Anda di halaman 1dari 20

Konsep-Konsep Faktor

Pembatas
Chintya Rahma Ayunani 1910212035

Dara Savitri 1910213012

Novia Suryani Saragi 1910213030

Nurul Kirani 1910213034

Owen Haryadi 1910211027

Yuri Abhyasa Yuka Putri 1910212017


Pengertian Faktor Pembatas

• Faktor pembatas adalah bahan atau faktor penting dalam keadaan minimum yang
menentukan pertumbuhan dan perkembangan tumbuhan.
• Dalam ekologi, faktor pembatas adalah kondisi lingkungan yang membatasi
pertumbuhan, kelimpahan, atau persebaran organisme atau populasi organisme
di dalam suatu ekosistem.
Hukum Minimum Liebig

Konsep faktor pembatas didasarkan pada Hukum Minimum Liebig yang


menyatakan bahwa “pertumbuhan suatu tanaman bergantung bukan pada total
jumlah makanan yang disediakan baginya, tetapi pada sumber daya yang ada dalam
jumlah minimum.”
Ketentuan Hukum Minimum

• Hukum Liebig ini hanya berlaku dalam keadaan steady state, yaitu
arus energi dan materi yang masuk seimbang dengan yang keluar.
• Hukum minimum harus mempertimbangkan adanya interaksi antar
faktor lingkungan.
Hukum Toleransi Shelford
Shelford menyatakan bahwa tumbuhan dapat mempunyai kisaran toleransi
terhadap faktor-faktor lingkungan yang sempit (steno) untuk satu faktor lingkungan
dan luas (eury) untuk faktor lingkungan yang lain.

Jadi, dari pernyataan tersebut bisa kita simpulkan bahwa pertahanan hidup suatu
organisme dapat ditentukan oleh kekurangan atau kelebihan beberapa faktor
lingkungan yang mendekati batas toleransinya.
Untuk menyatakan taraf toleransi, dibuat beberapa istilah yang umum dipakai dalam ekologi
dengan menggunakan steno dan eury.

Tabel Toleransi Shelford


Toleransi Sempit Toleransi Luas Faktor Lingkungan
Stenotermal Iritermal Suhu
Stenohidrik Irihidrik Air
Stenohalin Irihalin Sallinitas
Stenoedafik Iriedafik Tanah
Stenoesius Iriesius Seleksi habitat
Stenofagik Irifagik Makanan
Contoh konsep faktor pembatas dengan membandingkan telur-telur ikan trout dan
telur-telur kodok

• Telur ikan trout berkembang pada suhu 0°C-12°C dengan suhu optimumnya 4°C.
Jadi, telur-telur ikan trout adalah stenothermal.
• Telur kodok berkembang pada suhu 0°C-30°C dengan suhu optimumnya 22°C.
Jadi, telur-telur kodok adalah eurythermal.
Asas tambahan terhadap hukum Shelford:

• Organisme dapat mempunyai toleransi luas untuk suatu faktor dan sempit untuk
faktor yang lain.
• Organisme dengan kisaran toleransi luas untuk semua faktor wajar kalau memiliki
peyebaran yang paling luas.
• Bila keadaan tidak optimum pada suatu faktor, maka batas toleransi terhadap
faktor ekologi yang lain dapat dikurangi.
• Organisme di alam banyak yang hidup dalam keadaan tidak optimum dan selalu
dipengaruhi oleh beberapa faktor sekaligus.
• Umumnya, peride reproduksi peka terhadap faktor fisik yang minimum.
Konsep Gabungan Faktor Pembatas

• Dengan menggabungkan konsep hukum minimum dan konsep toleransi, maka


dapat dipahami konsep faktor pembatas (limiting factor).
• Faktor pembatas (limiting factor) dapat diartikan sebagai keadaan yang
mendekati atau melampaui ambang batas toleransi suatu kondisi.
• Faktor pembatas suatu organisme mencakup kisaran minimum atau maksimum
dari faktor-faktor abiotik suatu ekosistem.
• Bagi organisme dengan kisaran toleransi yang lebar (eury) terhadap faktor abiotik
X yang relatif konstant bukan merupakan faktor pembatas, sehingga organisme
tersebut dapat hadir dalam jumlah banyak.
• Sebaliknya, bagi organisme dengan toleransi yang sempit (steno) terhadap faktor
abiotik (Y) yang selalu berubah akan menjadi “faktor pembatas” sehingga akan
hadir dalam jumlah sedikit.
• Contohnya kandungan O2 di udara dalam jumlah banyak dan konstan bukan
merupakan faktor pembatas organisme darat.
• Sebaliknya, kandungan O2 terlarut di perairan yang terdapat dalam jumlah sedikit
dan jumlahnya selalu berubah-ubah menjadi faktor pembatas bagi organisme
yang hidup di perairan.
Faktor-Faktor Pembatas Ekosistem

• Di darat: sinar, suhu dan air;


• Di laut: sinar, suhu dan salinitas;
• Di perairan tawar: kandungan oksigen.

Faktor lingkungan tidak hanya sebagai faktor pembatas (negatif) tetapi juga
menjadi faktor menguntungkan (positif) bagi organisme yang mampu
menyesuaikan diri.
Faktor Fisik sebagai Faktor Pembatas
• Temperatur/ Suhu
Beberapa organisme dapat hidup pada temperatur yang rendah sekali.
Sedangkan beberapa microorganisme, terutama bakteri dapat hidup dan
berkembang pada temperatur yang sangat panas.
 Organisme yang hidup di air umumnya mempunyai batas toleransi lebih sempit
terhadap suhu daripada hewan yang hidup di darat, sehingga temperatur penting
dan sering kali merupakan faktor pembatas.
Semua proses-proses kimia tergantung pada suhu.
 Pengaruh temperatur di dalam metabolisme, tidak hanya tentang lajunya tetapi
juga mengenai produk yang dihasilkannya.
• Cahaya
Cahaya adalah sumber energi, tetapi juga suatu pembatas pada kedua tingkat
maksimum dan minimum. Oleh karena itu cahaya berperan sebagai faktor
pembatas dan pengontrol. Intensitas cahaya mengontrol seluruh ekosistem melalui
pengaruhnya pada produksi primer. Berdasarkan kebutuhan cahaya dikenal:
a. Tumbuhan perlu cahaya penuh (light demanding)
b. Tumbuhan yang toleran dan setengah toleran.
• Air
Air untuk fungsi fisiologis diperlukan untuk semua protoplasma. Dari sudut
ekologis, terutama sebagai faktor pembatas curah hujan sebagian besar ditentukan
oleh geografi dan pola gerakan udara yang besar atau sistem iklim. Penyebaran
curah hujan sepanjang tahun merupakan faktor pembatas yang sangat penting
untuk organisme.
Faktor Fisik sebagai Faktor Pembatas , Lingkungan Mikro, dan Indikator
Ekologi

Lingkungan mikro merupakan habitat organisme dengan faktor-faktor fisik


lingkungan sekitar yang banyak dipengaruhi oleh iklim mikro dan perbedaan
topografi.
• Perbedaan iklim mikro ini dapat menghasilkan komunitas yang ada menjadi
berbeda.
• Suatu faktor lingkungan sering menentukan organisme yang akan ditemukan
pada suatu daerah.
• Sebaliknya dapat ditentukan keadaan lingkungan fisik dari organisme yang
ditemukan pada suatu daerah. Organisme inilah yang disebut indikator ekologi
(indikator biologi/bioindikator).
Bioindikator

a. Umumnya organisme steno merupakan indikator yang lebih baik daripada


organisme euri.
b. Spesies jumlah besar umumnya merupakan indikator yang lebih baik daripada
spesies jmlh kecil, karena spesies dengan anggota organisme besar mempunyai
biomassa yang besar,umumnya lebih stabil.
c. Sebelum yakin terhadap satu spesies atau kelompok spesies yang akan
digunakan sebagai indikator, seharusnya kelimpahannya di alam telah diketahui
terlebih dahulu.
d. Semakin banyak hubungan antar spesies, populasi atau komunitas seringkali
menjadi faktor yang semakin baik apabila dibandingkan dengan menggunakan satu
spesies.
Faktor Nonfisik

Faktor pembatas nonfisik adalah unsur-unsur nonfisik seperti zat kimia yang
terdapat dalam lingkungan yang menjadi faktor pembatas bagi organisme-
organisme untuk dapat hidup dan berinteraksi satu sama lainnya.
Faktor Pembatas Terikat Padat (Density Dependent) dan Bebas dari
Padat (Density Independent)

• Density dependent => faktor-faktor yang efeknya pada populasi ditentukan oleh
jumlah total populasi tersebut.

• Density independent => faktor yang membatasi jumlah suatu populasi, tetapi
efeknya tidak bergantung pada jumlah populasi tersebut.
Daftar Pustaka

• https://www.slideshare.net/syarifahfalgadri/bab-2-respon-organisme
• https://en.wikipedia.org/wiki/Limiting_factor
• https://www.slideshare.net/dewisetiyana52/konsep-faktor-pembatasdewi
• http://eltracytaocktora.blogspot.com/2012/09/v-behaviorurldefaultvmlo.html
• Faktor-Faktor Pembatas_Universitas Gadjah Mada_google.pdf
• https://biologydictionary.net/limiting-factor/