Anda di halaman 1dari 41

LAPORAN JAGA IGD

4 JUNI 2018
TOTAL : 7 PASIEN
No Identitas Keluhan Diagnosis Keterangan

ML / L / -Rhinofaringitis akut
1 Batuk ngikil Rawat jalan
1 th 7 bulan -Alergi susu sapi
- Demam pada keganasan
Demam pada - Neuroblastoma relaps
FFR / L /
2 pasien dengan metastasis Estella 2
6 tahun 3 bulan
neuroblastoma serebral & sistemik
- Gizi buruk tipe marasmik
MR / L / Nyeri Cempaka
3 Susp. Difteri
1 tahun 9 bulan tenggorok Mulia
-Susp atresia esophagus
-Early onset sepsis
By. Ny. H / P /
4 Sesak Nafas -BBLC CB SMK SC a/i NICU
3 hari
presbo, ibu dengan myoma
uteri
No Identitas Keluhan Diagnosis Keterangan

MYA / L / Cystitis hemorrhagic


5 BAK merah Melati 4
5 tahun 5 bulan dd Bladder Tumor
ANF / L / -Susp. ALL dd AML
6 Demam Estella 2
10 tahun 7 bulan -Gizi Kurang
GA / P / Penurunan
7 PICU
16 tahun kesadaran
 2 SMRS: pilek (+), diawali batuk yang
ML / L / sedikit sedikit, semakin lama semakin
1 th 7 bulan ngikil. Demam (-), pasien muntah saat
batuk. Nafas cepat (-), sesak nafas (-),
tarikan dinding dada (-). Minum susu
KU: Batuk ngikil
(formula soya) menjadi berkurang.
 Riwayat kontak TB (-), paparan asap rokok
(+). Riw alergi susu sapi (+), mendapat
susu terhidrolosa parsial, saat ini diganti
oleh orang tua dengan susu soya. Riwayat
ML / L / kejang saat usia 3 hari (+), kejang demam
1 th 7 bulan (-).
 Riw imunisasi lengkap sampai dengan
KU: Batuk ngikil pentabio 3 dan OPV 3.
 Saat ini pasien dapat duduk dan berdiri
dengan bantuan. Dapat bicara kata-kata
“papa, mama”
PEMERIKSAAN FISIK

 BB : 6.9 kg  Kesan umum: anak tampak tenang, kooperatif


 PB : 68.5cm  K/L: CA(-/-), SI (-/-), limfadenopati preaurikular (+)
 LK : 42cm
 Thorax: simetris, retraksi (-)
 WHZ : -2.0
 Cor: S1 tunggal, S2 split tdk konstan, murmur (-), gallop (-)
 Paru: vesikuler normal kedua sisi, Rh (-), Wh (-), Kr (-)
 HR : 124
 Abd: distensi (-), BU (+) N, timpani, supel, NT (-)
 RR : 45
 H/L tidak teraba
T : 36.3
 SpO2: 98%  Ext: nadi teraba kuat, akral hangat, ruam (-)
MANAGEMENT
• Edukasi mengenai
ASSESSMENT penyakit dan gizi

-Rhinofaringitis akut
-Alergi susu sapi
 Pasien terdiagnosis neuroblastoma sejak
13 September 2017, telah 3x mengalami
relaps dan terakhir menjalani protokol
OPEC sejak Septermber 2017 dan telah
FFR / L / menyelesaikan protokol kemoterapi pada
6 tahun 3 bulan Januari 2018.
 Pasien kemudian menjalani terapi
KU: Demam pada radioterapi untuk metastasis kepala
pasien neuroblastoma sebanyak 15 kali sejak April 2018. Saat
ini anak dalam perawatan paliatif untuk
kondisi neuroblastoma serta
metastasisnya.
Data pemeriksaan sebelumnya:
 MSCT kepala 23/01:
 Bone metastasis di regio frontalis bilateral
 Multiple meningeal metastasis
FFR / L /  Atrofi serebri
6 tahun 3 bulan
 MSCT abdomen 5/4/18
KU: Demam pada  Infiltrasi renal dextra
pasien neuroblastoma  Nefromegali sinistra
 Bone metastasis di V Thoracal 9, 11, 12, V
lumbal 2, 3, 4, os sacrum
 Riwayat saat ini: anak mulai demam sejak
FFR / L /
hari ini (4 Juni 2018) pukul 14.00 WIB.
6 tahun 3 bulan Tidak batuk, tidak pilek, tidak muntah,
BAB dan BAK biasa. Anak lalu dibawa ke
KU: Demam pada
pasien neuroblastoma IGD RSUP Dr. Sardjito
PEMERIKSAAN FISIK

 BB : 13 kg  Kesan umum: anak tampak lemah, sangat kurus, pucat,


kontak terhadap pemeriksa ada tetapi berkurang
 TB :?
 K/L: CA(+/+), SI (-/-), teraba limfadenopati colli dan
 LILA : 7 cm
preaurikular bilateral
 LK : 49 cm
 Thorax: simetris, retraksi (-), tampak iga gambang
 Cor: S1 tunggal, S2 split tdk konstan, murmur (-), gallop (-)
 HR : 83  Paru: vesikuler normal kedua sisi, Rh (-), Wh (-), Kr (-)

 RR : 45  Abd: distensi (+), BU (+) N, timpani, supel, undulasi


ascites (+), NT (-). H/L sulit dinilai
T : 39.4
 Ext: tampak gerakan keempat ekstrimitas lunglai, nadi
 SpO2: 94% dengan teraba kuat, akral hangat, tampak adanya hematoma di
O2 NK 1 lpm regio brachii bilateral, antebrachii dextra, cruris
bilateral, pedis dextra
Nama Pemeriksaan Hasil (4/6/18) Nilai Normal
LABORATORIUM Hemoglobin 6.7 12.0-15.0
Darah Rutin Eritrosit 2.33 4.00-5.40
Trombosit 12 150-450 (x 10^3)
Hematokrit 19.2 35.0-49.0
MCV 82.4 80.0-94.0
MCH 28.8 26.0-32.0
MCHC 34.9 32.0-36.0
Leukosit 1.45 4.5-13.5 (x 10^3)
Netrofil 62.8 % 30.0-60.0%
Limfosit 24.8% 29.0-65.0%
Monosit 11.7 % 2.0-11.0%
Eosinofil 0.7 % 1.0-4.0%
Basofil 0% 0.0-2.0%
MANAGEMENT
• Pemasangan IV plug
ASSESSMENT • Pemeriksaan darah: Hb,
Hct, WBC, AT, procalcitonin,
- Demam pada keganasan kultur darah
- Neuroblastoma relaps dengan • Ceftriaxone 650 mg/24 jam
metastasis serebral & sistemik • Monitor tanda kritis,
- Gizi buruk tipe marasmik hemodinamik, dehidrasi
• Paracetamol 10 mg/kgBB
jika demam
• Manajemen gizi buruk
 4 HSMRS: Anak mulai demam naik turun,
setiap hari, tidak terlalu tinggi namun
 Pasien Rujukan Sp.A suhu tidak diukur. Batuk (-), pilek (-),
nyeri tenggorok (+), sesak nafas (-).
MR / L / Makan dan minum masih mau. Tidak ada
1 tahun 9 bulan perubahan suara
 3 HSMRS: Anak masih demam naik turun,
KU: nyeri tenggorok nyeri tenggorok (+). Anak mulai tampak
mengalami pembesaran di sisi leher,
sering mengeluarkan air liur dan
mengorok. Dibawa ke Sp.A, diberi terapi
eritromisin dan di observasi
 Pasien Rujukan Sp.A  HMRS: anak masih nyeri tenggorok
disertai mengorok dan air liur keluar
MR / L / terus menerus. Makan minum berkurang.
1 tahun 9 bulan Anak lalu dibawa ke Sp.A, didiagnosis
susp. Difteri, lalu dirujuk ke RSUP Dr.
KU: nyeri tenggorok Sardjito.
 Riwayat imunisasi dikatakan lengkap
sampai dengan pentabio 3 dan OPV 3.
PEMERIKSAAN FISIK

 BB : 11 kg  Kesan umum: anak tampak rewel, tidak nafas cepat


 TB : 80 cm  K/L: CA(-/-), SI (-/-),
 BMI: 17.2  limfadenopati colli bilateral, post auricular bilateral,
submandibular bilateral, multipel, solid, tidak nyeri

 HR : 128  Thorax: simetris, retraksi (-)


 RR : 24  Cor: S1 tunggal, S2 split tdk konstan, murmur (-), gallop (-)
T : 36.8  Paru: vesikuler normal kedua sisi, stridor inspirasi
terdengar. Rh (-), Wh (-), Kr (-)
 SpO2: 97%
 Abd: distensi (-), BU (+) N, timpani, supel, NT (-)
 Ext: nadi teraba kuat, akral hangat, ruam (-)
Nama Pemeriksaan Hasil (4/6/18) Nilai Normal
LABORATORIUM Hemoglobin 12 12.0-15.0
Darah Rutin Eritrosit 4.54 4.00-5.40
Trombosit 251 150-450 (x 10^3)
Hematokrit 35.7 35.0-49.0
MCV 78.6 80.0-94.0
MCH 26.4 26.0-32.0
MCHC 33.6 32.0-36.0
Leukosit 26.21 4.5-13.5 (x 10^3)
Netrofil 15.5 % 30.0-60.0%
Limfosit 69% 29.0-65.0
MANAGEMENT
• Pemasangan IV
ASSESSMENT • Cek Darah
• Swab kultur tenggorok
• Erythromycin 40 mg/kgBB
Probable Difteri peroral dilanjutkan
• Monitor TTV dan
pernafasan
• KC 1050 cc/24 jam, coba
peroral, jika tidak bisa
berikan D5 ½ NS
Pasien Rujukan RSUD Kebumen  Riwayat kelahiran: pada 30 Mei 2018 bayi
lahir dari ibu G2P1A0 berusia 39 tahun
By. Ny. H / P / dengan usia kehamilan 38+4 minggu.
3 hari Bayi lahir di rumah sakit di Bantul dengan
Sp.OG secara SC a/i presbo dan mioma
uteri. AK keruh dan bau. Lahir tidak
KU: sesak nafas
langsung menangis, dengan resusitasi
sampai tahap tidak diketahui. AS: 4/5/8
Setelah lahir didapatkan kondisi:
 Distress nafas, anak dipasangkan O2 NK
Pasien Rujukan RSUD Kebumen karena kondisi distress memberat,
dipindahkan ke NICU dan memakai
By. Ny. H / P / oksigenasi NIV FiO2 40%, PEEP 5, PIP 15
3 hari  Hipoglikemi pasca lahir, GDS 3 mg/dl,
dilakukan managemen hipoglikemi
dengan bolus D10 dan rumatan
KU: sesak nafas
 BAB dan BAK keluar <24 jam pertama
 Anak didiagnosis dengan atresia
esofagus dd stenosis abdomen, PJB, dan
sepsis
PEMERIKSAAN FISIK

 BBL : 3890  Kesan umum: anak tampak menangis lemah, gerak


 BBS : 3850 kurang aktif
 PB : 53.0 cm  CNS : S4, ubun ubun datar, tampak letargis
 LK : 54.5 cm  CVS : S1 konstan, S2 split tak konstan, murmur tak
terdengar
 LP :37.2 cm
 LD : 36.0 cm  Resp: sianosis (-) dengan Oxygen support, retraksi
subcostal (+), grunting (+), air entry (+), SpO2 98%.
 LILA : 13.3 cm Downe Score = 4
 GIT: terpasang umbilical catheter, distensi (-), anus (+),
 HR : 135-145 terpasang OGT dengan produk kecoklatan
 RR : 63  GUT: labia mayora menutupi labia minora
T : 36.0  Integ: tampak pucat, ikterik (-), sianosis (-)
MANAGEMENT
• Termoregulasi
ASSESSMENT • O2 NIMV melalui T piece
rocustar PEEP 5, PIP 18
• Monitor tanda vital dan
- Susp atresia esophagus saturasi
- Early onset sepsis
• Bangsal: NIMV FiO2 30%,
- BBLC CB SMK SC a/i presbo, PEEP 5, PIP 20
ibu dengan myoma uteri
• Ampicillin dan gentamicin
IV
• KC 140 ml/kg/hari, IV
dengan tpn
Pasien Rujukan RSIY PDAI  3 HSMRS anak mulai BAK menjadi lebih
sering dan keluar sedikit-sedikit, warna
biasa, nyeri pada BAK kadang dirasakan.
MYA / L /
Demam (-)
5 tahun 5 bulan
 2 HSMRS anak mulai BAK berwarna
KU: BAK merah merah, timbul pada seluruh fase BAK.
Nyeri kadang masih dirasakan. Anak lalu
dibawa ke RS PDAI dan dirawat inap.
 Di RS PDAI didiagnosis sebagai hematuria
dan mendapatkan pengobatan Ampicillin 4x
Pasien Rujukan RSIY PDAI 50 dan Paracetamol IV.
 PxP 2/6/18: Hb 12.1, WBC 10.7, AT 478, BUN
41.8, Creat 0.84, ASTO <200.
MYA / L /  Urin rutin: protein +2, WBC penuh, epitel (-)
5 tahun 5 bulan  HMRS keluhan menetap, dilakukan USG
dengan hasil susp. cystitis dd
KU: BAK merah fibroinflammatory disease dd bladder tumor,
lalu dirujuk ke RSUP Dr. Sarjdito.
 Saat ini anak masih BAK merah dan nyeri
PEMERIKSAAN FISIK

 BB : 18 kg  Kesan umum: anak tampak diam, compos mentis


 TB : 108 cm  K/L: CA(-/-), SI (-/-), lnn ttb
 LK : 54.3 cm
 Thorax: simetris, retraksi (-)
 LP : 50.0 cm
 Cor: S1 tunggal, S2 split tdk konstan, murmur (-), gallop (-)
 LILA : 17.0 cm
 Paru: vesikuler normal kedua sisi, Rh (-), Wh (-), Kr (-)
 Abd: distensi (-), timpani, supel, NT (-)
 TD : 80/55
 Hepar dan lien tidak teraba
 HR : 79
 RR : 24
 Ext: nadi teraba kuat, akral hangat, ruam (-)
 T : 37.1  GUT: nyeri ketok CVA (-), VU teraba massa, belum
 SpO2 98% disunat, phymosis (-), paraphymosis (-)
Nama Pemeriksaan Hasil (4/6/18) Nilai Normal
LABORATORIUM Hemoglobin 11 12.0-15.0
Darah Rutin Eritrosit 4.49 4.00-5.40
Trombosit 412 150-450 (x 10^3)
Hematokrit 33.5 35.0-49.0
MCV 74.6 80.0-94.0
MCH 24.5 26.0-32.0
MCHC 32.8 32.0-36.0
Leukosit 10.43 4.5-13.5 (x 10^3)
Netrofil 53.7 % 30.0-60.0%
BUN 11 17-18
Creatinin 0.52 0.60-1.00
Nama Pemeriksaan Hasil (4/6/2018) Nilai Rujukan
Kimiawi
Laboratorium Glukosa Negatif Negatif
Pemeriksaan Urin Berat Jenis 1.015 1.005 – 1.030
Darah 3+ Negatif
Nitrit Negatif Negatif
LE +- Negatif
Warna colorless Colorless
Eritrosit Dismorfik (-)
Sedimen
Lekosit 97 0 - 20
Eritrosit 5760 0 - 25
Silinder 1.8 0.0 – 1.2
Silinder Pathologis 0 0.0 – 0.5
ASTO Negatif Negatif
Protein 2+ -
Mukus 11.5 0-0.5
MANAGEMENT
• Cek urinalisis dan RBC
ASSESSMENT dismorfik
• Cek Hb, Hct, WBC, AT, MDT,
Bun, creat
- Cystitis hemorrhagic • Sementara ampicillin
dd Bladder Tumor dilanjutkan
 Sejak 2 minggu lalu (17 Mei 2018), anak
timbul batuk disertai pilek tanpa sesak
 Pasien Rujukan Sp.A nafas, dibawa ke Sp.A dan diberi beberapa
obat untuk terapi, namun keluhan belum
membaik.
ANF / L /
 Sejak 12 HSMRS (12 Mei 2018), mulai timbul
10 tahun 7 bulan demam dengan batuk masih didapatkan.
Anak dibawa ke Sp.A, diterapi dengan
KU: demam Cefixime dan Tremenza, tetapi kondisi
demam masih menetap. Anak lalu dibawa
kembali ke Sp.A, diberi terapi paracetamol
dan cefixime. Demam membaik, bebas
demam 3 hari
 3 HSMRS (2 Juni 2018) anak kembali
demam disertai mengeluh nyeri pada
 Pasien Rujukan Sp.A kedua tulang kaki, batuk ada tetapi
membaik, pilek (-), nyeri perut (-), BAB BAK
dbn. Anak dibawa ke Sp.A, melakukan
ANF / L /
pemeriksaan lab (4/6) dengan hasil:
10 tahun 7 bulan
 Hb 10.3
 AL 2500
KU: demam
 Limfosit 87%, neutrofil 5%
 Trombosit 24000
Anak lalu dirujuk ke RSUP dr. Sardjito
PEMERIKSAAN FISIK

 BB : 24 kg  Kesan umum: anak tampak kurus, posisi berbaring,


 TB : 134 cm tampak lemah dan pucat
 BMI : 13.36 kg/m2  K/L: CA(-/-), SI (-/-), lnn ttb
 LILA : 15 cm
 Thorax: simetris, retraksi (-)
 LP : 49 cm
 Cor: S1 tunggal, S2 split tdk konstan, murmur (-), gallop (-)
 BMI/U -2.08z  Paru: vesikuler normal kedua sisi, Rh (-), Wh (-), Kr (-)

 Abd: distensi (-), timpani, supel, NT epigastrik (+)


 HR : 110
 Hepar teraba 2 cm di bawah arcus costa, liver span 11,5
 RR : 28 cm, lien ttb
T : 37.1
 Ext: nadi teraba kuat, akral hangat, ruam (-)
Nama Pemeriksaan Hasil (4/6/18) Nilai Normal
LABORATORIUM Hemoglobin 10.3 12.0-15.0
Darah Rutin Eritrosit 3.56 4.00-5.40
Trombosit 4 150-450 (x 10^3)
Hematokrit 27.7 35.0-49.0
MCV 77.8 80.0-94.0
MCH 26.9 26.0-32.0
MCHC 37.2 32.0-36.0
Leukosit 2.05 4.5-13.5 (x 10^3)
Netrofil 0.10 1.6-9.50 (x 10^3)
Limfosit 1.91 1.62-5.37 (x 10^3)
Kesimpulan MDT: Monosit 0.04 0.30-0.80 (x 10^3)
obs pansitopenia ec Eosinofil 0 0.00-0.10 (x 10^3)
susp. anemia
Basofil 0 0.00-1.00 (x 10^3)
aplastik dd MDS
Retikulosit 0.6 0.50-1.50 (x 10^3)
Laboratorium
Faal Hati, Faal Ginjal

Nama Pemeriksaan Hasil (4/6/18) Nilai Normal


Faal Hati
Albumin 4.54 3.40-5.00
SGOT 24 15-37
SGPT 31 12-78
Faal Ginjal
BUN 8 17-18
Creatinin 0.69 0.60-1.00
MANAGEMENT
• Pemasangan IV plug
ASSESSMENT • Cek Hb, Hct, WBC, AT, MDT
• Transfusi TC bila
perdarahan
- Susp acute lymphoblastic • Usul rencana BMP
leukemia dd AML • Bila demam, berikan
antibiotik
 10 HSMRS anak mengeluh sakit kepala
Pasien Rujukan RSUD Kebumen
disertai demam, dibawa berobat ke dokter,
dikatakan gejala typhoid dan diberi onat-
GA/ P /
obatan (melalui anamnesis orangtua
16 tahun
melalui telepon).

KU: penurunan  7 HSMRS anak kejang umum dan tonik di


kesadaran tangan kanan dan mulut. Frekuensi
dikatakan sering. Terjadi selama
perjalanan anak dari Jakarta ke Jogjakarta.
 Anak dibawa ke puskesmas lalu dirawat di
RSUD Kebumen sejak 30 Mei – 4 Juni. Hasil
pemeriksaan penunjang:
Pasien Rujukan RSUD Kebumen
 Hb 15  Widal O 1/400
GA/ P /  AL 28  AST 96
16 tahun  AT 191  ALT 48
 BUN 58  CT scan: edema cerebri
KU: penurunan  Creat 2.27
kesadaran  Selama dirawat didapatkan demam, kejang
(terakhir 31 Mei 2018), penurunan
kesadaran memburuk
PEMERIKSAAN FISIK

 BB : 48 kg  Kesan umum: terintubasi


 TB : 160 cm  CNS: PCS tidak valid dinilai, pasien tersedasi
 LILA : 21 cm midazolam. Pupil isokor 4 mm/4mm, refleks cahaya
(+/+). Geraknan dan kekuatan sulit dinilai. Klonus
 TD :121/82 ada di kedua tungkai. Tonus dan RF meningkat di
keempat ekstremitas. RP (+). Tidak ada kaku
 HR : 124
kuduk.
 RR : 20
 CVS: HR 124, nadi teraba kuat, akral hangat, balans
T : 37.1
cairan -708 ml. Diuresis 1.67 dalam 4 jam terakhir.
S1 tunggal, S2 split tidak konstan, tidak ada
murmur. Tekanan darah 121/82
PEMERIKSAAN FISIK

 BB : 48 kg  Resp: RR 20, pasien terintubasi dengan pipa ET,


 TB : 160 cm cuff no 5, kedalaman 21 mm, terpasang ke
 LILA : 21 cm ventilator mode NIMV FiO2 30%, RR 12x per menit,
PEEP 5, tercapai VTE 300 ml. Retraksi (-), vesikuler
normal di kedua sisi. Rh (-/-), Kr (-/-).
 TD :121/82
 GIT: tak tampak distensi, BU(+)N, timpani, supel,
 HR : 124
Hepar teraba 3 cm di bawah arcus costa, lien tidak
 RR : 20 teraba, terpasang pipa nasogastrik dengan produk
T : 37.1 agak kehijauan
 GUT: terpasang kateter urin dengan produk
kuning kemerahan.
Nama Pemeriksaan Hasil (4/6/18) Nilai Normal
LABORATORIUM Hemoglobin 11.0 12.0-15.0
Darah Rutin Eritrosit 4.86 4.00-5.40
Trombosit 104 150-450 (x 10^3)
Hematokrit 35.2 35.0-49.0
MCV 72.4 80.0-94.0
MCH 22.6 26.0-32.0
MCHC 31.3 32.0-36.0
Leukosit 14.79 4.5-13.5 (x 10^3)
Netrofil 95.3 % 30.0-60.0%
Limfosit 2% 29.0-65.0%
Monosit 2.6% 2.0-11.0%
Eosinofil 0.0% 1.0-4.0%
Golongan darah B+ Basofil 0.1 % 0.0-2.0%
MANAGEMENT
• Cek darah (Hb, Hct, WBC,
platelet, BUN, creatinin, AST, ALT,
ASSESSMENT procalcitonin, kultur darah)
• Konsul mata untuk persiapan
tindakan pungsi lumbal

- Susp encephalitis viral • Head up 30 derajat


- Sepsis • Terapi:
• cefotaxime 200 mg/kg/hari IV
- Acute Kidney Injury fase failure • mannitol 0.5 g/ kgBB/ 6 jam IV
• Phenytoin 5 mg/ kgBB/ hari IV
• Nicardipine turun bertahap

• Ronsen thorax lewat IGD


• Balans cairan
THANK YOU