Anda di halaman 1dari 52

Pemrograman

KomputerII
(Computer Programming)

Bram Andryanto
 bramand@unpas.ac.id
 bramandr@gmail.com
 bramandr@yahoo.com
74a0008e
Teknik Industri - Fakultas Teknik
Universitas Pasundan
Aturan Main
• Nilai Kuliah Pemrograman Komputer II terpisah dari Nilai
Praktikum Pemrograman Komputer
• Saling menghargai antar mahasiswa
dan antara mahasiswa dengan dosen.
• Nilai bersifat final.
• Komposisi Nilai :
 20 % Tugas/Quiz dengan syarat :
 40 % UTS kehadiran minimum
12 kali
 40 % UAS
• Mahasiswa tidak diperkenankan masuk kelas jika terlambat lebih
dari 30 menit.
• Mahasiswa boleh meninggalkan kelas jika dosen terlambat lebih dari
30 menit.
• Handphone dalam keadaan silent dan tidak digunakan.
bramand@unpas.ac.id
Materi Kuliah
• Sejarah Bahasa Pemrograman Pascal
• Struktur Program Pascal
• Elemen Program Pascal
• Input dan Output (Dasar)
• Penyeleksian Kondisi
• Perulangan
• Operasi String
• Input dan Output (Lanjut)
• Array, Set, dan Record
• Prosedur (Procedure) dan Fungsi (Function)
• Operasi File
Referensi :
• Pembuatan Unit Turbo Pascal - Jogiyanto H.M.
• Pemrograman Grafik Andi Offset Jogjakarta

bramand@unpas.ac.id
Sejarah Bahasa Pemrograman Pascal
• Pascal adalah bahasa pemrograman tingkat tinggi (high level programming
language) yang dirancang oleh Prof. Niklaus Wirth dari Technical
University, Zurich - Switzerland sebagai bahasa pemrograman yang multi
purpose. Bahasa ini didedikasikan pada Blaise Pascal seorang ahli
matematika dan filosofi dari Perancis.
• Prof. Wirth memperkenalkan compiler Pascal yang pertama untuk
membantu mengajar program komputer secara terstruktur (Structured
Programming).
• Banyak sekali versi compiler Pascal yang beredar di pasaran, di antaranya
adalah ANSI Pascal, UCSD Pascal, Microsoft Pascal, Apple Pascal, dan
Turbo Pascal.
• Compiler yang paling terkenal adalah Turbo Pascal, yaitu compiler Pascal
yang dibuat oleh Borland International, versi terakhir adalah Turbo Pascal
7.0 yang dikembangkan menjadi Borland Pascal dan Borland Delphi.
bramand@unpas.ac.id
Struktur Program Pascal

Program Pascal

Judul Program Badan Program


(Program Heading) (Program Body)

Bagian Deklarasi Bagian Penyataan


(Declaration Part) (Statement Part)

bramand@unpas.ac.id
Pola Program Pascal
Judul Program; Bagian
Judul Program
Deklarasi Pustaka/Unit (Uses)
Deklarasi Label (Label)
Deklarasi Konstanta (Const)
Bagian
Deklarasi Variabel (Var)
Deklarasi Tipe (Type) Deklarasi
Deklarasi Prosedur (Procedure)
Deklarasi Fungsi (Function)

Begin
Pernyataan;
Pernyataan;
Pernyataan; Bagian
Begin Pernyataan
Pernyataan dalam Blok;
End;
End.
bramand@unpas.ac.id
Elemen Program Pascal
• Basic Symbols
• Reserved Word
• User Defined Identifier
• Data
• Control Character
• Operator
• Comment
• Statement
• Procedure
• Function
bramand@unpas.ac.id
Elemen Program Pascal
• Basic Symbols
– Huruf: a-z, A-Z, _
– Angka: 0-9
– Simbol Khusus: + - * / = ^ ( ) [ ] { } . , : ; ’ # $
– Karakter Berpasangan: <= >= := .. (* *) (. .)
• Reserved Word
– Reserved Word adalah kata-kata yang sudah
didefinisikan oleh Pascal sehingga tidak boleh
didefinisikan ulang oleh pemakai.

bramand@unpas.ac.id
Elemen Program Pascal
• User Defined Identifier
– Pemakai boleh mendefinisikan sendiri sebuah
pengenal (identifier) dengan ketentuan :
•Gabungan huruf (besar/kecil sama saja) dan angka.
•Tidak boleh mengandung blank (space bar).
•Tidak boleh mengandung simbol-simbol khusus
kecuali garis bawah.
•Panjangnya bebas, tetapi hanya 63 karakter pertama
yang signifikan.

bramand@unpas.ac.id
Elemen Program Pascal
• Data
– Disimpan dalam Konstanta atau Variabel.
– Integer, Real, String, Char, Boolean, Pointer.
– Tipe data yang didefinisikan sendiri.
Tipe Data Keluarga Integer (Bilangan Bulat)
Konsumsi Memory
Tipe Data Rentang Nilai (daya tampung)
(byte)

byte 1 0 s/d 255

shortint 1 -128 s/d 127

integer 2 -32.768 s/d 32.767

word 2 0 s/d 65.535

longint 4 -2.147.483.648 s/d 2.147.483.647

bramand@unpas.ac.id
Elemen Program Pascal
Tipe Data Keluarga Real (Pecahan)
Konsumsi Memory
Tipe Data Rentang Nilai (daya tampung)
(byte)
real 6 1x10-38 s/d 1x1038

single 4 1,5x10-45 s/d 3,4x1038

double 8 5x10-324 s/d 1,7x10308

extended 10 1,9x10-4951 s/d 1,1x104932

comp 8 -2x1063 + 1 s/d 2x1063 - 1

• Control Character
– Dapat digabungkan ke dalam data String.
– Karakter # : Beep (#7), Enter (#13), Esc (#27)
– Karakter ^ : Beep (^G), Enter (^M), Esc (^[)
bramand@unpas.ac.id
Elemen Program Pascal
• Operator
– Assignment Operator ( := )
– Binary Operator ( * / + - DIV MOD )
– Unary Operator ( + - )
– Bitwise Op. (NOT, AND, OR, XOR, ShL, ShR)
– Relational Operator (= <> > < >= <= IN)
– Logical Operator (NOT, AND, OR, XOR)
– Address Operator (@, ^)
– Set Op. (+ - *, untuk operasi himpunan)
– String Op. (+, untuk menggabung String)
bramand@unpas.ac.id
Elemen Program Pascal
• Comment
– Komentar program dapat diletakkan di mana saja
dalam program agar program mudah dimengerti
– Tidak mempengaruhi jalannya program.
– Tanda: { comment } atau (* comment *)
• Statement
– Assignment Statement: C:=SqRt(A*B);
– Procedure Statement: Cari(Nama,Alamat);
– GOTO Statement: Goto Ulang;

bramand@unpas.ac.id
Elemen Program Pascal
• Procedure
– Procedure adalah program kecil (sub program) yang
dapat dipanggil sebagai perintah dan sengaja
dibuat baik oleh Pascal maupun oleh pemakai,
untuk memudahkan pekerjaan berulang.
• Function
– Function adalah semacam procedure, tetapi
menghasilkan nilai tertentu yang dapat
dimasukkan ke dalam suatu variabel atau
diperlakukan sebagai operand.

bramand@unpas.ac.id
Input dan Output (dasar)
Input PROSES Output

Read(Var);
Write(‘Text’,Var);
ReadLn(Var);
WriteLn(‘Text’,Var);
Uses Printer Write(Lst,‘Text’,Var);
WriteLn(Lst,‘Text’,Var);
GotoXY(X,Y);
ClrScr;
Uses Crt ClrEoL;
DelLine;
InsLine;

bramand@unpas.ac.id
Input
• Pemasukan data sederhana dapat dilakukan
dengan menggunakan prosedur standar Read dan
Readln, dapat menerima seluruh tipe data kecuali
Boolean.
• Read(Var);
– Tidak menganggap tombol Enter (#13) sebagai
akhir pemasukan data.
• Readln(Var);
– Tombol Enter (#13) digunakan untuk mengakhiri
pemasukan data.
bramand@unpas.ac.id
Output
• Write([Lst,] Text, Var);
– Setelah menuliskan parameter yang berada dalam kurung (..)
kursor tidak berpindah baris.
• Writeln([Lst,] Text, Var);
– Setelah menuliskan parameter yang berada dalam kurung (..)
kursor berpindah baris.
• GotoXY(X,Y);  Memindahkan kursor ke posisi X,Y.
• ClrScr;  Membersihkan layar.
• ClrEoL;  Membersihkan baris mulai dari posisi kursor
sampai akhir baris.
• DelLine;  Menghapus baris pada posisi kursor.
• InsLine;  Menyisipkan baris pada posisi kursor.

bramand@unpas.ac.id
Tampilan Output
• Tampilan Default :
– Integer Rata Kanan
– Real -d.ddddddddddEsdd
– Char/String Rata Kanan
– Boolean Rata Kanan
• Tampilan Formatted (Rata Kanan) :
– Integer:N Integer
– Real:N:M -XXXXXX.XX
– Char/String:N String
– Boolean:N Boolean
bramand@unpas.ac.id
Mencetak ke Printer
• Menyebutkan alat output Lst sebagai salah satu
parameter.
• Efek Khusus Pencetakan dapat dibentuk
dengan Control Character berikut :
#14  untuk Huruf Besar
#15  untuk Huruf Kecil (Condensed)
#27#69, … ,#27#70  untuk Huruf Tebal
#27#45#1, … ,#27#45#0  untuk Garis Bawah
#27#83#0, … ,#27#84#0  untuk Superscript

bramand@unpas.ac.id
Penyeleksian Kondisi
• Kepandaian komputer sangat tergantung pada
kondisi yang diberikan melalui program komputer.
• Turbo Pascal memiliki 2 macam penyeleksian
kondisi (IF dan Case), yaitu :
1 If [kondisi] Then [tindakan jika kondisi tercapai];
2 If [kondisi] Then [tindakan1] Else [tindakan2];
3 Case [selector] of [Case Label:] Statement;End;
4 Case [selector] of … Else
• Penyeleksian Kondisi Tersarang (Nested IF)

bramand@unpas.ac.id
Penyeleksian Kondisi Sederhana
• Penyeleksian kondisi semacam ini hanya
melakukan tindakan jika kondisi tercapai.
Contoh :
If Nilai < 50 Then
Begin
NilaiHuruf := ‘E’;
Ket := ‘Tidak Lulus’;
End;

bramand@unpas.ac.id
Penyeleksian Kondisi dg. Alternatif
• Penyeleksian kondisi semacam ini melakukan
tindakan jika kondisi tercapai dan akan
melakukan tindakan alternatif jika kondisi tidak
tercapai.
Contoh :
If SPP = ‘Y’ Then
Keterangan := ‘Lunas’ Else
Begin
Keterangan := ‘Belum Lunas’;
Sanksi := ‘Tidak Boleh Ikut Ujian’;
End;

bramand@unpas.ac.id
Case [selector] of ...
• Struktur penyeleksian kondisi Case-of sangat praktis
untuk membuat penyeleksian kondisi yang kompleks,
namun terbatas pada kondisi yang dengan variabel uji
yang bertipe ordinal (char, integer).
• Komponennya :
– Selector (contoh: Tbl),
– Case Label (contoh: #13:, #27:),
– Statement (contoh: OK:=True, OK:=False)
Contoh :
Case Tbl of
#13: OK:=True;
#27: OK:=False;
End;

bramand@unpas.ac.id
Case [selector] of … Else …
• Struktur Case-of … Else … memungkinkan kita
membuat penyeleksian kondisi yang lebih rumit
dengan cara yang lebih sederhana.
Contoh :
Case Tombol of
#13: OK:=True;
#27: OK:=False;
Else
...
End;

bramand@unpas.ac.id
Penyeleksian Kondisi Tersarang
• Penyeleksian kondisi semacam ini digunakan
untuk menyeleksi kondisi yang kompleks,
alternatifnya tidak hanya satu.
Contoh :
If Nilai < 40 Then NilaiHuruf := ‘E’ Else
If Nilai < 50 Then NilaiHuruf := ‘D’ Else
If Nilai < 60 Then NilaiHuruf := ‘C’ Else
If Nilai < 80 Then NilaiHuruf := ‘B’ Else
NilaiHuruf:=‘A’

bramand@unpas.ac.id
Perulangan
• Salah satu kelebihan komputer adalah mampu
melakukan pekerjaan berulang.
• Turbo Pascal memiliki 3 macam perulangan, yaitu :
For [var. kontrol := awal] To [akhir] do
For [var. kontrol := awal] DownTo [akhir] do
While [kondisi] do
Repeat - Until [kondisi]
• Dapat berupa Perulangan Tersarang (Nested Loop)

bramand@unpas.ac.id
Perulangan : For … To … do
• Perulangan Positif
 Perulangan positif adalah perulangan dengan counter yang
bergerak dari kecil ke besar (awal < akhir).
 Variabel kontrol, nilai awal, dan nilai akhir harus bertipe integer
(atau keluarganya).
 Perulangan dilakukan paling sedikit sebanyak 1 kali.

Contoh :
For i := 1 To 10 do
Begin
[Perintah/statement yang diulang sebanyak 10 kali];
End;

bramand@unpas.ac.id
Perulangan : For … DownTo … do
• Perulangan Negatif
Perulangan negatif adalah perulangan dengan Counter yang
bergerak dari besar ke kecil (awal > akhir).
Variabel kontrol, nilai awal, dan nilai akhir harus bertipe Integer
(atau keluarganya).
Perulangan dilakukan paling sedikit sebanyak 1 kali.

Contoh :
For i := 10 DownTo 1 do
Begin
[Perintah/statement yang diulang sebanyak 10 kali];
End;

bramand@unpas.ac.id
Perulangan : While … do
• Perulangan Selama Kondisi Benar
Perulangan semacam ini digunakan jika kita tidak tahu berapa
kali harus mengulang suatu perintah.
Perulangan dilakukan selama suatu kondisi terpenuhi.
Perulangan dilakukan paling sedikit sebanyak 0 kali.
Counter harus didefinisikan sendiri dalam blok yang diulang.
Contoh :
While i < 5 do
Begin
[Perintah/statement yang diulang selama i < 5];
[Counter i];
End;

bramand@unpas.ac.id
Perulangan : Repeat - Until
• Perulangan Selama Kondisi Salah
Perulangan semacam ini digunakan jika kita tidak tahu berapa
kali harus mengulang suatu perintah.
Perulangan dilakukan sampai suatu kondisi tercapai.
Perulangan dilakukan paling sedikit sebanyak 1 kali.
Counter harus didefinisikan sendiri dalam blok yang diulang.
Contoh :
Repeat
[Perintah/statement yang diulang sampai i >= 5];
[Counter i ];
Until i >= 5;

bramand@unpas.ac.id
Perulangan Tersarang
• Perulangan yang dilakukan dalam perulangan :
Perulangan semacam ini biasa digunakan dalam pembuatan
matriks, atau pengurutan data.
Perulangan yang berada di sebelah dalam diselesaikan terlebih
dahulu.
Counter untuk masing-masing perulangan harus berbeda.
Contoh :
For i := 1 to 5 do
While j < 4 do
Begin
[Perintah/statement yang diulang selama j < 4 sebanyak 5 kali];
[Counter j];
End;

bramand@unpas.ac.id
Operasi String
• Penggabungan String
• Seleksi terhadap String
• Prosedur Standar Operasi String
– Delete([VariabelString],[PosisiMulai],[JumlahKarakter]);
– Insert([StringSumber],[VariabelStringTujuan],[Posisi]);
– Str([Numerik],[VariabelString]);
– Val([String],[VariabelNumerik],[PosisiKesalahan]);
• Fungsi Standar Operasi String
– Copy([String],[PosisiMulai],[JumlahKarakter]);  string
– ConCat([String-1],[String-2],…,[String-n]);  string
– Pos([SubString_yang_Dicari],[String]);  byte
– Length([String]);  integer

bramand@unpas.ac.id
Input dan Output (Lanjut)
• Input
Melacak Kesalahan Pemasukan Data
Menunggu Penekanan Tombol Enter
Menunggu Penekanan Sembarang Tombol
Memanfaatkan Fungsi ReadKey
• Output
Menampilkan Hasil di Layar dengan Cepat
Mengatur Warna Tampilan
Mengatur Mode Tampilan Teks
Membuat Jendela

bramand@unpas.ac.id
Melacak Kesalahan Input
• Melacak Kesalahan Pemasukan Data
– Data yang sudah didefinisikan dengan tipe tertentu
tidak dapat diisi dengan data lain yang berbeda
tipenya. Jika hal ini dilakukan, maka akan terjadi run-
time error.
– Kesalahan ini mengakibatkan program harus
dijalankan kembali dari awal. Agar hal tersebut tidak
terjadi, maka pemeriksaan kesalahan harus di-
nonaktif-kan menggunakan compiler directive {$I-} dan
kesalahannya dicatat melalui fungsi IOResult.

bramand@unpas.ac.id
Menunggu Penekanan Tombol
• Menunggu Penekanan Tombol Enter
– Hal ini perlu dilakukan untuk mempertahankan suatu
tampilan sebelum digantikan dengan tampilan lain.
– Dapat menggunakan prosedur standar ReadLn;
• Menunggu Penekanan Sembarang Tombol
– Cara ini merupakan alternatif yang paling fleksibel
dalam mempertahankan suatu tampilan sebelum
digantikan dengan tampilan lain.
– Menggunakan fungsi standar KeyPressed (membutuhkan
unit Crt dalam deklarasi unit)

bramand@unpas.ac.id
Memanfaatkan Fungsi ReadKey
• Fungsi standar ReadKey digunakan untuk :
– Menunggu penekanan sembarang tombol.
– Memasukkan suatu nilai karakter dari keyboard tanpa
menampilkannya di layar.
– Mendeteksi Extended Code dari tombol yang ditekan.
• Untuk dapat menggunakan fungsi standar ReadKey
ini, kita harus mendeklarasikan unit standar Crt.

bramand@unpas.ac.id
Menampilkan Hasil dengan Cepat
• Penulisan hasil di layar dapat dipercepat dengan
menganggap layar sebagai sebuah file teks.
• Menggunakan serangkaian perintah :
– AssignCrt(VariabelFileTeks);
– Rewrite(VariabelFileTeks);
– Writeln(VariabelFileTeks,...);
– Close(VariabelFileTeks);

• Membutuhkan unit standar Crt.

bramand@unpas.ac.id
Mengatur Warna Tampilan
• Turbo Pascal menyediakan 5 prosedur standar
yang dapat digunakan untuk mengatur warna :
– TextColor(Warna);
– TextBackground(Warna);
– LowVideo;
– NormVideo;
– HighVideo;

• Membutuhkan unit standar Crt.

bramand@unpas.ac.id
Mengatur Mode Tampilan Teks
• Mode tampilan teks dapat diatur menjadi 40 kolom
atau 80 kolom (standar)
• Menggunakan prosedur standar TextMode(Mode),
dengan nilai mode :
– BW40 atau 0  layar hitam putih 40x25
– C40 atau 1  layar berwarna 40x25
– BW80 atau 2  layar hitam putih 80x25
– C80 atau 3  layar berwarna 80x25
– Mono atau 7  layar monochrom 80x25
– Last atau -1  mengembalikan ke mode terakhir
• Membutuhkan unit standar Crt.

bramand@unpas.ac.id
Membuat Jendela
• Jendela adalah sebagian daerah layar yang besarnya
ditentukan menggunakan prosedur standar
Window(X1,Y1,X2,Y2);
• Berperan sebagai layar utuh yang dapat diperlakukan
seperti halnya layar teks dengan mengabaikan bagian
lain dari layar.
• Dapat terletak di manapun dalam layar.

bramand@unpas.ac.id
Array
• Array adalah tipe terstruktur yang terdiri atas komponen-komponen
yang bertipe sama (string, real, integer, char, boolean, dll.) baik
berdimensi 1 atau lebih.
• Data bertipe Array dapat dideklarasikan sebagai Const, Var, atau
Type :
• Contoh Deklarasi Array :
 Const Hari : Array[1..7] of String =
(‘Senin’,’Selasa’,’Rabu’,’Kamis’,’Jum’’at’,’Sabtu’,’Minggu’);
 Var SKS : Array[1..1000] of Byte;
 Type ArrayReal = Array[1..100] of Real;
Var Berat, Tinggi : ArrayReal;
 Var X : Array[1..50,1..75] of Integer;
 Var Y : Array[1..25,1..50,1..30] of Word;

bramand@unpas.ac.id
Set (Himpunan)
• Set adalah kumpulan obyek yang mempunyai urutan yang dapat
dianggap sebagai satu kesatuan, dan setiap obyek dalam Set disebut
anggota (element).
• Set beranggotakan data yang bertipe sama (selain Real).
• Set dideklarasikan dalam Type.
– Contoh deklarasi dan penggunaan Set :
Type BilanganHexa = Set of Char;
Var Hexa : BilanganHexa;
Begin
… ; Hexa := [‘0’..’9’,’A’..’F’]; …
End.
• Operasi Set : + (Union), - (Difference), * (Intersection)
• Proses : Equality (A=B), Inequality (A<>B), Inclusion (A<=B),
Membership (in)

bramand@unpas.ac.id
Record
• Record adalah suatu tipe data terstruktur yang di dalamnya termuat
beberapa item data bertipe sederhana yang dapat berasal dari
berbagai tipe.
• Masing-masing item disebut Field.
• Pada umumnya Record dideklarasikan dalam Type.
• Contoh :
Type DataMahasiswa=Record
NRP : String[11];
Nama : String[30];
End;
Var Mahasiswa : DataMahasiswa;
FileData : File of DataMahasiswa;
• Penggunaan : NamaRecord.NamaField atau dapat diringkas dengan
menggunakan With.
bramand@unpas.ac.id
Membuat Prosedur (Procedure)
• Prosedur merupakan sebuah sub program (program kecil)
dan dibuat dalam sebuah blok tersendiri, di luar blok
program utama.
• Prosedur banyak digunakan pada program terstruktur
karena :
– Merupakan penerapan konsep program modular, sehingga
sebuah program yang rumit dapat dipecah-pecah ke dalam
program-program kecil yang lebih sederhana dalam bentuk
Prosedur.
– Praktis, karena perintah-perintah yang sering dijalankan cukup
dituliskan sekali saja dalam bentuk Prosedur, dan dapat
dijalankan sewaktu-waktu dengan menuliskan nama
Prosedurnya dalam program (sebagai statement).
bramand@unpas.ac.id
Deklarasi Global dan Lokal
• Deklarasi Global adalah deklarasi yang dibuat dalam
bagian deklarasi program utama dan diletakkan pada
posisi paling atas setelah judul program dan deklarasi
pustaka (unit), nilai-nilai yang dideklarasikan dapat
digunakan atau dikenali oleh program tersebut maupun
oleh Prosedur yang berada dalam program itu.
• Deklarasi Lokal adalah deklarasi yang dibuat dalam
bagian deklarasi suatu Prosedur atau Fungsi, nilai-nilai
yang dideklarasikan hanya dapat digunakan atau
dikenali oleh Prosedur tersebut.

bramand@unpas.ac.id
Pengiriman Nilai melalui Parameter
• Prosedur dapat mengolah nilai yang dikirimkan oleh program, nilai
kiriman ini disebut parameter.
• Pengiriman parameter secara nilai (by value) merupakan
pengiriman nilai satu arah, nilai yang dikirim oleh program hanya
berpengaruh pada Prosedur penerima parameter.
Contoh :
Procedure Garis(Panjang:Byte);
• Pengiriman parameter secara acuan (by reference) merupakan
pengiriman nilai dua arah, nilai yang dikirim oleh program tidak
hanya berpengaruh pada Prosedur tersebut, perubahan nilai yang
terjadi dalam Prosedur juga berpengaruh terhadap program
pengirim parameter.
Contoh :
Procedure Menu(Var Pilihan:Byte);

bramand@unpas.ac.id
Membuat Fungsi (Function)
• Fungsi merupakan sub program yang berupa nilai,
bukan berupa perintah seperti Prosedur.
• Secara umum struktur Fungsi sama dengan struktur
Prosedur, perbedaannya adalah pada deklarasi judul
fungsi dilengkapi dengan tipe data dari Fungsi tersebut.
Contoh :
Function Pangkat(X,Y:Real):Real;
Begin
Pangkat:=exp(y*ln(x));
End;

bramand@unpas.ac.id
Fungsi-fungsi Standar
• Abs(X) • Chr(X)
• Cos(Sudut) • Int(X)
• Sin(Sudut) • Round(X)
• ArcTan(Sudut) • Trunc(X)
• Exp(X) • Random(Batas)
• Ln(X) • SizeOf(NamaVariabel)
• Pi • UpCase(Karakter)
• Sqr(X) • ParamCount
• Sqrt(X) • ParamStr(NoUrut)

bramand@unpas.ac.id
Pembuatan Unit
Contoh (Pola) :
Unit Matematika;
Interface
Uses UnVrt;
Function Pangkat(X,Y : Real):Real;
...
Implementation
Function Pangkat(X,Y : Real):Real;
Begin
Pangkat:=exp(y*ln(x));
End;
...
...
End.

bramand@unpas.ac.id
Operasi File Teks (Text File)
• File Teks adalah file yang mengikuti standar ASCII, dapat
dibuka dengan berbagai Word Processor. Hanya dapat
dibaca secara berurut (sequential).
Contoh :
Var F : Text;
Begin
Assign(F,’NAMAFILE.EXT’);
Reset(F) or Rewrite(F) or Append(F);
Read or Readln(F,NilaiYangDibaca);
...
Write or Writeln(F,NilaiYangDisimpan);
Close(F);
...
End.

bramand@unpas.ac.id
Operasi File Database
• File Database adalah file bertipe tertentu yang tidak
mudah diketahui isinya kecuali kita mengetahui struktur
record atau database-nya. Contoh :
Var F : File of [VariabelRecord];
Begin
Assign(F,’NAMAFILE.EXT’);
Reset(F) or Rewrite(F);
Seek(NomorRecord);
Read(F,NilaiYangDibaca);
...
Write(F,NilaiYangDisimpan);
Close(F);
...
End.

bramand@unpas.ac.id
Pemrograman Grafik

bramand@unpas.ac.id