Anda di halaman 1dari 81

HATI: ANATOMI,

HISTOLOGI, DAN
FISIOLOGI

HASRI SALWAN
BAGIAN IKA FK UNSRI /
DEP KES ANAK RSMH PLG
Bahan:
• Liver disease in children, Suchy, 2001
• Disease of the liver and biliary system in children, Kelly,
1999
• Diagnosis dan tatalaksa penyakit anak dengan kuning, PKB
IKA LIII, 2007
• Hepatologi anak masa kini, PKB IKA XXVII, 1992
• Patofisiologi konsep klinis proses2 penyakit, Price, EGC
1994
• Buku ajar fisiologi kedokteran, Guyton, EGC 1997
• Pediadrtic Gastrointestinal and liver Disease. 3rd edition.
2006
• Buku kuliah IKA 2, FKUI 1985
• dll
EMBRIOLOGI
• Hati, Saluran empedu, dan pancreas,
semuanya berkembang dari bagian usus
depan (yang akan membentuk duodenum)
• Ketiganya berdekatan  fungsi yang
berkaitan
ANATOMI dan HISTOLOGI
• Hati : kelenjar terbesar tubuh
• Berat pada orang dewasa: 1.500 gr (2,5%
BB)
• 2 lobus utama : kanan dan kiri
• Unit fungsional terkecil: lobulus hati, dg
diameter 0,8-2 mm dan panjang beberapa
mm
• Jumlah total: 50.000-10.000 lobulus
• Menurut Rappaport: unit fungsional hati:
asinus yang dibentuk oleh cabang-cabang
vena porta, arteri hepatika, dan duktus
empedu dengan parencym hati disekitarnya
• Usia sel hati : 150 hari
Diantara lempeng sel hati terdapat kapiler
(disebut sinusoid) yang merupakan cabang
v porta dan a hepatika. Dibatasi oleh sel
kupffer (sistem monosit-makrofag)
Keterangan gambar
h = hepatosit, s = sinosoid domain, tj = tigh
junction, d = desmosome, g = gap
junction, bc = bile canaliculer, c =
canaliculer, m = mikrovilli, d = disse space,
fs = fat storing cell, e = endothelial cell, f=
fenestrations, k = kupffer cell
FUNGSI HATI
• Berperan pada hampir setiap fungsi
metabolik tubuh
• Bertanggung jawab atas > 500 fungsi
metabolik
• Cadangan hati sangat besar. Fungsi hati
dicukupi hanya dengan 10-20% bagian saja
• Kematian dalam 10 jam jika hati dieksisi
total
Fungsi dasar
1. Vaskuler: menyimpan dan menyaring
darah
2. Metabolisme: sebagian besar metab tubuh
3. Sekresi dan ekresi
Fungsi Hati  pemeriksaan
1. Sintesis: protein (albumin, globulin, PT,
kolinestrase, dll)
2. Ekskresi: bilirubin, asam empedu,
kolesterol, trigliserida
3. Penyimpanan: glukosa/glikogen, asam
amino/ protein
4. Detoksikasi: amonia
Sintesis
• Albumin: 2/3 fraksi protein, rentang nilai normal
yang besar, perubahan sedikit sulit terdeteksi. Waktu
paruh lebih lama  menurun pada kerusakan hati
kronis
• Kolestasis: peningkatan α-1-globulin dan β-globulin
• Faktor koagulasi semua disentesis oleh hepar kecuali
F VIII. Waktu paruh lebih pendek
• PT menilai F I, II, V, VII, IX, X  meningkat pada
kerusakan hati akut
• Waktu paruh terpendek VII kemudian IX, X
• Alfa fetoprotein, normal dalam beberapa minggu
setelah kelahiran menghilang. Kadar > 1000
ng/ml: karsinoma hepatoseluler, (+): kanker hati
primer, tumor embrionik ovarium, tumor
embrionik testis, hepatoblastoma embrionik,
kanker GIT
• Kolinesterase (CHE): disintesis di hati. ↓: peny
hati kronik, malnutrisi, hipoalbuminemia
• PT memanjang  (1) fungsi sintesis
menurun/kerusakan hepar, (2) kurang vit K /
kolestasis. Dibedakan terhadap respon pemberian
vit K dalam 1-3 hari
• Vit K ↓  F II, VII, IX, X ↓
• Protein fase akut (alfa 1 antitripsin, seruloplasmin,
transferin, fibrinogen). alfa 1 antitripsin ↓
(mendeteksi sirosis, peny paru), seruloplasmin ↓
(peny Wilson’s, serosis), transferin ↓ (anemia,
thalasemia, hemokromatosis), fibrinogen ↓
(penyakit hepatoseluler kronik)
• Kolesterol total: ↓: penyakit hati, ↑:
kolestasis
Fungsi dasar
1. Vaskuler: menyimpan dan meyaring
darah
2. Metabolisme: sebagian besar metab tubuh
3. Sekresi dan ekresi
Aliran darah menuju hati

• V porta: 1100 ml/menit


• A hepatika : 350 ml/men
• Total : 1450 ml/men  29% curah jantung
• Tekanan v porta  v hepatika: 9 mmHg
• Tekanan v hepatika  v cava: 0 mmHg
Fungsi sistem vaskuler
• Dapat menyimpan volume darah (dewasa 0,5-
1 liter)
• Aliran limfe sangat tinggi (kira-kira ½ cairan
limfe tubuh dibentuk dalam hati. Pori dalam
sinosoid hati sangat permeabel: kadar protein
80-90% plasma  SAAG (serum
albuminasites gradien: ≥ 1,1 g/dl portal
hipertension, < 1,1 g/dl normal portal presure
• Sistem makrofag hapatik: fungsi pembersih
darah hati
Asites dari hepar (cirrhotic ascites); SAAG
80-90%
Asites dari mesentric (non cirrhotic ascites);
SAAG 1/5
Fungsi metabolik hati

• Metabolisme KH: menyimpan glikogen,


mengubah galaktosa dan fruktosa menjadi
glukosa, glukoneogenesis, membentuk
senyawa lain dari metab KH  KADAR
GLUKOSA DARAH
Fungsi metabolik hati

• Metabolisme lemak: oksidasi asam lemak


beta untuk mensuplai energi tubuh,
pembentukan sebagian besar lipoprotein,
pembentukan sejumlah besar kolesterol dan
fospolipid, pengubahan KH dan protein
menjadi lemak  KADAR KOLESTEROL
Fungsi metabolik hati

Metabolisme protein:
• Vital: 90% protein dibentuk hati. (kecuali
gamma globulin)
• (1) deaminasi asam amino, (2)
pembentukan ureum untuk mengeluarkan
amonia dari tubuh, (3) pembentukan protein
plasma, (4) interkonversi asam amino
Fungsi metabolik hati

• Penyimpanan vitamin
• Membentuk fibrinogen, protrobin, globulin
akselator, faktor VII.
• Vit K diperlukan untuk membentuk
protrombin, VII, IX, dan X
• Penyimpanan besi
• Pengeluaran atau ekskresi obat, hormon dan
zat lain
Fungsi Sekresi dan ekresi
Bilirubin
Garam empedu
dll
Billirubin
• Bilirubin: Indirect (normal 70-85% bil
total), jika bil indirek ↑ disebut
hiperbilirubinemia indirek: hemolisis,
sindroma Crigler Najjar, sindroma Gilbert.
Hiperbilirubenemia direk (↑ = 15-20% BT)
: kolestasis, sidroma Dubin-Johnson dan
rotor, pancreatitis, dll
Asam empedu
Pemeriksaan enzim serum
1. Golongan fosfatase
a. fosfatase alkali
b. 5-Nukleotida
c. Gama glutamil transpeptidase (GGT)
2. Golongan transaminase: SGOT, SGPT
3. Enzim-enzim lain :
a. laktat dehidrogenase
b. Isositrat dehidrogenase
c.Kolinesterase
Fosfatase
• Asal fosfatase alkali di hepar
• Produksi terhambat jika sintesis protein
dalam hati terhambat
• Produksi distimulus oleh asam empedu
• Meningkat pada: ikterus kolestatik (4-5 x),
ikterus hepatoseluler (<kolestatik), tumor
hati, abses, leukemia, granuloma, penyakit
tulang, usia pertumbuhan
5-nukleotidase
• Menghidrolisis nukleotida pada C-5 pentosa
• Meningkat pada ikterus kolestatik dan tetap
normal pada penyakit rulang
• Untuk memastikan sebab peningkatan alkali
fosfatase
GGT
• Diproduksi berbagai organ tubuh
• Meningkat: kolestasis (meningkat bersama
fosfatase alkali), metastasis di hepar,
SGOT / AST
• Enzim mitokondria sel hati, jantung, otot,
dan ginjal.
• Meningkat jika terjadi kerusakan sel yang
akut
• Nilai yang tinggi sekali pada nekrosis
hepatoselluler dan infark miokard
• Waktu paruh SGOT > SGPT
SGPT / ALT
• Enzim sitosol. Jumlah lebih banyak di Hati
dibandingkan jantung dan otot
• Jumlah absolut kurang dari SGOT
• Meningkat: khas untuk kerusakan hati
• Kurang stabil dalam serum yg disimpan
Hepatitis akut =
SGOT & SGPT meningkat ≥ 50 x
SGOT/SGPT = <1, γGT/SGOT = ≤ 1

Hepatitis kronik aktif =


SGOT & SGPT meningkat > 10 x
SGOT/SGPT = 1-3,

Hepatitis kronik persisten =


SGOT & SGPT meningkat < 10 x
γGT/SGOT = < 1
Data laboratorium awal pada bayi kolestasis
Kolestasis
Ekstrahepatik Intrahepatik
Bilirubin total 10,2  4,5 12,1  9,6
(mg/dl)
Bilirubin direk 6,2  2,6 8,0  6,8
(mg/dl)
SGOT < 5xN > 10xN/>800 U/l

SGPT < 5xN > 10xN/>800 U/l


GGT > 5xN/>600 U/l < 5xN/N