Anda di halaman 1dari 8

Tugas Farmasi

Klinik
Dosen Pengampu: Yulinda M. Bambungan, S.Farm,. Apt., M.Si

Kelompok 6:
 Dina F. Padatindo
 Mey Umayaroh
 Yuris O. Sihombing
Kasus
• Seorang dokter berkonsulatsi kepada farmasis
tentang pasien-pasiennya yang mendapatkan
obat nifedipine dan allupurinol secara bersamaan
mengalami takikardi yang hebat, dan berhenti
bila kedua obat di pakai sendiri-sendiri.
Farmasis: allupurinol mengahambat kerja enzim
mikrosomal hati, sehingga kadar vasodilator
nifedipin meningkat. Sebagai kompensasi jantung
menambah frekuensi denyut-> takikardi
Allopurinol
o Indikasi : untuk pengobatan hiperurisemia yang berhubungan dengan
gout primer atau sekunder. Nefropat asam urat primer atau sekunder,
dengan atau tanpa asam urat, serta hiperuresemia yang diinduksi
kemoterapi dan batu ginjal berulang
o Mekanisme Kerja : penghambat enzim xanthine oksidase menghalangi
konversi oxypurine hypoxanthine dan xhantine menjadi asam urat dan
yang menurunkan produksi asam urat dalam plasma darah.
o Waktu paruh: 1-3 jam
o Efek samping : mual, muntah, dan diare dan dapat juga terjadi neuritis
perifer, depresi unsur sum-sum tulang belakang dan kadang-kadang
anemia aplastika.
o kontraIndikasi: allopurinol tidak di indikasikan kepada individu diketahui
hipersensitivitas terhadap allopurinol.
o Interaksi Obat: warfarin, sitostatik (siklofosfamid, alkylhalogenide),
aluminium hidroksida (chlorpropamide, fenitoin, theopilin,ampisilin)
,diuretik (furosemid, tiazid, ACE Inhibitor)
Nifedipine
o Indikasi : profilaksis dan pegobatan angina, hipertensi
o Golongan : Calcium Canal Bloker
o Mekanisme Kerja : menghambat saluran kalsium bekerja dengan
mempengaruhi pergerakan kalsium ke dalam sel-sel jantung dan
pembuluh darah. Mengendurkan pembuluh darah sehingga jantung
tidak harus memompa sekuat tenaga. Mengontrol nyeri dada dangan
mengangkut pasoka darah dan oksigen ke jantung
o Onset/paruh : 20 menit/ 2-5 jam
o Efek samping : memburuknya angina, sembelit, pingsan, sesak nafas
bengkak di tangan atau kaki, detak jantung berdebar cepat/takikardi,
mati rasa, nyeri dada, batuk.
o kontraIndikasi: syok kardiogenik, stenosis aorta lanjut, kehamilan
o Interaksi obat: cimetidine, digoxin, fentanyl, isoniazid, imatinib,
tizanidine, obat flu/alergi, eritromisin, miconazole,atenolol,
quinidine,nelvinafir, NSAID
DRP
• Kriteria DRP :
 Indikasi tanpa obat : -
 Obat tanpa indikasi : -
 Efek samping : takikardi/ jantung berdebar
 Interaksi obat : kombinasi nifedipine dengan
allupurinol yang di minum secara bersamaan dapat
menyebabkan takikardi/jantung berdebar cepat
 Dosis rendah : -
 Dosis berlebih : -
 Reaksi obat tidak di inginkan : mengalami takikardi
yang hebat
 Tidak menerima obat : -
Plann
 memberi jeda waktu minum yang
berbeda antara obat nifedipine dan
allopurinol
 bisa mengganti kombinasi obat
nifedipin+allopurinol dengan
Losartan+allopurinol
 allupurinol mengahambat kerja enzim mikrosomal hati,
sehingga kadar vasodilator nifedipin meningkat. Sebagai
kompensasi jantung menambah frekuensi denyut->
takikardi
 Nifedipin mempunyai mekanisme kerja dan tujuan sasaran
di pembuluh darah begitu juga dengan allupurinol
mempunyai mekanisme kerja di pembuluh darah tubulus
di ginjal. jika kedunya bertemu atau di konsumsi secara
bersamaan akan meningkatkan kadar vasodilator
(pelebaran pembuluh darah) maka akan terjadi efek
samping, interksi obat serta reaksi yang tidak di inginkan
seperti takikardia, debar jantung. sehingga kombinasi
nifedipin + allupurinol tidak dapat di minum secara
bersamaan.
 Losartan merupakan anti hipertensi golongan
ARB pengobatan hipertensi yang efektif terhadap
hipertensi dan asam urat. Pemberian ARB
menurunkan tekanan darah tanpa
mempengaruhi denyut jantung.
 Sehingga obat ini bisa di kombinasikan dengan
obat allupurnol karena losartan dapat membantu
allupurinol menurunkan produksi asam urat.
 Namun perlu di lihat juga pemeriksaan kadar
asam urat dalam darah, karena losartan di
sarankan bagi penderita kadar asam urat tinggi.