Anda di halaman 1dari 57

ENERGI

PANAS
BUMI
KELOMPOK 1

ANGGOTA:
DINA NUR AMALIA (171411074)
M. RIFKY PRATAMA H. (171411085)
NABILA KHAIRUNNISA (171411086)
NANDA HASRI DWIRIZKY (171411074)
RIANNY PUSPA RISMAYANI (171411089)
SITI NURJANAH (171411092)

3C – D3 TEKNIK KIMIA
TUJUAN 1

Memahami apa itu energi panas bumi


Mengetahui sumber energi panas bumi
Mengetahui karakteristik energi panas bumi

Mengetahui potensi panas bumi di Indonesia


Mengenal Teknologi Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
Mengetahui masalah pada peralatan PLTP beserta solusinya
LATAR BELAKANG 2
Geothermal (panas bumi) merupakan salah satu energi alternatif
terbarukan. Panas bumi bersifat konsisten sehingga dapat dihasilkan
terus – menerus dan merupakan sumber daya alam yang dapat
diperbaharui sehingga tidak akan ada habisnya

Meningkatnya kebutuhan akan energi serta meningkatnya harga minyak,


telah memacu negara lain untuk mengurangi ketergatungan pada
minyak dengan memanfaatkan energi panas bumi untuk menghasilkan
energi listrik. Negara terbesar di dunia dalam hal kapasitas instalasi
panas bumi adalah Amerika Serikat. Pada tahun 2010 Amerika Serikat
memiliki 77 Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) yang
memproduksi lebih dari 3.000 MW.

Sumber : http://etd.repository.ugm.ac.id/
LATAR BELAKANG 3

Berdasarkan data Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM)


Republik Indonesia, Indonesia memiliki potensi energi panas bumi sebesar
± 27.000 MW yang tersebar di 217 lokasi atau mencapai 40% dari
cadangan panas bumi dunia. Dengan potensi ini, Indonesia berusaha
menjadikan energi panas bumi sebagai energi alternatif yang dapat
menggantikan minyak bumi dan batu bara. Namun, hanya sekitar kurang
dari 4% yang baru dimanfaatkan.

Sumber : http://etd.repository.ugm.ac.id/
PENGERTIAN
PENGERTIAN 4
Pengertian Panas Bumi Secara Harfiah
Dalam bahasa Yunani:
Energi panas bumi juga dikenal sebagai
“geo” memiliki arti bumi dan
energi geothermal .
“thermal ” memiliki arti panas .

Energi panas bumi sendiri dihasilkan dan disimpan di dalam inti bumi.
Jika dibandingkan dengan bahan bakar fosil, panas bumi merupakan
sumber energi bersih dan hanya melepaskan sedikit gas rumah kaca.

Sumber: https://www.geodipa.co.id/bisnis-kami/energi-panas-bumi/
PENGERTIAN 5
Pengertian Panas Bumi menurut Undang - Undang
UU No.27 tahun 2003 UU RI no 21 tahun 2017
Sumber daya panas bumi adalah sumber Panas bumi merupakan energi
energi panas yang terkandung di dalam ramah lingkungan yang
air panas, uap air, dan batuan bersama potensinya besar dan
mineral ikutan dan gas lainnya yang pemanfaatannya belum
secara genetik semuanya tidak dapat optimal sehingga perlu
dipisahkan dalam suatu sistem panas didorong dan ditingkatkan
bumi dan untuk pemanfaatannya secara terencana dan
diperlukan proses penambangan yang terintegrasi guna mengurangi
dapat dimanfaatkan untuk ketergantungan terhadap
pembangkitan tenaga listrik atau energi fosil.
pemanfaatan langsung lainnya.
Sumber :http://ebtke.esdm.go.id/post/2017/08/22/1733/energi.panas.bumi.ramah.terhadap.lingkungan.sekitar
SUMBER PANAS BUMI
SUMBER ENERGI PANAS BUMI 6
Sumber Energi Panas Bumi
• Energi panas bumi berasal dari aktivitas tektonik di
dalam bumi Panas ini juga berasal dari panas
matahari yang diserap oleh permukaan bumi.

Selain itu sumber energi panas bumi ini diduga


berasal dari beberapa fenomena:
• Peluruhan elemen radioaktif di bawah permukaan
bumi.
• Panas yang dilepaskan oleh logam-logam berat
karena tenggelam ke dalam pusat bumi.
• Efek elektromagnetik yang dipengaruhi
oleh medan magnet bumi.
Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Energi_panas_bumi
SUMBER ENERGI PANAS BUMI 7
Energi Panas Bumi di Indonesia

Terjadinya sumber energi panas bumi karena
tumbukan tiga lempengan yang berinteraksi
di Indonesia, yaitu lempeng Pasifik, India‐Australia
dan Eurasia.
• Perbedaan kedalaman menyebabkan jenis magma
yang dihasilkan berbeda.
• Pada kedalaman yang lebih besar jenis magma
yang dihasilkan akan lebih basa, lebih cair,
kandungan gas magmatik yang lebih tinggi dan
menghasilkan erupsi gunung api yang lebih kuat
dan menghasilkan endapan vulkanik yang lebih
tebal dan terhampar luas.
Sumber:https://id.wikipedia.org/wiki/Energi_panas_bumi
SUMBER ENERGI PANAS BUMI 8

Sumber : blogs.ITB.ac.id
KARAKTERISTIK ENERGI
PANAS BUMI
KARAKTERISTIK 9

Sumber energi bersih, ramah lingkungan, dan suistanable


Bebas dari risiko kenaikan (fluktuasi) bahan bakar fosil

Bebas dari risiko kenaikan (fluktuasi) bahan bakar fosil


Tidak dapat diekspor, hanya dapat digunakan untuk konsumsi
dalam negeri

Tidak bergantung cuaca, supplier, dan ketersediaan


fasilitas pengangkutan dan bongkar muat dalam pasokan
bahan bakar
POTENSI PANAS BUMI DI
INDONESIA
10

Sumber : http://coaction.id/infografik/
11

Sumber : http://coaction.id/infografik/
PEMBANGKIT LISTRIK TENAGA
PANAS BUMI (PLTP)
PLTP 12
Pengertian PLTP

Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi adalah pembangkit listrik yang menggunakan
panas bumi sebagai sumber energinya.

Sistem panas bumi di Indonesia umumnya merupakan sistem hidrothermal


yang mempunyai temperatur tinggi (>225℃), hanya beberapa diantaranya
yang mempunyai temperatur sedang.

Sumber : https://www.cnzahid.com/2016/12/sistem-kerja-pembangkit-listrik-tenaga.html?m=1
PLTP 13

• Pengalaman dari lapangan – lapangan panas bumi yang telah


dikembangkan di dunia maupun di Indonesia menunjukkan bahwa
sistem panas bumi bertemperatur tinggi dan sedang sangat potensial
bila diusahakan untuk pembangkit listrik

• PLTP pada prinsipnya sama dengan PLTU, hanya pada PLTP uap dibuat
dipermukaan menggunakan boiler. Sedangkan pada PLTP uap berasal
dari reservoir panas bumi.

Sumber : http://ebtke.esdm.go.id/post/2017/08/22/1733/energi.panas.bumi.ramah.terhadap.lingkungan.sekitar
PLTP 14

VIDEO
PLTP 15
Sebaran PLTP di Indonesia

Sumber : http://ebtke.esdm.go.id/post/2017/08/22/1733/energi.panas.bumi.ramah.terhadap.lingkungan.sekitar
PLTP 16
Sebaran PLTP di Indonesia

Sumber : http://ebtke.esdm.go.id/post/2017/08/22/1733/energi.panas.bumi.ramah.terhadap.lingkungan.sekitar
TEKNOLOGI PEMBANGKIT LISTRIK
TENAGA PANAS BUMI (PLTP)
TEKNOLOGI PLTP 17
• Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP)
bersumber dari uap panas bumi yang sudah
dipisahkan dari air. Sumber uap langsung dari perut
bumi dengan cara pengeboran.
• Pengeboran dilakukan diatas permukaan kantong
uap di perut bumi, tepatnya, diatas lapisan batuan
yang keras di atas penggerak generator hingga uap
dari dalam akan menyembur keluar dan
menggerakan trubin yang tersambung dengan
generator. Setelah itu uap akan di embunkan dalam
kondensor menjadi air dan disuntikan kembali ke
dalam perut bumi menuju kantong uap.
Sumber : www.pii.or.id
TEKNOLOGI PLTP 18
Komponen Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi
1. Reservoir Panas Bumi
a. Suhu Rendah ( < 1500 0C)
b. Suhu Tinggi (> 1500 0C )
2. Pembangkit (Power Plants)
Pembangkit (power plants) untuk pembangkit listrik tenaga panas bumi dapat beroperasi pada suhu
yang relatif rendah yaitu berkisar antara 122 – 48.200 F (50 – 25.000 0C).
Pembangkit tambahan untuk mengkonversi fluida geothermal menjadi tenaga listrik:
1. Generator
2. Turbin
3. Heat Exchanger
4. Chiller
5. Pompa

Sumber : www.pii.or.id
TEKNOLOGI PLTP 19
DRY STEAM POWER PLANTS
PLTP sistem dry steam mengambil sumber
uap panas dari bawah permukaan. Sistem
ini dipakai jika fluida yang dikeluarkan
melalui sumur produksi berupa fasa uap.
Uap tersebut yang langsung dimanfaatkan
untuk memutar turbin dan kemudian turbin
akan mengubah energi panas bumi
menjadi energi gerak yang akan memutar
generator untuk menghasilkan energi listrik.

Sumber : https://www.saveonenergy.com/how-geothermal-energy-works/
TEKNOLOGI PLTP 20
FLASH STEAM POWER PLANTS
Pabrik steam flash berbeda dari steam kering
karena mereka memompa air panas, bukan steam,
langsung ke permukaan. Pembangkit uap flash ini
memompa air panas pada tekanan tinggi dari
bawah bumi ke dalam "tangki flash" di permukaan.
Tangki flash berada pada suhu yang jauh lebih
rendah, menyebabkan cairan dengan cepat
"berkedip" menjadi uap. Uap yang dihasilkan
menggerakkan turbin. Uap didinginkan dan
mengembun menjadi air, di mana ia dipompa
kembali ke tanah melalui sumur injeksi.
Sumber : https://www.saveonenergy.com/how-geothermal-energy-works/
TEKNOLOGI PLTP 21
Binary Cycle Power Plants (BCPP)
Dalam pembangkit siklus biner ini, perbedaan utama
adalah bahwa air atau uap dari bawah bumi tidak
pernah bersentuhan langsung dengan turbin. Alih-alih,
air dari reservoir geotermal dipompa melalui penukar
panas yang memanaskan cairan kedua, seperti
isobutene (yang mendidih pada suhu lebih rendah
daripada air).
Cairan kedua ini dipanaskan menjadi uap, yang
menggerakkan turbin yang menggerakkan generator.
Air panas dari bumi didaur ulang ke bumi melalui
sumur injeksi, dan cairan kedua didaur ulang melalui
turbin dan kembali ke penukar panas di mana ia
dapat digunakan kembali.
Sumber : https://www.saveonenergy.com/how-geothermal-energy-works/
TEKNOLOGI PLTP 22
SISTEM DALAM PLTP

Simple flash (kilas nyala tunggal) Double flash (kilas nyala ganda)

Sistem double flash lebih produktif 15-20 %, dengan sumur yang sama,
dibandingkan dengan sistem simple flash.

Sumber : www.pii.or.id
TEKNOLOGI PLTP 23
POMPA PANAS GEOTERMAL
Sistem
Horizontal
Loop Tertutup
Dalam sistem loop
tertutup, campuran air /
antibeku beredar melalui
loop pipa di bawah tanah
(atau di bawah badan
air) dan masuk ke
bangunan.

Sumber : https://www.saveonenergy.com/how-geothermal-energy-works/
TEKNOLOGI PLTP 24
POMPA PANAS GEOTERMAL
Sistem
Loop Terbuka
Dalam sistem loop
terbuka, air diambil
langsung dari sumber air
dan ke pompa
panas di mana kemudian
dapat didaur ulang
kembali ke sumber yang
sama atau dipompa ke
sumber air lain (tanpa
polusi).
Sumber : https://www.saveonenergy.com/how-geothermal-energy-works/
TEKNOLOGI PLTP 25
Parameter yang harus dipertimbangkan

1. Kandungan uap panas

2. Sifat fisika dari uap panas di dalam reservoir

3. Penurunan tekanan yang terjadi sebagai akibat digunakannya uap panas di dalam
reservoir.

Sumber : www.pii.or.id
KEGIATAN USAHA PANAS
BUMI
KEGIATAN USAHA PLTP 26
Kegiatan Usaha Panas Bumi

Adalah suatu kegiatan untuk menemukan sumber daya Panas


Bumi sampai dengan pemanfaatannya baik secara langsung
maupun tidak langsung.

Sumber: http://geothermal.itb.ac.id/sites/default/files/public/Sekilas_tentang_Panas_Bumi.pdf
KEGIATAN USAHA PLTP 27

Tahap Kegiatan
a) Survei Pendahuluan;
b) Eksplorasi;
c) Studi Kelayakan;
d) Eksploitasi; dan
e) Pemanfaatan.

Sumber: http://geothermal.itb.ac.id/sites/default/files/public/Sekilas_tentang_Panas_Bumi.pdf
KEGIATAN USAHA PLTP 28
1. Survei Pendahuluan 2. Eksplorasi

Pengumpulan, analisis dan Penyelidikan geologi, geofisika,


penyajian data yang geokimia, pengeboran uji, dan
berhubungan dengan informasi pengeboran sumur eksplorasi yang
kondisi geologi, geofisika, dan bertujuan untuk memperoleh dan
geokimia menambah informasi kondisi geologi
bawah permukaan
Sumber: http://geothermal.itb.ac.id/sites/default/files/public/Sekilas_tentang_Panas_Bumi.pdf
KEGIATAN USAHA PLTP 29
3. Studi Kelayakan 4. Eksploitasi

Tahapan kegiatan usaha


Pengeboran sumur pengembangan
pertambangan Panas Bumi untuk
dan sumur reinjeksi, pembangunan
memperoleh informasi secara rinci
fasilitas lapangan dan operasi
seluruh aspek yang berkaitan
produksi sumber daya Panas Bumi
untuk menentukan kelayakan
usaha pertambangan Panas Bumi

Sumber: http://geothermal.itb.ac.id/sites/default/files/public/Sekilas_tentang_Panas_Bumi.pdf
KEGIATAN USAHA PLTP 30
5. Pemanfaatan

LANGSUNG TIDAK LANGSUNG

kegiatan usaha pemanfaatan kegiatan usaha pemanfaatan


energi dan/atau fluida Panas Bumi energi Panas Bumi untuk
untuk keperluan nonlistrik, baik pembangkit tenaga listrik,
untuk kepentingan umum maupun baik untuk kepentingan umum
untuk kepentingan sendiri maupun untuk kepentingan sendiri
Sumber: http://geothermal.itb.ac.id/sites/default/files/public/Sekilas_tentang_Panas_Bumi.pdf
KEGIATAN USAHA PLTP 31
Komponen Biaya Pengembangan Lapangan Uap (Steam
Field) dan Biaya Pembangkit Listrik
1. Biaya survey eksplorasi
2. Biaya pemboran sumur (sumur eskplorasi, pengembangan, injeksi,
make up)
3. Biaya lahan, jalan, persiapan lahan dan lain‐lain.
4. Biaya fasilitas produksi
5. Biaya sarana pendukung
6. Biaya operasi dan perawatan
Sumber: http://geothermal.itb.ac.id/sites/default/files/public/Sekilas_tentang_Panas_Bumi.pdf
KELEBIHAN DAN KEKURANGAN
PLTP
32

Sumber : http://coaction.id/infografik/
MASALAH PADA PERALATAN DAN
PENANGGULANGANNYA
MASALAH PADA PERALATAN 33
KOROSI
Energi panas bumi dapat diambil dari uap panas bumi maupun dari air panas bumi atau yang
dikenal sebagai brine water. sifat brine water korosif dan kandungan mineralnya tinggi, maka air
panas ini tidak dapat dimanfaatkan langsung sebab dapat menyebabkan korosi dan penyumbatan
pada pipa- pipa dan peralatan lainnya.

Sifat brine water muncul karena fluida cair brine water mengandung ion-ion klorida dan
sulfat dan meningkatkan konduktifitas brine water dan juga karena kandungan beberapa gas korosif
lainnya yang terbawa oleh fluida brine water.
MASALAH PADA PERALATAN 34
Kontaminan dalam fluida geotermal
ditambah dengan adanya oksigen
maka akan secara drastis meningkatkan
korosi permukaan dari banyak alloy.
Serangan korosi pada baja berkurang
ketika pH naik. Temperatur memiliki
efek yang penting dalam laju korosi.
Jika pH rendah dan korosi dikontrol
oleh adanya ion hidrogen, kehilangan
logam akan meningkat tajam dengan
kenaikan temperatur.
MASALAH PADA PERALATAN 35
• Yang menempel di permukaan lapisan
Korosi seragam pelindung logam, karena adanya aliran
turbulen yang melintas di atas permukaan
/thinning/erosi logam tersebut.
• Gelembung udara tersebut mengikis dan
merusak lapisan pelindung.
• Laju korosi semakin meningkat, karena lapisan
pelindung telah hilang. Logam yang berada di
bawah lapisan pelindung mulai terkorosi,
sehingga membentuk cekungan, kemudian
terjadi pembentukan kembali lapisan
pelindung dan logam, menjadi tidak rata.
Sumber : https://warstek.com/2015/04/09/korosi/
MASALAH PADA PERALATAN 36
Pitting
Mekanisme : Corrosion
diawali dengan pembentukan
lapisan pasif di permukaan bahan
pada antar muka lapisan pasif dan
elektrolit terjadi penurunan pH,
sehingga terjadi pelarutan lapisan
pasif secara perlahan-lahan dan
menyebabkan lapisan pasif pecah
dan terjadi korosi sumuran.

Sumber : https://warstek.com/2015/04/09/korosi/
MASALAH PADA PERALATAN 37
Crevice
corrosion Mekanisme :
Apabila oksigen di dalam celah telah
habis sedangkan oksigen di luar celah
masih banyak, maka akibatnya
permukaan logam yang berhubungan
dengan bagian luar menjadi katode
dan permukaan logam di dalam celah
menjadi anode sehingga terbentuk
celah yang terkorosi.

Sumber : https://warstek.com/2015/04/09/korosi/
MASALAH PADA PERALATAN 38
Stress
Corrosion
Korosi retak tegang terjadi pada
paduan logam yang mengalami
Cracking
tegangan tarik statis dilingkungan
tertentu, seperti : baja tahan karat
sangat rentan terhadap lingkungan
klorida panas, tembaga rentan
dilarutan ammonia dan baja karbon
rentan terhadap nitrat.

Sumber : https://warstek.com/2015/04/09/korosi/
MASALAH PADA PERALATAN 39

Korosi yang terbentuk adalah sumber kedua bagi penyebab


pembentukan scale. Kedua sumber tersebut sangat penting karena
efek merugikan dari scale pada heat transfer dan efisiensi pumping.

Senyawa kimia dalam air yang paling berpengaruh terhadap


korosi adalah ion hidrogen, ion klorida, hidrogen sulfida, karbon
dioksida, oksigen, dan besi

Sumber : https://warstek.com/2015/04/09/korosi/
PENCEGAHAN
PERMASALAHAN 40
Pencegahan Korosi pada system Geothermal
Prinsip kerja dari inhibitor korosi yaitu pembentukan
senyawa kompleks (chelat) antara inhibitor korosi dan
unsur-unsur pembentuk kerak. Senyawa kompleks yang
terbentuk larut dalam air sehingga menutup kemungkinan
partumbuhan Kristal yang besar.

Disamping itu dapat mencegah Kristal kerak untuk


melekat pada permukaan pipa. Pada umumnya inhibitor
yang digunakan dibagi atas dua tipe, yaitu :
- Inhibitor Anorganik
- Inhibitor Organik

Sumber : https://warstek.com/2015/04/09/korosi/
MASALAH PADA PERALATAN 41
KERAK (SCALE)
Dalam produkasi panas bumi dan minyak bumi sering ditemui
mineral scale seperti CaSO4, FeCO3, CaCO3 dan MgSO4. Senyawa ini
dapat larut dalam air. Akibat scale tersebut produkasi panas bumi dan
minyak bumi akan berkurang akibat tersumbatnya ponorasi, pompa
valve fitting serta aliran.

Penyebab terbentuknya deposit scale karena adanya senyawa-


senyawa yang disebut diatas didalam air denga jumlah yang melebihi
kelarutannya pada keadaan kesetimbangan.

Sumber : https://warstek.com/2015/04/09/korosi/
MASALAH PADA PERALATAN 42
Reaksi-Reaksi yang menyebabkan Scale

1. BaCl2 + Na2SO4.BaSO4 + 2NaCl


Barium sulfat terdapat dalam air terkontaminasi

2. CaCl2 + Na2SO4.CaSO4 + 2NaCl


Gipsum terdapat dalam air terkontaminasi atau supersaturation

3. Ca(HCO3)CaCO3 + CO2 + H2O


Kalsium karbonat terdapat dalam supersaturation karena penurunan tekanan,
panas dan agitasi
Sumber : https://warstek.com/2015/04/09/korosi/
PENCEGAHAN
PERMASALAHAN 43
Pencegahan Kerak (Scale) dengan Inhibitor
Inhibitor adalah bahan kimia yang menghentikan atau
mencegah terbentuknya kerak bila ditambahkan dalam
jumlah kecil pada cairan atau gas. Penggunaan bahan
kimia tersebut sangat menarik, karena dengan dosis yang
sangat kecil dapat mencukupi untuk mencegah scale dalam
periode yang cukup lama. Mekanisme kerja inhibitor
sebagai berikut :

 Inhibitor kerak dapat teradsorpsi pada permukaan kerak


sehingga menghambat pertumbuhan kerak tersebut
 Inhibitor dapat mencegah menempelnya suatu partikel-
partikel pada permukaan padatan atau permukaan
peralatan.
Sumber : https://warstek.com/2015/04/09/korosi/
TERIMA
KASIH