Anda di halaman 1dari 17

GAMBARAN KECERDASAN MAJEMUK PENYANDANG

DISABILITAS TUNAGRAHITA SEBELUM DAN SETELAH


MASUK SEKOLAH LUAR BIASA DI SLB KOTA TIDORE
KEPULAUAN TAHUN 2018
Oleh : Muhammad Rais A.Rakib (2015730091)
Pembimbing : dr. Nizamuddin, MS.
Penguji : Dr. dr. Ferial Hadipoetro Idris, Sp.RM, M.Kes
Penguji : dr. Alidina Nur Afifah, M.Kes
Program Studi Pendidikan Dokter
Fakultas Kedokteran Dan Kesehatan
Universitas Muhammadiyah Jakarta
LATAR BELAKANG
Tunagrahita merupakan anak yang memiliki inteligensi yang signifkan berada
dibawah rata-rata dan disertai dengan ketidakmampuan dalam adaptasi
perilaku yang muncul dalam masa perkembangan

Data dari pusat data dan informasi kementrian kesehatan RI, pada 2010,
jumlah penyandang disabilitas di Indonesia adalah: 11,580,117, di antaranya
1,389,614 (disabiltias mental)

Penyandang Disabilitas di Asia dan Pasifik periode 2003-2012, jumlah penyandang


disabilitas sekitar 650 juta dan 80% di antaranya hidup di negara berkembang.
LATAR BELAKANG
Berkaitan dengan hal tersebut, pendidikan khusus yang relevan, sisa potensi
yang dimiliki diharapkan dapat berkembang secara optimal.

Menurut Rivera Angie 2017 tunagrahita di SLB Bakti Pratiwi Kab. Sukabumi, terdapat
perkembangan dalam kecerdasan interpersonal, intrapersonal, linguistic, naturalistic dan
spasial sebesar 100,0%, kecerdasan matematika, kinestetik sebesar 93,0%, serta kecerdasan
musik dan eksistensial sebesar 80,0%.

Banyak anak tunagrahita menjadi lebih baik seiring berjalannya waktu, terutama bila
mereka mendapat dukungan, bimbingan dan pendidikan yang besar dari lingkungan.
TUJUAN PENELITIAN : Tujuan Umum
• Mengetahui tentang gambaran kercedasan
majemuk penyandang disabilitas tunagrahita
sebelum dan sesudah masuk sekolah luar
Rumusan masalah
1. Apakah terjadi perkembangan
biasa di SLB Kota Tidore Kepulauan.
kecerdasan majemuk penyandang
disabilitas (tuna grahita) sesudah
mendapat pendidikan di sekolah
luar biasa? Tujuan khusus
2. Bagaimana perbedaan kecerdasan
majemuk penyandang disabilitas • Untuk mengetahui adakah perbedaan
(tuna grahita) sebelum dan sesudah kecerdasan majemuk penyandang disabilitas
mendapat pendidikan di sekolah
luar biasa?
tuna grahita sebelum dan sesudah di
sekolahkan.
• Untuk mengetahui perkembangan apa saja
yang terjadi setelah penyandang disablitas
tuna grahita di sekolahkan
TINJAUAN PUSTAKA
Definisi

Tatalaksana Klasifikasi

Tunagrahita

Diagnosis Etiologi

Epidemiologi
TINJAUAN PUSTAKA

Definisi

Kecerdasan
majemuk

Budaya Jenis
TINJAUAN PUSTAKA

Sistem
Pendidikan
pendidikan
KERANGKA KONSEP

Kecerdasan Kecerdasan
majemuk Sekolah Luar Biasa majemuk
(sebelum) (setelah)
METODE PENELITIAN

Desain  deskriptif dengan


penelitian metode cross sectional

Lokasi dan  SLB Kota Tidore Kepulauan


waktu  Oktober - November 2018

Populasi dan  Populasi : 32 responden


sampel  Sampel : 30 responden (total sampling)

Pengolahan  dibuat dalam bentuk susunan data dalam suatu tabel yang telah
data diklasifikasikan menurut kelas atau kategori tertentu

Analisis Data  Univariat


DEFINISI OPERASIONAL
Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Cara ukur Hasil ukur Skala ukur

Kecerdasan Kecerdasan penyandang disabilitas (tunagrahita) Rapor wawancara 1. Ada perkembangan Nominal
bahasa dalam bidang bahasa indonesia sejak awal masuk 2. Tidak ada
sekolah hingga masa penelitian di lakukan perkembangan
berdasarkan rapor terakhir
Kecerdasan Kecerdasan penyandang disabilitas (tunagrahita) Rapor wawancara 1. Ada perkembangan Nominal
matematis dalam bidang matematika sejak awal masuk 2. Tidak ada
sekolah hingga masa penelitian di lakukan perkembangan
berdasarkan rapor terakhir
Kecerdasan Kecerdasan penyandang disabilitas (tunagrahita) Rapor wawancara 1. Ada perkembangan Nominal
visual dalam bidang seni budaya/prakarya sejak awal 2. Tidak ada
masuk sekolah hingga masa penelitian di lakukan perkembangan
berdasarkan rapor terakhir.
Kecerdasan Kecerdasan penyandang disabilitas (tunagrahita) Rapor wawancara 1. Ada perkembangan Nominal
musikal dalam bidang seni musik sejak awal masuk sekolah 2. Tidak ada
hingga masa penelitian di lakukan berdasarkan perkembangan
rapor terakhir.
Kecerdasan Kecerdasan penyandang disabilitas (tunagrahita) Rapor wawancara 1. Ada perkembangan Nominal
gerak tubuh dalam bidang pendidikan jasmani dan olahraga 2. Tidak ada
sejak awal masuk sekolah hingga masa penelitian perkembangan
di lakukan berdasarkan rapor terakhir
DEFINISI OPERASIONAL
Variabel Definisi Operasional Alat Ukur Cara ukur Hasil ukur Skala ukur

Kecerdasan Kecerdasan penyandang disabilitas Rapor wawancara 1. Ada Nominal


perkembangan
interpersonal (tunagrahita) dalam bidang sosial sejak
awal masuk sekolah hingga masa penelitian 2. Tidak ada
perkembangan
di lakukan berdasarkan rapor terakhir
Kecerdasan Kecerdasan penyandang disabilitas Rapor wawancara 1. Ada Nominal
perkembangan
naturalis (tunagrahita) dalam bidang Ilmu
pengetahuan alam sejak awal masuk 2. Tidak ada
perkembangan
sekolah hingga masa penelitian di lakukan
berdasarkan rapor terakhir.
Kecerdasan Kecerdasan penyandang disabilitas Rapor wawancara 1. Ada Nominal
perkembangan
ekstensial (tunagrahita) dalam bidang pendidikan
agama sejak awal masuk sekolah hingga 2. Tidak ada
perkembangan
masa penelitian di lakukan berdasarkan
rapor terakhir.
Penyandang Dengan hasil tes <70 Tes IQ Observasi Ringan (55-69) Ordinal
Sedang (40-54)
disabilitas Berat (25-39)
(weschler
Tunagrahita Sangat berat (<20
tes)
HASIL PENELITIAN

Distribusi jenis tunagrahita

Tunagrahita Jumlah (N) Presentase


(%)

Ringan 17 56,7

Sedang 13 43,3

Total 30 100
HASIL PENELITIAN
Distribusi perkembangan responden

Perkembangan Jumlah Presentase (%)


(N)

Perkembangan bahasa 30 83,3


Perkembangan matematis 30 73,3
Perkembangan visual 30 80
Perkembangan musikal 30 63.3
perkembangan gerak tubuh 30 73,3
Perkembangan interpersonal 30 86,7
Perkembangan naturalis 30 76,7
Perkembangan ekstensial 30 96,7
HASIL PENELITIAN
Distribusi perkembangan responden tunagrahita ringan
perkembangan Jenis tunagrahita Jumlah (N) Jumlah Presentase (%)
perkembangan (N)

perkembangan Ringan 17 15 88,2


bahasa
perkembangan Ringan 17 14 82,3
matematis
perkembangan Ringan 17 13 76,5
visual
perkembangan Ringan 17 14 82,3
musik
perkembangan Ringan 17 14 82,3
gerak tubuh
perkembangan Ringan 17 15 88,2
interpersonal
perkembangan Ringan 17 15 88,2
naturalis
perkembangan Ringan 17 16 94,1
ekstensial
HASIL PENELITIAN
Distribusi perkembangan responden tunagrahita sedang
Perkembangan Jenis tunagrahita Jumlah (N) Jumlah Presentase (%)
perkembangan
(N)
perkembangan Sedang 13 10 76,9
bahasa
perkembangan Sedang 13 8 61,5
matematis
perkembangan Sedang 13 11 84,6
visual
perkembangan Sedang 13 6 46,1
musik
perkembangan Sedang 13 8 61,5
gerak tubuh
perkembangan Sedang 13 11 84,6
interpersonal
perkembangan Sedang 13 8 61,5
naturalis
perkembangan Sedang 13 13 100
ekstensial
KESIMPULAN

Dari 30 responden masing-masing dari responden memperlihatkan perkembangan yang


menonjol dari delapan kecerdasannya. terdapat perkembangan kecerdasan majemuk
pada penyandang disabilitas tunagrahita setelah masuk sekolah di SLB Kota Tidore
Kepulauan
TERIMA KASIH