Anda di halaman 1dari 31

URUTAN KHALIFAH

Sejarah berdirinya kerjaan


usmani
Bani Utsman adalah Putera
Ertoghrul , sedangkan Ertoghrul
Berkat bantuan mereka, adalah pemimpin bangsa Turki
Sultan Alauddin mendapat dari kabilah Oghuz , tinggal di
Setelah di Turki mereka kemenangan. Atas jasa Ertoghrul meninggal
daerah Mongol dunia
dan daerah
mengabdikan
Kesultanan Utsmaniyah diri kepada
(1299– baik itu, Alauddin utaratahun
negeri1289
Cina,M. karena
Sultan Alauddin
1923), atau dikenalatau
juga Negara ini didirikansebidang
menghadiahkan oleh Bani mereka mendapat
Kepemimpinan serangan
dilanjutkan
dengan
Sultan sebutan
SeljukKekaisaran
yang Utsman
tanah diyang
Asiamemerintah
Kecil yang dan puteranya,
oleh tekanan dari Utsman.
Mongol,
Turkikebetulan
Ottoman, Bahasa Arab, antara tahun 1290 M dan 1326 maka pada abad ke-13 M,
sedang berbatasan M dengan Putera
merekaErtoghrul
melarikan inilah
diri ke
‫دولت عليه عثمانيه‬,Daulat 'Aliah
berperang
Utsmaniah melawan
adalah negara Bizantium. Sejak itu mereka yang
daerah dianggap
barat dansebagai
mencari
multi-etnisBizantium.
dan multi-religius terus membina wilayah pendiri
tempat kerajaan Usmani.
pengungsian di tengah-
barunya dan memilih kota tengah saudara-saudara
Syukud sebagai ibu kota. mereka, orang-orangTurki
Seljuk, di dataran tinggi Asia
Kecil
Erthrogul adalah pemimpin bangsa Turki dar kabilah Oghuz, tinggal di daerah Mongol, dan
daerah utama negeri Cina. Mereka mendapat serangan dan tekanan dari Mongol, maka pada
abad ke 13M mereka melarikan diri ke arah barat dan mencari tempat pengungsian di tengah
saudara saudara mereka orang Turkey.
WILAYAH KEKUASAAN
TOKOH TOKOH
TOKOH TOKOH
21 Mehmed IV (1648-1687) 39 Tahun
22 Suleiman II (1687-1691) 4 Tahun
23 Ahmed II (1691-1695) 4 Tahun
24 Mustafa II (1695-1703) 8 Tahun
25 Ahmed III (1703-1730) 27 Tahun
26 Mahmud I (1730-1754) 24 Tahun
27 Osman III (1754-1757) 3 Tahun
28 Mustafa III (1757-1774) 17 Tahun
29 Abd-ul-Hamid I (1774-1789) 15 Tahun
30 Selim III (1789-1807) 18 Tahun
31 Mustafa IV (1807-1808) 1 Tahun
32 Mahmud II (1808-1839) 31 Tahun
33 Abd-ul-Mejid I (1839-1861) 22 Tahun
34 Abd-ul-Aziz (1861-1876) 15 Tahun
TOKOH TOKOH

35 Murad V (1876) 0 Tahun

36 Abd-ul-Hamid II (1876-1909) 33 Tahun

37 Mehmed V (Reşad) (1909-1918) 9 Tahun

38 Mehmed VI (Vahideddin) (1918-1922) 4 Tahun

39 Abd-ul-Mejid II, (1922-1924; hanya sebagai Kalifah)Turky Usmani 2 Tahun


1299 --> 1923 M
KEJAYAAN
A. Perluasan Wilayah
zaman Perluasan Wilayah di bawah beberapa sultan.
 Sultan Selim I (1512-1520) (8 tahun) secara dramatis memperluas batas
wilayah kesultanan dengan mengalahkan Shah Dinasti Safavi dari
Persia, Ismail I, di Perang Chaldiran. Selim I juga memperluas kekuasaan
sampai ke Mesir dan menempatkan keberadaan kapal-kapal
kesultanan di Laut Merah. Serangan ke Wina tahun 1529.
 Suleiman yang Agung (1520-1566) (46 tahun) melanjutkan ekspansi
Selim. Suleiman menaklukkan Kerajaan Hongaria dan beberapa
wilayah di Eropa Tengah. melakukan serangan ke Kota Wina tahun
1529, namun gagal menaklukkan kota tersebut setelah musim dingin
yang lebih awal memaksa pasukannya untuk mundur. Di sebelah timur,
 Kesultanan Utsmaniyah Di bawah pemerintahan @Selim dan @Suleiman
berhasil menaklukkan Baghdad dari Persia tahun 1535, angkatan laut
Kesultanan Utsmaniyah menjadi kekuatan dominan, mengontrol
sebagian besar Laut Mediterania. Beberapa kemenangan besar
lainnya meliputi penaklukkan Tunis dan Aljazair dari Spanyol
B. Perkembangan Ekonomi
Kerjasama ekonomi terjadi antar Perancis dan
Kesultanan Utsmaniyah. Sultan memberikan Perancis hak
untuk melakukan dagang dengan kesultanan tanpa dikenai
pajak.
Pada saat itu, Kesultanan Utsmaniyah dianggap sebagai
bagian dari politik Eropa, dan bersekutu dengan Perancis,
Inggris, dan Belanda melawan Habsburg Spanyol, Italia, dan
Habsburg Austria.
C. Perkembangan Kebudayaan

› membangun masjid yang besar dan indah sebanyak 81


buah
› membangun sekolah sebanyak 33 buah
› membangun istanah ditiap kota kecil sebanyak 3 buah
› membangun museum sebanyak 5 buah
D. Masa Stagnasi Militer dan Politik

Setelah Usman meninggal pada 1326 M, puteranya Orkhan


(Urkhan) naik tahta pada usia 42 tahun. Pada periode ini tentara
Islam pertama kali masuk ke Eropa. Orkhan berhasil mereformasi
dan membentuk tiga pasukan utama tentara.
Pertama, tentara sipani (tentara reguler) yang mendapatkan
gaji tiap bulannya.
Kedua, tentara Hazeb (tentara ireguler) yang digaji pada saat
mendapatkan harta rampasan perang (Mal al-ghanimah).
Ketiga tentara Jenisari direkrut pada saat berumur dua belas
tahun, kebanyakan adalah anak-anak Kristen yang dibimbing
Islam dan disiplin yang kuat.
Berdiri pada tahun 1501 M di kota Azerbaijan (ardabil.)

Awal mulannya berdirinya dari gerakan tarekat safawiyah.

Adapun tujuan dari tarekat safawiyah yakni memerangi orang yang ingkar.
konflik antara
Juneid dengan
Pada masa kepemimpinan
kegiatan politik penguasa Kara
Juneid (1447-1460 M)
Koyunlu (domba
hitam),

Pada tahun 1460 M ia


kembali mencoba merebut
Sircassia tetapi pasukan Atas wafatnya juneid maka
Pada tahun 1459 M, Juneid mencoba
yang dipimpinnya dihadag anaknya haidar diangkat
merebbut Ardabil tetapi dia gagal
oleh tentara Sirwan. Ia sendiri menjadi raja
terbunuh dalam
pertempuran tersebut
Pada tahun 1476 M AK Koyunlu menang terhadap Kara
Koyunlu, hal ini membuat gerakan militer Safawi yang
dipimpin oleh Haidar pada saat itu dipandang sebagai rival
politik oleh AK Koyunlu dalam meraih kekuasaan
selanjutnya

Ketika Safawi menyerang wilayah Sircassia dan pasukan


Sirwan, AK Koyunlu mengirimkan bantuan militer kepada
Sirwan, sehingga pasukan Haidar kalah sekaligus Haidar
juga terbunuh dalam peperangan ini.

Atas kematian haidar ali didesak oleh bala tentara untuk


menuntut balas atas kematian ayahnya kepada AK
Koyunlu menyebabkan ali dipenjara beserta kedua
saudaranya dan ibunya Di Fars selama empat setengah
tahun (1489-1493 M) atas perintah ya’kub raja koyunlu
pada masa itu.
Ali beserta ibu dan ke2 saudaranya dibebaskan dari penjara oleh
putra mahkota AK Koyunlu (Rustam) dengan syarat ia harus
menang dalam memerangi sepupu dan saudaranya

Ali bersaudara berhasil memenagkan pertarungan

Akan tetapi, tidak lama kemudian Rustam berbalik memusuhi dan


menyerang Ali bersaudara, dan Ali terbunuh pada saat itu (1494
M).

Kepemimpinan Safawi selanjutnya berada di tangan Ismail yang saat itu masih berusia tujuh tahun
dan merupakan saudara dari Ali sekaligus anak dari Haidar pemimin Safawi sebelumnya. Selama
lima tahun Ismail dan pasukannya bermarkas di Gilan, untuk mempersiapkan kekuatan
dan mengadakan hubungan dengan para pengikutnya di Azerbaijan, Syria, Anatolia.
Pasukan yang dipersiapkan itu diberi nama Qizilbash (baret merah).

Pada tahun 1501 M di bawah pimpinan Ismail pasukan Qizilbash


menyerang dan mengalahkan AK Koyunlu di Sharur. Pasukan ini
berhasil menguasai Tabriz yang merupakan ibu kota dari AK
Koyunlu
Ismail I berkuasa selama lebih kurang 23 tahun yaitu
antara 1501 – 1524 MIa dapat menghancurkan sisa-
sisa kekuatan dari AK Koyunlu

ambisi politik yang begitu menguasainya, Ismail I


berencana ingin menguasai daerah lainnya seperti
Turki Usmani

Peperangan dengan Turki Usmani terjadi


pada tahun 1514 M di Chaldiran, dekat Tabriz.
Dalam peperangan tersebut Safawi
mengalami kekalahan oleh Turki Usmani yang
berada dibawah pimpinan Sultan Salim.
1. Menghilangkan dominasi Qizilbash atas Safawi dengan membuat
pasukan baru
2. Mengadakan perjanjian damai dengan Turki Usmani.
 Pada tahun 1598 M ia menyerang dan menaklukkan Herat,
dilanjutkan dengan merebut Marw dan Balkh. Permusuhan
antara Safawi dan Turki Usmani tidak pernah padam. Pada
tahun1602 M disaat Turki Usmani dibawah pimpinan Sultan
Muhammad III, pasukan Abbas menyerang kembali dan
berhasil menguasai Tabriz,Sirwan, dan Baghdad. Sedankan
kota-kota Nakhchivan, Erivan, Ganja, dan Tiflis dapat
dikuasai pada tahun 1605-1606 M. Selanjutnya, pada tahun
1622 M pasukan Abbas I berhasil merebut kepulauan
Hurmuz dan mengubah pelabuhan Gumrun menjadi
pelabuhan Bandar Abbas.
Bidang ekonomi : Dikuasainya Gumrun yang diubah menjadi Bandar Abbas maka salah satu jalur
dagang laut antara Timur dan Barat yang biasa diperebutkan oleh Belanda, Inggris, dan Perancis
sepenuhnya menjadi milik kerajaan Safawi. Sektor perdagangan, kerajaan Safawi juga mengalami
kemajuan di sektor pertanian terutama di daerah Bulan Sabit Subur (Fortile Crescent).

Bidang ilmu pengetahuan : Bangsa Persia dikenal sebagai bangsa yang berperadaban tinggi dan
berjasa mengembangkan ilmu pengetahuan. Beberapa ilmuwan yang berasal dari persia yaitu :
Baha Al-Din Al-Syaerazi, Sadar AL-Din Al-Syaerazi, dan Muhammad Baqir Ibn Muhammad Damad.

Bidang pembangunan fisik dan seni : salah satu peninggalan Safawi yang paling terkenal yaitu Isfahan.
Isfahan merupakan ibu kota kerajaan yang kini menjadi kota yang sangat indah dengan taman-taman
wisata yang ditata secara apik. Di kota ini, berdiri bangunan-bangunan besar lagi indah seperti mesjid,
rumah sakit, sekolah, jembatan raksasa di atas Zende Rud, dan Istana Chihil Sutun.
1. Adanya sikap terbuka, toleran dan akomodatif
kaum muslimin terhadap hegemoni pemikiran
dan peradaban asing
2. adanya rasa cinta umat Islam kepada ilmu
pengetahuan
3. cendikiawan muslim yang berkiprah dalam
pemerintahan dan lembaga sosial
kemasyarakatan
4. berkembangnya aliran Muktazilah yang
mengedepankan rasio dan kebebasan berpikir
5. permasalahan yang dihadapi umat Islam dari
masa-ke masa semakin kompleks dan
berkembang sehingga memerlukan pengkajian
ilmu pengetahuan di berbagai bidang, sebab
suatu pemikiran akan berkembang jika ada
permasalahan baru yang muncul dan
memerlukan solusi
1. bidang ilmu agama meliputi;
ilmu fiqh, ilmu tafsir, ilmu
hadits, ilmu kalam (teologi),
ilmu tarikh Islam, ilmu bahasa
Arab dan lainnya.
2. Bidang ilmu umum meliputi;
ilmu filsafat, ilmu kedokteran,
ilmu matematika, ilmu
farmasi, ilmu astronomi, ilmu
geografi, ilmu sejarah, ilmu
sastra dan lainnya
1. Dimulai pada masa Dinasti
Umayah dan puncak
kemajuannya pada masa Dinasti
Abbasiyah dan didukung oleh
dinasti-dinasti lainnya seperti di
Cordova Andalusia, Afrika Utara,
Turki dan India Islam.
2. Dibangunnya pusat kegiatan
keilmuan tempat umat Islam
membaca, menulis dan berdiskusi
tentang permasalahan baru yang
timbul, baik di bidang agama
maupun umum.
Dampak positif ini tidak hanya
ada pada dunia Islam,
bahkan memiliki pengaruh
kuat terhadap kemajuan
peradaban dunia internasional
pada umumnya, dari masa
klasik hingga era modern.