Anda di halaman 1dari 8

Ruang Fasa

Pendahuluan
• Fisika statistik, mempelajari tentang keadaan
partikel gas yang jumlahnya sangat besar
(ordenya lebih dari 1020 partikel), yang
direpresentasikan dalam 6 variabel gerak, yaitu
koordinat ruang dan koordinat momentum.
• Sistem adalah partikel-partikel yang akan ditinjau.
• Assembli adalah kumpulan sistem yang terbagi
dalam beberapa keadaan. Jumlah sistem dalam
satu assembli adalah sangat banyak, yang
ordenya sama dengan bilangan Avogadro.
Pengertian
• Ruang fasa adalah ruang yang dibentuk oleh
ruang spasial dengan ruang kecepatan, atau
ruang spasial dengan ruang momentum.
• Ruang fasa memiliki enam koordinat ruang,
yaitu:
 𝑥, 𝑦, 𝑧, 𝑣𝑥 , 𝑣𝑦 , 𝑣𝑧
(spasial & kecepatan)
 𝑥, 𝑦, 𝑧, 𝑝𝑥 , 𝑝𝑦 , 𝑝𝑧
(spasial & momentum)
Elemen Volum Ruang Fasa
Ada tiga jenis ruang fasa, yaitu:
Elemen Ruang Elemen Volume (3D) Elemen Luas (2D) Elemen Panjang (1D)
Ruang Spasial 𝑑𝑉𝑠 = 𝑑𝑥𝑑𝑦𝑑𝑧
Ruang Kecepatan 𝑑𝑉𝑣 = 𝑑𝑣𝑥 𝑑𝑣𝑦 𝑑𝑣𝑧
Ruang 𝑑𝑉𝑝 = 𝑑𝑝𝑥 𝑑𝑝𝑦 𝑑𝑝𝑧
Momentum
Ruang Fasa 𝑑Γ = 𝑑𝑉𝑠 𝑑𝑝𝑣
= 𝑑𝑥𝑑𝑦𝑑𝑧𝑑𝑝𝑥 𝑑𝑝𝑦 𝑑𝑝𝑧

Energi kinetik dalam elemen volume:


N Sistem dalam Ruang Fasa
• Jika terdapat N sistem dalam ruang fasa, maka
elemen total ruang fasanya adalah:

• Energi kinetiknya adalah:


Menghitung Jumlah Keadaan (𝑔𝑠 )
• Elemen volume pada kulit bola yang
dihubungkan dengan elemen momentum:

Volume ruang fasa adalah:

Rapat keadaan dalam ruang fasa tersebut


adalah B. maka, jumlah keadaan 𝑔𝑠 adalah:
Menghitung Jumlah Sistem (𝑛𝑠 )
• Jumlah sistem dalam sebuah assembli, dapat
diidentifikasian sebagai besarnya kerapatan
sistem dalam sebuah tingkat energi. Jumlah
sistem dapat ditulis:𝑛𝑠 = 𝑛 𝐸 𝑑𝐸
• Banyaknya jumlah sistem dalam sebuah
assembli adalah:
Volume Elemen Ruang Fasa Dalam Momentum dan Laju

• Volume elemen ruang fasa dalam momentum:


𝑑Γ𝑝 = 4𝜋𝑉𝑝2 𝑑𝑝
• Volume elemen ruang fasa dalam kecepatan:
𝑑Γ𝑣 = 4𝜋𝑉𝑚3 𝑣 2 𝑑𝑣
• Jumlah keadaan dalam momentum:
𝑔𝑝 = 4𝜋𝐵𝑉𝑝2 𝑑𝑝
• Jumlah keadaan dalam kecepatan:
𝑔𝑣 = 4𝜋𝐵𝑉𝑚3 𝑣 2 𝑑𝑣
• Jumlah sistem dalam momentum:
𝑝2
𝑛 𝑝 𝑑𝑝 = (4𝜋𝐵𝑉𝑒 𝛼 )𝑝2 𝑒 −2𝑚𝑘𝑇 𝑑𝑝
• Jumlah sistem dalam kecepatan:
𝑚𝑣 2
𝑛 𝑣 𝑑𝑣 = (4𝜋𝐵𝑉𝑚3 𝑒 𝛼 )𝑣 2 𝑒 − 2𝑘𝑇 𝑑𝑣