Anda di halaman 1dari 14

KETOSIS PADA

SAPI
1602101010012 AJIRNI
1602101010092 MAHDINA SIMAH BENGI
1602101010094 DECI ARYANI
1602101010102 MUTIARA KEMALA
1602101010111 ARDILLA YUTAMI HIFZOH
1602101010113 ILHAM MAULANA
1602101010117 MITA NASUHA RISKY
1602101010119 NINDY ELSA FEBRIANIS
1602101010124 RANI OKTARI
1602101010127 FADELI BERMANI
1602101010170 HISANAH SALSABILA
1602101010189 EN FITRI CINDY
PENDAHULUAN ETIOLOGI EPIDEMIOLOGI PATOGENESA

PENGOBATAN DIFFERENSIAL DIAGNOSA GEJALA


& DIANOSA KLINIS
PENCEGAHAN
PENDAHULUAN
SINONIM
Acetonemia Ketosis merupakan suatu gangguan homeostasis akibat
Acetonuria adanya perubahan abnormal dalam proses metabolisme
Ketonemia menyangkut 2 konsep :
Ketonuria Acidosis
Hipoglisemia
Parturient dyspepsia Perubahan karena keseimbangan
Feed sickness “ dinamika dari proses metabolisme.
impaction”

Perubahan abnormal dalam lingkungan


internal tubuh.
DEFINISI
Ketosis merupakan penyakit metabolik yang ditandai
dengan penimbunan benda-benda keton yaitu asam
asetoasetat, β-hidroxibutirat dan hasil
dekarboksilasinya (aseton dan isopropanol) di dalam
cairan tubuh.

Benda keton dapat tertimbun di dalam kemih


(ketonuria), darah (ketonemia), dan air susu
(ketolaksia)(Subronto dan Tjahajati, 2004).
ETIOLO
GI
Faktor penyebab kunci terjadinya
ketosis yaitu tidak cukupnya
pasokan energi dan protein setelah
sapi beranak (Thomas dan Hunt,
1983).

Hasil fermentasi di dalam rumen dan β-hidroxibutirat merupakan predisposisi utama


terjadinya ketosis. Pada ruminansia hasil hidrolisis pati menghasilkan glukosa yang bersifat
antiketogenik. Hasil pemecahan pati secara fermentatif berupa asam-asam asetat, propionat
dan asam butirat. Asam asetat bersifat ketogenik ringan dan asam butirat bersifat ketogenik
kuat, sedangkan asam propionat bersifat antiketogenik.
EPIDEMIOLOGI
Acetonemia terdapat di seluruh dunia pada usaha peternakan
sapi perah, dengan tingkat kejadian yang dilaporkan sangat
bervariasi. Di Indonesia
kejadian ketosis
Lebih kurang 10% ketosis dengan gejala klinis terjadi dalam minggu jarang sekali
pertama dan 70% lebih dalam sebulan, setelah melahirkan. Kasus dilaporkan.
ketosis hampir selalu terjadi dalam waktu 6 minggu setelah melahirkan,
pada saat fase laktasi menuju ke puncak produksi air susu. Hal tersebut
mungkin karena
Ketosis mungkin diderita oleh sapi yang berproduksi tinggi, dan atau
kurangnya
kekurangan pakan scara serius. Di Michigan, Amerika Serikat, dalam
penelitian, atau
survey terhadap 1032 sapi ditemukan hanya 11 kejadian saja yang
karena
disebabkan oleh kekurangan pakan.
berlangsungnya
secara subklinis.
Lebih dari 50% kejadian ketosis di Swedia terjadi di peternakan yang
menggunakan pakan yang energi dan proteinnya lebih rendah dibanding
dengan peternakan yang tidak memiliki kejadian ketosis.
Macam-macam Ketosis
Ketosis Primer Ketosis Sekunder
Ketosis primer adalah kelainan Ketosis sekunder adalah dampak
metabolik yang terjadi apabila dari kelainan patologis lainnya
tidak disertai kondisi patologis seperti milk fever, mastitis,
lainnya. metritis, atau retensio
sekundinarum

Ketosis Spontan
Ketosis Alimenter Terjadi pada sapi-sapi yang
Ketosis bentuk ini terjadi dirawat dan diberi pakan yang
karena proses ketogenesis kualitatif maupun kuantitatif
berlebihan, yang berasal dari mencukupi. Pembentukan asam
asam butirat di dalam rumen asetoasetat di dalam kelenjar
dan omasum susu melebihi proses ketogenesis
alimenter maupun hepatik
Ketosis pada sapi diawali PATOGENESI
S
dengan gangguan
metabolisme lemak, hingga
terjadi hipoglikemia dan
hiperketonuria.

Ketosis terjadi pada sapi yang


mengalami penurunan
oksidasi karbohidrat dan
diikuti oksidasi lemak, biasa
ditemukan pada saat individu
puasa.

Untuk memenuhi kebutuhan


energi pada saat puasa maka
lemak terpaksa dimobilisasi.

Selain itu, ketosis juga terjadi


pada sapi yang bunting karena
kurangnya ketersediaan energi
yang sangat dibutuhkan pada
bulan terakhir masa
kebuntingan.
GEJALA
KLINIS
Bau Aseton
pada nafas sapi

Gejala ketosis yang tampak adalah


anoreksia, menurunnya kegiatan
rumen, adanya konstipasi,
penurunan produksi susu dan
bobot badan, bau aceton dapt
dicium pada susu maupun pada
nafas sapi serta munculnya gejala-
gejala syaraf.

Gejala Syaraf
pada sapi
ketosis
DIAGNOSA

Berdasarkan gejala klinis Uji laboratorium

DIFERENSIAL DIAGNOSA
Thomas dan Hunt, 1983

Penyakit pada system saraf pusat


(CNS)
Penyakit rabies
PENGOBATAN
( T E R A P I )
Pemberian larutan glukosa 50% 500 ml IV.

Pemberian Potassium chlorate.

Pemberian Sodium propionate.

Pemberian Propylene glikol.

Pemberian glukokortikoid.

Pemberian vitamin, dsb.


PENCEGAHAN
Pemberian pakan yang sangat palatable yang akan menstimulasi
pasokan bahan kering dan energi.
Pemberian ransum seimbang pada masa awal laktasi.
Memaksimalkan pasokan bahan kering pada ransumnya.
Sapi diberikan hijauan dengan kualitas yang baik terutama pada awal
masa laktasi.
Perhatian khusus sangat diperlukan pada masa kering kandang, sapi
tidak boleh terlalu gemuk.
Pemberian niacin pada ransum 2 minggu sebelum melahirkan sampai
dengan 10 hari setelah melahirkan dapat membantu mencegah terjadinya
ketosis(Subronto dan Tjahajati, 2004).
Penambahan molasses dalam pakan selama beberapa minggu pertama
laktasi.
Thank You
REFERENSI

Baird, G. D. (1982). Primary Ketosis in the High-Producing Dairy Cow: Clinical and
Subclinical Disorders, Treatment, Prevention, and Outlook. Larg.Anim.Dis.Journal,
12(3) : 23-37.
Garro, C.J., Mian, L and Cobos, L.M. (2014). Subclinical ketosis in dairy cows: prevalence
and risk factors in grazing production system. J Anim Physiol Anim Nutr, 98(5) :
848-844.
Hungerford, T.G. (1967). Disease of Livestock. 6th Ed. Angus and Robertson, Sydney.
Smith, B.P. (2014). Large Animal Internal Medicine. 5th Ed. Elsevier, New York.
Subronto, dan Tjahajati, I. (2004). Ilmu Penyakit Ternak II.UGM Press, Yogyakarta.
Thomas, C.J. and Hunt, R.D. (1983). Veterinary Pathology. 5th Ed.Lea&Febiger,
Philadelphia.