada
keadaan istirahat.

Sifat sifat Type serabut otot
ST FTa FTb
Aspek persarafan :
Ukuran saraf motor Kecil Besar Besar
Ambang pengerahan motor Rendah Tinggi Tinggi
saraf lambat cepat cepat
Kecepatan konduksi
Aspek struktural:
Diametr srbt otot Kecil Besar Besar
Afinitas troponin thdp K Jelek Baik Baik
Keceptn mtkondria Jelek Baik Baik
Kepadtn kapiler Tinggi Rendah Rendah
Kandungan mioglobin Tinggi menengah Rendah
tinggi menengah rendah
Energi dasar
Timbunan fosfokreatinin Randah Cepat Cepat
Timbunan glikogen Rendah Tinggi Tinggi
Timbunan trigliserida tinggi tinggi tinggi
Aspek enzimatik :
Type myosin Lambat Cepat Cepat
Aktivitas myosin type ATPase Rendah Tinggi Tinggi
 Prinsip dasar kontraksi otot ialah menahan atau
melawan kepanjangan otot (kontraksi adalah
menuju ke arah pendek), dikarenakan aktin
ditarik ke arah pusat sarcomere oleh myosin.
 Ada lima jenis kontraksi, yaitu :
 I sotonik panjang otot berubah (memendek)
 I sometrik panjang otot tetap
 E ksentrik panjang otot berubah (memanjang)
 I sokinetik Isotonik yang menekankan pada
pembebanan konstan
 P lyometrik Isotonik yang menekankan
percepatan gerak
Contoh kontraksi otot :

 Kontraksi isotonik :
 Untuk dapat mengangkat dumble dari posisi
lengan lururs menjadi lengan ditekuk, otot
biceps brachii berkontraksi dalam pola kerja
isotonic.
 Isotonik diartikan sebagai pola kontraksi yang
berpegang pada tonusnya – tetap, sebaliknya
panjang ukuran otot berubah/memendek.
Kontraksi isotonil juga disebut kontraksi
konsentris atau dinamis.
 Isometrik
 Disebut isometric di ambil dari istilah Iso yang
artinya “tetap” dan metric yang menggambarkan
“ukuran”. Kontraksi isometric adalah kontraksi di
mana otot tidak mengalami perubahan ukuran.

 Dalam olahraga, menggenggam raket tenis


merupakan salah satu contoh kontraksi isometric
otot lengan bawah. Pada saat ini otot lengan bekerja
mempertahankan agar raket tidak lepas.
 Musculus fleksor digitorum superficialis dan
profondus adalah otot yang berlokasi dibagian
anterior lengan bawah. Keduanya memiliki origo di
tulang humerus, ulna dan radius (didaerah siku),
sedangkan insersinya ada pada basic phalangea I
dan II.
 Kontraksi Isokinetik
 Dasar pola kontraksi isokinetik adalah pola
isotonic, yakni otot mengalami pemendekan.
Perbedaan yang nyata adalah :
 1.Bila pada kontraksi isotonic setiap lintasan
gerak otot menanggung beban yang sama, pada
kontraksi isokinetik beban yang ditanggung
tidak sama.
 2.Bila pada kontraksi isotonic kecepatan dalam
menempuk lintasan gerak tidak rata, pada
kontraksi isokinetik kecepatan dalam
menempuh jarak lintasan adalah rata.

 Kontraksi Plyometrik
 Pada dasar pola kontraksi plyometrik adalah pola
isotonic, yakni otot mengalami pemendekan kearah
pusat sarcomere dengan didahului tarikan
pemanjangan.
 Dalam kegiatan olahraga kontraksi ini diwujudkan
dalam kerja yang menghentak (melempar, meloncat,
dsb).
 Disebut plyometrik dari istilah plyo dan metric. Plyo
berarti berlapis-lapis, sedangkan mettrik artinya ukuran
panjang.
 Sehingga plyometrik artinya suatu kontraksi yang
mempunyai lapisan-lapisan kecepatan gerak pada setiap
perubahanukuran panjang. Artinya dalam berkontraksi
kecepatan antara meter pertama, kedua dan seterusnya
ditempuh dengan yang makin pendek (tidak sama).
Stimulus untuk aksi potensial
muskuler

 Setiap otot memiliki bbrp sel otot dan setiap nilai


ambang rangsang yg berbeda, semakin banyak sel
otot berkontraksi, kontraksi semakin kuat.
 Otot akan mengalami hypertropy atau pembesaran..
Neuro ((saraf)
 Tahapan latihan fisik sebagai berikut :
 1. pemanasan ( warm up ) : tahap pemanasan
dianggap selesai jika sdh terjadi kenaikan suhu
1-2 C , ditandai dengan keluarnya keringat.
 2. latihan inti dilakukan dengan dilakukan
mencapai tujuan latihan tsb.
 3. cool down : pendingin dilakukan gerakan
fisik dengan intensitas yg menurun secara
bertahap hingga semua fisiologi tubuh kembali
ke keadaan semula.
 Manfaat latihan daya tahan otot :
 A. mempertahankan dayta kontraksi otot agar
tetap tinggi pd grkn berulang
 B. menanggulangi kelelahan melalui
peningkatan toleransi asam l;aktat
 C. mempercepat pembongkaran asam laktat u/
pemulihan otot dr kelelahan
 D. membentuk adaptasi otot thdp aktivitas yg
lama dgn periode istirahat yg singkat.
 Perbedaan fisik pria dan wanita :
 Dimensi fisik pria lebih besar
 Pubertas wanita lbh dini dari laki laki (9-13 th), lk (10-14 th)
 Pria hormon testosteron lbh ektif wanita hormon estrogen lbh
aktif
 Massa otot laki laki lbh besar, powernya lbh besar.
 BB wanita lebih besar dari pria 2x lipat
 Darah pria lebih banyak 1 liter dr wanita
 HB laki laki lkbh besar dr wanita 15,8 gL dan waqnita 13,9 gL.
 Vol paru 10 % lbh besar laki laki
 Nadi istirahat lk lk lbh tinggi, Hrmak lebih tinggi
SYOK

 1. syok hypovolemik
 Ditandai dengan hipotensi, nadi cepat dan
halus,kulit pucat, dingin, lembab, rasa haus hebat,
RR cepat,gelisah atau sebaliknya diam.
 Penyebab, trauma, luka bakar, perdarahan akibat
operasi, sumbatan aliran darah
 Cardiac out put tdk adekuat kerjanya
 2. syok haemoragik
TRIMA KASIH