Anda di halaman 1dari 18

GEOLOGI LINGKUNGAN

PERTAMBANGAN

PENGOLAHAN TAMBANG NIKEL


LATERIT BESERTA DAMPAKNYA
TERHADAP MASYARAKAT
~ PENGERTIAN NIKEL
~ PENGOLAHAN TAMBANG NIKEL
OUTLINE ~ DAMPAK TAMBANG NIKEL
~ PENUTUP

2
HELLO!
ARDIAN GULTOM 410015158
SRI AIRANTI 410015157
We’re here to give you presentation about PENGOLAHAN TAMBANG NIKEL LATERIT BESERTA DAMPAKNYA TERHADAP MASYARAKAT

3
Apa itu NIKEL?

Nikel (Ni) adalah unsur paduan utama dari
stainless steel, dan mengalami pertumbuhan
yang sangat cepat seiringan dengan
peningkatan permintaan stainless steel.

5
Nikel ditemukan oleh A. F. Cronstedt pada tahun 1751 dalam
mineral yang disebut kupfernickel (nikolit). Saat ini lebih dari
65% nikel digunakan dalam industri stainless steel, dan sekitar
12% digunakan dalam industry manufaktur super alloy atau
nonferrous alloy (Moskalyk, Johnson).

6

Nikel laterit merupakan salah satu mineral
logam hasil dari proses pelapukan kimia batuan
ultramafik yang mengakibatkan pengkayaan
unsur Ni, Fe, Mn, dan Co secara residual dan
sekunder (Syafrizal et al., 2011; Burger, 1996).

7
Nikel Laterit
Nikel laterit dicirikan
oleh adanya logam oksida
yang berwarna coklat
kemerahan mengandung Ni
dan Fe (Cahit et al.,
2017). Salah satu faktor
yang mempengaruhi
pembentukan endapan
nikel laterit adalah
morfologi, batuan asal 8
PENGOLAHAN
TAMBANG NIKEL

9
Proses
pengolahan
1. Pengeringan
bijih
nikel 2. Reduksi
meliputi 3. Peleburan/Smelting
beberapa 4. Converting
tahap
5. Granulation
berikut
(jalur
pyrometalu
rgi)
10
Proses
ONE TWO THREE
Penger Dengan menggunakan
rotary dryer sebagai
Pada tahap ini bijih
nikel yang awalnya
Setelah pengeringan,
bijih nikel dikirim dn

ingan sumber panas


digunakan bahan
memiliki kadar air
sekitar 35%, setelah
disimpan di dalam
gudang
bakar yang umumnya dikeringkan kadar

(Dryin minyak residu. airnya menjadi sekitar


20%.

g)
11
Pros ONE
Proses reduksi akan
TWO
Pada tahap ini
THREE

es
mengkonversi bijih Produk tahap ini
ditambahkan juga
nikel oksida menjadi biasa disebut dengan
batubara dan diakhir
logam nikel dan calcine (kalsin) yang
proses ditambahkan
logam besi. Bahan kemudian dibawa ke

Reduks reduktor atau


pereduksi adalah gas
sulfur cair.
proses peleburan
yang dilakukan dalm
CO dan H2 (gas electric furnance
i hydrogen).

12
Proses
Pelebu ONE
Kalsin dilebur menjadi
TWO
Matte cair dicampur

ran matte (mengandung


nikel sekitar 27%)
dalam ladle untuk
selanjutnya ditransfer

(Melti dengan kualitas tertentu


dan pengotor
menuju converter.

ng)
13
Proses
Conver
ting ONE
Converting dilakukan dalam
TWO
Kadar nikel dalam matte cair
Proses Top Blown Kaldo Type ditingkatkan sehingga
peningkatan Rotary Converter (TBRC) mencapai kadar nikel sekitar
kadar nikel atau dalam Perce Smith 78%. Sedangkan kadar besi
dalam matte Converter. menjadi 0,7%.
cair yang
dihasilkan
dari dapur
listrik
electric
furnance
14
Proses
Granul
ation TWO
Tahap akhir dari ONE
Matte cair membeku dalam
pengolahan bijih Pada proses granulasi, matte
bentuk granule-granule atau
nikel menjadi cair disemprot dengan air
matte dimana partikel-partikel kecil.
bertekanan tertentu.
matte cair dari
proses
converting
ditransfer
menggunakan
ladle ke lokasi
proses
granulasi. 15
D A M P A
K 1. Nikel dapat berakhir di air
3. Mikro organisme berpotensi
mengalami penurunan pertumbuhan

B A G I permukaan saat menjadi bagian


limbah sungai.
karena kehadiran nikel, meskipun
mereka biasanya mampu
2. Konsentrasi nikel yang tinggi pada mengembangkan resistansi terhadap
L I N G K U tanah berpasir dapat merusak tanaman nikel setelah beberapa saat.
dan konsentrasi nikel yang tinggi di
N G A N permukaan air dapat mengurangi
4. Pada hewan, paparan nikel berlebih
berpotensi menyebabkan berbagai
tingkat pertumbuhan alga.
D A N jenis kanker

E K O S I S
T E M
16
KESIMPULAN
Nikel laterit adalah mineral logam hasil dari proses pelapukan dan pengkayaan
mineral pada batuan ultramafic yang dalam proses pengolahannya dibagi
menjadi 6 tahap yaitu: Pengeringan, Reduksi, Peleburan/Melting, Converting,
Granulation. Dampak dari pengolahan tambang nikel apabila tidak sesuai
dengan regulasi yang seharusnya dapat berakibat buruk bagi lingkungan dan
ekosistem yang berpengaruh pada kesehatan makhluk hidup dan alam di
sekitarnya.

17
TERIMA KASIH

18