Anda di halaman 1dari 12

TATA GUNA DAN

PENGEMBANGAN
LAHAN
DOSEN : Heru Dian Setiawan, ST. M.Si

NAMA : ESTER FRANSISKA


NIM : 1870241001
PWK-P2K
TUMPANG TINDIH KEPEMILIKAN LAHAN PERTANIAN

Lokasi : Desa Kampung Baru dan Desa Jangkang II, Kecamatan Kubu, Kabupaten Kubu Raya,
Kalimantan Barat.
Kondisi Objektif Permasalahan

Sekitar 2.600 hektare lahan milik masyarakat Desa Kampung Baru Kecamatan Kubu,
Kabupaten Kubu Raya, yang tergabung dalam Serikat Tani Darat Jaya tumpang tindih
dengan PT. Rezeki Kencana (PT. RK) –Tianjin Joulong Group. Perusahaan sawit ini,
merupakan salah satu pemasok Willmar.
Kasus ini merupakan penyerobotan lahan oleh korporasi yang telah dilaporkan Link-Ar
Borneo ke Kepolisian Daerah Kalimantan Barat, akhir Februari 2017. Perusahaan yang
dilaporkan adalah PT. Rezeki Kencana yang melakukan land clearing dan perusakan serta
pencabutan tanaman yang mengakibatkan rusaknya sekitar 20.000 pohon berbagai jenis
seperti karet, pisang, jagung, nanas dan lain-lain. Lahan tersebut kemudian ditamani
sawit.
Pada pertengahan Mei 2017, beberapa perwakilan warga desa memaparkan kasus
yang mereka hadapi. Upaya warga mencari keadilan ini diinisiasi Lingkaran Advokasi dan
Riset (Link-AR) Borneo, dan perwakilan Lembaga Studi dan Advokasi Masyarakat (Elsam)
di Pontianak.
Pemerintah daerah melalui Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Kubu Raya melalui Surat Nomor
BA 28/BA/SPP/VI/2015 menegaskan bahwa lahan tersebut milik masyarakat desa yang tergabung dalam
Serikat Tani Darat Jaya. Kepemilikan lahan dipertegas dengan pengukuran ulang lahan yang dilakukan BPN
Kubu Raya. Kronologis lahan ditandatangani perangkat desa dari beberapa desa anggota Serikat Tani Darat
Jaya.
Warga juga melayangkan surat penolakan izin dan HGU(Hak Guna Lahan) PT. RK, yang ditandatangani
Kepala Desa Teluk Nangka, Kepala Desa Jangkang II, Pj Kades Kampung Baru, Kades Teluk Bayur, disertai
penolakan. Namun, saat warga hendak melakukan pemetaaan dan pengecekan ulang patok batas desa antara
Desa Kampung Baru daan Desa Teluk Bayur, mereka dilaporkan ke polisi. Aduannya adalah tindakan
perusakan lahan.
Selain dituduh melakukan perusakan lahan, warga setempat juga dituduh melakukan penyerobotan HGU,
dan akan dipidanakan jika bertanam di lokasi HGU.
HGU YANG CACAT HUKUM

Tidak adanya pelibatan masyarakat dalam penerbitan HGU,


dapat menjadikan HGU tersebut batal secara hukum. “Ada
kesalahan fatal yang dilakukan BPN dalam mengeluarkan HGU
PT. RK, karena dalam PP 40 Tahun 1996 syarat untuk
dibebankan HGU kepada pemohon, yaitu tanah yang diminta
harus dibebaskan sebelumnya. Apalagi itu tanah garapan dan
tanah kelola,” kata Karlo Lumban Raja, dari Sawit Watch.

Andi Muttaqien, dari Elsam mengatakan, praktik koorporasi di


perkebunan sawit skala besar sampai saat ini masih melakukan
pelanggaran. “Yang dilanggar hukum pidana, undang-undang
perkebunan, dan pelanggaran HAM,” katanya.
Dia juga menyoroti kejanggalan penerbitan HGU yang tidak
sepengetahuan warga sekitar. Proses penerbitan HGU harus
diusut, diungkap aktor-aktornya. Indikasi intimidasi perusahaan
melalui anggota kepolisian harus diseriusi.
Peta Sebaran Gambut PT.REZEKI KENCANA,Kab. Kubu Raya, Kalimantan Barat.
Sumber : Link-AR Borneo
TINDAK LANJUT
Perkumpulan Bantuan Hukum Kalimantan (PBHK) mengikuti
investigasi lapangan yang dilakukan oleh Badan Pertanahan
Nasional (BPN) di desa Jangkang II pada tanggal 10 Februari
2018, investigasi lapangan ini adalah kelanjutan dari Mediasi
yang dilakukan di Kantor Bupati Kubu Raya pada tanggal 30
Agustus 2017 yang secara garis besar hasil dari mediasi tersebut
adalah menunjut BPN Provinsi Kalimantan Barat untuk
mengukur langsung batas-batas lahan kedua belah pihak
Kelompok Tani Darat Jaya dan PT.Rezeki Kencana (KTDJ dan
PT.RK). Hasil menyatakan bahwa setelah dilakukan pengukuran jelas Hak
Guna Usaha (HGU) PT. Rezeki Kencana tumpang tindih dengan
Lahan Kelompok Tani Darat Jaya. Maka dari itu hasil pengukuran
berupa verifikasi data akan disampaikan oleh BPN Provinsi
Kalimantan Barat pada pertemuan selanjutnya yang diagendakan
pada tanggal 18 Februari 2018, kemudian masing-masing pihak
diminta untuk menyiapkan dokumen-dokumen terhadap
legalitasnya dan menentukan siapakah yang secara benar di
hadapan hukum.
DAMPAK YANG DITIMBULKAN

1. Rusaknya hasil tanaman milik kelompok tani warga Desa Kampung Baru , Kab.
Kubu Raya.
2. Kerugian secara materi, tenaga, dan waktu yang sudah dikeluarkan oleh
kelompok tani.
3. Tercemarnya nama baik dari PT. Rezeki Kencana atas pelanggaran yang
dilakukan.
SARAN
Dengan di percepatnya pelaksanaan Geoportal Kebijakan
Satu Peta (One Map Policy) , yang dapat mengatasi
permasalahan tumpang tindih lahan. Platform tersebut
bertujuan menyediakan satu peta akurat dan akuntabel
sebagai acuan dalam merumuskan pembangunan ke depan.

Geoportal KSP merupakan website berbasis spasial untuk


berbagi data dan informasi geospasial melalui Jaringan
Informasi Geospasial Nasional (JIGN). Melalui
https://portalksp.ina-sdi.or.id, peta tematik hasil intergrasi
dan sinkronasikebijakan satu peta dapat diakses.

Dengan adanya Kebijakan Satu Peta ini, perencanaan


pembangunan, penyediaan infrastruktur, penerbitan izin
dan hak atas
tanah, serta berbagai kebijakan nasional dapat pada data
spasial yang akurat.
Gambar Terkait Dengan Permasalahan
Sekian, Terima Kasih