Anda di halaman 1dari 10

PROSEDUR PENGELASAN

MENGUNAKAN OXIGEN ACETILINE

By :
DIDI JUNAIDI
08 JUNI 2011
SHE-Q MOMENT
PENDAHULUAN
● Jika kita amati selama ini adanya kasus kecelakaan kerja yang terjadi
di antaranya disebabkan karna kelalaian,ketidaktahuan dalam melak-
sanakan suatu pekerjaan akibat kurang mengerti dan memahami cara
bekerja dengan baik dan benar.

● Hendaklah ini dapat memotifasi diri kita masing-masing,di dalam me-


laksanakan suatu pekerjaan yang belum di mengerti.

● Oleh sebab itu pada kesempatan SAFETY TALK ini akan membahas te-
ntang prosedur pengelasan dengan mengunakan OXIGEN dan ACETILINE
DENGAN BENAR
1. Work Permit/Ijin kerja (Hot permit)

2. Peralatan LAS yang akan digunakan


dalam keadaan baik

3. Memakai alat pelindung diri / PPE

4. Menyiapkan APAR
JIKA KITA MENGGUNAKAN PERALATAN LAS JENIS
ACETILIN DAN OXIGEN,ADA BEBERAPA LANGKAH
YANG HARUS DIPERHATIKAN :

♦ Cara meletakan tabung Acetilin dan Oxigen harus pada tempat yang
aman dan di ikat dengan kuat agar tidak terjatuh

♦ Periksa kebocoran pada setiap sambungan sebelum di gunakan dengan


cara mengoleskan cairan sabun pada setiap sambungan

♦ Taruhlah kunci kran pada tabung Acetilin yang sedang di gunakan

♦ Peralatan yang akan di LAS sudah tidak bertekanan (compresor AC)

♦ Peralatan yang akan di LAS bebas dari bahan yang mudah terbakar
♦ Lapisan penahan Api LAS
(Welding Blanket)

♦ Tirai Air (Water Spray)

♦ Alat pemadam Api ringan


(APAR)

♦ Dipasang tali pembatas

♦ Dipasang tanda keselamatan kerja


(Safety Signs)
♦ SAFETY HELMET

♦ SAFETY GLASSES

♦ SAFETY SHOES

♦ HAND GLOVES

♦ MASCER
Sesuai SOP (Standart Opration Prosedur) maka semua
tindakan pencegahan di penuhi sebelum melaksanakan
suatu pekerjaan.

Disamping itu hendaklah kita saling mengingatkan satu


dengan yang lain,agar kita dapat melakukan antisipasi
terhadap bahaya di tempat kerja.

Kordinasi dan comunikasi yang baik sangat perlu dan mu


Tlak dilakukan agar dalam melaksanakan suaru pekerjaan
Dalam kondisi aman.
1. Lakukan identifikasi bahaya pekerjaan (kecelakaan,kebakaran,
tumpukan bahan kimia,kerusakan,material/alat,dsb)
2. Buatkan HIRA (Hazard Identification & Risk assement)
3. Lakukan TAKE-2 / Tool Box meeting.
4. Laksanakan pengendalian sesuai dengan yang tertera dalam
HIRA
5. Urus ijin kerja dan laksanakan pekerjaan sesuai ketentuan serta
konfirmasikan kepada semua pihak yang terkait.
6. Buat/pikirkan rencana tindakan jika terjadi keadaan darurat
7. Laporkan segera kepihak yang berkepentingan
8. Jangan lupa berDO’A sebelum melakukan aktivitas pekerjaan.