Anda di halaman 1dari 101

CASE REPORT

CKR GCS 15 + CONTUSIO


MUSCULORUM REGIO
FEMUR DEXTRA
Disusun oleh:
Kepaniteraan Klinik Bedah
UKI 1
Stase Bangsal
Periode : 21-26 Oktober 2019

Lia Lestari
Davito Pelapelapon
Yuliance Hutapea
Widita Putri
Bryant Leonardo
Pratika Lawrence Sasube
I. IDENTITAS PASIEN
IDENTITAS PASIEN

• Nama : Ny. HR • Status pernikahan: Menikah


• Umur : 52 tahun • Bangsal : Flamboyan
• Jenis Kelamin: perempuan • Status Perawatan : Pribadi
• Alamat : Jl. Jati Bening • Tanggal ke IGD : 22/10/19
• Pekerjaan: Ibu Rumah Tangga • Tanggal Masuk Bangsal :
22/09/2019
• Agama : Islam
• Suku Bangsa: Jawa
• Kewarganegaraan: Indonesia
II. ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA

• Pasien datang ke IGD dengan keluhan nyeri pada lutut


sebelah kanan, dan nyeri pada kepala.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

• Pasien datang ke IGD dengan keluhan nyeri pada lutut


sebelah kanan awalnya pasien jatuh dari motor ke arah
kanan dengan posisi kaki kanan tertimpa motor, nyeri
bertambah saat kaki kanan di tekan, riwayat penurunan
kesadaran (-), mual dan muntah (-), helm tidak terlepas dari
kepala namun, pasien mengakui bahwa kepala sempat
terbentur di aspal jalanan.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU
• disangkal

Riwayat Pengobatan
• disangkal
Riwayat Kebiasaan Pribadi
• Merokok (-)
• Alkohol (-)

Riwayat Penyakit Keluarga


• DISANGKAL

Riwayat Sosial Ekonomi


• Pekerjaan pasien seorang ibu rumah tangga
PEMERIKSAAN FISIK
STATUS GENERALIS

• Keadaan umum : Tampak sakit sedang


• Kesadaran: Compos mentis
• Tekanan darah : 120/80 mmHg
• Frekuensi nadi : 82x/menit, isi cukup, kuat angkat, reguler
• Frekuensi nafas : 18x/menit
• Suhu : 36,6 C
• Kepala : Normocephali
• Mata: CA -/-, SI -/-
• KGB: tidak terdapat perbesaran
• Thoraks : I: pergerakan dinding dada simetris kiri dan kanan
P :VF simetris kiri dan kanan,
P: sonor/sonor,
A: BND Vesikuler, BJ I dan II reguler, Rh -/-, Wh -/-,
murmur -, gallop : -

• Abdomen : I : Perut tampak mendatar


A: BU (+), 4x/menit
P: NT (-), supel
P: NK (-), timpani
• Ekstremitas: akral hangat, CRT< 2 detik, Edema -
• Data Antropometri
• Berat Badan : 52 kg
• Tinggi Badan : 155 cm
• Status Gizi : IMT= 18.8 (Normal)
STATUS LOKALIS

• Regio Maksilla:
• Look : sweeling (+), perdarahan aktif (-), deformitas (-),
• Feel : Nyeri tekan (+), suhu sama dengan kulit sekitar
• Move : ROM aktif terbatas, ROM pasif tidak terbatas
Assesment
• CKR GCS 15 + Contusia musculorum regio femur dextra + Vulnus
ekskoriasi regio akromion dextra

PLANNING

• Pro rawat inap


• CT Scan Femur
• IVFD 1 RL / 24 jam
• Ketorolac 3 x 30 mg
• Omeprazol 2 x 20 mg
PEMERIKSAAN LAB
CT SC AN
TINJAUAN PUSTAKA

TUMOR MAMMAE
CEDERA KEPALA

Cedera mekanik secara langsung atau tidak langsung mengenai kepala


yang mengakibatkan luka d kulir kepala, fraktur tulang tengkorak, robekan
selaput otak dan kerusakan jaringan otak itu sendiri serta mengakibatkan
gangguan neurologis.
CEDERA KEPALA RINGAN

1. GCS > 13
2. Tidak terdapat kelainan berdasarkan CT Scan
Otak
3. Tidak memerlukan tindakan operasi
4. Lama dirawat di RS < 48 jam
• Pemeriksaan fisik
• Inspeksi: Perhatikan apakah pada daerah kepala terdapat jejas
yang dapat mengancam nyawa, apakah terdapat fraktur pada
daerah basis cranii, apakah terdapat racoon eye
- palpasi:
• Apakah teraba bagian basis cranii yang tidak rata atau cekung ke dalam, atau fraktur,
• Apakah terdapat nyeri tekan atau tidak,
MANIFESTASI KLINIS CEDERA KEPALA

1. Bukti eksternal trauma: laserasi dan memar,


2. Tanda fraktur basis cranii: hematom sub konjungtiva,
3. Tingkat kesadaran,
4. Refleks pupil,
5. Hematom subkonjungtiva,
6. Keluarnya cairan cerebrospinal dari hidung atau telinga.
PENATALAKSANAAN

• Non-farmakologi:
A. Head up kepala 30 derajat,
B. Tindakan pembedahan:
- Intrakranial: evaluasi bedah syaraf segera pada hematoma
yang mendesak.
- Ekstrakranial: Inspeksi untuk komponen fraktur kranium
yang menekan pada laserasi kulit kepala.
PENATALAKSANAAN

• Farmakologi.
• A. Bolus manitol (20%, 100 ml) intravena jika terjadi
peningkatan tekanan intrakranial. Hal ini dibutuhkan pada
tindakan darurat sebelum evakuasi hematoma intrakranial
pada pasien dengan penurunan kesadaran.
• B. Antibiotik profilaksis untuk fraktur basis cranii
• C. Antikonvulsan untuk kejang.
CASE REPORT
BENIGN PROSTATE
HYPERPLASIA
Disusun oleh:
Kepaniteraan Klinik Bedah
UKI 1
Stase Bangsal
Periode : 21-26 Oktober 2019

Lia Lestari
Davito Pelapelapon
Yuliance Hutapea
Widita Putri
Bryant Leonardo
Pratika Lawrence Sasube
I. IDENTITAS PASIEN
IDENTITAS PASIEN

• Nama : Tn. JS • Status pernikahan: Menikah


• Umur : 77 tahun • Ruangan : ICU
• Jenis Kelamin: laki-laki • Status Perawatan : BPJS
• Alamat : Jl. Sambiloto Dalam • Tanggal ke IGD : 22/10/19
• Pekerjaan: Pensiunan • Tanggal Masuk Bangsal :
22/09/2019
• Agama : Kristen Protestan
• Suku Bangsa: Batak
• Kewarganegaraan: Indonesia
II. ANAMNESIS
KELUHAN UTAMA

• pasien mengeluh sulit buang air kecil.

KELUHAN TAMBAHAN

• Buang air kecil harus mengedan, sering tidak tuntas,


menetes dan terasa sakit, buang air kecil menjadi lebih
sering.
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

• Pasien datang ke poli urologi RS UKI pada tanggal 15/10/19


dengan keluhan sulit buang air kecil. Pasien mengatakan pertama
kali dirasakan sejak 5 bulan yang lalu. Pasien mengeluh harus
mengedan agar air kencingnya keluar, selain itu pasien merasakan
buang air kecil tidak tuntas atau tidak puas. Pasien mengatakan
gejala yang dirasakan makin bertambah, pasien merasa BAK
menjadi lebih sering dan air kencing yang keluar menetes. Pasien
juga sering terbangun di malam hari untuk kencing, terkadang
pasien mendapatkan ketika bangun pasien sudah berkemih di
tempat tidur. Pada daerah pubis tidak tampak benjolan dan
tidak nyeri apabila ditekan. Gejala ini tanpa disertai demam.
RIWAYAT PENYAKIT DAHULU

• Pasien belum pernah mengalami keluhan seperti ini sebelumnya


• Riwayat pernah kencing batu disangkal
• Riwayat pernah nyeri buang air kecil disertai buang air kecil berwarna kemerahan
disangkal
• Pasien memiliki riwayat hipertensi
• Riwayat DM (+), Riwayat CAD (+)

RIWAYAT PENGOB ATAN

• Post PCI (Percutaneus Coronary Intervention) tahun 2008


• Asam asetil salisilat 1 x 8 g
• Clopidogrel 1 x 75 g
Riwayat Kebiasaan Pribadi
• Riw. Merokok (+). 10 tahun yang lalu. Sekarang sdh tidak
• Alkohol (-)

Riwayat Penyakit Keluarga


• Keluarga pasien tidak ada yang mengalami keluhan sekarang seperti yang pasien
rasakan
• Kakak laki-laki pasien memiliki riwayat jantung
Riwayat Sosial Ekonomi
• Pensiunan PNS
PEMERIKSAAN FISIK
DATA ANTROPOMETRI


• Berat Badan : 90 kg
• Tinggi Badan : 18 cm
• Status Gizi : IMT= 27.7 (BB Lebih)
STATUS GENERALIS

• Keadaan umum : Tampak sakit sedang


• Kesadaran: Compos mentis
• Tekanan darah : 150/90 mmHg
• Frekuensi nadi : 82x/menit, isi cukup, kuat angkat, reguler
• Frekuensi nafas : 17x/menit
• Suhu : 36,5 C
• Kepala : Normocephali
• Mata: CA -/-, SI -/-
• KGB: tidak teraba perbesaran
• Thoraks : I: pergerakan dinding dada simetris kiri dan kanan
P :VF simetris kiri dan kanan,
P: sonor/sonor,
A: BND Vesikuler,, Rh -/-, Wh -/-, BJ I dan II ireguler
murmur +, gallop : -

• Abdomen : I : Perut tampak mendatar


A: BU (+), 4x/menit
P: NT (-), supel
P: NK (-), timpani
• Ekstremitas: akral hangat, CRT< 2 detik, Edema -
STATUS LOKALIS

• Regio Costovertebrae: • Regio Suprapubic:


• Inspeksi : bentuk pinggang • Inspeksi : crini pubis (+),
simetris, benjolan (-) benjolan (-)
• Palpasi : bimanual ballotement • Palpasi : NT (-), NL (-), Defense
ginjal (-) muscular (-)
• Perkusi : nyeri ketok (-) • Perkusi : timpani
STATUS LOKALIS

• Regio Genitalia Eksterna: • Regio Anal:


• Inspeksi : orifisium uretra • Inspeksi : bentuk normal,
eksterna baik hemorroid (-) massa (-), fisura
ani (-), fistula ani (-)
• Palpasi : testis teraba dua buah,
• Rectal Touche : sfingter ani
kanan dan kiri. Konsistensi menjepit, ampula recti tidak
kenyal. kolaps, mukosa anus licin,
• Teraba prostat ukuran
latero lateral prostat 5 x 5
cm, pull atas prostat sulit
teraba
• Handscoen : Darah, lendir dan
feses tidak ada.
PEMERIKSAAN PENUNJANG
PEMERIKSAAN LAB

• Hematologi • Hemostasis
• Hemoglobin : 13.5 g/dL (12-14) • Masa Pendarahan : 1.30 menit (1-3)
• Leukosit : 7.6 ribu/uL (5-10) • Masa Pembekuan : 14 menit ( 10-16)
• Hematokrit : 38.3 % (37-43)
• Trombosit : 194 ribu/uL (150- • GDS 23/10/19 (pre op)
300)
• Pkl 05.59 : 77 mg/dL
SGOT : 22 u/l (10-34) • Pkl 07.22 : 120 mg/dL
SGPT : 11 u/l (9-36)
• Pkl 10.17 : 108 mg/dL
Ureum : 58 mg/dL (15-45)
Kreatinin : 2,04 mg/dl (0.60-0.9)
DIAGNOSIS KERJA

• Bening Prostate Hyperplasia

DIAGNOSIS B ANDING

• Striktur uretra
• Karsinoma prostat
• Prostatitis
TATALAKSANA

• Nonfarmakologi : • Farmakologi :
• Uroflowmetri • Avodart 0.5 mg 1 x 1
• USG Prostat • Prostam 0.4 mg 1 x 1
• USG Abdomen
• Rencana TURP
• Persiapan TURP
• Konsul interna, jantung, paru,
anestesi
• Foto Thorax AP
• EKG
• Stop Aspilet dan CPG 7 hari
FOLLOW UP PASIEN
FOLLOW UP PASIEN

• 15/10/19 Poli Urologi • o/ - TD:140/80 mmHg


• s/ pasien mengeluh sulit BAK • - Nadi: 84 x/menit
• - pasien mengeluh buang air • - RR: 20 x/menit
kecil sedikit ( tidak puas ) dan
• - Suhu : 36,5 º C
tidak ada keluar batu
• - KU : sedang
• - pasien selalu mengedan pada
saat buang air kecil • - KS : CM
FOLLOW UP PASIEN

• Status Lokalis Regio Anal: • P/ Pre op TURP 1 minggu ke


• Inspeksi : bentuk normal,
depan
hemorroid (-) massa (-), fisura • Avodart 1 x 1
ani (-), fistula ani (-)
• Prostam 1 x 1
• Rectal Touche : sfingter ani
menjepit, ampula recti tidak • STOP CPG dan Aspilet
kolaps, mukosa anus licin,
• Teraba prostat ukuran latero
lateral prostat 5 x 5 cm, pull
atas prostat sulit teraba
• Handscoen : Darah, lendir dan
feses tidak ada.
FOLLOW UP PASIEN

• Selasa 22/10/19 Bangsal Melati


8/ bed 2. • o/ - TD:140/70 mmHg
• PH : 0 • - Nadi: 80 x/menit
• - RR: 20 x/menit
• s/ pasien masuk bangsal dari
IGD pada pukul 18.00, keluhan • - Suhu : 36,5 º C
pasien saat ini, masih susah • - KU : sedang
berkemih, dan pancaran sedikit,
serta merasa masih ada isi • - KS : CM
ketika berkemih
FOLLOW UP PASIEN

• Selasa 22/10/19 Bangsal Melati 8/ bed 2.


• PH : 0

• Status Lokalis Regio Anal:


• Inspeksi : bentuk normal,
hemorroid (-) massa (-), fisura
ani (-), fistula ani (-)
• Rectal Touche : sfingter ani
menjepit, ampula recti tidak
kolaps, mukosa anus licin,
• Teraba prostat ukuran latero
lateral prostat 5 x 5 cm, pull
atas prostat sulit teraba
• Handscoen : Darah, lendir dan
feses tidak ada.
FOLLOW UP PASIEN

• Selasa 22/10/19 Bangsal Melati • P/ Diet : Puasa 8 jam pre op (00.00)


8/ bed 2. • Rencana TURP Rabu, 23/10/19
• PH : 0 operator dr. Ruyandi Hutasoit, Sp.U
• IVFD : I RL/ 24 jam
• Ceftriaxon 1 g (IV)  I jam pre op
• SIO (+), USG (+), EKG(+), lab (+),
Rontgen Thorax (+)
• Konsul Interna (+)
• Konsul anestesi (+)
• Konsul Jantung (+)
FOLLOW UP PASIEN

• Konsul Interna : Stop aspilet


dan CPG 7 hari sebelum
tindakan

• Konsul Anestesi : pasien risiko


tinggi, ASA 3, aspilet stop, siap
FFP bila ada perdarahan, Cek
APTT/PTT/BTCT

• Konsul Jantung : rawat ICU 1 x


24 jam
FOLLOW UP PASIEN

• Rabu 23/10/19 ICU Bed 1


• PH : 1 PO: 0 • o/ - Tekanan darah :135/62
mmHg
• - Nadi : 55 x/menit
• S/ - pasien mengeluh nyeri
pada luka operasi.VAS 2-3 • - Pernafasan : 14
x/menit
• - pusing (+), mual (-), muntah
(-) • - Suhu : 36.5 º C

• , DC 3 way (+), drainase (+), • - KU : sedang


irigasi (+) • - KS : CM
FOLLOW UP PASIEN

• Rabu 23/10/19 ICU Bed 1


• PH : 1 PO: 0

• A/ Post TURP ec BPH + DM Tipe II Terkontrol + CAD +


CKD 3
FOLLOW UP PASIEN

• Rabu 23/10/19 ICU Bed 1


• PH : 1 PO: 0

• P/ IVFD : 1 RL + Fentanyl 200 Farmakologi


mg/24 jam
Mm/ Ceftriaxon 2 x 1 gr (IV)
• Nonfarmakologi :
Omeprazol 2 x 20 mg (IV)
• Tidur terlentang sampai sore Na Diclofenak 2 x 50 mg (PO)
• Boleh makan/minum jika tidak Kaltrofen supp (k/p) nyeri
mual / muntah
• Pantau TTIK, GCS, Spooling, TTV
TINJAUAN PUSTAKA
DEFINISI
Pertumbuhan berlebih sel-sel prostat

✖ ganas
BPH ≠ hipertrofi  belum tentu bertambah
besar
LATAR
BELAKANG
BPH  pria usia lanjut 43% pria
berusia 60 thn

✖ mengancam jiwa  kualitas hidup



Obstruksi buli  gejala ✚ Benign
Prostate Obstruction
UGD  retensio urine.
ANATOMI
Tebal 2cm
Panjang 3cm

Lebar 4cm

Berat 20gr

Bentuk piramid
terbalik
Uretra pars
prostatika
ANATOMI
Zona • Stroma Fibromuskuler
Ventalis • 1/3 prostat

• 70% massa prostat


Zona Perifer • Rentan inflamasi & asal CA
prostat

• Antara duktus ejakulatorius


Zona • Resisten terhadap infalamsi
Sentralis • 25% masa prostat

Zona • Bagian terkecil 5%


Transisional • Letak dari BPH
ANATOMI VASKULARISASI
Parasimpatis (S2-S4) sekresi

Simpatis (L1-L2) kontraksi


FISIOLOGI
produksi
Cairan alkalis  menetralkan suasana asam pada
vagina
Komposisi : Asam nitrat Asam fosfatase
EPIDEMIOLOGI
Prevalensi ≈  usia

Penyakit no.2 dalam bagian urologi setelah batu saluran


kemih

Usia 40-49 thn  15%

Usia 50-59 thn  25%

Usia >60 thn  43%


ETIOLOGI
Teori dihidrotestosteron
Ketidakseimbangan estrogen – testosteron

Interaksi stroma-epitel

Apoptosis 

Stem cell

Teori reawakening
ETIOLOGI
(DIHIDROTESTOSTERON)
testosteron dihidrotestosteron

Sintesis GF Kompleks Reseptor Androgen


DHT-RA

Pertumbuhan sel
ETIOLOGI (ESTROGEN-
TESTOSTERON)
Usia

Testosterone Estrogen ~

Estrogen : testosterone 

Apoptosis Sensitifitas androgen




Umur sel prostat lebih panjang


ETIOLOGI (INTERAKSI STROMA-EPITEL)
ETIOLOGI ( APOPTOSIS)

estrogen

androgen TGF-β

APOPTOSIS

ETIOLOGI (STEM
CELL)

Ketidaktepatan aktivitas
stem cell

Produksi sel stroma &


epitel berlebih
FAKTOR RESIKO

Usia hormon Ras

Family Life style


(diet, rokok, obesitas
history
alkohol, OR)

DM
PATOFISIOLOGI
PATOLOGI (ANATOMIS)
PATOLOGI
(HISTOLOGI)
GEJALA KLINIS
LUTS

Obstru hesitansi
ktif Iritatif frekuensi
Pancaran
lemah
nokturia
intermiten
urgensi
Perasaan
tidak puas
disuria
Urin menetes
Gejala Klinis
Gejala saluran kemih bagian atas
Gejala Klinis
Diluar saluran kemih
DIAGNOSIS (ANAMNESA)
Gejala LUTS
Riwayat
Hematuria ISK
DM
Penyakit saraf Striktur Retensi urin
Obat-obatan (antikolinergik & -simpatomimetik)

IPSS

Skor Madsen-iverson
SKORING
0-7 = ringan
8-19 = sedang
>19 = berat
Skoring 0 -
29

>20 = berat
DIAGNOSIS (PEMERIKSAAN FISIK)

Colok Dubur
BPH  kenyal, permukaan rata, simetris, nodul (-)
Karsinoma  keras, nodul (+), permukaan kasar, asimetris
PENUNJANG

Creatinine
urinalisa PSA
serum

Radiologis Lainnya
(BNO, IVP,sistoskopi, usg
(redisu urin, cacatan harian
transrektal, usg
miksi, uroflowmetri)
transabdominal)
DIAGNOSIS BANDING
TATALAKSANA

Watchful Waiting
Skor IPSS <7 Edukasi
Batasi konsumsi kopi/alkohol
Jangan menahan kencing
Rutin kontrol
Pemeriksaan penunjang rutin
TATALAKSANA
(FARMAKOLOGIS)
Adrenergik antagonis
Menghambat kontraktilitas prostat

5-alfa reduktase blocker


Menghambat pembentukan DHT  replikasi sel prostat 

Fitoterapi
Antiestrogen, antiandrogen,  SHBG, EGF,
antiinflamasi, 
volume prostat, ouflow resistance
Saw palmetto, serenoa serpens, radix urtica, etc
Tatalaksana (operatif konvensional)

Transurethral Resection of the Prostate


Gejala membaik 90% Laju pancuran urine 100%
Komplikasi:
Perdarahan
Striktur uretra Sindroma TUR
Tatalaksana (operatif konvensional)

• Transurethral Incision of the Prostate


• Morbiditas dan durasi lebih singkat dari TURP
• Insisi dengan pisau Collin pada arah jam 5 & 7 mulai dari
distal menuju orofosoum ureter dan meluas kearah
veromontanum
Tatalaksana (operatif
konvensional)

Open Simple Prostatectomy


Indikasi
berat prostat >100gr
Divertikulum buli
Baru buli
Posisi litotomi (-)
2 jenis : suprapubik & retropubik
Tatalaksana (minimal invasif)
Laser Therapy
Hyperthermia

TATALAKSANA (MINIMAL INVASIF)


TATALAKSANA (MINIMAL INVASIF)

Transurethral Needle Ablation of the Prostate


TATALAKSANA (MINIMAL INVASIF)

High Intensity Focused Ultrasound


TATALAKSANA (MINIMAL INVASIF)

Stents
TATALAKSANA (MINIMAL INVASIF)

Transurethral Balloon Dilatation of the Prostate


PENCEGAHAN
Vitamin-vitamin dan antioksidan  mencgah sel
kanker
Cooper & daun parsley  menlanjarkan miksi Zinc

 meningkatkan kualias sperma

Meningkatkan konsumsi lycopene, selenium. vitE dan


isovlavonoid.
Prognosis
Dengan pelaksanaan terapi baik medikamentosa ataupun
operatik kebanyakan dari pasien BPH akan mengalai
perbaikan gejala dan penignkatakan kualitas hidup
TERIMA KASIH