Anda di halaman 1dari 33

1

KONSEP MUTU DAN


PENGANTAR
AKREDITASI PUSKESMAS
Djemingin P.,
Telpon: 08812672772., 081327094000 ,, 085868573393
Email: ragiljp@yahoo.co.id/ ragiljp642@gmail.com
2
Basic Concepts: 3

Client Centered Care


Access
Quality – Quality assurance/
quality management
Safety (pmk 1691/2011) – Risk
management
Pengertian mutu
4
 Mutu adalah kepatuhan terhadap standar yang telah
ditetapkan (Crosby, 1984)
 Mutu adalah memenuhi bahkan melebihi kebutuhan dan
keinginan pelanggan melalui perbaikan sluruh proses secara
berkelanjutan (Zimmerman)
 Donabedian: Tidak dapat dibuat satu definisi ttg mutu
 Donabedian mengusulkan definisi sbb:
 The absolutist definition: the possibility of benefit and harm to health
as valued by practitioner, with no attention to cost
 Defisini absolut: kemungkinan terjadinya manfaat atau cedera terhadap
kesehatan sebagaimana dinilai oleh praktisi kesehatan tanpa
mempertimbangkan biaya
 The individualized definition: the patient’s expectations of benefit
and/or harm and other undesired consequences
 Defisini individual: ekspektasi pasien terhadap manfaat dan/atau terjadinya
cedera dan konsekuensi yang tidak diharapkan
 The social definition: the cost of care, the benefit/harm continuum,
distribution of health care as valued by the population in general
 Definisi sosial: biaya pelayanan, manfaat atau cedera yang terjadi sepanjang
proses pelayanan, distribusi pelayanan kesehatan sebagaimana dinilai oleh
masyarakat secara umum.
Mutu (Kemenkes) 5

 Mutu pelayanan kesehatan adalah


kinerja yang menunjuk pada tingkat
kesempurnaan pelayanan kesehatan,
yang disatu pihak dapat menimbulkan
kepuasan pada setiap pasien sesuai
dengan tingkat kepuasan rata-rata
penduduk, serta dipihak lain tata cara
penyelenggaraannya sesuai dengan
standar dan kode etik profesi yang
telah ditetapkan
Perspektif mutu 6

 Mutu dapat ditinjau dari berbagai


perspektif:
 baik dari perspekstif penerima pelayanan
kesehatan,
 profesi tenaga pelaksana pelayanan
kesehatan
 pengelola program/sarana kesehatan,
 penyandang dana,
 pembuat dan pelaksana kebijakan pelayanan
kesehatan
Manajemen mutu 7

 Manajemen Mutu (Quality Management)


adalah seluruh aktivitas kegiatan fungsi
manajemen dari kebijakan, tugas dan
tanggung jawab yang dituangkan dalam
bentuk:
 perencanaan mutu (quality planning),
 kendali mutu (quality control),
 jaminan mutu (quality assurance) dan
 peningkatan mutu (quality improvement)
,serta
 kendali biaya dalam satu sistem mutu.
Dimensi Mutu (WHO) 8
Akses thd pelayanan

Keefektifan

Efisiensi

Keamanan

Kelangsungan layanan

Kompetensi tehnis

Kenyamanan

Hub. Antar manusia


Trilogy Juran 9

 Quality planning
 Quality control
 Quality improvement

 Juran menjelaskan bahwa agar pelayanan


kita bermutu, maka mutu perlu
direncanakan, dikendalikan, dan secara
berkelanjutan ditingkatkan atau
disempurnakan
0
Standar mutu
(Donabedian)
Standar struktur
Standar proses
Standar outcome
Menurut Donabedian: perlu dilakukan standardisasi agar
pelayanan yang kita berikan bermutu. Standar meliputi:
standar struktur/input, standar proses, dan standar
outcome/hasil
14 Prinsip Deming 11

 1. Peningkatan mutu merupakan tujuan yang secarakonsisten


hendak dicapai
 2. Menerapkan filosofi mutu
 3. Mengurangi ketergantungan pada pengawasan
 4. Hentikan pendapat bahwa “harga membawa nama”
 5. Peningkatan yang berkesinambungan sistem pelayanan dan
produksi
 6. Pendidikan dan pelatihan karyawan
 7. Kepemimpinan yang mempunyai komitmen thd mutu
 8. Menghilangkan rasa takut dalam iklim kerja
 9. Menghilangkan barier antar unit kerja
 10. Membatasi slogan
 11. Mengurangi penekanan pada angka pencapaian target
 12. Menghilangkan hambatan thd kepuasan kerja
 13. Merencanakan dan melaksanakan program diklat yang
membangun
 14. Melaksanakan proses perubahan
14 langkah Crosby 12
 1. Komitmen manajerial
 2. Pembentukan Kelompok Kerja Mutu
 3. Pengukuran
 4. Penetapan biaya mutu
 5. Kembangkan kesadaran akan mutu
 6. Lakukan tindakan koreksi
 7. Perencanaan cacat nihil (zero defect)
 8. Pendidikan dan pelatihan
 9. Penetapan hari bebas cacat (zero defect)
 10. Penetapan tujuan yang jelas
 11. Hilangkan penyebab terjadinya penyimpangan
 12. Penghargaan
 13. Pembentukan dewan mutu
 14. Lakukan sebagai kegiatan yang
berkesinambungan
8 Prinsip dasar peningkatan 13
mutu
 Pusat perhatian pada pelanggan
(client centered)
 Kepemimpinan
 Keterlibatan personil
 Pendekatan proses
 Pendekatan sistem untuk
pengelolaan
 Peningkatan berkesinambungan
 Pembuatan keputusan
berdasarkan fakta
 Hubungan saling
menguntungkan dengan rekanan
Mutu pelayanan puskesmas 14

mutu

SISTEM SISTEM
MANAJEMEN Mutu
MUTU PELAYANAN
Penyebab masalah mutu: 15
Variasi Proses
1 Proses tidak diukur dg baik

2 Proses tidak dimonitor dg baik

3 Proses tidak dikendalikan dg baik

4 Proses tidak dipelihara dg baik

5 Proses tidak disempurnakan


Sistem Manajemen Mutu 16

mengukur
memonitor

Sistem
menyempurnakan Manajemen
Mutu
mengendalikan

memelihara
Mutu pelayanan puskesmas 17

Komitmen
Leadership

SYSTEM Mutu
PELAYANAN
SISTEM -Struktur
Mengukur
MANAJEMEN Memonitor -Proses
MUTU Mengendalikan -Outcome
Memelihara
Menyempurnakan
Mendokumentasikan
Mampu telusur
Mengukur Indikator
18

Memonitor

Standar/
Mengendalikan
SPO

Ringkas, Rapih,
Memelihara
Resik, Rawat, Rajin

CQI:
Menyempurnakan
Siklus PDCA
19

Health care
regulation
(Nihal Hafez, 1997)

SUATU AKSI SOSIAL YANG


DILAKUKAN (OLEH PEMERINTAH)
UNTUK MEMPENGARUHI SECARA
LANGSUNG ATAU TIDAK LANGSUNG
TERHADAP PERILAKU DAN FUNGSI
TENAGA KESEHATAN DAN/ATAU
ORGANISASI KESEHATAN
Mekanisme regulasi 20

Perijinan (lisensi)
Sertifikasi
Akreditasi
Proses Pelaksana Sasaran evaluasi Komponen
persyaratan 21
Standard

Akreditasi Lembaga yang Organisasi atau Kepatuhan pada Standar maksimal


(sukarela), contoh: diakui, biasanya sebagian fungsi standar, on-site yang dapat dicapai
organisasi evaluation, kepatuhan untuk memacu
akreditasi RS, yan LSM
tsb tidak diharuskan perbaikan mutu yang
med dasar oleh hukum kontinyu

Lisensi (wajib): Pemerintah atau Individu atau Bagian dari regulasi Standar minimal untuk
lisensi tenaga konsil organisasi untuk menjamin melindungi pasien,
kompetensi minimum menjamin keamanan,
kesehatan, lisensi
Bagian dari regulasi dan meminimalkan
fasilitas pelayanan resiko
untuk menjamin
standar minimal suatu
fasilitas pelayanan
Sertifikasi Lembaga yang Individu/organisasi Evaluasi persyaratan Standar lembaga
(sukarela/wajib): diberi kewenangan, yang ditetapkan, (misalnya ISO) untuk
pendidikan/pelatihan mengevaluasi
sertifikasi ATLS, pemerintah, atau
tambahan, dan kepatuhan terhadap
sertifikasi LSM kompetensi di bidang spesifikasi rancangan
tehnologi tertentu lembaga
kesehatan, Menunjukkan bahwa
sertifikasi berbagai organisasi
pusat di RS mempunyai
pelayanan, tehnologi
atau kapasitas khusus
AKREDITASI FASILITAS KESEHATAN TINGKAT
PERTAMA 22
Dasar Hukum:
Permenkes No. 71 tahun 2013 ttg Pelayanan Kesehatan pada JKN:
 Pasal 6 ayat 2:
Selain persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1), Fasilitas Kesehatan
Tingkat Pertama juga harus telah terakreditasi.

Permenkes No. 9 tahun 2014 ttg Klinik:


 Pasal 38:
1) Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan klinik, dilakukan akreditasi
secara berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali.
2) Setiap klinik yang telah memperoleh izin operasional dan telah beroperasi
paling sedikit 2 (dua) tahun wajib mengajukan permohonan akreditasi

Permenkes No. 75 tahun 2014 ttg Puskesmas:


 Pasal 39 ayat 1:
Dalam upaya peningkatan mutu pelayanan, Puskesmas wajib diakreditasi
secara berkala paling sedikit 3 (tiga) tahun sekali.
Permenkes. No. 46 tahun 2015
ttg.Akreditasi  PMK.99 2016.
Mundur 2 tahun.
AKREDITASI
FASILITAS KESEHATAN TINGKAT 23
PERTAMA

Definisi:

Pengakuan terhadap Puskesmas, klinik pratama,


praktik dokter dan praktik dokter gigi yang diberikan
oleh lembaga independen penyelenggara
akreditasi yang ditetapkan oleh Menteri setelah dinilai
bahwa fasilitas kesehatan tingkat pertama itu
memenuhi standar pelayanan fasilitas kesehatan
tingkat pertama yang telah ditetapkan untuk
meningkatkan mutu pelayanan secara
berkesinambungan.
KONSEP DASAR AKREDITASI PUSKESMAS

KONSEP DASAR AKREDITASI FASYANKES PRIMER 24


Dimodifikasi dari Nico A. Lumenta

Memenuhi / Menerapkan / Comply

2
STANDAR PUSKESMAS 1

Survei Akreditasi Puskesmas 5

 UU RI No. 25 tahun 2009 tentang Pelayanan


UU 29/2004
UU 29 / :2004
Publik;
PRAKTIK KEDOKTERAN
: Praktik Kedokteran
UU 36/2009 : KESEHATAN
 UU UU RI No.
36 / 36 tahun
2009 2009 tentang Kesehatan;
: Kesehatan Instrumen
PP 65/2005 : PEDOMAN & PENERAPAN SPM
 UU PP.RI No. 23 tahun
65/ 2005 : P edoman 2014 tentang Pemerintah
dan Penerapan SPM
PERPRES
Daerah 72/2012 : SKN
Permenkes 741/2008
Akreditasi 4 6
PERPRES 12/ 2013 : JKN : SPM Bid. Kes Kab/kota
 UU RI No. 36 tahun 2014 tentang Tenaga
Kep menkes
PERMENKES 128/2004,
741/2008 : SPM: Kebijakan
BID. KES Dasar PKM
Kesehatan ;
KEPMENKES 128/2004
Kep menkes 374/2009: KEBIJAKAN DASAR PKM
: SKN 2009
 Perpres N0 2 tahun 2015 tentang RPJMN 2015 -
2019
UU Permenkes No. 71 KEDOKTERN
29/2004 : PRAKTIK tahun 2013 tentang 3
UU Pelayanan Kesehatan pada JKN
36/2009 : KESEHATAN Badan Akreditasi
 Permenkes No. 9 tahun 2014 tentang Klinik
PP 65/2005 : PEDOMAN DAN PENERAPAN SPM SERTIFIKAT
 Permnekes No. 75 tahun 2014 tentang Pusat
PERPRES 72/2012 : SKN
Kesehatan Masyarakat
PERMENKES
Kepmenkes 741/2008 : SPM Bid KES
HK.02.02/52/2015 Kab/Kota
tentang Renstra
KEPMENKES 128/2004
Kemenkes 2015 -2019 : KEBIJAKAN DASAR PKM
25

AKREDITASI MERUPAKAN
SALAH SATU BENTUK AUDIT
EKSTERNAL
UNTUK MENILAI SISTEM
PELAYANAN DAN SISTEM
MUTU APAKAH SUDAH SESUAI
DENGAN STANDAR YG
DITETAPKAN
Akreditasi puskesmas dan 26

fasyankes tingkat pertama

 Pengakuan terhadap puskesmas, klinik


pratama, praktik dokter dan praktik dokter
gigi yang diberikan oleh lembaga independen
penyelenggara akreditasi yang ditetapkan
oleh Menteri setelah dinilai bahwa fasilitas
kesehatan tingkat pertama itu memenuhi
standar pelayanan fasilitas kesehatan tingkat
pertama yang telah ditetapkan untuk
meningkatkan mutu pelayanan secara
berkesinambungan
Penyelenggaraan 27
Pelayanan
Peraturan (Produksi):
Kebijakan
Perundangan -mengukur
Pedoman Outcome
Pedoman Kr.Acuan -memonitor
Prosedur Pelayanan
Acuan -mengendalikan
Manual Kepuasan
Standar -memelihara
-menyempurnakan
-mendokumentasikan

Akreditasi

Standar
Akreditasi
Akreditasi Puskesmas 28

Pelayanan Klinis

Pelayanan
Yang Penyelenggaraan
Upaya Puskesmas
diakreditasi
Administrasi manajemen
Puskesmas
Standar akreditasi puskesmas disusun dalam
9 bab, (776) elemen penilaian (EP): 29

Bab I. Penyelenggaraan Pelayanan Puskesmas (PPP) dengan 59 EP


Bab II. Kepemimpinan dan Manajemen Puskesmas (KMP) dengan 90
(121) EP
Bab III. Peningkatan Mutu dan Manajemen Risiko (PMMR) dengan 32 EP
Bab IV. Upaya Puskesmas yang Berorientasi Sasaran (UPBS) dengan 53
EP
Bab V. Kepemimpinan dan Manajemen Upaya Puskesmas (KMPP)
dengan 101 EP
Bab VI. Sasaran Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat (SKUKM)
dengan 29 EP
Bab VII. Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP) dengan 151 EP
Bab VIII. Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK) dengan 172 EP
Bab IX. Peningkatan Mutu Klinis dan Keselamatan Pasien (PMKP)
dengan 58 EP
3
4 Bab standar akreditasi 0
klinik
(TOTAL 503 EP)
 Bab I Kepemimpinan dan Manajemen Klinik (KMK) :
122 EP
 Bab II Layanan Klinis yang Berorientasi Pasien (LKBP)
: 151 EP
 Bab III Manajemen Penunjang Layanan Klinis (MPLK):
172 EP
 Bab IV Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
(PMKP) : 58 EP
31
Standar akreditasi
TempatPraktik Dokter
Mandiri (227 EP)
 Bab I Kepemimpinan dan Manajemen
Praktik Mandiri (KMPM) dengan 71 EP
 Bab II Layanan Klinis dan Peningkatan Mutu
dan Keselamatan Pasien (LKPM) dengan
156 EP
3
Struktur standar 2

Bab:
Standar:
Kriteria :
Pokok Pikiran:
Elemen Penilaian
33