Anda di halaman 1dari 43

Bismillah Membangun Generasi Khaira Ummah

PENGARUH PERASAN BUAH MARKISA


KUNING (Passiflora edulis f. flavicarpa)
TERHADAP APOPTOSIS LINI SEL KANKER
SERVIKS HeLa

Diajukan Oleh :
Dena Adelia Damanik
30101407160
Masalah
Markisa kuning (Passiflora
Senyawa aktif yang
edulis f. flavicarpa) banyak
bermanfaat sebagai
ditemukan di daerah
antikanker diantaranya
dataran rendah di
karotenoid, polifenol.
Indonesia

Di Indonesia, kajian Perasan buah markisa


mengenai pengaruh perasan kuning telah terbukti
buah markisa kuning mempunyai efek
terhadap apoptosis lini sel sitotoksik terhadap lini sel
kanker serviks HeLa belum kanker serviks HeLa
pernah dilakukan.
Besar Masalah
upaya pengobatan kanker 
kemoterapi, radioterapi hingga
Insiden kanker serviks sekitar 7,9
pembedahan.
% di dunia. (IARC, 2012). Penyakit
kanker serviks merupakan
penyakit kanker dengan prevalensi
tertinggi di Indonesia pada tahun
2013, yaitu 1,4 per 1.000
penduduk dan sebagai penyebab Kemoterapi yang tersedia dianggap kurang
kematian 5,7% diantara semua efektifefek toksik dan munculnya
penyebab kematian (Riskesdas, masalah resistensi sel kanker tersebut.
2013). Kasus kanker leher rahim (Fimognari, et al., 2006).
dari 2002 sebanyak 16 per
100.000 perempuan, terus
meningkat menjadi 17 per 100.000
perempuan pada tahun 2012
(Globocan/IARC 2012). Berpengaruh terhadap kesehatan fisik dan
psikis pasien, sehingga mempengaruhi
kualitas hidup mereka,
Kronologi
Markisa kuning Karotenoid dan mengatur kekebalan tubuh,
polifenol sebagai regulasi sel jika tidak
antioksidan adarusaknya protein mutasi
DNA jika tidak ada asupan dari
antioksidan tersebut dapat
menimbulkan beberapa penyakit
seperti kanker (Rao dan Rao, 2007).
menghambat pertumbuhan dan
menginduksi apoptosis sel kanker
leukemia (Neira, 2003)

mempunyai efek sitotoksik


terhadap lini sel kanker serviks
HeLa dengan IC50 10,40 %
(Kusuma, 2016).
Upaya Penyelesaian
Perasan buah
markisa kuning

Polifenol dan
karotenoid

Efek sitotoksik

Belum ada
bukti ilmiah

Apoptosis lini
sel kanker
serviks HeLa
Rumusan Masalah

Berdasarkan latar belakang diatas maka dapat


dirumuskan masalah penelitian yaitu; “Apakah
perasan buah markisa kuning (Passiflora edulis
f. flavicarpa) berpengaruh terhadap apoptosis lini
sel kanker serviks HeLa?”
Tujuan Penelitian

Tujuan Umum

Untuk mengetahui pengaruh perasan buah markisa kuning


terhadap apoptosis lini sel kanker serviks HeLa
Tujuan Penelitian

Tujuan Khusus

•Mengetahui indeks apoptosis pada lini sel kanker serviks HeLa


pada konsentrasi 10,40 %, 5,2 %, 2,6 % perasan buah markisa
kuning.
•Untuk mengetahui perbedaan indeks apoptosis lini sel HeLa
dengan menggunakan perasan buah markisa kuning dengan
konsentrasi 10,40 %, 5,2 %, 2,6 %.
Manfaat Penelitian

Manfaat Teoritis

Penelitian ini diharapkan dapat memberikan informasi


ilmiah tentang pengaruh pemberian perasan buah markisa
kuning terhadap apoptosis lini sel kanker serviks HeLa dan
dapat digunakan sebagai rujukan untuk penelitian lebih
lanjut.
Manfaat Penelitian

Manfaat Praktis

Memberikan pengetahuan kepada masyarakat


bahwa perasan buah markisa kuning berpengaruh
terhadap kanker leher rahim.
Perasan buah markisa
kuning

Doksorubisin Karotenoid (lycopene) Flavonoid

Ekspresi p21

Ekspresi p53

Sintesis DNA & RNA Ekspresi cyclin D1 Ekspresi Bax dan Bak Ekspresi Bcl2 dan Bcl-XL

Ekspresi Caspase 9 Ekspresi Caspase 8

Proliferasi sel Ekspresi Caspase 3

Apoptosis
Kontaminasi bakteri

Pertumbuhan lini sel kanker


Suhu serviks HeLa

pH

Nutrisi
Kerangka Konsep

Perasan buah Pertumbuhan lini


markisa kuning sel kanker serviks
HeLa
Hipotesis

Perasan buah markisa kuning (Passiflora edulis f.


flavicarpa) mempunyai efek apoptosis terhadap lini
sel kanker serviks HeLa.
METODOLOGI PENELITIAN
Jenis dan Rancangan Penelitian

Jenis Penelitian

Quasi eksperimenal

Rancangan Penelitian

“post test only control group design”


Variabel Penelitian

Variabel Bebas

Perasan buah markisa kuning (Passiflora edulis


f. flavicarpa).

Variabel Tergantung

Indeks apoptosis lini sel kanker HeLa


Definisi Operasional

Variabel Bebas

Dalam penelitian ini yang dimaksud dengan perasan buah markisa kuning adalah
hasil perasan 1000 g daging dan biji buah markisa kuning adalah segar yang
sudah matang. Air perasan diperoleh dengan cara memasukkan daging dan biji
buah markisa matang ke dalam juicer. Dari juicer tersebut dihasilkan konsentrasi
100 %. Air perasan 100 % kemudian dibagi menjadi 3 konsentrasi berdasarkan
orientasi, yaitu 10,40%, 5,2 %, 2,6 %.

Skala : Rasio.
Satuan : %
Definisi Operasional
Variabel
Tergantung

Apoptosis adalah presentase sel kanker serviks HeLa


yang mati karena apoptosis di micro plate 96 dalam
waktu inkubasi 48 jam yang dihitung menggunakan alat
flowcytometry.
Satuan : %
Skala : Rasio
Populasi dan sampel penelitian

Populasi Penelitian
Sampel Penelitian
Populasi penelitian ini Sampel dalam penelitian
adalah lini sel kanker yaitu sel kanker serviks
serviks HeLa yang HeLa yang telah dikultur
diperoleh dari tempat selama ± 24 jam sampai
penyimpanan kultur di konfluen. Kepadatan sel
Laboratorium Parasitologi HeLa tiap sumuran yaitu
Fakultas Kedokteran 1 × 104/ml.
Gajah Mada
Cara Penelitian

Kerangka
Penelitian
Tempat dan Waktu Penelitian

Tempat : Laboratorium Patologi Klinik Fakultas


Kedokteran Gajah Mada
Waktu : Agustus – September 2017
Analisis
Data

Hasil Uji Deskriptif


Standar
Mean deviasi

Normalitas : Homogenitas:
Shapiro-Wilk Levene’s Test
P>0,05 P>0,05
Parametrik

One Way
Anova
p<0,05
Post-Hoc
LSD
Hasil Penelitian
Kelompok Sampel Sel Hidup Early Apoptosis Late Apoptosis Total Apoptosis Nekrosis
1 83,90% 2,70% 6,70% 9,40% 6,70%
Kontrol Negatif 2 81,90% 2,90% 7,50% 10,40% 7,60%
3 83,30% 2,80% 6,70% 9,50% 7,20%
Rata-Rata 83,03% 2,80% 6,97% 9,77% 7,17%

Kelompok Sampel Sel Hidup Early Apoptosis Late Apoptosis Total Apoptosis Nekrosis
1 83,40% 1,50% 2,60% 4,10% 12,50%
¼ IC50 2 82,20% 1,50% 3,90% 5,40% 12,40%
3 81,50% 1,40% 4,40% 5,80% 12,70%
Rata-Rata 82,37% 1,47% 3,63% 5,10% 12,53%

Kelompok Sampel Sel Hidup Early Apoptosis Late Apoptosis Total Apoptosis Nekrosis
1 78% 0,50% 7,40% 7,90% 14%
½ IC50 2 76,60% 0,50% 8,50% 9% 14,40%
3 75,80% 0,60% 8,10% 8,70% 15,40%
Rata-Rata 77% 1% 8% 9% 15%
Kelompok Sampel Sel Hidup Early Apoptosis Late Apoptosis Total Apoptosis Nekrosis

1 62,60% 2,70% 22,10% 24,80% 12,50%


IC50 2 61,60% 2,30% 22,60% 24,90% 13,50%

3 63,10% 2,40% 21,90% 24,30% 12,60%

Rata-Rata 62,43% 2,47% 22,20% 24,67% 12,87%

Kelompok Sampel Sel Hidup Early Apoptosis Late Apoptosis Total Apoptosis Nekrosis
1 10,40% 8,40% 19,70% 28,10% 61,60%
DOXO IC50 2 9,00% 7,80% 19,60% 27,40% 63,60%
3 9,50% 8,10% 20,50% 28,60% 61,90%
Rata-Rata 9,63% 8,10% 19,93% 28,03% 62,37%
HASIL
FLOWCYTOMETRY

KONTROL SEL Dosis 2,6% Markisa


Dosis 5,6% Markisa Dosis 10,4% Markisa Doxorubisin
Rerata Persentase Total Apoptosis Sel Kanker
Serviks HeLa antar Kelompok
30.00%

25.00%

20.00%

% Total Apoptosis
15.00%
28.10%
24.67%

10.00%

5.00% 9.77% 9%

5.10%

0.00%
Kontrol sel dosis 2,6% markisa dosis 5,2% markisa dosis 10,4% markisa doksorubisin
Uji Normalitas

Tests of Normality
Kolmogorov-Smirnova Shapiro-Wilk
kelompok_perla
kuan Statistic df Sig. Statistic df Sig.
persen_apoptosis kontrol_negatif .353 3 . .824 3 .174
DOXO .211 3 . .991 3 .817
IC50 .328 3 . .871 3 .298
1/2IC50 .282 3 . .936 3 .510
1/4IC50 .299 3 . .915 3 .433
a. Lilliefors Significance Correction
Uji Homogenitas

Test of Homogeneity of Variances

persen_apoptosis

Levene Statistic df1 df2 Sig.


1.044 4 10 .432
Hasil Uji One Way Annova

ANOVA

persen_apoptosis
Sum of
Squares df Mean Square F Sig.
Between Groups 1290.857 4 322.714 856.764 .000
Within Groups 3.767 10 .377
Total 1294.624 14
Uji Beda Rerata Apoptosis Sel Kanker Serviks HeLa antar
Dua Kelompok dengan Uji Post Hoc

Kontrol
Kontrol Positif ¼ IC50 ½ IC50 IC50
negatif

- 0,000* 0,000* 0,034* 0,000*


Kontrol negatif

0,000* - 0,000* 0,000* 0,000*


Kontrol Positif

0,000* 0,000* - 0,000* 0,000*


¼ IC50

0,034* 0,000* 0,000* - 0,000*


½ IC50

-
IC50 0,000* 0,000* 0,000* 0,000*
Pembahasan

• Dari hasil penelitian yang sudah diuraikan sebelumnya,


dapat diketahui presentase markisa kuning pada dosis
IC50 lebih besar dibandingkan dengan dosis ½ IC50,
¼IC50, dan bahkan dengan kontrol positif. Hal tersebut
menunjukkan bahwa pemberian perasan buah markisa
kuning pada dosis IC50 menyebabkan peningkatan
apoptosis pada lini sel kanker serviks HeLa.
• Hal tersebut disebabkankan karena perasan buah
markisa kuning mengandung karotenoid dan flavonoid.
Polifenol memodulasi langsung beberapa titik yang
berbeda dari keseluruhan proses apoptosis dan/atau
ekspresi dari protein regulasi seperti down-regulation,
ekspresi Bcl-2 dan Bcl-xL, peningkatan ekspresi Bax dan
Bak. Terkait dengan apoptosis, flavonoid menghambat
aktivitas DNA topoisomerase I/II, memodulasi jalur
pensinyalan, menurunkan ekspresi gen Bcl2 dan Bcl-XL,
meningkatkan ekspresi gen Bax dan Bak, serta aktivasi
endonuklease. Flavonoid juga menginduksi apoptosis
dengan cara mengaktivasi caspase 9, 8 dan 3 (Ren dkk,
2003) juga protein proapoptosis Bax (Hu dkk, 2009).
• Pemberian perasan buah markisa kuning membuktikan
bahwa perasan buah markisa kuning memiliki sifat
antikanker. Kandungan perasan buah markisa kuning
mampu menginduksi apoptosis melalui jalur protein
yaitu p53 (Wang dkk, 2008). p53 adalah suatu protein
yang penting dalam kontrol siklus sel, yaitu dapat
memacu sel untuk berhenti (arrested) atau apoptosis
(Rene dan Mark, 2006). Peningkatan p53 diakibatkan
karena terjadi penurunan ekspresi faktor antiapoptosis
yaitu Bcl-2, peningkatan ekspresi faktor proapoptosis
yaitu Bax, sehingga menyebabkan release sitokrom c-
mitokondria dari sitoplasma. (Park et al., 2008).
• Sitokrom c dalah protein yang berperan sebagai pembawa elektron
yang larut dalam air dalam fosforilasi oksidatif mitokondria.
Selanjutnya sitokrom c mengaktivasi caspase 9 (Lumongga, 2008).
Caspase 9 ini akan mengaktivasi procaspase-3 menjadi caspase 3
yang merupakan caspase efektor yang melaksanakan apoptosis.
Saat gelsolin, yaitu protein yang berperan dalam morfologi sel
dipecah oleh caspase 3, terjadilah perubahan dari membran. Ketika
gelsolin yang terpecah berada di dalam sel, protein tersebut akan
membelah suatu filamen aktin. Kinase p21-activated kinase 2 (PAK
2) diaktivasi oleh caspase 3 melalui jalur proteolisis. Untuk
terbentuknya apoptotic body dibutuhkan suatu protein, salah
satunya adalah PAK2. Sel yang terfragmentasi menjadi apoptotic
body mengeluarkan signal “eat me”yang dikenali oleh fagosit (CCRC
Farmasi UGM, 2010).
• Hasil rata-rata IC50 perasan buah markisa kuning
pada penelitian ini adalah 24,67%. Terbukti pada
penelitian ini didapatkan presentase apoptosis
lini sel kanker serviks HeLa kelompok dosis IC50
lebih tinggi dibandingkan dengan kelompok
perlakuan lainnya dan hampir mendekati hasil
persentase kontrol positif (doksorubisin),
walaupun belum melebihi kelompok kontrol
positif, tetapi dengan meningkatnya dosis,
terbukti bahwa terdapat efek terhadap
peningkatan dosis perasan buah markisa kuning
terhadap apoptosis lini sel kanker serviks HeLa.
• Sehingga dapat diambil kesimpulan bahwa
perasan buah markisa kuning pada dosis IC50
paling berpengaruh terhadap peningkatan
apoptosis lini sel kanker serviks HeLa
dibandingkan dosis ¼ IC50 dan dosis ½ IC50.
• Keterbatasan penelitian ini adalah apoptosis
sel kanker serviks HeLa belum dilakukan uji
aktivitas apoptosis sel untuk melihat aktivasi
Caspase. Hasil dari penelitian diketahui
doksorubisin sebagai kontrol positif masih
melebihi dosis IC50 perasan buah markisa
kuning.

Kesimpulan

• Berdasarkan hasil penelitian yang diperoleh dapat diambil


kesimpulan sebagai berikut:
1. Perasan buah markisa kuning (Passiflora edulis f. flavicarpa)
berpengaruh terhadap apoptosis sel kanker serviks HeLa secara in
vitro.
2. Total persentase apoptosis pada sel kanker serviks HeLa yang diberi
perasan buah markisa kuning (Passiflora edulis f. flavicarpa) dengan
dosis ¼ IC50, ½ IC50, IC50 adalah 5,10%, 8,5% dan 24,67%.
3. Total persentase apoptosis sel kanker serviks HeLa yang tidak diberi
perasan buah markisa kuning (Passiflora edulis f. flavicarpa) dan total
persentase apoptosis sel kanker serviks HeLa yang diberikan
doksorubisin adalah 9,77% dan 28,10%.
4. Terdapat perbedaan apoptosis sel kanker serviks HeLa pada kontrol
negatif, kontrol positif dengan sel kanker serviks HeLa pada perlakuan
dan terdapat beda signifikan antara masing-masing kelompok dosis
yang diberikan perlakuan dengan kelompok kontrol negatif dan
kontrol positif.
Saran
• Saran yang dapat diberikan berdasarkan hasil
penelitian di atas:
• Perlu penelitian lebih lanjut untuk melihat mekanisme
apoptosis pada sel melalui pengamatan aktivas jalur
Caspase.
• Perlu dilakukan penelitian terkait pemberian perasan
buah markisa kuning sebagai terapi kombinasi atau
adjuvan dengan kemoterapi lain.
Dokumentasi Penelitian