Anda di halaman 1dari 21

PEMASANGAN INSTALASI LISTRIK

DENGAN MENGUNAKAN
KABEL DUCK & KABELTRENCH

Instalasi Tenaga Listrik


XII – TIPTL 2
Kelompok 11
Achmad Firman Khoirudin ( 01 )
Mochammad Dhany Cahyo N. ( 18 )
Ori Pratista Putranto ( 27 )

1
PEMASANGAN
INSTALASILISTRIK
DENGANMENGUNAKAN
KABELDUCK&KABEL
TRENCH

2
Pengertian

 Kabel duct
Kabel duct adalah semua jenis kabel yang konstruksinya
dirancang khusus untuk dipasang di bawah permukaan tanah
dan pemasangannya harus diletakkan dalam pipa-pipa di
bawah permukaan tanah.

 Kabel Trench
Kabel trench/tray adalah perlengkapan yang digunakan
untuk jalur pemasangan kabel listrik agar aman dan terlihat rapih.
Kabel tray merupakan sebuah sistem managemen saluran kabel
untuk mendukung konstruksi instalasi kabel listrik berisolasi yang
digunakan untuk distribusi industri listrik dan industri komunikasi.
Kabel tray dapat digunakan untuk berbagai kebutuhan instalasi
kabel baik di Industri telekomunikasi, kelistrikan maupun rumah
tangga. Dengan menggunakan kabel tray instalasi kabel tidak akan
terjadi tumpang tidih dan terlilit satu sama lain. Karena jika kabel
dibiarkan tumpang tindih dan terlilit begitu saja, kemungkinan
bisa menyebabkan kabel konsleting dan akhirnya terjadi
3
kebakaran.
Instalasi Kabel duct dan
Kabel trench

4
Cable duct untuk pemasangan kabel tanah

Sistem duct adalah sistem pemasangan kabel tanah dengan dimasukkan ke dalam pipa yang dicor beton.
Duct yang dicor beton pada umumnya memakai pipa PVC tebal 2 mm, tetapi dapat juga dipergunakan pipa
yang lebih tebal, apabila dikehendaki dan diperlukan. Akan tetapi perlu adanya perubahan pada ukuran dari
penyekat, karena penampang dari pipa yang lebih tebal dindingnya akan lebih besar Pipa PVC tebal 2 mm
sangat cocok untuk duct beton dan cara ini menguntungkan apabila route duct tersebut lebih dari dua pipa.

5
Cable duct untuk pemasangan dalam panel dan di dalam rumah
Dibuat dengan PVC bermutu dengan ketebalan memadai. Kabel duct dilengkapi dengan lubang-lubang
pada kedua sisinya, Fungsinya sebagai tempat dudukan kabel instalasi listrik yang dipasang pada bangunan dan
panel listrik, sehingga tertata rapi dan aman serta mudah dalam pemeliharaan dan perbaikan

6
Instalasi listrik dengan cable trench
Cable trench adalah banker yang dibuat memanjang yang pada bagian bawah dan sisi kanan dan kirinya
diberi dinding beton

7
GAWAI
PENGAMAN

8
Pengertian

MCB adalah suatu rangkaian pengaman yang


dilengkapi dengan komponen thermis (bimetal) untuk
pengaman beban lebih dan juga dilengkapi
relay elektromagnetik untuk pengaman hubung singkat. MCB
banyak digunakan untuk pengaman sirkit satu fasa dan tiga
fasa. Macam macam gawai pengaman itu sendiri adalah
seperti MCCB, ACB, OCB dan VCB.

9
MCCB (Moulded Case Circuit Breaker)
MCCB merupakan salah satu alat pengaman yang dalam proses operasinya mempunyaidua fungsi
yaitu sebagai pengaman dan sebagai alat untuk penghubung. Jika dilihat dari segi pengaman, maka MCCB
dapat berfungsi sebagai pengaman gangguan arus hubung singkat dan arus beban lebih. Pada jenis tertentu
pengaman ini, mempunyai kemampuan pemutusan yang dapat diatur sesuai dengan yang diinginkan.

10
ACB (Air Circuit Breaker)
ACB (Air Circuit Breaker) merupakan jenis circuit breaker dengan sarana pemadam busur api berupa
udara. ACB dapat digunakan pada tegangan rendah dan tegangan menengah. Udara pada tekanan ruang
atmosfer digunakan sebagai peredam busur api yang timbul akibat proses switching maupun gangguan.

11
OCB ( OIL CIRCUIT BREAKER )
Oil Circuit Breaker adalah jenis CB yang menggunakan minyak sebagai sarana pemadam busur api
yang timbul saat terjadi gangguan. Bila terjadi busur api dalam minyak, maka minyak yang dekat busur api akan
berubah menjadi uap minyak dan busur api akan dikelilingi oleh gelembung-gelem- bung uap minyak dan gas.
Gas yang terbentuk tersebut mempunyai sifat thermal conductivity yang baik dengan tegangan ionisasi tinggi
sehingga baik sekali digunakan sebagi bahan media pemadam loncatan bunga api.

12
VCB (Vacuum Circuit Breaker)
Vacuum circuit breaker memiliki ruang hampa udara untuk memadamkan busur api, pada saat circuit
breaker terbuka (open), sehingga dapat mengisolir hubungan setelah bunga api terjadi, akibat gangguan atau
sengaja dilepas. Salah satu tipe dari circuit breaker adalah recloser. Recloser hampa udara dibuat untuk
memutuskan dan menyambung kembali arus bolak-balik pada rangkaian secara otomatis. Pada saat melakukan
pengesetan besaran waktu sebelumnya atau pada saat recloser dalam keadaan terputus yang kesekian kalinya,
maka recloser akan terkunci (lock out), sehingga recloser harus dikembalikan pada posisi semula secara
manual.

13
ANALISIS
BEBAN
TERPASANG

14
Pengertian
Beban Listrik adalah segala sesuatu yang ditanggung
oleh pembangkit listrik atau bisa disebut segala sesuatu yang
membutuhkan tenaga/daya listrik. Dalam kehidupan sehari-hari
contoh beban listrik adalah setrika listrik, lampu listrik,
Television, Kompor listrik, dll. Beban listrik dikatakan juga sebagai
hambatan/resistan(Resistance) dalam ilmu listrik dimana dapat
dirumuskan pada hukum ohm.

Hukum Ohm adalah suatu pernyataan bahwa


besar arus listrik yang mengalir melalui
sebuah penghantar selalu berbanding lurus dengan beda
potensial yang diterapkan kepadanya. Sebuah benda penghantar
dikatakan mematuhi hukum Ohm apabila nilai resistansinya tidak
bergantung terhadap besar dan polaritas beda potensial yang
dikenakan kepadanya.

15
Ada 2 jenis beban listrik berdasarkan sumbernya :
 Beban Listrik Tegangan Searah : Pada tegangan searah, semua
beban adalah resistif(tidak ada pergeseran fase atau sudut)
maka rumus yang digunakan adalah rumuh pada hukum
Ohm.
 Beban Listrik Tegangan bolak-balik, dalam sistem listrik
arus bolak-balik, jenis beban dapat diklasifikasikan menjadi 3
macam, yaitu beban resistif, induktif dan kapasitif

16
Beban Resistif (R)
Beban resistif (R) yaitu beban yang terdiri dari komponen tahanan ohm saja (resistance), seperti
elemen pemanas (heating element) dan lampu pijar. Beban jenis ini hanya mengkonsumsi beban aktif saja dan
mempunyai faktor daya sama dengan satu. Tegangan dan arus sefasa. Persamaan daya sebagai berikut :
P=VxI
Dengan :
P = daya aktif yang diserap beban (watt)
V = tegangan yang mencatu beban (volt)
I = arus yang mengalir pada beban (A)

17
Beban Induktif (L)
Beban induktif (L) yaitu beban yang terdiri dari kumparat kawat yang dililitkan pada suatu inti, seperti
coil, transformator, dan solenoida. Beban ini dapat mengakibatkan pergeseran fasa (phase shift) pada arus
sehingga bersifat lagging. Hal ini disebabkan oleh energi yang tersimpan berupa medan magnetis akan
mengakibatkan fasa arus bergeser menjadi tertinggal terhadap tegangan. Beban jenis ini menyerap daya aktif
dan daya reaktif. Persamaan daya aktif untuk beban induktif adalah sebagai berikut :
P = V x I x cos φ
Dengan :
P = daya aktif yang diserap beban (watt)
V = tegangan yang mencatu beban (volt)
I = arus yang mengalir pada beban (A)
φ = sudut antara arus dan tegangan

18
Beban Kapasitif (C)
Beban kapasitif (C) yaitu beban yang memiliki kemampuan kapasitansi atau kemampuan untuk
menyimpan energi yang berasal dari pengisian elektrik (electrical discharge) pada suatu sirkuit. Komponen ini
dapat menyebabkan arus leading terhadap tegangan. Beban jenis ini menyerap daya aktif dan mengeluarkan
daya reaktif. Persamaan daya aktif untuk beban induktif adalah sebagai berikut :
P = V x I x cos φ
Dengan :
P = daya aktif yang diserap beban (watt)
V= tegangan yang mencatu beban (volt)
I = arus yang mengalir pada beban (A)
φ = sudut antara arus dan tegangan

19
TERIMA KASIHATAS
PERHATIANNYA

20

Beri Nilai