Anda di halaman 1dari 25

Pleno tutorial 2

KELOMPOK 2
NAMA KELOMPOK

1. DEWI FADILAH SARI - 1808010017


2. SALSABILA ABUBAKAR – 1808010075
3. ALFRED HAMONANGAN SITORUS – 1808010032
4. DAFFA ANNORA SALSABILA – 1808010034
5. HELENRI JUNTARI SALMAY – 1808010063
6. PUTRI AMELINDA LUBALU – 1808010023
7. PUTU DINDA PRAMESTI – 1808010006
8. I PUTU FANDY A GUNAWAN – 1808010065
9. SION STIMIABES BENU – 1808010074
10. CHARLIE EUNIKE NOVANTY TUNGGA – 1808010076
11. ANGGI R. SUSILOWATI - 1808010047
SKENARIO KEGEMUKAN

“ Seorang pria umur 44 tahun, dating ke dokter untuk pemeriksaan


kesehatan rutin. Dari anamnesis diketahui bahwa ibu dari pria tersebut
menderita diabetes, dia tidak merokok. Pemeriksaan fisik diketahui TB
: 160cm, BB : 80kg, LP : 100cm, TD : 160/95 mmHg, pemeriksaan fisik
lain dalam batas normal. Setelah diperiksa laboratorium didapatkan
hasil sebagai berikut GDP : 110 mg/dL, kolesterol total 280mg/dL, LDL

kolesterol total 280mg/dL, HDL kolesterol total 280mg/dL , asam urat
9mg/dL , lain-lain batas normal
Kata Kunci
01 Pria 44 tahun

02
Ibu menderita DM

03 Pemeriksaan Fisik : TB 160 cm, BB 78 kg, LP 95cm,


TD 150/95 mmHg

04 Pemeriksaan Lab : GDP 110mg/dL, kolesterol total


280mg/dL, LDL 180mg/dL, HDL 32mg/dL, Asam Urat
9mg/dL
Kata Sulit

LDL
Diabetes :
penyakit yang ditandai dengan Kolesterol LDL dianggap sebagai kolesterol
‘jahat’ karena memberikan kontribusi untuk
01 sekresi dan ekskresi urine dalam
jumlah 04 plak, penebalan, deposit keras yang dapat
yang banyak, terutama diabetes menyumbat arteri dan membuatnya kurang
melitus; penyakit kencing manis; fleksibel
penyakit gula (KBBI) HDL
GDP :
02 Gula darah Puasa 05 Kolesterol HDL dianggap kolesterol ‘baik’
karena membantu menghilangkan kolesterol
8-12 jam
LDL dari arteri
Kolestrol
Asam Urat
Kolesterol merupakan zat yang
03 diproduksi secara alami oleh organ 06 Asam urat adalah sisa metabolisme zat purin
yang berasal dari makanan yang kita
hati,
konsumsi atau hasil samping dari pemecahan
tetapi juga bisa ditemukan dalam
sel dalam darah.
makanan yang berasal dari hewan,
seperti daging dan susu.
Pertanyaan
1. Bagaimana interpretasi hasil pemeriksaan?
2. Hormon-hormon apa saja yg mempengaruhi berat badan?
3. Bagaimana metabolisme lemak dalam tubuh?
4. Pengertian obesitas?
5. Etiologi dari obesitas ?
6. Faktor resiko apa saja yg dapat ditimbulkan pada obesitas?
7. Penyakit apa saja yang dapat menimbulkan obesitas dan jelaskan?
8. Komplikasi apa yang disebabkan oleh obesitas?
9. Bagaimana hubungan obesitas dengan hipertensi?
10. Bagaimana hubungan obesitas dengan asam urat?
11. Bagaimana hubungan kadar kolesterol dengan obesitas?
12. Hubungan berat badan dengan keluhan ?
13. Bagaimana hubungan riwayat keluarga?
14. Penatalaksanaan obesitas?
15. Langkah diagnosis ?
16. DD?
Hasil pembahasan
interprestasi hasil pemeriksaan
Pemeriksaan Fisik
IMT 31,25 Obes tipe 2
TD 160/95 Hiper grade 2

Pemeriksaan Laboratorium
GDP 110 mg/dL GDPT
Kolestrol Total 280 mg/dL Tinggi
LDL 180mg/dL Tinggi
HDL 32mg/dL Rendah
Asam Urat 9mg/dL Tinggi
Lingkar Perut 100cm Obesitas
Hubungan berat badan
dengan keluhan

Peningkatan lemak dapat menghambat


insulin, terhambatnya kerja insulin
menyebabkan glukosa tidak dapat
dibawa kejaringan sehingga glukosa
menumpuk dialiran darah dan
berkurangnya glukosa diotot sehingga
tidak dihasilkan ATP dan terjadilah
lemas pada seseorang.
Hormon yang berpengaruh pada BB

Di dalam hipitalamus ada neuron yang mengatur asupan makan. Rasa kenyang
contohnya , dua daerah yang mengatur asupan makanan adalah nukleus
arkuatus dan nukleus paraventrikularis. Terdapat gen mencit, dinamai obese,
yang menyebabkan mencit makan berlebihan dan mengalami obesitas berat jika
gen tersebut bermutasi. Produk gen ini adalah hormon leptin. Pada mencit dan
manusia, leptin membantu mengurangi adipositas, massa lemak tubuh total.

Leptin bekerja pada hipotalamus untuk menghambat sirkuit yang


merangsang makan sembari juga mengaktifkan sirkuit-sirkuit yang
meningkatkan pengeluaran energi. Hormon insulin memiliki efek serupa
tetapi lebih kecil. Leptin dan insulin mampu melewati sawar darah-otak.
Hormon yang berpengaruh pada BB
Jika kadar leptin dan insulin rendah, neuron-neuron yang terbentang dari nukleus
arkuatus ke nukleus paraventrikularis mengeluarkan melanokortin. Leptin
merangsang pelepasan melanokortin, menghambat asupan makanan.

Meskipun leptin, neuropeptida Y, melanokortin adalah molekul-molekul sinyal


penting untuk mempertahankan homeostasis energi, beberapa hormon dan
neuroirasmiter lain juga berperan. Pemahaman tentang sirkuit-sirkuit otak yang
berperan masih jauh dari lengkap. Bagian-bagian lain hipotalamus plus nukleus-
nukleus di batang otak, sistem limbik, dan korteks serebrum juga berperan.
Untuk mencapai homeostasis energi diperlukan regulasi asupan energi.
Sebagian besar peningkatan atau penurunan asupan makanan disebabkan
lebih oleh perubahan pada porsi makanan dan bukan frekuensi makan.
Metabolism lemak dalam tubuh
Pengertian obesitas


Obesitas berasal dari bahasa latin yang berarti makan berlebihan. Obesitas
merupakan istilah yang digunakan dalam menunjukkan adanya kelebihan
berat badan (Rahmawati, 2009). Istilah obesitas sendiri menurut kamus
kedokteran Dorland (2012), adalah peningkatan berat badan melampaui
batas kebutuhan fisik dan skeletal, akibat penimbunan lemak tubuh yang
berlebihan. Sedangkan menurut World Health Organization (WHO),

Obesitas didefinisikan sebagai akumulasi lemak abnormal atau berlebihan
yang dapat mengganggu kesehatan (WHO, 2015).
Etiologi dari obesitas
Genetik
Obesitas jelas menurun dalam Neurogenik
keluarga. Namun peran genetik Orang dengan tumor hipofisis yang
yang pasti untuk menimbulkan menginvasi hipotalamus seringkali
obesitas masih sulit ditentukan, mengalami obesitas yang progresif
karena anggota keluarga
umumnya memiliki kebiasaan
makan dan pola aktivitas fisik Hormonal
yang sama.
Aktivitas fisik Leptin adalah sitokin yang menyerupai
aktivitas dan latihan fisik yang polipeptida yang dihasilkan oleh adiposit
teratur  meningkatkan Massa yang bekerja melalui aktivasi reseptor
otot hipotalamus. nsulin adalah anabolik
dan mengurangi Massa lemak hormon, insulin diketahui berhubungan
tubuh, sedangkan aktivitas fisik langsung dalam penyimpanan dan
yang tidak adekuat  penggunaan energi pada sel adiposa.
pengurangan massa
Perilaku otot dan
Makan Dampak penyakit lain
penaikan
Faktor lain adipositas
penyebab obesitas adalah Penyakit-penyakit yang dapat menyebabkan
perilaku makan yang tidak baik. Perilaku obesitas adalah hypogonadism, Cushing
makan syndrome, hypothyroidism, insulinoma,
yang tidak baik disebabkan oleh beberapa craniophryngioma
sebab, diantaranya adalah karena dan gangguan lain pada hipotalamus.
lingkungan dan social.
Penyakt apa yang ditimbulkan dari
obesitas dan komplikasi akibat obesitas
Nama penyakit Komplikasi yang terjadi
Gastrointestinal Pankreatitis,hernia abdomen,GERD
Metabolic endokrin Sindrome metabolic,resistensi insulin,toleransi glukosa
terganggu, DM tipe 2, Dyslipedemia

Kardiovaskuler Hipertensi,penyakit jantung coroner,gagal jantung


konghestif, penyakit jantung coroner,aritimia

Respirasi Abnormalitas fungsi paru


muskuloskeletal Osteoasthristis,gout asthristis
Ginekologi Menstruasi abnormal,invertilitas
Genitourinaria Urinary stress incontinence
Optamologi Katarak
Neurologi Hipertensi
Kanker Esophagus, colon, empedu
Hubungan obesitas dengan hipertensi
 Seseorang yang memiliki berat badan berlebih atau mengalami obesitas akan
membutuhkan lebih banyak darah untuk menyuplai oksigen dan makanan
kejaringan tubuhnya,

sehingga volume darah yang beredar melalui pembuluh darah meningkat,


curah jantung ikut meningkat dan akhirnya tekanan darah ikut meningkat.

 Obesitas sentral dapat memicu terjadinya hipertensi. Hal ini terjadi karena pada
obesitas sentral penumpukan lemak lebih banyak pada daerah abdomen.

Jika lemak abdomen ini berlebihan akan menyebabkan beberapa hal diantaranya:
menurunkan kadar adiponektin, menurunkan ambilan asam lemak bebas intrasel
oleh mitokondria sehingga oksidasi berkurang, dan menyebabkan akumulasi
asam lemak bebas intrasel.
Hubungan obesitas dengan hipertensi
Kelebihan asam lemak bebas ini dapat memicu terjadinya resistensi insulin.
Keadaan hiperinsulinemia ini dapat menyebabkan vasokonstriksi dan
reabsorpsi natrium di ginjal, yang pada akhirnya mengakibatkan hipertensi.

 Seseorang dengan lingkar perut yang besar sangat berisiko untuk menderita
hipertensi. Hal ini karena lingkar perut merupakan indikator banyaknya
penumpukan lemak di daerah abdomen.

Penumpukan lemak di abdomen erat kaitannya dengan penumpukan kolesterol


Sel lemak pada perut mudah lepas dan bisa masuk ke pembuluh darah
sehingga bisa menyebabkan tersumbatnya aliran darah. Pada akhirnya hal ini
akan menyebabkan terjadinya hipertensi.
Hubungan obesitas dengan asam urat

Obesitas terjadi karena jumlah kalori yang masuk melebihi jumlah


kebutuhan dan cenderung mengkonsumsi makanan tinggi lemak
dan purin akibatnya akan terjadi asam urat dalam tubuh karena
purin yang masuk banyak contoh makanan tinggi purin: jeroan
dan makanan laut

Hiperurisenia bisa terjadi pada orang normal dan yang mengalami


obesitas namun kemungkinan terjadi lebih tinggi pada orang yang
obesitas karena metabolism tubuhnya lebih Lambat karena jarang
melakukan aktivitas
Hubungan obesitas
dengan riwayat keluarga
Biasanya DM diturunkan karena anggota keluarga umumnya
memiliki kebiasaan makan dan pola aktivitas fisik yang sama.
Akan
tetapi, bukti terkini menunjukkan bahwa 20-25% kasus obesitas
dapat disebabkan faktor genetik.

Gen dapat berperan dalam obesitas dengan menyebabkan kelainan


satu atau lebih jaras yang mengatur pusat makan dan pengeluaran
energi serta penyimpanan lemak. Penyebab monogenik (gen
tunggal) dari obesitas adalah mutasi MCR-4, yaitu penyebab
monogenik tersering untuk obesitas. Dan bentuk penyebab
monogenik ini hanya terjadi pada sejumlah kecil persentase dari
seluruh kasus obesitas.
Hubungan obesitas dengan kolestrol
Pengaturan metabolisme kolesterol akan berjalan normal apabila jumlah
kolesterol dalam darah mencukupi kebutuhan dan tidak melebihi jumlah
normal yang dibutuhkan.

Namun pada obesitas dikatakan dapat terjadinya gangguan pada regulasi


asam lemak yang akan meningkatkan kadar trigliserida dan ester kolesteril

Peningkatan kolesterol darah juga dapat disebabkan oleh kenaikkan


kolesterol yang terdapat pada very-low-density lipoprotein dan low–
density lipoprotein sekunder karena peningkatan trigliserida yang besar
dalam sirkulasi apabila terjadi penumpukan lemak berlebihan didalam
Langkah
diagnosis
Diagnosis DM tipe 2 juga dapat ditegakkan dengan melakukan pemeriksaan kadar
glukosa darah. Kadar glukosa darah puasa ≥ 126 mg/dl, kadar glukosa darah ≥ 200 mg/dl
pada pemeriksaan glukosa 2 jam post prandial dan kadar glukosa darah sewaktu ≥ 200
mg/dl dengan keluhan klasik DM adalah ketentuan untuk mendiagnosis DM tipe 2
berdasarkan hasil pemeriksaan glukosa darah (WHO, 2016). Ketentuan mendiagnosis DM
tipe 2 menggunakan kadar glukosa darah dibuat oleh oleh WHO dan Perkeni.
Pemeriksaan kadar glukosa darah dan pemeriksaan kadar C-Peptide dapat dilakukan
untuk mendiagnosis DM tipe 2. Kadar C-peptide pada penderita DM tipe 2 yang baru
didiagnosis cenderung tinggi dibandingkan dengan kondisi tidak menderita DM dan DM
tipe 1 (Purba, 2009).
Penatalaksaan obesitas
Merubah gaya hidup Terapi Diet

Diawali dengan Diet rendah kalori


merubah kebiasaan dapat dilakukan
makan. dengan mengurangi
Mengendalikan nasi dan
kebiasaan ngemil makanan berlemak,

Sirbutramine dan orlistat merupakan obat-


obatan penurun berat badan yang telah
Penderita obesitas dapat manajemen stress, disetujui untuk penggunaan jangka panjang.
memulai aktifitas stimulus control, pemecahan Sirbutramine ditambah diet rendah kalori dan
fisik dengan berjalan masalah, contigency aktifitas fisik efektif menurunkan berat badan
selama 30 menit dengan management, cognitive dan mempertahankannya.Orlistat menghambat
jangka waktu 3 kali restructuringdan dukungan absorpsi lemak sebanyak
seminggu sosial 2430 persen.

Aktifitas Fisik Terapi perilaku Farmakoterapi


Tabel dd
Pria IMT hipertensi GDP Kolesterol LDL HDL Asam LP
44thn urat
(31,5) (110 (obes)
mg/dL)

Cushing + + + + + + ± + +
syndrome

Obesitas + + + ± + + + + +

Syndrome + + + + + + + + +
Metabolik
Referensi

 Almatsier S. Penuntun Diet Edisi Baru. Jakarta : Gramedia Pustaka utama. 2004
 Arisman. Gizi dalam Daur Kehidupan; Buku Ajar Ilmu Gizi. Jakarta : EGC. 2004
 Centers for Disease Control and Prevention. CDC growth charts for the United States:
methods and development. Washington: Departement of Health and Human Services. 2000
 Freedman DS, et al. Relationship of Childhood Obesity to Coronary Heart Disease Risk
Factors in Adulthood: The Bogalusa Heart Study. Pediatrics. 2001. 108 : 712
 Mahan, Kathleen dan Escott-stump. Krause’s Food, Nutrition, and Diet Therapy 11th Edition.
NY : Saunders. 2000
 Santoso S. Ranti, L. A. Kesehatan dan Gizi. Jakarta : Rineka Cipta. 2004
 Soekirman, Susana H., Giarno, M.H., Lestari, Y. Hidup Sehat, Gizi Seimbang dalam
Kehidupan Manusia. Jakarta: Gramedia. 2006
 Price & Wilson. 2006. Patofisiologi. Jakarta : EGC
Thank you
Any Question?