Anda di halaman 1dari 8

Gangguan Hipokondriasis

• Hipokondriasis adalah preokupasi seseorang


mengenai rasa takut menderita, atau yakin
memiliki penyakit berat

• Pasien yakin memiliki satu penyakit fisik yang


serius yang melandasi keluhannya padahal
seluruh hasil pemeriksaan tidak menunjukkan
adanya kelainan

• Preokupasi pasien menimbulkan penderitaan


bagi dirinya dan mengganggu kemampuannya
untuk berfungsi secara baik di bidang sosial,
interpersonal, dan pekerjaan.
Kriteria Diagnosis
Diagnosis hipokondriasis(F45.2) berdasarkan PPDGJ-III, kedua
hal ini harus ada:
• Keyakinan yang menetap adanya sekurang-kurangnya satu
penyakit fisik yang serius yang melandasi keluhan-
keluhannya, meskipun pemeriksaan yang berulang-ulang
tidak menunjang adanya alas an fisik yang memadai,
ataupun adanya preokupasi yang menetap kemungkinan
deformitas atau perubahan bentuk penampakan fisiknya
(tidak sampai waham);

• Tidak mau menerima nasehat atau dukungan penjelasan


dari beberapa dokter bahwa tidak ditemukan penyakit atau
abnormalitas fisik yang melandasi keluhan-keluhannya.
berdasarkan Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorder,
Fourth Edition (DSM-IV-TR) mendefinisikan hipokondriasis (F45.2)
berdasarkan kriteria berikut ini:

• Preokupasi berupa ketakutan atau pikiran menderita penyakit serius


berdasarkan interprestasi yang keliru mengenai gejala yang
dirasakan.
• Preokupasi untuk memastikan kondisinya dengan pemeriksaann
medis tertentu.
• Kepercayaan pada kriteria 1 bukanlah intensitas delusi (seperti
gangguan delusi, tipe somatik) dan tidak terpusat pada satu
kelainan yang tampak (seperti pada gangguan dismorfik).
• Preokupasi yang menyebabkan distress yang signifikan secara klinis
atau gangguan dalam hubungan sosial, pekerjaan dan area penting
lainnya.
• Durasi gangguan tersebut paling tidak terjadi dalam 6 bulan.
• Preokupasi tidak dapat diklasifikasikan dalam gangguan ansietas
menyeluruh, gangguan Obsessif kompulsif, gangguan panik, episode
depresif mayor, anxietas perpisahan atau gangguan somatoform
yang lain
Etiologi
• gejala yang ada menunjukkan misinterpretasi pada
gejala fisik yang dirasakan.

• Teori yang lain mengemukakan bahwa hipokondriasis


dapat suatu sifat yang dipelajari yang dimulai masa
kanak-kanak dimana pada anggota keluarganya sering
terpapar oleh suatu penyakit

• Etiologi lain yang diajukan adalah bahwa


hipokondriasis adalah bagian dari gangguan depresi
atau obsesif-kompulsif dengan fokus gejala pada
keluhan fisik
Patofisiologi
• Defisit neurokimia berhubungan dengan hipokondriasis
dan gangguan somatoform lain seperti gangguan
somatisasi, konversi dan kelainan bentuk tubuh terlihat
sama dengan gangguan mood dan cemas.

• berdasarkan DSM-IV-TR menemukan bahwa terdapat


penurunan level neurotropin 3 (NT-3) dan serotonin
trombosit (5-HT) dalam plasma dibandingkan dengan
subjek kontrol. NT-3 adalah marker dari fungsi
neuronal sementara trombosit 5-HT adalah marker
penting untuk aktivitas serotonergik
Tata Laksana
Psikoterapi → psikoterapi kelompok, psikoterapi
individual berorientasi tilikan, terapi perilaku,
terapi kognitif, dan hipnosis

Farmakoterapi diberikan pada pasien


hipokondriasis yang berkomorbiditas dengan
gangguan lain seperti gangguan cemas dan
depresi.
Prognosis
• Pasien dengan riwayat psikologi premorbid
yang baik yang biasanya hanya pengalami
hipokondriasis sementara pada penyakit yang
akut atau stress mempunyai prognosis yang
baik dan dapat mengalami kesembuhan yang
sempurna.
• bila gejala disebabkan oleh gangguan anxietas
menyeluruh atau depresif, prognosis adalah
lebih baik