Anda di halaman 1dari 37

PENDAHULUAN

A.Latar belakang
1. UU RI No.12 Tahun 2012 tentang pendidikan tinggi meny
atakan bahwa Perguruan Tinggi (PT) sebagian dari sistem
pendidikan nasional mempunyai fungsi :
a. Mengembangkan kemampuan dan membentuk watak ser
ta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka me
ncerdaskan kehidupan bangasa
b. Mengembangkan Sivitas Akademika yang inovatif, respo
nsif, kreatif, terampil, berdaya saing dan kooperatif melalu
i Tridarma
c. Mengembangkan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi denga
n memperhatikan dan menerapkan nilai Humaniora
Lanjutan Pendahuluan (1)
2. Kondisi Saat ini :
 Penelitian dan publikasi karya ilmiah merupakan
indikator penting yang diterima secara global da
lam menentukan kualitas PT.

 Publikasi bukan hanya langkah untuk menyampa


ikan hasil penelitian, ide atau gagasan tetapi jug
a bagian dari kegiatan ilmiah yang sarat etika il
miah yang berlaku di masyarakat ilmiah
Kode Etik Ilmiah dan Pelanggaranya

Kode etik ilmiah merupakan seperang


kat etika atau pedoman yang telah di
sepakati secara umum dalam:
mengusulkan
melakukan penelitian
melaporkan
mempublikasikan
Publication

Confidentialit Monitoring
y
Respect Responsibility

Integrity Non discriminative

Objectivit
Competence
y

Kode Etik
Honesty Legality
Ilmiah
Jenis-jenis Pelanggaran
Kode Etik Ilmiah
1. Fabrikasi (fabrication) : mengarang, m
embuat atau “mempercantik” data ata
u hasil penelitian tanpa adanya proses
ilmiah untuk dilaporkan atau dipublika
sikan
Fabrikasi
• Data atau hasil penelitian dikarang atau dibuat
-buat dan dicatat dan/atau diumumkan tanpa
pembuktian bahwa peneliti yang bersangkutan
telah melakukan proses penelitian
• Oleh karenanya, penting bagi peneliti untuk m
embuat catatan penelitian (logbook) secara cer
mat sebagai bukti tidak melakukan fabrikasi
2. Falsifikasi/pemalsuan (falsification) memalsuka
n atau memanipulasi hal-hal yang berkaitan denga
n pelaksanaan dan/atau hasil
• Falsifikasi meliputi : menyampaikan bahan, perala
tan, proses penelitian, atau hal lain yang sebenar
nya tidak digunakan.
• Tujuan dari penyampaian ini untuk mengesankan
bahwa penelitian yang dilakukan mempunyai ku
alitas yang baik
• Falsifikasi juga termasuk menghilangkan atau me
nambahkan sebagian hasil penelitian tanpa adan
ya justifikasi ilmiah untuk mendapatkan hasil yan
g lebih baik, lebih akurat atau lebih lengkap
Falsifikasi
• Data atau hasil penelitian dipalsu dengan men
gubah atau melaporkan secara salah, termasuk
membuang data yang bertentangan secara sen
gaja untuk mengubah hasil
• Pemalsuan juga meliputi manipulasi bahan dan
peralatan penelitian (termasuk instrumen penel
itian) dan proses penelitian
3. Plagiat (plagiarism) :
mengambil hak kekayaan intelektual
(intellectual property rights) orang
lain dan menyatakan sebagai pem
iliknya
Plagiarisme
• gagasan atau kata-kata orang lain digunakan t
anpa memberi penghargaan atau pengakuan a
tas sumbernya
• dapat terjadi dalam penulisan proposal maupu
n penulisan hasil penelitian
• mencakup perbuatan seperti mencuri gagasan,
pemikiran, proses, dan hasil penelitian orang la
in –baik dalam bentuk data atau kata-kata, ter
masuk bahan yang diperoleh dalam penelitian
terbatas yang bersifat rahasia
Plagiat (Plagiarism)

Definisi Plagiat :
Pengambilan atau penyampaian hak kekayaa
n intelektual yang berupa ide, karya ilmiah/t
ulis/teknologi/seni atau karya lainnya milik o
rang/institusi secara keseluruhan atau sebagi
an oleh seseorang/institusi tanpa melakukan
sitasi atau rujukan dengan baik dan benar.
Definisi Plagiat dalam Peraturan Menteri Pendi
dikan Nasional RI N0.17 Tahun 2010

Plagiat didefinisikan sebagai perbuatan secara


sengaja atau tidak sengaja dalam memperoleh
atau mencoba memperoleh kredit nilai untuk s
uatu karya ilmiah dengan mengutip sebagian
atau seluruh karya dan/atau karya ilmiah pihak
lain yang diakui sebagai karya ilmiahnya, tanpa
menyatakan sumber secara tepat dan memada
i.
Jenis-Jenis Plagiat
1. Kloning (Clone) : Menyampaikan karya oran
g lain, kata demi kata, sebagai miliknya sen
diri.
2. Menggabung-gabungkan karya orang lain
dari banyak sumber menjadi suatu karya il
miah tanpa adanya kontribusi penulis secar
a signifikan.
3. Menyalin bagian dari karya orang lain (buk
u, artikel atau sumber-sumber elektronik) ta
npa memberikan suatu kutipan.
Jenis-Jenis Plagiat, Lanjutan (1)

4. Memberikan informasi dan data yang


tidak benar dengan sengaja. Hal ini b
ertolak belakang dengan esensi tujua
n publikasi atau pengembangan ilmu,
teknologi dan seni (development of s
cience, technology and art). Memberi
kan rujukan atau sitasi yang tidak ben
ar juga termasuk kriteria plagiat jenis
ini
Jenis-Jenis Plagiat Lanjutan (2)

5. Persekongkolan : memberikan atau


mengambil hak kepenulisan (autho
rship) kepada/dari orang lain wala
upun dengan sukarela. Termasuk d
alam kategori ini adalah pembelian
, peminjaman hasil pekerjaan dan
mengirimkan sebagai karya sendiri
Jenis-Jenis Plagiat, Lanjutan (3)

6. Duplikasi Publikasi Sebelumnya (self-aut


oplagiarism) adalah penerbitan karya il
miah secara utuh atau sebagian yang tel
ah dipublikasikan sebelumnya tanpa me
mberikan sitasi dan tanpa adanya hasil t
ambahan yang signifikan yang berguna
dalam pengembangan ipteks dalam bid
ang tersebut.
Kutipan
• Pengutipan karya seseorang atau kelompok orang dilakuk
an karena penulis ingin memperkuat gagasan tulisannya.
• Kutipan dalam suatu karya ilmiah menunjukkan penulis tel
ah menghargai hasil penelitian orang lain untuk menduku
ng kegiatannya atau mengembangkan dan memperbaiki
hasil penelitian yang sudah ada
• Oleh sebab itu, kutipan yang digunakan harus diberi keter
angan dari mana diperoleh dengan menuliskan nama pen
ulis dan tahun terbitan, kadang kala untuk bidang ilmu t
ertentu menyertakan nomor halaman sumber aslinya → t
erhindar dari plagiarism
Kutipan

• Pinjaman pendapat dari seorang pengarang


atau seseorang, baik berupa tulisan dalam
buku, majalah, surat kabar, atau bentuk tulis
an lainnya, maupun dalam bentuk lisan
• Tujuan: pengokohan argumentasi dalam seb
uah karangan.
• Fungsi:
a. Landasan teori
b. Penguat pendapat penulis
c. Penjelasan suatu uraian
d. Bahan bukti untuk menunjang pendapat itu.
AH - Bahasa Indonesia 2* 19
Hal yang perlu diperhatikan dalam meng
utip:

1) Penulis mempertimbangkan bahwa kutipan it p


erlu
2) Penulis bertanggung jawab penuh terhadap ket
epatan dan ketelitian kutipan
3) Kutipan dapat terkait dengan penemuan teori
4) Jangan terlalu banyak mempergunakan kutipan
langsung
5) Penulis mempertimbangkan jenis kutipan, kutip
an langsung atau kutipan tak langsung
6) Teknik penulisan kutipan dan kaitannya denga s
umber rujukan.

AH - Bahasa Indonesia 2* 20
Kutipan
• Ada dua macam kutipan:
– Kutipan langsung
• adalah pernyataan yang ditulis persis seperti tulisan
asli dari sumber tertentu
• dapat berupa kutipan singkat (kurang dari 4 baris) a
tau kutipan panjang (lebih dari 4 baris)
– Kutipan tidak langsung
• pernyataan penulis yang ditulis dengan gaya bahasa
sendiri tentang hal yang dibaca atau didengarnya d
ari sumber tertentu dengan tidak mengubah makna
isi dari informasi dari sumber tertentu tersebut
Prinsip Mengutip

a. Pengutip tidak boleh mengadakan perubahan, baik kat


a-katanya maupun tekniknya.
Bila penulis terpaksa mengadakan perbaikan, penulis h
arus memberi keterangan.
Contoh:
‘Tugas bank antara lain adalah memberi pinjam uang.’
Pengutip tahu bahwa dalam kalimat it ada kata yang s
alah, namun pengutip tidak boleh memperbaikinya.
Cara memperbaikinya:
1) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [seharusnya,
pinjaman, penulis] uang.’
2) ‘Tugas bank antara lain memberi pinjam [Sic!] uang.’
[Sic!] artinya dikutip sesuai dengan aslinya.

AH - Bahasa Indonesia 2* 22
Prinsip Mengutip (2)

b. Menghilangkan bagian kutipan


Diperkenankan menghilangkan bagian kutipan
dengan syarat bahwa penghilangan bagian it t
idak menyebabkan perubahan makna.
Cara:
1) menghilangkan bagian kutipan yang kurang
dari satu alinea. Bagian yang dihilangkan diga
nti dengan titik berspasi.
2) menghilangkan bagian kutipan yang lebih d
ari satu alinea. Bagian yang dihilangkan digant
i dengan titik berspasi sepanjang garis (dari m
agin kiri sampai ke margin kanan).
AH - Bahasa Indonesia 2* 23
Jenis Kutipan

a. Kutipan langsung adalah pinjaman pendap


at dengan mengambil secara lengkap kata
demi kata, kalimat demi kalimat dari sumb
er teks asli
b. Kutipan tak langsung adalah pinjaman pen
dapat dengan mengambil inti sarinya saja
c. Kutipan pada catatan kaki
d. Kutipan atas ucapan lisan
e. Kutipan dalam kutipan
f. Kutipan langsung pada materi.

AH - Bahasa Indonesia 2* 24
Cara Mengutip

a. Kutipan Langsung,
1) Yang tidak lebih dari empat baris:
a) Kutipan diintegrasikan dengan teks
b) Jarak antar baris kutipan dua spasi
c) Kutipan diapit dengan tanda kutip
d) Sesudah kutipan selesai, langsung di belakang y
ang dikutip dalam tanda kurung ditulis sumber
dari mana kutipan itu diambil, dengan menulis
nama singkat atau nama keluarga pengarang, t
ahun terbit, dan nomor halaman tempat kutipa
n it diambil.
AH - Bahasa Indonesia 2* 25
Cara Mengutip (2)

2) Yang lebih dari empat baris:


a) kutipan dipisahkan dari teks sejarak tiga spa
si
b) jarak antar baris kutipan satu spasi
c) kutipan dimasukkan 5-7 ketukan, sesuai den
gan alinea teks pengarang atau pengutip. Bila
kutipan dimulai dengan alinea baru, maka bari
s pertama kutipan dimasukkan lagi 5-7 ketuka
n
d) kutipan diapit oleh tanda kutip atau tidak di
apit tanda kutip
e) di belakang kutipan diberi sumber kutipan (
seperti pada 1)).

AH - Bahasa Indonesia 2* 26
Cara Mengutip (3)

b. Kutipan tak langsung


1) Kutipan diintegrasikan dengan teks
2) jarak antar baris kutipan spasi rangkap
3) kutipan tidak diapit tanda kutip
4) sesudah selesai diberi sumber kutipan.
c. Kutipan pada catatan kaki
Kutipan selalu ditempatkan pada spasi rapat, meskip
un kutipan itu singkat saja. Kutipan diberi tanda kuti
p, dikutip seperti dalam teks asli.
d. Kutipan atas ucapan lisan
Harus dilegalisir dulu oleh pembicara atau sekretaris
nya (bila pembicara seorang pejabat). Dapat dimasu
kkan ke dalam teks sebagai kutipan langsung atau ti
dak langsung.
AH - Bahasa Indonesia 2* 27
Cara Mengutip (4)

e. Kutipan dalam kutipan


Kadang-kadang terjadi bahwa dalam kutipan ter
dapat kutipan. Dapat dilakukan dengan dua cara:
1) bila kutipan asli tidak memakai tanda kutip, k
utipan dalam kutipan dapat mempergunakan tan
da kutip tunggal atau tanda kutip ganda
2) bila kutipan asli memakai tanda kutip tunggal,
kutipan dalam kutipan memakai tanda kutip gan
da. Sebaliknya bila kutipan asli memakai tanda k
utip ganda, kutipan dalam kutipan memakai tan
da kutip tunggal
AH - Bahasa Indonesia 2* 28
Cara Mengutip (5)

f. Kutipan langsung pada materi


Kutipan langsung dimulai dengan materi kutipan
hingga penghentian terdekat (dapat berupa kom
a, titik koma, atau titik) disusul dengan sisipan p
enjelas siapa yang berbicara.
Contoh:
“Jelas,” kata Prof. Haryati, “kosa kata bahasa I
ndonesia banyak mengambil dari kosa kata baha
sa Sansekerta.”

Catatan: Kutipan yang panjang sebaiknya dimasuk


kan dalam lampiran.
AH - Bahasa Indonesia 2* 29
Kutipan Langsung
• Penulisan kutipan langsung di dalam teks ditandai de
ngan tanda baca petik (“…”), sedangkan bagian yang t
idak dikutip dituliskan dengan tanda baca elipsis (…)
• Sumber diperolehnya informasi –kutipan tersebut- din
yatakan dengan menuliskan nama penulis, tahun, dan
pada halaman berapa kutipan tersebut diacu
– Contoh:
• “… merantau bagi orang Minangkabau telah lama melembaga
…” (Naim 1984:284)
• Penulisan tahun, tanda titik dua, dan nomor halaman tidak
menggunakan jeda spasi
Kutipan Langsung
• Kutipan singkat → terdiri dari 2-3 baris dapat langsu
ng dimasukkan ke dalam teks
– Contoh:
– Naim (1984:284) menyatakan “… merantau bagi
orang Minangkabau telah lama melembaga dan telah
menjadi bagian dari kehidupan sosial maupun pribadi
mereka…”.

– “… merantau bagi orang Minangkabau telah lam


a melembaga dan telah menjadi bagian dari kehidupa
n sosial maupun pribadi mereka…” (Naim 1984:284).
Kutipan Langsung
• Kutipan panjang → kutipan ini tidak termasuk di dala
m teks paragraf
• Dituliskan sebagai paragraf sendiri dengan ukuran hu
ruf yang lebih kecil daripada ukuran huruf teks
• Dengan posisi menjorok ke dalam dengan allign justif
ied
• Kutipan semacam ini dikenal sebagai kutipan blok
Kutipan Langsung
• Kutipan panjang →
– Contoh:
… mengenai motif migrasi suku-suku bangsa di Indon
esia penulis setuju dengan pendapat Naim (1984:285).
“… Kehadiran sejumlah besar orang-orang Bugis dan Banjar di
daerah-daerah pantai Pesisir Timur Sumatera dan di Malaysia
kelihatannya lebih bermotifkan ekonomi daripada dorongan
sosial yang terbit dari sistem sosial mereka masing-masing di
Sulawesi Selatan dan Kalimantan Selatan. Pengamatan yang
dilakukan terhadap tradisi merantau di antara mereka tidak
berhasil menemukan adanya jalinan yang kuat dalam sistem so
sial mereka…”
Kutipan Langsung
• Kutipan langsung harus ditulis sama dengan teks asli,
namun jika penulis mengethui ada kesalahan ia dapat
menunjukkannya dengan memberikan keterangan [si
c] dan kesalahan tersebut dibiarkan ditulis apa adany
a. Penulis tidak bertanggung jawab pada kesalahan te
rsebut.
– Contoh:
“… Demikian juga dengan data bahasa yang lain dala
m karya tulis kami selalu berusaha mencari bentuk kata
yang mengandung makan [sic] sentral/ [sic] terdistribus
i yang terbanyak sebagai bahan dari daftar Swadesh…”
(Keraf 1994:181).
Kutipan Langsung
• Jika penulis memperbaiki kesalahan yang ditemukan
dan mengeditnya maka catatan perbaikan pada yang
salah lebih berguna dan perbaikannya dituliskan men
ggantikan kata [sic].
• Kata dalam tanda kurung siku […] merupakan koreksi
dari penulis
– Contoh:
“… Demikian juga dengan data bahasa yang lain dala
m karya tulis kami selalu berusaha mencari bentuk kata
yang mengandung [makna] sentral [atau] terdistribusi y
ang terbanyak sebagai bahan dari daftar Swadesh…” (K
eraf 1994:181).
Kutipan Tidak Langsung
• Penulisan kutipan tidak langsung biasanya
dinyatakan dengan menuliskan nama dan t
ahun saja.
• Jika ingin menuliskan nomor halaman dapa
t dilakukan seperti penulisan pada sumber
acua kutipan langsung.
• Dalam mengutip tidak langsung, penulis m
enyusun informasi dalam parafrase, jadi tid
ak sekedar menerjemahkan.