Anda di halaman 1dari 8

KEPRANATAAN DALAM JASA KONSTRUKSI

Aspek Regulasi & yuridis formil


PEARATURAN/ PERUNDANG UNDANGAN SEBAGAI DASAR HUKUM

UNDANG UNDANG No 2 TAHUN 2017 tentang Jasa


Kosntruksi
(revisi dari UU no 18 tahun 1999)

PP no 28 thn 2000 – tentang Usaha & Peran Masyarakat Jasa Konstruksi


PP no 29 thn 2000 – tentang Penyelenggaraan Jasa Konstruksi
PP no 29 thn 2000 - tentang Penyelenggaraan pembinaan Jasa Kosntruksi
UU no.2 tahun 2017 tentang Jasa Konstruksi
Korelasi Perundang-undangan lain :

UU no.11 tahun 2014 tentang Keinsinyuran


UU no.13 tahun 2003 tentang Ketenagakerjaan
UU no. 11 tahun 2008 tentang Informasi & transaksi elektronik
UU no.23 tahun 2004 tentang Pemerintah daerah

UU no.2 Tahun 2017 terdiri dari 14 BAB , dan 106 Pasal


8 Point substansi UU no 2 Tahun 2017 mengenai jasa Konstruksi
1. Adanya pembagian peran berupa tanggung jawab dan kewenangan antara Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah dalam penyelenggaraan jasa konstruksi;
2. Menjamin terciptanya penyelenggaraan tertib usaha jasa konstruksi yang adil, sehat dan terbuka
melalui pola persaingan yang sehat;
3. Meningkatnya peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan jasa konstruksi melalui kemitraan
dan sistem informasi, sebagai bagian dari pengawasan penyelenggaraan jasa konstruksi;
4. Lingkup pengaturan yang diperluas tidak hanya mengatur usaha jasa konstruksi melainkan
mengatur rantai pasok sebagai pendukung jasa konstruksi dan usaha penyediaan bangunan;
5. Adanya aspek perlindungan hukum terhadap upaya yang menghambat penyelenggaraan jasa
konstruksi agar tidak mengganggu proses pembangunan. Perlindungan ini termasuk perlindungan
bagi pengguna dan penyedia jasa dalam melaksanakan pekerjaan konstruksi. Pada RUU tentang
Jasa Konstruksi yang baru tidak terdapat klausul kegagalan pekerjaan konstruksi hanya ada klasul
kegagalan bangunan. Hal ini sebagai perlindungan antara pengguna dan penyedia jasa saat
melaksanakan pekerjaan konstruksi;
6. Perlindungan bagi tenaga kerja Indonesia dalam bekerja di bidang jasa konstruksi, termasuk
pengaturan badan usaha asing yang bekerja di Indonesia, juga penetapan standar remunerasi
minimal untuk tenaga kerja konstruksi;
7. Adanya jaring pengaman terhadap investasi yang akan masuk di bidang jasa konstruksi;
8. Mewujudkan jaminan mutu penyelenggaraan jasa konstruksi yang sejalan dengan nilai-nilai
keamanan, keselamatan, kesehatan, dan keberlanjutan (K4).
Bidang Jasa Kosntruksi merupakan bidang yang utama dalam melaksanakan
agenda pebangunan nasional. Jasa Konstruksi sebagai salah satu bidang dalam
sarana pembangunan, sudah sepatutnya diatur dan dilindungi secara hukum agar
terjadi situasi yang objektif dan kondusif dalam pelaksanaannya. Hal ini telah
sesuai dengan UU Nomor 2 Tahun 2017 beserta PP Nomor 28, 29, dan 30 Tahun
2000 serta peraturan perundang-undangan lain yang terkait. Sebagaimana
diketahui bahwa UU Nomor 2 Tahun 2017 ini menganut asas : kejujuran dan
keadilan, asas manfaat, asas keserasian, asas keseimbangan, asas keterbukaan,
asas kemitraan, keamanan dan keselamatan demi kepentingan masyarakat, bangsa
dan negara (Pasal 2 UU Nomor 2 Tahun 2017).
Selanjutnya pengaturan jasa konstruksi bertujuan untuk: (1) Memberikan arah
pertumbuhan dan perkembangan jasa konstruksi untuk mewujudkan struktur
usaha yang kokoh, andal, berdaya saing tinggi, dan hasil pekerjaan konstruksi yang
berkualitas. (2) Mewujudkan tertib penyelenggaraan pekerjaan konstruksi yang
menjamin kesetaraan kedudukan antara pengguna jasa dan penyedia jasa dalam
hak dan kewajiban, serta meningkatkan kepatuhan pada ketentuan peraturan
perundang-undangan yang berlaku. (3) Mewujudkan peningkatan peran
masyarakat di bidang jasa konstruksi.
aspek hukum :

Keperdataan ; menyangkut tentang sahnya suatu perjanjian yang berkaitan dengan


kontrak pekerjaan jasa konstruksi, yang memenuhi legalitas perusahaan, perizinan,
sertifikasi dan harus merupakan kelengkapan hukum para pihak dalam perjanjian.

Administrasi Negara; menyangkut tantanan administrasi yang harus dilakukan dalam


memenuhi proses pelaksanaan kontrak dan peraturan perundang-undangan yang
mengatur tentang konstruksi.

Ketenagakerjaan : menyangkut tentang aturan ketenagakerjaaan terhadap para


pekerja pelaksana jasa konstruksi.

Pidana : menyangkut tentang tidak adanya sesuatu unsur pekerjaan yang


menyangkut ranah pidana.
Dalam pelaksanaannya Jasa Konstruksi selain telah diatur secara peraturan perundang-
undangan permasalahan jasa konstruksi juga harus memenuhi beberapa aspek hukum,
yaitu :
- Keperdataan,
- Administrasi Negara,
- Pidana,
- Ketenagakerjaan / Kontrak kerja Konstruksi
- aspek hukum lain yang mengatur sesuatu yang berkaitan dengan pelaksanaan jasa
konstruksi.
• DAFTAR ASOSIASI YANG RESMI DIAKUI DI INDONESIA
• Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI)
Gabungan Perusahaan Nasional Rancang Bangun Indonesia (GAPENRI)
Gabungan Perusahaan Kontraktor Nasional (GABPEKNAS)
Asosiasi Kontraktor Indonesia (AKI)
Asosiasi Kontraktor Air Indonesia (AKAINDO)
Asosiasi Kontraktor Listrik dan Mekanikal Indonesia (AKLI)
Ikatan Nasional Konsultan Indonesia (INKINDO)
Asosiasi Aspal Beton Indonesia (AABI)
Asosiasi Perusahaan Pengelola Alat Berat/Alat Konstruksi Indonesia (APPAKSI)
Asosiasi Perusahaan Survey dan Pemetaan Indonesia (APSPI)
Asosiasi Perawatan Bangunan Indonesia (APBI)
Asosiasi Perusahaan Nasional Telekomunikasi (APNATEL)
Asosiasi Pengusaha Konstruksi Nasional Indonesia (ASPEKINDO)
Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (AKSI)
Gabungan Perusahaan Konstruksi Nasional Indonesia (GAPEKSINDO)
Asosiasi Kontraktor Umum Indonesia (ASKUMINDO)
Asosiasi Kontraktor Sumber Daya Air Indonesia (AKSDAI)
Asosiasi Kontraktor Mekanikal Indonesia (AKMI)
Asosiasi Kontraktor Jalan dan Jembatan Indonesia (AKJI)
Asosiasi Kontraktor Gedung dan Pemukiman Indonesia (AKGEPI)
Asosiasi Kontraktor Tata Lingkungan Indonesia (AKTALI)
Asosiasi Pelaksana Konstruksi Nasional (ASPEKNAS)
Asosiasi Perusahaan Kontraktor Mekanikal dan Elektrikal Indonesia (APKOMATEK)
Asosiasi Perusahaan Kontraktor Pertamanan Nasional (ASPERTANAS)
Asosiasi Perusahaan Pengeboran Air Tanah Indonesia (APPATINDO)
Gabungan Pengusaha Kontraktor Nasional Indonesia (GAPEKNAS)
Gabungan Perusahaan Kontraktor Air Indonesia (GAPKAINDO)
Gabungan Kontraktor Indonesia (GAKINDO)
Asosiasi Kontraktor Konstruksi Indonesia (AKSINDO)
Asosiasi Konsultan Nasional Indonesia (ASKONI)
Asosiasi Pengusaha Kontraktor Seluruh Indonesia (APAKSINDO)
Gabungan Pengusaha Kontraktor Indonesia (GAPKINDO)
Asosiasi Kontraktor Seluruh Indonesia (ASKINDO)
PERSATUAN KONSULTAN INDONESIA (PERKINDO)
Asosiasi Kontraktor Ketenagalistrikan Indonesia (AKLINDO)
Asosiasi Kontraktor Bangunan Air Indonesia (AKBARINDO)