Anda di halaman 1dari 23

• Pancasila sebagai dasar negara dari Negara kesatuan

Republik Indonesia telah diterima secara luas dan telah bersifat


final.
• Presiden Soekarno pernah mengatakan “jangan sekali2
meninggalkan sejarah”.
• Arus sejarah memperlihatkan dengan nyata bahwa
semua bangsa memerlukan suatu konsepsi dan cita-cita.
• Jika mereka tidak memilikinya atau jika konsepsi dan cita-cita
itu menjadi kabur dan usang, maka bangsa itu adalah
dalam bahaya (Soekarno, 1989: 64).
• Pentingnya cita-cita ideal sebagai landasan moralitas bagi
kebesaran bangsa diperkuat oleh cendekiawan-politisi
Amerika Serikat, John Gardner mengatakan tidak ada
bangsa yang dapat mencapai kebesaran kecuali jika
bangsa itu mempercayai sesuatu, dan sesuatu yang
dipercayainya itu memiliki dimensi-dimensi moral guna
menopang peradaban besar) (Madjid dalam Latif, 2011:
42).
• Sejarah Pancasila Bangsa Indonesia diantaranya akan
diuraikan dalam Sub Pokok Bahasan berikut ini yaitu :
1. Era Pra Kemerdekaan
2. Era Kemerdekaan
3. Era Orde Lama
4. Era Orde Baru
5. Era Reformasi

Era Pra Kemerdekaan


• Di era ini terdapat sidang BPUPKI yg dilaksanakan dari
tanggal 29 Mei 1945 – 1 Juni 1945.
• Pada tanggal 29 Mei 1945 Mr.Muhammad Yamin mengusulkan
calon rumusan dasar negara Indonesia sebagai berikut :
 Perikebangsaan
 Perikemanusiaan
 Periketuhanan
 Perikerakyatan
 Kesejahteraan rakyat
• Selanjutnya pada tgl 30 Mei 1945 Prof Mr. Soepomo
mengemukakan teori2 negara, yaitu 1. Teori negara
perseorangan (individu)
2. Paham negara kelas
3. Paham negara Integralistik
1. Paham Negara Perseorangan (Individu).
Menurut paham ini negara adalah masyarakat hukum (legal
society) yg disusun atas kontrak antara seluruh individu (contract
social). ----Eropa dan Amerika.
2. Paham Negara Kelas.
Menurut paham ini negara adalah alat dari suatu golongan
(suatu klasse) utk menindas klasse lain.
3. Paham Negara Integralistik
Menurut paham ini bukanlah utk menjamin perseorangan atau
golongan akan tetapi menjamin kepentingan
masyarakatseluruhnya sebagai suatu persatuan.
• Kemudian Ir.Soekarno pada tgl.1 Juni 1945 yg mengusulkan 5
dasar negara, yaitu :
1. Nasionalisme (kebangsaan Indonesia)
2. Internasionalisme (perikemanusiaan)
3. Mufakat (demokrasi)
4. Kesejahteraan sosial
5. Ketuhanan Yang Maha Esa

Era Kemerdekaan
• Di era ini sehari setelah bom atom dijatuhkan oleh Amerika
Serikat di kota Hirosima, BPUPKI berganti nama menjadi
PPKI.
Selanjutnya lima prinsip dasar negara tsb Soekarno mengusulkan
diberi nama “Pancasila”, atas saran salah seorang teman beliau
ahli bahasa yg tdk disebutkan namanya.
Menurut Sooekarno kelima sila tsb dpt diperas menjadi “Tri Sila
”, yaitu :
1. Sosionasionalisme (peri kebangsaan)
2. Sosio demokrasi (mufakat demokrasi)
3. Ketuhanan
Selanjutnya menurut Soekarno Tri Sila dpt diperas menjadi “Eka
Sila” yg intinya adalah “Gotong Royong”
• Bom atom yg kedua yg dijatuhkan di kota Nagasaki yg
membuat Jepang menyerah.
• Peristiwa ini dimanfaat oleh bangsa Indonesia utk
memproklamasikan kemerdekaan yg terjadi pada tgl.16
Agustus 1945 melalui perundingan antara golongan muda
dengan golongan tua dlm penyusunan teks proklamasi.
• Isi proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 1945 sesuai dg
semangat yg tertuang dalam Piagam Jakarta 22 Juni 1945.
• Piagam ini berisi garis2 pemberontakan melawan
imperialisme, kapitalisme dan fasisme serta memuat dasar
pembentukan NKRI.
• Piagam Jakarta ini kemudian disahkan oleh PPKI tgl.18 Agustus
1945 menjadi pembentukan UUD 1945 setelaj terlebih dahulu
dihapus 7 kata dari kalimat “Ketuhanan dg kewajiban
menjalankan syariat Islam bagi pemeluk2nya” menjadi
“Ketuhanan Yang Maha Esa”
• Awal dekade 1950an muncul inisiatif dari sejumlah tokoh yg
hendak melakukan interpretasi ulang terhadap Pancasila.
• Saat itu muncul perbedaan persfektif yg dikelompokkan dlm 2
kubu :
Pertama, beberapa tokoh berusaha menempatkan Pancasila lebih
dari sekadar konpromi politik atau kontrak sosial.
Mereka memandang Pancasila tdk saja konpromi politik
melainkan sebuah filsafat sosial.
Kedua, mereka menempatkan Pancasila sebagai sebuah konpromi
politik. Dasar argumentasinya adalah fakta yg muncul dlm
sidang BPUPKI dan PPKI.
Era Orde Lama
• Pada masa Orde Lama, Pancasila dipahami berdasarkan paradigma
yg berkembang pada situasi dunia yg diliputi oleh tajamnya konflik
ideologi.
• Masa orde lama adalah masa pencarian bentuk implementasi
Pancasila terutama dalam sistem kenegaraan.
• Terdapat 2 pandangan besar terhadap dasar negara yg
berpengaruh thd munculnya Dekrit Presiden.
• Namun kedua usulan tsb tdk mencapai kuorum keputusan sidang
konstituante.
• Kejadian ini menyebabkan Presiden Soekarno turun tangan dg
sebuah Dekrit Presiden yg disetujui oleh kabinet tgl 3 Juli
1959 yg kemudian dirumuskan di Istana Bogor pd tgl 4 Juli
1959 dan dirumuskan secar resmi oleh presiden pada tgl 5
Juli 1959 pukul 17.00 di depan Istana Merdeka yg berisi :
1. Pembubaran Konstituante
2. UUD 1945 kembali berlaku
3. Pembentukan MPRS
Era Orde Baru
• Orde Baru berkehendak ingin melaksanakan Pancasila dan UUD
1945 secara murni dan konsekwen sebagai kritik terhadap orde
lama yg telah menyimpang dari Pancasila.
• Setelah lengsernya Ir.Soekarno sebagai Presiden, selanjutnya
Jenderal Soeharto yg memegang kendali terhadap negeri ini.
• Pada peringatan hari lahirnya Pancasila 1 Juni 1945 presiden
Soekarno menyatakan ‘Pancasila makin banyak mengalami ujian
zaman dan makin bulat tekad kita mempertahankan Pancasila.
• Selain itu presiden Soeharto juga mengatakan “Pancasila sama
sekali bukan sekadar semboyan untuk dikumandangkan,
Pancasila bukan dasar falsafah negara yg sekadar
dikeramatkan dlm naskah UUD, melainkan Pancasila harus
diamalkan.
• Selanjutnya pada tahun 1968 presiden Soeharto mengeluarkan
Instruksi Presiden Nomor 12 tahun 1968 yg menjadi panduan
dalam mengucapkan Pancasila sebagai dasar negara, yaitu :
1. Ketuhanan Yang Maha Esa
2. Kemanusiaan Yang Adil dan Beradab
3. Persatuan Indonesia
4. Kerakyatan Yang Dipimpin Oleh Hikmat Kebijaksaan dalam
Permusyawarat/Perwakilan
5. Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia.
Era Reformasi
• Seperti juga Orde Baru yg muncul dari kondisi terhadap orde
lama, kini Orde Reformasi merupakan Orde yg berupaya
mengoreksi penyel
• lewengan yg dilakukan oleh Orde Baru.
• Hak2 rakyat mulai dikembangkan dalam tatanan elit maupun
dalam tatanan rakyat bawah.
• Rakyat bebas utk berserikat dan berkumpul dg ,mendirikan
partai politik, LSM dll.
• Pancasila yg seharusnya sebagai nilai dasar etik bagi negaraa
dan aparat pelaksana negara dlm kenyataannya digunakan
sebagai alat legitimasi politik.
• Puncak dari keadaan tsb ditandai dg hancurnya ekonomi
nasional, maka timbullah berbagai gerakan masyarakat yg
dipelopori mahasiswa, cendekiawan dan masyarakat sebagai
gerakan moral politik yg menuntut adanya “Reformasi”
disegala bidang politik, ekonomi dan hukum.
• Pada zaman reformasi Pancasila sebagai ideologi yg reformasi,
dinamis dan terbuka.
• Sebagai suatu paradigma reformasi, Pancasila merupakan model
atau pola pikir yg mencoba memberikan penjelasan atas
kompleksitas realitas sebagai manusia personal dan komunal dlm
bentuk bangsa.
• Selain kesefakatan Pancasila sebagai dasar negara, Pancasilapun
menjadi sumber hukum yg ditetapkan dalam Ketetapan MPR No.
III/MPR/2001 psl 1 ayat (3) yg menyebutkan “sumber hukum dasar
nasional adalah Pancasila sebagaimana yg tertulis dlm Pembukan
UUD 145, yaitu :
• Ketuhanan Yang Maha Esa, kemanusiaan yang adil dan beradab, persatuan
Indonesia, kerakyatan yg dipimpin oleh hikamt kebijkasanaan dlm
permusyawaratan/perwakilan, serta dengan mewujudkan keadilan sosial
bagi seluruh rakyat Indonesia, dan batng tubuh UUD 1945.
• Selain Ketetapan MPR dan berbagai aktivitas utk mensosialisasikan kembali
Pancasila dlm kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara secara
tegas UU No.12/2011 tentang pembentukan Peraturan Perundang-
undangan menyebutkan dlm penjelasan pasal 2 bahwa “Penempatan
Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum negara adalah sesuai
dg Pembukaan UUD 1945 alinea ke 4, yaitu :
• Ketuhanan yang maha esa
• Kemanusiaan yang adil dan beradab
• Persatuan Indonesia
• Kerakayatan yang dipimin oleh hikmat kebijaksanaan dalam
permusyawaratan/perwakilan
• Keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia
• Menempatkan Pancasila sebagai dasar dan ideologi negara
serta sekaligus dasar filosofis negara, sehingga setiap materi
muatan Peraturan perundang-undangan tidak boleh
bertentangan dg nilai2 yg terkandung dlm Pancasila.
• Hal tsb berkorelasi bahwa UU ini penekanannya pada
kedudukan Pancasila sebagai dasar negara.
XX