Anda di halaman 1dari 5

Strategi Dakwah Para Mubalig dalam

Penyebaran Islam di Indonesia


Menurut Uka Tjandrasasmita yang dikutip Badri Yatim dalam
bukunya Sejarah Peradaban Islam mengatakan bahwa ada 6 cara
atau saluran yang dilakukan para Mubalig dalam berdakwah
yaitu:
1. Perdagangan
Pada tahap awal yang dilakukan oleh para Mubalig untuk
mengajak masyarakat memeluk Islam adalah dengan melalui
kontak perdagangan. Hal itu diketahui adanya kesibukan lalu
lintas perdagangan di Indonesia pada abad ke-16
2. Perkawinan
Dalam perkembangan selanjutnya, tersebarnya Islam di Nusantara tidak
lepas dari perkawinan antara wanita muslim dengan keturunan raja atau
bangsawan. Hanya saja, para bangsawan di islamkan terlebih dahulu.
Begitu sebaliknya.
3. Tasawuf
Pengajar pengajar tasawuf atau sufi, mengajarkan teosofi yang
bercampur dengan ajaran yang telah dikenal luas oleh masyarakat
Indonesia. Mereka mahir dalam soal – soal magis dan memiliki kekuatan –
kekuatan menyembuhkan.
4. Pendidikan
Para mubalig yang memiliki kapasitas keilmuan Islam yang tinggi
biasnya menjadikan rumah, masjid atau langgar sebagai pusat pengajaran
Islam.
5. Politik
Sejak kedatangan Islam hingga perkembangannya, para Mubalig telah
memainkan peranan yang cukup penting dalam perkembangan politik di
Indonesia. Sampai beberapa dekade, kerajaan kerajaan di Indonesia ini
memiliki wewenang dan kekuasaan sebelum datangnya kolonial Eropa. Sejak
saat itulah kerajaan - kerajaan Islam di Indonesia hampir sebagian besar
kerajaan Islam di Indonesia berada dibawah pengaruh kolonial.
5. Sosial & Budaya
Penerimaan Islam di Indonesia sangat berkaitan dengan corak Islam
Sufistik yang berkembang dari Persia ketimbang ajaran aslinya yang berasal
dari Mekkah dan Madinnah.
Tahap Tahap Perkembangan Islam di
Indonesia

Tahapan tahapan tersebut adalah sebagai berikut,


1. Tahap Pengenalan Agama
Tahapan awal dimulai dengan pengenalan dan mengajak
masyarakat untuk memeluk Islam secara formal.
2. Tahap Pendalaman Agama
Setelah agama Islam tersebar di beberapa wilayah,
proses dakwah Islam semakin deras. Islam telah memasuki
pelosok Nusantara, tidak sekedar di kota kota pesisir namun
sampai ke pedalaman.
3. Tahap Pengembangan Intelektualitas
Pada abad 17 M telah terjadi peningkatan dan penyempurnaan ajaran
Islam. Tradisi intelektual pada saat itu juga berlangsung secara
mengagumkan.
4. Tahap ke Arah Pembaruan
Gerakan pembaruan kerap diistilahkan dengan “tajdi’id”. Pada
tahapan ini gerakan gerakan keagamaan tumbuh menjadi gerakan
kebangsaan.
5. Tahap Kematangan Intelektualitas
Lahirnya tokoh tokoh pemikir Islam pada tahun 1970-an merupakan
bukti kematangan intelektualitas dalam dunia Islam di Indonesia. Para
pemikir ini umumnya merupakan para aktivis kampus. Dari para tokoh
pemikir Islam ini, lahirnya gagasan agar nilai – nilai Islam tetap mewarnai
dalam kehidupan berbangsa.