Anda di halaman 1dari 17

MUHAMAD RAHMAT (17334003)

KHAERUNNISA (17334010)
OLIVIA OCTAVIANTI (17334011)
HANIF MIFTA FINANTI (19334707)
NUR AMRINA NOFIANI (19334715)
SELA DWI AGRAINI (19334732)

KUNTHI S.HAPSARI NP (19334739)

AUTOIMUN.
Pengertian Autoimun.
• Autoimunitas : respon imun terhadap antigen tubuh
sendiri yang disebabkan oleh mekanisme normal
yang gagal berperan untuk mempertahankan self-
tolerance sel B, sel T atau keduanya.

• Respon imun terlalu aktif menyebabkan disfungsi


imun, menyerang bagian dari tubuh tersebut dan
merupakan kegagalan fungsi sistem kekebalan
tubuh yang membuat badan menyerang
jaringannya sendiri.
Penyakit Autoimun.
• Penyakit Autoimun : penyakit dimana
sistem kekebalan yang terbentuk salah
mengidentifikasi benda asing, dimana
sel, jaringan atau organ tubuh manusia
justru dianggap sebagai benda asing
sehingga dirusak oleh antibodi.

• Penyakit autoimun tidak memberikan


dampak peningkatan ketahanan tubuh
dalam melawan suatu penyakit, tetapi
justru terjadi kerusakan tubuh akibat
kekebalan yang terbentuk.
Penyebab Autoimun.

1) Senyawa yang ada di badan yang


normalnya dibatasi di area tertentu
(disembunyikan dari sistem kekebalan
tubuh) dilepaskan ke dalam aliran darah.
Misalnya, pukulan ke mata bisa membuat
cairan di bola mata dilepaskan ke dalam
aliran darah.
2) Senyawa normal di tubuh berubah (oleh
virus, obat, sinar matahari, atau radiasi)
Misalnya, virus bisa menulari dan demikian
mengubah sel di badan. Sel yang ditulari
oleh virus merangsang sistem kekebalan
tubuh untuk menyerangnya.
3) Senyawa asing yang menyerupai senyawa badan
alami mungkin memasuki badan. Misalnya, bakteri
penyebab sakit kerongkongan mempunyai beberapa
antigen yang mirip dengan sel jantung manusia. Jarang
terjadi, sistem kekebalan tubuh dapat menyerang
jantung orang sesudah sakit kerongkongan.

4) Sel yang mengontrol produksi antibodi (limfosit B salah


satu sel darah putih) mungkin rusak dan menghasilkan
antibodi abnormal yang menyerang beberapa sel
badan.

5) Keturunan mungkin terlibat pada beberapa kekacauan


autoimun.
Mekanisme Terjadinya Autoimun.

• Jika tubuh dihadapkan sesuatu yang asing maka tubuh memerlukan


ketahanan berupa respon immun untuk melawan substansi tersebut
dalam upaya melindungi dirinya sendiri dari kondisi yang potensial
menyebabkan penyakit.
• Untuk melakukan hal tersebut secara efektif maka diperlukan kemampuan
untuk mengenali dirinya sendiri sehingga dapat memberikan respon pada
kondisi asing atau bukan dirinya sendiri. Pada penyakit autoimmune
terjadi kegagalan untuk mengenali beberapa bagian dari dirinya (NIH,
1998).
• Gejala penyakit autoimun :
Gejala-gejala yang ditimbulkan mencakup gangguan nervous,
gastrointestinal, endokrin sistem, kulit dan jaringan ikat lainnya, mata,
darah, dan pembuluh darah.
Faktor-Faktor Yang Berpengaruh Pada Perkembangan Penyakit Autoimun.
Lupus Erimatosus Sistemik (LES).

Sistem kekebalan tubuh pada penyakit


ini akan mengalami kehilangan
kemampuan untuk melihat perbedaan
antara substansi asing dengan sel dan
jaringan tubuh sendiri. Antibodi seperti
ini disebut “auto-antibodi” yang
bereaksi dengan antigen “sendiri”
membentuk kompleks imun. Kompleks
imun yang terdapat dalam jaringan
akan mengakibatkan terjadinya
peradangan dan kerusakan pada
jaringan.
Manifestasi Penyakit LES.
Mekanisme LSE.
Pengobatan LSE.

Sudah ada obat yang dapat digunakan untuk membantu


meringankan serangan SLE yang disebut Lymphostat-B, yang
berfungsi menghambat protein yang menstimulasi limfosit B.
Limfosit B adalah sel yang berkembang menjadi sel plasma yang
memproduksi antibodi. Jadi dapat memulihkan aktivitas autoimun
menjadi normal, kemudian menghambat aktivitas protein tersebut
sehingga limfosit B tidak bisa berkembang menjadi sel plasma
yang memproduksi antibodi. Berkurangnya produksi antibodi
menyebabkan aktivitas penyakit lupus mudah dikontrol.
Ekspresi CD3 dan CD26 pada Limfosit T sebagai Biomarker
Potensial Penyakit Systemic Lupus Erythematosus.

Ekspresi CD3 dan CD26 dalam Sirkulasi Ekspresi CD3 dan CD26 dalam Kultur
Darah Pasien SLE. Limfosit T Pasien SLE.
Ekspresi CD3 dan CD26 pada Limfosit T sebagai Biomarker Potensial
Penyakit Systemic Lupus Erythematosus.

Peneliti telah melaporkan bahwa sebagian


besar penderita SLE aktif mempunyai jumlah
leukosit menurun atau leukopenia. Bahkan,
leukopenia dan granulositopenia tidak jarang
ditemukan pada pasien SLE di berbagai
negara di belahan dunia. Perbedaan hasil
pemeriksaan hematologi ini kemungkinan
besar disebabkan oleh remisi penyakit SLE
setelah pasien minum obat-obat
imunosupresif (data tidak ditunjukkan).
Penurunan jumlah limfosit pada pasien SLE
dalam studi ini sesuai dengan penelitian yang
pernah dilakukan sebelumnya. Studi lain
melaporkan bahwa limfositopenia pada SLE
kemungkinan besar mempunyai korelasi
negatif dengan peningkatan laju apoptosis
limfosit T.
Kesimpulan.

Sistem imunitas seharusnya menjaga


tubuh melawan pada apa yang
terlihatnya sebagai bahan asing atau
berbahaya. Pada kondisi autoimunitas
respon imun terlalu aktif
menyebabkan disfungsi imun,
menyerang bagian dari tubuh
tersebut dan merupakan kegagalan
fungsi sistem kekebalan tubuh yang
membuat badan menyerang
jaringannya sendiri.
Terima kasih.