Anda di halaman 1dari 24

CASE REPORT

TINEA CRURIS
Pembimbing:
dr. Euis Nana Resna, Sp.KK

Daniello Adrianus Rahanra


1765050184

Kepaniteraan Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin


Periode 30 September 2019 – 2 November 2019
RSUD Cibinong
IDENTITAS PASIEN
• Nomor Rekam Medik : 10700814
• Nama : Nn. A
• Jenis kelamin : Perempuan
• Umur : 23 tahun
• Alamat : Cibinong
• Pekerjaan : Mahasiswa
• Suku : Sunda
• Agama : Islam
ANAMNESIS

Autoanamnesis

Dilakukan Tanggal : 8 Oktober 2019

Keluhan Utama : Bercak merah pada


lipat di sertai gatal
RIWAYAT PENYAKIT SEKARANG

Pasien datang dengan keluhan bercak merah di


pangkal paha dan disertai gatal, sejak 1 minggu yang
lalu. Gatal dirasakan terus-menurus terutama saat
pasien berkeringat. Sehingga pasien sering menggaruk
bercak tersebut. Pasien tidak mengeluhkan adanya
rasa nyeri dan tidak ada keluhan lain seperti adanya
benjolan, luka, dan sebagainya.
Pasien mengaku sering berkeringat dan sering
menggunakan dalaman yang ketat serta tidak
menyerap keringat. Pasien mandi dan mengganti
pakaian dalam 2 kali sehari.
Awalnya bercak merah tersebut hanya
terlihat kecil kira-kira ukurannya menyerupai
uang koin Rp 500, bercak tersebut disertai rasa
gatal. Namun, sekarang bercak tersebut semakin
membesar dan disertai rasa gatal dan sangat
mengganggu aktivitas.
Tidak ada keluhan kelainan kulit di tempat
lain. Keluhan gatal pada malam hari disangkal.
Riwayat menderita penyakit tertentu disangkal.
Riwayat alergi disangkal. Pasien selalu
menggunakan handuk sendiri.
Pasien mengaku belum pernah berobat ke
tempat lain, pasien juga menyangkal memiliki
binatang peliharaan di rumah, demam sebelum
timbul keluhan disangkal. Pasien mengganti alas
tempat tidur tiap 1 bulan sekali.
PEMERIKSAAN FISIK
• Keadaan umum : Tampak Sakit sedang
• Kesadaran : Composmentis
• Tanda Vital
– Tekanan Darah :-
– Nadi : 84 x/menit
– Suhu : 36.8 oC

– RR : 21 x/menit
• Antopometri
– Berat Badan : 54 kg
– IMT : gizi baik ( berdasarkan atropometri
U/BB kemenkes )
STATUS GENERALIS
Kepala Normocephali
Mata Konjungtiva anemis (-/-), sklera ikterik (-/-)
Hidung Simetris, septum deviasi (-), sekret (-)
Telinga Normotia, CAE lapang (+/+), serumen (-/-)
Tenggorokan Faring tidak hiperemis, T1-T1 hiperemis (-/-)
Mulut Sianosis (-), mukosa bibir kering (-), gigi lubang (-),
gigi tambal (-)
Thorax Simetris, retraksi (-)
-Cor BJ I/II normal, murmur (-), gallop (-)
-Pulmo BND vesikuler, rhonki (-/-), wheezing (-/-)
Abdomen Tampak datar, BU 4x/menit, Timpani, Nyeri tekan (-)
KGB Tidak teraba membesar
Ekstremitas Akral hangat, edema (-), CRT <2’
STATUS DERMATO-VENEROLOGI

pada regio inguinal tampak patch eritem berukuran plakat berbatas tegas,tepi menimbul
tersebar bilateral. Disekitarnya tampak makula eritem,central healing (+)
PEMERIKSAAN PENUNJANG

• Mikroskopik  kerokan kulit dengan KOH 10%

• Lampu Woods
DIAGNOSIS

• Diagnosis Kerja :Tinea Cruris

• Diagnosis Banding :

Tinea korporis

Psoriasis
U bila masih tera
PENATALAKSANAAN
EDUKASI
• Memberikan informasi mengenai penyakit pasien dan pemicunya.
• Memberi edukasi cara merawat kulit, menghindari penggunaan obat-obat
tanpa sepengetahuan dokter
• Menjaga lesi dari keringat atau keadaan yang lembab, misalnya memakai
pakaian dari bahan yang dapat menyerap keringat dan longgar
• Menyarankan kepada pasien apabil pakaiannya basah karena keringat,
segera diganti dengan yang brsih dan kering.
• Menyarankan kepada pasien untuk mengkonsumsi obat secara teratur dan
sesuai petunjuk.
PENATALAKSANAAN

TERAPI :
Griseofulvin 1x 500 mg selama 2 sampai 7 hari

Cetirizine
RESEP
R/ griseofulvin 1 x 500 mg No X
S ddI tab

R/ Cetirizine tab No X
S IddI
PROGNOSIS

• Quo Ad Vitam : dubia ad Bonam

• Quo Ad Fungsionam : dubia ad Bonam

• Quo Ad Sanationam : Dubia ad malam


TINJAUAN PUSTAKA
PENDAHULUAN
• Tinea kruris adalah penyakit dermatofitosis
pada daerah kruris dan dapat meluas ke
daerah sekitarnya.
•Bersifat akut atau menahun, bahkan dapat
menjadi penyakit yang berlangsung seumur
hidup
•Faktor penyebab diantaranya higienitas kulit
dan kebiasaan mengenakan pakaian/celana
ketat.
Infeksi Jamur dermatofita pada
daerah cruris dan sekitarnya

Etiologi : E. floccosum, T.
rubrum, T. mentagrophytes

Epidemiologi : pada dewasa,


Pria > wanita, daerah tropis,
lingkungan yang kotor dan
lembab. Daerah tropis
Gejala Klinis

Rasa gatal hebat pada daerah


cruris. Sifat keluhan dapat
terjadi secara akut, subakut
atau menahun
LOKALISASI

Regio inguinalis, perineum-


anus, intergluteal-gluteus,
meluas ke suprapubis dan
abdomen bagian bawah
EFLORESENSI

•Makula eritematosa numular sampai


geografis,
•Berbatas tegas dengan pinggir lebih aktif,
terdiri dari papula dan vesikel
•Kronik : makula hiperpigmentasi dengan
skuama diatasnya
Keroksn Lesi dengan
KOH

PEMERIKSAAN
PENUNJANG

Biakan
PENATALAKSANAAN

OBAT SISTEMIK : griseofulvin ,


ketokonazol, itrakonazol 2 x,
terbinafin oral.

TOPIKAL: golongan alilamin


golongan azol,