Anda di halaman 1dari 32

Katarak Senilis Imatur

Disusun Oleh
Asih Nor Utami 1010015020
Bobby Faisyal Rakhman 1010015045

dr. Syamsul Hidayat, Sp.M


Anamnesis

• IDENTITAS • ANAMNESIS
Nama : Tn. W
Autoanamnesis
Usia : 80 tahun

JK : laki-laki Pukul 11.00


Tanggal 11
September
WIB
2019
Pekerjaan : petani

Agama : Islam
ANAMNESIS

Keluhan utama
• Mata kabur
Riwayat penyakit sekarang
Pasien datang ke poli mata dengan keluhan penglihatan kedua mata
kabur sejak 1 tahun yang lalu

RPS
Pasien mengeluh mata RPS
kabur kanan dan kiri sejak
4 bulan yang lalu. Mata buram dirasakan
Riwayat lain
terus-menerus tidak
Penglihatan seperti ada membaik saat malam hari. mata merah (-), nyeri/sakit
bayangan di mata kanan dan pada mata (-), berair (-),
kiri mengikuti gerak bola Keluuhan sempat membaik gatal (-), mengeluarkan
mata setelah ditetsi obat dari kotoran (-) dan penglihatan
apotek 4 bulan yang lalu. ganda (-) disangkal oleh
Pasien mengeluh pasien. Riwayat trauma juga
penglihatan kabur disangkal oleh pasien.
bersamaan dengan
munculnya bayangan hitam
pada mata.
• Pasien belum pernah mengalami hal
seperti ini sebelumnya
RPD • HT (-), DM (-), Alergi (-)

• Tidak ada anggota keluarga yang pernah


RPK mengalami keluhan seperti pasien
• HT (-), DM (-) Alergi (-)
Pemeriksaan fisik
Status Status
Generalis KU : Tampak sakit Generalis
Mulut : pemeriksaan
tidak dilakukan
ringan, gizi cukup
Kesadaran : Compos
mentis Leher : pemeriksaan tidak
dilakukan
Tanda Vital : tidak
dilakukan pemeriksaan
Thoraks pemeriksaan
Kepala : tidak
dilakukan
Normocephali
Mata : Lihat status
Abdomen :
oftalmologi pemeriksaan tidak
dilakukan
Telinga : tidak
dilakukan pemeriksaan
Ekstremitas :
Hidung : pemeriksaan pemeriksaan tidak
dilakukan
tidak dilakukan
Status Lokalis
Resume

Serorang laki-laki 80 tahun


datang ke poliklinik mata Awalnya pasien mulai merasakan mata kanan
RSUD Gambiran dengan dan kirinya buram sejak 4 bulan yang lalu.
keluhan mata kanan dan Pasien merasa seperti ada kabut hitam yang
kiri kabur. menghalangi matanya. Kabut hitam dirasakan
terus menerus mengikuti gerak bola mata.
Pasien belum pernah mengenakan kacamata
sebelumnya

Mata merah, berair, Didapatkan visus 2/60


penggunaan obat anti Riwayat alergi (-), trauma pada mata kanan, dan 4/60
(-), DM (-), HT (-) pada mata kiri terdapat
radang jangka panjang kekeruhan pada lensa dan
disangkal. didapatkan arkus sinilis.
Problem List
 Kedua mata kabur
 VOD 2/60 PH tetap,VOS 4/60  PH tetap
 Iris shadow +/+
 Lensa keruh +/+
Diagnosis
Katarak Senilis Imatur ODS
Diagnosis Banding
 AMD
Planning Diagnostic

Slit Lamp
USG
Biometri
Keratometri
Monitoring
Retinometri Keluhan
Pemeriksaan
laboratorium : darah
Vital sign
lengkap, GDS, HbsAg,
anti- HIV
Penatalaksanaan
 Pasien disarankan untuk melakukan operasi ekstraksi
katarak dan penanaman lensa buatan namun pasien
menolak untuk di operasi walaupun sudah di edukasi.
TINJAUAN PUSTAKA
Anatomi Bola Mata
 Sklera
 Jaringan Uvea
 Retina
Anatomi lensa
 Lensa adalah suatu struktur
bikonveks, avaskuler, tak
berwarna dan hampir
transparan sempurna.
 Tebalnya sekitar 4 mm dan
diameternya 9 mm.
 lensa terdiri atas kapsul,
korteks, dan nucleus lensa.
 Kapsul lensa merupakan
membrane semipermiabel
yang akan memperbolehkan
air dan elektrolit masuk
 Nucleus lensa lebih keras
daripada korteksnya.
 Sesuai bertambahnya usia,
serat-serat lamellar subepitelial
terus diproduksi sehingga lensa
lama-kelamaan menjadi besar
dan kurang elastic.
 65 % terdiri atas air dan 35%
berupa protein dan sedikit
mineral. Kandungan kalium
lebih tinggi di lensa daripada
kebanyakan jaringan lain.
Secara fisiologis lensa Keadaan patologi lensa dapat
mempunyai sifat tertentu yaitu: berupa:
 Kenyal atau lentur karena  Tidak kenyal pada orang
memegang peranan penting dewasa yang akan
dalam akomodasi untuk mengakibatkan presbiopia
menjadi cembung  Keruh atau disebut dengan
 Jernih atau transparan katarak
karena diperlukan sebagai  Tidak berada pada
media penglihatan tempatnya atau subluksasi
 Terletak pada tempatnya atau dislokasi
Katarak
 Setiap keadaan kekeruhan pada lensa yang dapat terjadi
akibat hidrasi (penambahan cairan) lensa, denaturasi
protein lensa atau terjadi akibat kedua-duanya
Klasifikasi
Epidemiologi
 WHO, katarak penyebab kebutaan terbesar di seluruh
dunia
Etiopatogenesis
 Penyebabnya sampai sekarang tidak diketahui secara pasti.
Namun diduga katarak senilis terjadi karena:
 Proses Pada Nukleus
 Proses pada Korteks
Manifestasi Klinis
 Penurunan Ketajaman Visus
 Silau
 Sensitivitas Kontras
 Pergeseran Miopia
 Diplopia Monoculer
Insipien Imatur Matur Hipermatur

Kekeruhan Ringan Sebagian Seluruh Masif

Bertambah (air Normal Berkurang (air + massa lensa


Cairan lensa Normal masuk) keluar)

Iris Normal Terdorong Normal Tremulans

Normal Dangkal Normal Dalam


Bilik mata depan

Normal Sempit Normal Terbuka


Sudut bilik mata

Shadow test Negatif Positif Negatif Pseudopos

Glaukoma Uveitis + Glaukoma Fakolitik


Penyulit - fakomorfik -
DIAGNOSIS
 Anamnesis
 Penglihatan kabur
 melihat bercak-bercak selalu mengikuti arah gerak mata
 monocular polipia (seperti melihat benda menjadi lebih dari satu pada satu
mata)
 melihat bayangan “halo” disekitar sumber cahaya
 artificial myopia (merasa lebih enak tanpa kacamata baca)

 Pemeriksaan fisik
 visus menurun
 dengan senter ditemukan kekeruhan lensa
 dengan oftalmoskopi=
 stadium insipien dan imatur  kekeruhan kehitaman latar belakang jingga;
 stadium matur hanya warna kehitaman tanpa latar belakang (reflek fundus
negative).
Diagnosis Banding
 Katarak Komplikata
 Katarak Traumatika
Penatalaksanaan

Intracapsular
ICCE Cataract
Extraction

Extracapsular
Cataract ECCE
Extraction

Phaco Phakoemulsifikasi

Small Incision
Cataract SICS
Surgery
Komplikasi
 Bila katarak dibiarkan maka akan terjadi komplikasi
berupa glaukoma dan uveitis.
Prognosis
 Dengan tehnik bedah yang mutakhir, komplikasi atau
penyulit menjadi sangat jarang.
Terima Kasih