Anda di halaman 1dari 10

KELOMPOK 7

POLTEKKES TANJUNG KARANG


JURUSAN KEPERAWATAN PRODI D4

METABOLISME
KARBOHIDRAT

Syaza (1714301044)
Siti Rahma Bakri (1714301045)
Senorita Bonita (1714301046)
Adelia Putri (1714301047)
Nabila Umi Kalsum (1714301048)
Prima Dinar Ainur (1714301049)
Monica Holi Sakila (1714301050)
Novianna Uly Sitinjak (1714301051)
Proses Metabolisme Karbohidrat


Karbohidrat adalah senyawa yang terdiri dari unsur karbon,
hidrogen dan oksigen. Jumlah atom karbonnya bisa bervariasi.
Hampir sebagian besar organisme memperoleh sebagian besar energi
untuk menunjang kehidupannya dari karbohidrat. Secara umum,
karbohidrat atau sakarida (berasal dari bahasa Yunani yang artinya
‘gula’) dibagi menjadi 2 jenis, yaitu:
 Karbohidrat sederhana
Karbohidrat Sederhana yaitu karbohidrat yang terdiri dari satu
unit gula (monosakarida) atau unit gula dobel (disakarida).
 Karbohidrat kompleks
Karbohidrat kompleks yaitu karbohidrat yang terdiri dari 3 unit
gula atau lebih dan tertaut dalam rantai. Karbohidrat yang terdiri dari
3 sampai 10 unit gula disebut oligosakarida (oligo = beberapa),
sedangkan karbohidrat yang terdiri dari banyak unit gula disebut
polisakarida (poli = banyak).
Macam-Macam Proses Metabolisme Karbohidrat


Metabolisme adalah reaksi kimia yang terorganisir, dan
terkoordinasi dengan baik yang terjadi dalam sel. Berikut ini
adalah macam-macam metabolisme karbohidrat yang terjadi
dalam tubuh organisme.
 Glikolisis
 Siklus Asam Sitrat atau Siklus Krebs
 Glikogenesis
 Jalur Fosfat Pentosa
Penyakit Atau Kelainan Dalam Metabolisme
Karbohidrat


Berikut beberapa penyakit akibat kelainan metabolisme karbohidrat:
1. Galaktosemia
Galaktosemia (kadar galaktosa yang tinggi dalam darah)
biasanyadisebabkan oleh kekurangan enzim galaktose 1-fosfat uridil
transferase. Kelainan inimerupakan kelainan bawaan.
2. Glikogenosis
Glikogenosis (Penyakit penimbunan glikogen) adalah sekumpulan
penyakit keturunan yang disebabkan oleh tidak adanya 1 atau beberapa
enzim yang diperlukan untuk mengubah gula menjadi glikogen atau
mengubah glikogen menjadi glukosa (untuk Glikogenosis digunakan
sebagai energi).
3. Intoleransi Fruktosa Herediter
Intoleransi Fruktosa Herediter adalah suatu penyakit keturunan
dimana tubuh tidak dapat menggunakan fruktosa karena tidak
memiliki enzim fosfofruktaldolase.
continue

4. Fruktosuria
Fruktosuria merupakan suatu keadaan yang tidak berbahaya, dimana
fruktosa dibuang ke dalam air kemih. Fruktosuria disebabkan oleh kekurangan
enzim fruktokinase yang sifatnya diturunkan 1 dari 130.000 penduduk
menderita fruktosuria.
5. Pentosuria
Pentosuria adalah suatu keadaan yang tidak berbahaya, yang ditandai
dengan ditemukannya gula xylulosa di dalam air kemih karena tubuh tidak
memiliki enzim yang diperlukan untuk mengolah xylulosa.
6. Diabetes mellitus
DM yang juga dikenal di Indonesia dengan istilah penyakit kencing manis
adalah kelainan metabolik yang disebabkan oleh banyak faktor, dengan
simtoma berupa hiperglikemia kronis dan gangguan metabolisme karbohidrat,
lemak dan protein,sebagai akibat dari:
defisiensis ekresi hormon insulin, aktivitas insulin, atau keduanya defisiensi
transporter glukosa. atau keduanya
Gejala Yang Timbul Akibat Kelainan Metabolisme
Karbohidrat


1. Galaktosemia 2. Glikogenosis

Gejala yang terjadi dapat ringan ataupun Adanya glikogen dalam jumlah
berat, diantaranya adalah gangguan
pencernaan, berat badan tak kunjung naik, yang melimpah dalam hati dan
kejang, muntah, dan jaundice (perubahan otot rangka gagal hati, sirosis,
warna kuning pada kuliut dan mata).
 Lebih spesifik, gejala yang terjadi hepatosplenomegali,
adalah: cardiomiopati (frekuensinya
 Kejang berkurang), kegagalan
 Iritasi
 Letargi perkembangan, dan pada
 Sulit makan – bayi menolak untuk beberapa kasus timbul
makan formula yang mengandung susu
 Berat badan yang buruk
hipotonia dan aritmia
 Menguning pada kulit dan putih mata ventrikular, berkemih terus
(jaundice) menerus, dan kesulitan berjalan
 Muntah.
continue
3. Intoleransi Fruktosa

4. Fruktosuria
Herediter

Berikut adalah beberapa gejala Fruktosuria tidak


intoleransi fruktosa: menimbulkan gejala, tetapi
 Lemah kadar fruktosa yang tinggi di
 Pusing dalam darah dan air kemih
 Lelah dapat menyebabkan kekeliruan
 Kadar gula darah rendah diagnosis dengan diabetes
ditandai dengan mudah
mellitus. Tidak perlu dilakukan
mengantuk, tremor, hingga
kejang pengobatan khusus.
 Penyakit kuning
 Pembengkakan hati.
continue

5. Pentosuria 6. Diabetes mellitus
Beberapa gejala diabetes tipe 1 dan tipe 2 meliputi:
 Sering merasa haus.
Pentosuria tidak menimbulkan  Sering buang air kecil, terutama di malam hari.
masalah kesehatan, tetapi  Sering merasa sangat lapar.
 Turunnya berat badan tanpa sebab yang jelas.
adanya xylulosa dalam air  Berkurangnya massa otot.
kemih bisa menyebabkan  Terdapat keton dalam urine. Keton adalah
produk sisa dari pemecahan otot dan lemak
kekeliruan diagnosis dengan akibat tubuh tidak dapat menggunakan gula
sebagai sumber energi.
diabetes mellitus. Seperti  Lemas.
 Pandangan kabur.
halnya penderita Fruktosuria,  Luka yang sulit sembuh.
penderita Pentosuria juga tidak  Sering mengalami infeksi, misalnya pada gusi,
kulit, vagina, atau saluran kemih. Diabetes
memerlukan pengobatan secara mellitus

khusus.
Obat Yang Digunakan Untuk Penyakit Metabolisme
Karbohidrat

1. Galaktosemia

Saat ini, pengobatan untuk galaktosemia belum ditemukan. Namun,
untuk mengurangi dan meringankan gejala hanya bisa dilakukan diet
pembatasan asupan laktosa/galaktosa.
2. Glikogenosis
Diagnosis ditegakkan berdasarkan hasil pemeriksaan terhadap
contoh jaringan (biasanya otot atau hati), yang menunjukkan adanya
enzim yang hilang. Pengobatan tergantung kepada jenis penyakitnya.
Untuk membantu mencegah turunnya kadar gula darah, dianjurkan
untuk mengkonsumsi makanan kaya karbohidrat dalam porsi kecil
sebanyak beberapa kali dalam sehari.
3. Intoleransi fruktosa herediter
Penderita harus menghindari makanan yang mengandung fruktosa
(terutama terdapat pada buah-buahan manis), sukrosa, dan sorbitol.
Hipoglikemia berat perlu diatasi dengan memberikan glukosa melalui
pembuluh darah.
continue

4. Diabetes Milletus

Pasien diabetes diharuskan untuk mengatur pola makan dengan
memperbanyak konsumsi buah, sayur, protein dari biji-bijian, serta makanan
rendah kalori dan lemak.
Pada diabetes tipe 1, pasien akan membutuhkan terapi insulin untuk
mengatur gula darah sehari-hari. Selain itu, beberapa pasien diabetes tipe 2
juga disarankan untuk menjalani terapi insulin untuk mengatur gula darah.
Insulin tambahan tersebut akan diberikan melalui suntikan, bukan dalam
bentuk obat minum. Dokter akan mengatur jenis dan dosis insulin yang
digunakan, serta memberitahu cara menyuntiknya.
Pada pasien diabetes tipe 2, dokter akan meresepkan obat-obatan, salah
satunya adalah metformin, obat minum yang berfungsi untuk menurunkan
produksi glukosa dari hati. Selain itu, obat diabetes lain yang bekerja dengan
cara menjaga kadar glukosa dalam darah agar tidak terlalu tinggi setelah
pasien makan, juga dapat diberikan. Pasien diabetes harus mengontrol gula
darahnya secara disiplin melalui pola makan sehat agar gula darah tidak
mengalami kenaikan hingga di atas normal.