Anda di halaman 1dari 44

Adaptasi Fisik dan Psikologis

Ibu Hamil
Ns. Anindita P. Azuma, MMR.
Konsepsi
 Bersatunya satu sel telur dengan sperma  awal kehamilan

Pembentukan Gamet (telur dan sperma)

Ovulasi (pelepasan telur)

Penyatuan Gamet (menghasilkan embrio)

Implantasi di uterus
Ovum
 Setiap bulan, folikel ovarium akan menghasilkan 1
ovum/telur akan matur
Sperma
 Ejakulasi saat berhubungan seksual normalnya akan
mengeluarkan sesendok semen yang mengandung 200-500
sel sperma ke dalam vagina
 Sperma dapat mencapai tempat fertilisasi dalam waktu 5
menit
 Dapat bertahan hidup di sistem reproduksi wanita selama 2-3
hari
Fertilisasi
 Saat sperma mampu menembus membran di sekeliling ovum,
membran tersebut akan menyelimuti keduanya dan sperma
lain tdk akan bisa menembus
 Konsepsi pembentukan zigot/sel pertama dari individu baru
telah terjadi
Implantasi
 Proses blastokista masuk ke dalam endometrium sampai
seluruh bagiannya tertutupi.
 Berlangsung selama 6-10 hari setelah konsepsi
 Pembuluh darah endometrial akan mengerosi, beberapa
wanita mengalami gejala sedikit perdarahan karena implantasi
(flek atau perdarahan ringan pada periode menstruasi
pertama yang terlambat)
Uji Kehamilan
 Kehamilan berlangsung selama 9 bulan kalendar / 40 minggu
/ 280 hari dihitung sejak hari pertama haid terakhir (HPHT)
 Deteksi dini kehamilan dapat dilakukan dengan tes
pengenalan human chorionic gonadotropin (hCG)
 Produksi hCG dimulai pada saat implantasi, bisa dideteksi
pada hari ke 7 sampai 10 setelah konsepsi
 Kadar hCG meningkat sampai puncaknya pada hari ke 60-70,
kemudian menurun sampai hari ke 80 kehamilan
 Bisa dilakukan dengan media urine maupun serum. Urin yang
diambil biasanya adalah urine pertama di pagi hari karena
mengandung kadar hCG yg sama spt di serum
Status Graviditas dan Paritas
 Informasi Graviditas dan paritas diambil saat anamnese. Ifo
akurat sangat penting unk membuat perencanaan perawatan
wanita hamil.
 G  graviditas / kehamilan
 P  paritas / persalinan
 A  aborsi / keguguran
 H  hari
PERKEMBANGAN JANIN
 Embrio dan Fetus
 Kehamilan berlangsung selama 9 bulan / 40 minggu / 280 hari
 Perkembangan intrauterus dibagi menjadi 3 tahap
 Ovum  sejak konsepsi – hari ke 14  terjadi replikasi sel,
pembentukan blastokista, membran embrio dan lapisan geminal primer
(ektoderm, mesoderm, endoderm)
 Embrio  berlasung dari15 hari – 8 minggu setelah konsepsi, berukuran
3 cm dr kepala—bokong, masa kritis dalam perkembangan sistem organ
dan ciri eksternal utama, akhir minggu ke 8 sistem organ dan struktur
eksternal telah terbentuk menjadi manusia
 Fetus/Janin  berlangsung dari 9 mggu-kehamilan berakhir
 Cairan Amnion
 Rongga amnion mendapat cairan dr darah ibu
 Mengandung albumin, urea, asam urat, kreatinin, lestin,
bilirubin, fruktosa, lemak, leukosit, protein, dll.
 Jumlah cairan meningkat setiap minggu, normalnya 800-1200
ml cairan jernih. < 300ml (oligohidramnion)  abnormalitas
ginjal fetus, > 2L (hidramnion)  kelainan gastrointestinal
 Fungsi : cairan oral dan tempat pembuangan, mempertahankan
suhu tubuh konstan, bantalan terhadap trauma, membantu fetus
bergerak bebas unk perkembangan muskuloskeletal
 Tali Pusat
 Saat aterm tali pusat mempunyai diameter 2 cm dan panjang
bervariasi antara 30-90 cm (rata-rata 55cm)
 Berisi pembuluhdarah satu vena dan dua arteri yg
menghubungkan fetus dengan plasenta
 Tali pusat akan berputar seperti spiral dan melingkar di sekitar
embrio atau fetus. Lilitan tali pusat di sekitar leher dinamakan
Nuchal cord
 Plasenta
 Mulai terbentuk saat implantasi, selama mggu ke 3 setelah konsepsi
 Hari ke 17, sirkulasi ibu-plasenta-fetus sudah berada di tempatnya
 Minggu ke 8 pemeriksaan genetik bisa dilakukan
 Plasenta akan terus melebar sampai minggu ke 20 ketika plasenta sudah
menutupi setengah dr permukaan uterus
 Fungsi :
 Fungsi awal sbg kelenjar endokrin menghasilkan hormon yg dibutuhkan unk
mempertahankan kehamilan dan menyokong fetus
 7-10 hari post konsepsi Hormon Chorionic Gonadrotopin (hCG)
terbentuk, sbg dasar pemeriksaan kehamilan
 Berfungsi menjaga korpus luteum, memastikan suplai estrogen dan
progesteron unk mempertahankan kehamilan
 Hormon chorionic somatrotopin (hCS)  meningkatkan resistensi
thdp insulin, transport glukosa melalui plasenta, stimulasi pertumbuhan
payudara unk persiapan menyusui
 sebagai alat pertukaran metabolik (nutrisi, respirasi, ekskresi dan penyimpanan)
 Fungsi plasenta bergantung pada tekanan darah ibu yg menyuplai sirkulasi
 Sistem respirasi
 Dimulai pd mggu ke 4 – mggu ke 17 dgn pembentukkan
trakea, laring, bronkus dan tunas paru.
 Mggu 16-24, bronkus dan bronkiolus terminal membesar,
stuktur vaskular dan alveolus primitif terbentuk
 Mggu 24-aterm alveoli terbentuk
 Mggu ke 32 sudah ada survaktan yg cukup di dalam alveoliyg
sudah berkembang unk bertahan hidup yg baik pada bayi
 Pergerakan respirasi fetus sudah terlihat dr USG pd usia 11
mggu
 Sistem sirkulasi
 Pembentukan sel darah dimulai pd mgg ke 3 dan menyupai embrio
dengan oksigen dan nutrisi dari ibu
 Akhir mggu ke 3 jantung mulai berdenyut
 Mggu ke 4-5 jantung berkembang manjadi organ dengan 4 ruang
 Darah kaya oksigen dari plasenta akan masuk lewat vena umbilikal ke
abdomen fetus  masuk ke hepar dan vena kava inferior  atrium
kanan (bercampur dgn darah miskin O2)  atrium kiri  aorta
(keluar jantung)  menyupai jantung, kepala, leher, lengan unk
meningkatkan perkembangan sefalokaudal fetus  darah
terdeoksigenisasi kembali ke atrium kanan lewat vena cava superior
 ventrikel kanan  arteri pulmonalis  darah miskin O2 masuk
ke aorta abdominalis  arteri iliaka  arteri umbilikalis (tali pusat)
 plasenta (menukar produk sisa dan CO2 dgn nutrisi dan O2)
 Sistem hematopoesis
 Mggu ke 6 golongan darah ditemukan di eritrosit
 Sistem hepatik
 Hepar dan traktus biliaris berkembang di mggu ke 4
 Bayi premature memiliki faktor predisposisi unk mengalami
hiperbilirubin karena fetus tidak mengkonjugasi bilirubin
 Vit K profilaksis diperlukan setelah bayi lahir krn faktor
koagulasi
 Sistem gastrointerstinal
 Mggu ke 4 usus depan (foregut) membentuk faring, esofagus,
lambung, ½ duodenum, hepar, pankreas, kandung empedu.
 Mgg 5-10 usus tengah (Midgut) menjadi setengah distal
duodenum, jejenum, ileum, sekum dan apendix, dan setengah
proksimal usus besar
 Fetus menelan cairan amnion mulai bulan ke 5  pengosongan
lambung dan peristaltik usus terjadi
 Mendekati aterm, produk sisa fetus akan terakumulasi di
mekonium (berwarna hijau tua sampai hitam). Mekonium akan
keluar dr rektum 24 jam post lahir
 Antara mggu ke 26-30 fetus menyimpan cadangan lemak unk
persiapan diri thdp tekanan dingin ekstrauterus
 Sistem gastrointestinal matang pada usia 36 mggu,sebagian
menzim pencernaan diproduksi, produksi saliva masih sangat
sedikit
 Sistem ginjal
 Terbentuk pd mggu ke 5 dan berfungsi 4 mggu kemudian
 Urine diekskresikan ke cairan amnion dan membentuk sebagian
besar volume cairan amnion
 Oligohidramnion merupakan indikasi disfungsi ginjal. Kelainan
ginjal fetus dpt didiagnosa dalam rahim
 Saat aterm, fetus mempunyai ginjal yg sudah berkembang
sempurna, namun laju filtrasi glomerolus masih rendah
 Sistem neurologis
 Mggu ke 5 otak telah terbagi mnjadi 3 (otak depan, tengah dan
belakang)
 Mggu ke 8 serat syaraf akan berjalan sepanjang tubuh
 Mggu ke 11-12 fetus membuat gerakan respirasi, ekstremitas,
merubah posisi (menghisap jempol, salto, berenang)
 Mggu 16 dan 20, gerakan cukup kuat unk dirasakan ibu
 Mggu 24, fetus merespon suara, membedakan rasa, bereaksi
thdp suhu, fetus dapat melihat
 Saat aterm, otak fetus berukuran seperempat otak dewasa
 Sistem reproduksi
 Diferensisasi seks mulai berkembang pada embrio di minggu ke
7
 Genetalia eksterna pria atau wanita tidak dapat dibedakan
sampai mggu ke 9
 Karakteristik pembeda muncul di mggu ke 9-12
 Pada pria, dengan kromosom X dan Y akan terbentuk testis,
mggu ke 28 testis mulai turun ke skrotum, setelah lahir
testosteron akan terus disekresi dlm dlm kadar rendah sampai
pubertas
 Pada wanita, dengan 2 kromosom X akan terbentuk ovarium
dan genetal eksterna wanita.
 Sistem muskuloskeletal
 Mggu 4, tulang dan otot terbentuk, otot jantung sudah
berdenyut, iga dan kolumna vertebra terbentuk
 Mggu 6, tulang bahu, lengan, panggul dan tungkai muncul yg
bersambungan tanpa sendi
 Awal mggu 7, kontraksi otot terjadi scr spontan
 Pergerakan lengan dan tungkai dapat dilihat lewat USG sblm
usia 16-20 mggu meski ibu tidak bisa merasakan
 Sistem integumen
 Mggu 4, epidermis mulai sebagai selapis sel
 Mggu ke 7 2 lapis sel akan terbentuk
 Mggu ke 16 terdapat lekukan epidermis di telapak tangan, jari-
jari, telapak kaki dan jari-jari kaki
 Mggu ke 10 kuku tangan dan kaki mulai tumbuh dr epidermis
yg menebal di ujung-ujung jari
 Mggu ke 12, rambut halus muncul pertama di alis dan atas bibir,
minggu ke 20 rambut tsb akan menutupi seluruh badan, dan
rambut di kepala, alis dan bulu mata mulai tumbuh
 Mggu ke 17, kulit tipis dan berkeriput dgn pembuluh darah
dibawahnya terlihat
 Saat aterm, kulit menebaldan semua lapisan lengkap
 Setelah Mggu ke 32, lemak subkutan akan disimpan di bawah
dermis dan kulit menjadi tdk terlalu dan tampak kemerahan
 Sistem imunologi
 Satu-satunya Ig yg dapat melewati plasenta adalah IgG yg
memberikan imunitas pasif unk toksin bakteri tertentu
 Fetus mnghasilkan IgM pada akhir TM I, sbg respon thdp antigen
golongan darah, organisme gram negatif di usus, dan beberapa
virus
 IgA tdk diproduksi fetus, namun dapat diperoleh dr kolostrum
saat bayi lahir dan mendapat ASI
 Neonatus normal dapat melawan infeksi, namun tdk seefektif
anak yg lbh tua
Adaptasi dan Perubahan Fisik
Perubahan pada alat reproduksi

Perubahan pada perkemihan

Perubahan pada pencernaan

Perubahan pada cardiovaskular

Perubahan pada musculosceletal

Perubahan pada respirasi

Perubahan pada Kulit

Perubahan Metabolisme
Perubahan alat reproduksi
 Uterus  Pembesaran uterus
 Rahim yang awalnya 30 gr  ± 1000 gr di akhir kehamilan
 Hiperplasia dan hipertropi menyebabkan rahim menjadi lebih besar,
lunak dan dapat mengikuti perkembangan janin
 Perubahan bentuk uterus :
 TM I seperti buah pir
 TM II seperti bola
 TM III oval dan naik dari rongga pelvis ke rongga abdomen
 Penyebab pembesaran uterus :
 TM I  respon terhadap rangsangan hormon estrogen dan progesteron
 TM II -TM III  pertumbuhan fetus
 Meningkatnya dilatasi pembuluh darah dan vaskularisasi
 Hiperplasia serabut otot dan jaringan
 Perubahan – perubahan pada uterus selama kehamilan:
 Tanda Hegar  pada mgg ke 6 kehamilan, segmen bawah uterus melunak
dan dapat ditekan

 Tanda Braxton Hick  kontraksi uterus yg dirasakan setelah bulan ke 4


kehamilan, bersifat ireguler, tdk nyeri dan terjadi kadang-kadang
 Lightening  mgg ke 38-40 tinggi fundus akan berkurang krn fetus sudah
turun dan masuk ke panggul
Lanjutan...
 Vagina dan Vulva
 Pengaruh hormon estrogen, terjadi Hipervaskularisasi yang
menyebabkan vagina dan vulva tampak lebih merah keunguan
atau kebiru-biruan (Tanda Chadwick)
 Peningkatan vaskularitas vagina dan organ panggul lain
membuat peningkatan sensitivitas shg menyebabkan
ketertarikan dan rangsangan seksual lebih, terutama pada TM II
 pH sekret vagina lebih asam dr biasanya (3,5-6) karena
peningkatan asam laktat
 Ovarium
 Menginjak usia kehamilan 16 minggu fungsi ovarium diambil
alih oleh plasenta dalam memproduksi hormon estrogen dan
progesteron
 Selama kehamilan ovarium beristirahat, tidak terjadi
pembentukan dan pematangan folikel baru, tidak ada ovulasi
dan tidak terjadi siklus menstruasi
Lanjutan...
 Serviks
 Peningkatan vaskularisasi dan perubahan jaringan akibat hormon
estrogen menyebabkan serviks menjadi lunak (Tanda Goodell)
 Sekresi kelenjar dan lendir serviks menjadi kental agar dapat
berperan sebagai pelindung yang menyumbat ostium uteri
 Payudara
 Payudara akan membesar dan tegang akibat hormon
somatomammotropin, estrogen dan progesteron, tetapi belum
mengeluarkan ASI. Papilla mamma akan lebih membesar, tegak
dan menghitam seperti areola mamma karena hiperpigmentasi
 Rasa penuh, sensitivitas meningkat, rasa geli dan berat di
payudara muncul pada minggu2 awal kehamilan
 Puting dan areola menjadi lebih gelap
Perubahan pada Perkemihan
 Bulan-bulan pertama kehamilan uterus yang membesar
menekan kandung kencing sehingga muncul sering kencing
 Hal tersebut akan semakin sering pada pada TM III saat
menginjak usia kehamilan semakin besar karena kepala janin
mulai turun ke bawah
 Perubahan signifikan yang terjadi pada ginjal adalah fungsi
dari mengekskresikan produk sisa janin dan ibu yang
mengalami peningkatan metabolisme selama kehamilan
Perubahan Pencernaan
 Mulut
 TM I sering mengalami mual karena peningkatan hCG
 TM II meningkat nafsu makan dan rasa haus karena pertumbuhan janin
 Gusi
 Karena pengaruh kadar estrogen terjadi hiperemia sehingga gusi menjadi
rapuh dan dapat menimbulkan gingivitis
 Gigi
 Gigi tidak akan kekurangan kalsium jika konsumsi kalsium mencukupi pada
ibu hamil
 Gastrointestinal
 Peningkatan hormon progesteron  penurunan produksi motilin (enzim yg
menstimulasi pergerakan otot usus)  motilitas GI mengalami penurunan
 transit makanan yg melewati GI melamban/lbh lama  peningkatan
penyerapan air di usus besar  sering sembelit dan risiko hemmorroid
meningkat
 Peningkatan hormon estrogen  menurun sekresi HCl (Hidrogen klorida)
lambung
Perubahan cardiovaskuler
 Terjadi peningkatan cardiac output untuk memenuhi kebutuhan
darah ibu dan janin. Vol darah ibu meningkat 30-50% pada
kehamilan tunggal dan 50% pada kehamilan kembar
 Posisi jantung berubah, mengalami elevasi ke atas akibat rongga
diafragma yang terdorong ke atas. Auskultasi berubah sehubungan
dengan perubahan ukuran , tempat, volume dan cardiac output
 Tekanan darah bervariasi, tergantung kondisi, tempat pengukuran,
kecemasan.
 Edema dan varises dapat terjadi akibat kompresi pada vena cava
inferior oleh uterus  meningkatkan tekanan vena dan
menurunnya aliran darah pada kaki
Perubahan Musculosceletal
 Lordosis merupakan karakteristik pada kehamilan normal
sebagai kompensasi posisi anterior uterus yang membesar
 Ketidaknyamanan pada punggung bawah disebabkan karena
adanya peningkatan mobilitas sendi terutama pada akhir
kehamilan
Perubahan Respirasi

 Sistem respirasi mengangkut oksigen dan membuang


karbondiogsida dari janin, serta mnyediakan energi untuk sel-
sel ibu, janin dan plasenta.
 Elevasi diafragma akibat pembesaran uterus menurunkan
volume paru saat istirahat
 Keluhan yang sering muncul pada wanita hamil adalah rasa
sesak dan nafas pendek. Untuk memenuhi kebutuhan oksigen
wanita hamil biasanya akan bernafas lebih dalam.
Perubahan pada Integumen
 Hiperpigmentasi terjadi pada beberapa bagian tubuh wanita hamil
akibat pengaruh Melalnophore stimulating hormon (MSH).
 Daerah yang biasanya terdapat hiperpigmentasi adalah leher, garis
tengah abdomen (linea nigra) dan perubahan seperti retak pada
perut dengan warna kebiruan atau strech mark (striae gravidarum)
 Gatal-gatal ringan (pruritus gravidarum) merupakan gejala
dermatologis yg relatif umum pada kehamilan
 Edema tungkai bawah pada TM III merupakan hal fisiologis. Jika
edema tubuh bagian atas (muka dan lengan), serta diikuti TD yang
tinggi maka dapat dicurigai adanya preeklamsi
Perubahan Metabolisme
 Matabolisme basal pada wanita hamil akan meningkat seiring
dengan meningginya sistem endokrin dalam tubuh. Hal
tersebut secara umum berdampak pada perubahan berat
badan wanita hamil yang rata-rata mengalami kenaikan
sampai 12,5 kg selama kehamilan.
 Kenaikan BB tersebut disebabkan oleh hasil konsepsi (fetus,
plasenta dan cairan amnion), dari ibu (uterus dan mamma
yang membesar, vol darah meningkat lemak dan protein)
Adaptasi dan Perubahan Psikologis
 Proses psikologis pada ibu hamil terkadang berkaitan erat
dengan perubahan biologis yang sedang terjadi. Proses
psikologis ibu hamil dibagi menjadi menjadi 3 fase:
 Trimester I
 Ketidakyakinan/ketidakpastian
 Pada awal kehamilan wanita akan merasa tidak yakin dengan kehamilannya
dan berusaha mengkonfirmasi kehamilan tersebut karena tanda fisik
kehamilan belum terlihat jelas
 Wanita akan mengobservasi seluruh bagian tubuhnya untuk memastikan
perubahan yang mengindikasikan tanda kehamilan, merundingkan kepada
keluarga dan teman, memvalidasi dengan tes kehamilan.
Lanjutan ....
 Ambivalen
 Merupakan konflik perasaan yang simultan, seperti perasaan cinta dan
benci terhadap seseorang, sesuatu atau keadaan.
 Ambivalen merupakan respon normal individu ketika akan memasuki
suatu peran baru
 Fokus pada diri sendiri
 Di awal kehamilan pusat perhatian ibu berfokus pada dirinya sendiri,
bukan pada janin
 Ibu merasa janin merupakan bagian yang tak terpisahkan dari ibu
 Ibu hamil mulai berkeinginan menghentikan rutinitas yang penuh
tuntutan sosial dan tekanan. Banyak waktu dihabiskan untuk tidur.
 Perubahan seksual
 Keinginan seksual pada TM I cenderung menurun karena ketakutan
akan keguguran
Psikologis Trimester I
 Merasa tidak sehat dan benci kehamilannya
 Selalu memperhatikan perubahan yang terjadi pada tubuhnya
 Mencari tanda-tanda bahwa dirinya sedang hamil
 Khawatir kehilangan bentuk tubuh
 Membutuhkan penerimaan kehamilannya oleh keluarga
 Ketidakstabilan emosi dan suasana hati
 Kebanyakan wanita hamil mengalami penurunan hasrat
seksual
 Trimester II
 Fase dimana ibu hamil merasa nyaman dan bebas dari segala
ketidaknyamanan yang normal dialami saat hamil
 Mulai terjadi perubahan pada tubuh. Orang akan mengenali
bahwa ibu sedang hamil.
 Janin mulai aktif bergerak di periode TM II ini. Ibu juga
menunjukkan perasaan bahwa ada kehidupan yang terpisah dari
dirinya. Ibu mulai melaksanakan tugas psikologis utamanya yaitu
mengembangkan identitas sebagai seorang ibu bagi dirinya, yang
berbeda dari ibunya.
Psikologis Trimester II
 Ibu mulai merasa sehat dan menerima kehamilannya
 Mulai merasakan gerakan bayi dan merasa kehadiran bayi
sebagai seseorang di luar dirinya
 Perut ibu belum terlalu besar sehingga belum dirasa beban
 Hasrat seksual meningkat
 Ibu merasakan ada perubahan pada bentuk tubuhnya sehingga
ibu merasa tidak menarik lagi
 Nafsu makan sudah membaik dan tidak mengalami mual
muntah sehingga ibu lebih bersemangat
 Ibu mulai menyesuaikan diri dengan kehamilannya
 Trimester III
 Merupakan periode penantian dengan penuh kewaspadaan. Ibu
menyadari kehadiran bayi sebagai makhluk yang terpisah sehingga
ibu merasa tdk sabar menanti kehadiran bayinya
 Perasaan was-was muncul karena bayi dapat lahir kapanpun
sehingga ibu mulai berjaga-jaga dan memperhatikan tanda gejala
persalinan muncul.
 Perhatian utama ibu terfokus pada bayi yang akan segera lahir.
 Ketakutan mungkin muncul pada TM III, ibu merasa cemas
dengan kehidupan bayi dan dirinya sendiri.
 Ibu akan kembali merasakan ketidaknyamanan fisik menjelang
akhir kehamilan. Ibu akan merasa canggung, jelek, berantakan,
dan memerlukan dukungan yang besar dan konsisten dari
pasangan
 Hasrat seksual pada Ibu di TM III akan menghilang karena
abdomen yang semakin besar menjadi halangan.
Psikologis Trimester III
 Ibu tidak sabar menunggu kahadiran bayinya
 Ibu khawatir bayinya akan lahir sewaktu-waktu dalam kondisi
yang tidak normal
 Semakin ingin menyudahi kehamilan
 Tidak sabar dan resah
 Bermimpi dan berkhayal tentang bayinya
 Aktif mempersiapkan kehadiran bayinya
Terima kasih...
Wassalamualaikum Wr. Wb.