Anda di halaman 1dari 56

REFERAT

GONORE
Oleh :
Vioni Venska Ganadhi The
Ida Bagus Ketut Kusumayasa

Pembimbing :
dr. Moh. Ifnudin, Sp.KK
Pembahasan
• Pendahuluan
• Gonore
– Definisi
– Etiologi
– Epidemiologi
– Patofisiologi
– Patogenesis
– Gejala Klinik
– Diagnosis
– Diagnosis Banding
– Penatalaksanaan
– Edukasi
– Komplikasi
– Prognosis
• Kesimpulan
Pendahuluan

• Penyakit menular seksual (PMS)


adalah penyakit yang ditularkan
secara langsung dari seseorang ke
orang lain melalui kontak seks
• Penyakit yang paling sering
ditemukan di seluruh dunia
• Pengendaliannya adalah dengan
meningkatkan keamanan kontak
seks
• Salah satu PMS ini adalah penyakit
Gonore yang disebabkan oleh
bakteri Neisseria gonorrhoeae
• Gonore (kencing nanah) adalah
penyakit menular seksual yang
paling sering ditemukan dan paling
mudah ditegakkan diagnosisnya
• Insidensi tinggi di antara PMS lainnya
• Neisseria gonorrhoeae telah resisten
terhadap penisilin disebut
Penicillinase Producing Neisseria
Gonorrhoeae (P.P.N.G)
• Menyebabkan perubahan pengobatan
• Umumnya penularannya melalui
hubungan kelamin yaitu :
– Genito- genital
– Oro-genital
– Ano-genital
– Dapat secara manual melalui alat-
alat, pakaian, handuk, termometer,
dan sebagainya
• Keluhan pada pria lebih jelas dari pada
wanita
• Pada wanita sering asimptomatik
Definisi
• Gonore adalah suatu penyakit menular seksual yang
bersifat akut dan disebabkan oleh Neisseria
gonorrhoeae suatu kuman gram negatif berbentuk
seperti biji kopi dan letaknya dapat intra maupun
ekstraseluler
Etiologi
• Penyebab gonore adalah kuman gonokokus yang
ditemukan oleh Neisser tahun 1879
• Termasuk dalam grup Neisseria dan dikenal ada 4
spesies
– Neisseria gonorrhoeae
– Neisseria meningitides
– Neisseria pharyngitis
– Neisseria catarrhalis
• Neiserria gonorrhoeaea dan Neisseria
meningitidis bersifat patogen sedangkan
yang dua lainnya bersifat komensalisme
• Ciri Neiserria gonorrhoeaea
– Bakteri gram negatif
– Diplokokus non motil
– Diameter 0,6 sampai 1,5 μm
– Tidak memiliki kapsul polisakarida,
– Memiliki plasmid
– Sering ditemukan intraseluler dalam leukosit PMN
– Inkubasi 2-5 hari
– Rentan thd perubahan suhu, kering, sinar ultra violet
– Dapat dibiakkan dalam media Thayer Martin dgn
suhu optimal 35-37ºC, pH 6,5-7,5, kadar CO2 5%
Neisseria gonorrhoeae

Neisseria gonorrhoeae
Epidemiologi
• Gonore dapat terjadi pada semua
– Ras
– Usia
– Tidak memandang strata sosial
– Tetapi sering didapatkan pada usia
dewasa dan bayi yang baru lahir
– Kejadian penyakit ini meningkat
dengan adanya kontak seksual
dengan banyak mitra
– Pria 1,5 kali lebih banyak daripada
wanita
– Di Amerika Serikat diperkirakan
terdapat 600.000 kasus baru gonore
setiap tahunnya, kira-kira 240 kasus
per 100.000 populasi.
– Insiden gonore tertinggi terjadi di
negara-negara berkembang.
– Lebih banyak mengenai penduduk
dengan sosial ekonomi rendah
• Insidens tertingginya berkisar
pada usia 15-35 tahun pada
populasi wanita pada tahun 2000,
(715,6 per 100.000)
• Pada laki-laki insidens rata-rata
tertinggi terjadi pada usia 20-24
tahun (589,7 per 100.000)
• Tidak semua orang yang terpajan gonore akan terjangkit
penyakit ini
• Resiko penularan dari laki-laki kepada perempuan lebih
tinggi daripada penularan perempuan kepada laki-laki
terutama karena lebih luasnya selaput lendir yang
terpajan dan eksudat yang berdiam lama di vagina
• Setelah infeksi oleh Neisseria gonorrhoeae tidak timbul
imunitas alami, sehingga infeksi dapat berjangkit lebih
dari satu kali
Patofisiologi
Kontak

Neiserria gonorrhoeae melekat pd epitel


mukosa (molekul perekat + pili)

Penetrasi permukaan mukosa dan berkembang


biak dalam jaringan subepitelial

Menghasilkan produk ekstraseluler


(fosfolipase, peptidase)

Terjadi kerusakan sel

invasi dari neutrofil, pengelupasan epitel,


pembentukan mikroabses submukosal dan
discharge purulent
Gejala Klinik
Laki-laki Wanita

•Panas dibagian uretra anterior •Duh tubuh vagina yang berasal


•Nyeri pada penis dari endoservisitis dimana bersifat
•Disuria dan polakisuria purulen, tipis dan agak berbau.
•Duh tubuh yang bersifat •Disuria atau keluar sedikit duh
mukopurulen ( pus kental kuning tubuh dari uretra
kehijauan ) •Dispareunia dan nyeri perut
•Kadang-kadang juga terdapat bagian bawah
ektropion •Nyeri bisa bilateral, unilateral dan
tepat pada garis tengah
•Dapat disertai panas badan,
mual dan muntah.
•Nyeri perut bagian kanan atas
dari perihepatitis ( Fitz-Hugh-
Curtis syndrome)
Gonore pada pria dan
wanita

Gonore pada pria


Gonore pada wanita
Ekstra Genital

Orofaringitis
•Gejalanya seperti faringitis biasa
Prokitis Gonore
Pada bayi •Nyeri pada perineum
•Ophtalmia •Nyeri pada waktu defekasi dan kadang
neonatorum keluar darah
•Conjungtivitis Gonoblenore
inisial •Pada bayi yang dilahirkan oleh ibu
yang menderita gonore
•Menularkan kematanya sendiri dari
gonore genitalnya
Komplikasi sistemik
•Meningitis , endokarditis, arthritis,
tenosynovitis dan dermatitis
Gonore pada bayi

Gonore ekstra genital


Diagnosa

Pemeriksaan Pemeriksaan
Anamnesa Penunjang
Fisik
Anamnesa

•Adanya coitus
suspectus
•Fellatio
•Cunilingus
Pemeriksaan Fisik

Laki - laki Wanita

Saluran Saluran Urogenital


Urogenital Atas
•Nyeri waktu kencing
Bawah •PID (Pelvic
•Orifisium uretra
Inflammatory Disease)
oedem & eritematous
•Sekret serviks •Nyeri abdomen
•Sekret uretra purulen
mukopurulen bawah dengan atau
•Ektropion keluar
/purulen tanpa menyebar
ecoulement
•Sekret / •Nyeri pada waktu
perdarahan dari serviks digerakkan
vagina •Nyeri tekan adneksa
•Panas badan
•Nyeri tekan abdomen
bagian kanan atas
Pemeriksaan penunjang

Pengecatan
Gram Kultur Test Definitif
Pengecatan Gram
– Bahan pemeriksaan
• Pus diuretra spontan ataupun melalui pemijatan
• Sedimen urin
• Sekret dari massase prostat ( pria )
• Muara uretra
• Muara kelenjar bartolin, serviks, rektum ( wanita )
• sekret mata ( pada bayi )
– Sensitifitas dan spesifisitasnya lebih rendah
pada spesimen endoservikal dan rektal
Pengecatan gram
Kultur
• Pemeriksaan kultur pada gonore mempunyai
sensitivitas sekitar 80- 90%
• Terdapat beberapa macam media untuk isolasi
Neiserria gonorrhoeae yaitu media transport dan
media pertumbuhan
• Media transport digunakan jika letak
pengambilan spesimen jauh dari laboratorium
• Spesimen dalam media transport yang disimpan
dalam lemari es dapat tahan selama 24 jam
Media Transport
Media Stuart
• Hanya untuk transport saja, sehingga perlu ditanam kembali pada
media pertumbuhan

Media Transgrow
• Media ini selektif dan nutritif untuk Neiserria gonorrhoeae dan
Neiserria meningitidis,
• Merupakan gabungan media transport dan media pertumbuhan
• Merupakan modifikasi media Thayer Martin dengan menambahkan
trimetoprim untuk mematikan Proteus spp
Mc Leod’s chocolate agar
• Berisi agar coklat, agar serum dan agar hidrokel
• Selain kuman gonokokus,kuman- kuman yang lain dapat tumbuh
Media Thayer Martin
• Media ini selektif untuk mengisolasi gonokokus
• Akan tampak koloni berwarna putih keabuan , mengkilap dan
cembung
• Pembiakan penting pada kasus yang bersifat asimptomatis.
Modified Thayer Martin Agar
• Isinya ditambah dengan trimetoprim untuk mencegah pertumbuhan
kuman Proteus spp
Media Stuart

Media Transgow
Media Thayer Martin Mc Leod’s chocolate agar
Test Definitif
– Tes Oksidasi
• Tes oksidasi untuk membuktikan bahwa koloni yang tumbuh
adalah koloni Neisseria
• Pada koloni diteteskan larutan tetrametil p-fenilendiamin
dihidroklorida 1%
• Tes oksidasi positif jika warna koloni berubah menjadi merah
muda sampai ungu
• Ada juga yang menggunakan potongan kertas yang
mengandung reagen / indikator naftol dan dimetilparafenilen-
diamin (NaDi), dioleskan pada potongan kertas tersebut,
dalam waktu 20-60 detik kertas terlihat berwarna biru sampai
biru tua
• Tes ini juga positif pada beberapa mikroorganisme lain,
misalnya Vibrio spp.,Brucella spp., dan Pseudomonas spp.
– Tes fermentasi
• Digunakan untuk membedakan Neisseria gonorhoeae
dengan spesies Neisseria yang lain
Spesies Glukosa Maltosa Sukrosa Laktosa

N.Gonorrhoeae + - - -

N. meningitides + + - -

N. catarrhalis - - - -

N.pharyngitidis + + + +
– Tes beta-laktamase
• Pemeriksaan beta laktamase dengan menggunakan cefinase
TM disc
• Positif jika terjadi perubahan warna dari kuning menjadi
merah

– Tes Thomson ( Percobaan dua Gelas )


• Gunanya untuk mengetahui apakah infeksi sudah sampai
pada uretra bagian posterior atau masih dianterior saja.
• Dilakukan pada pagi hari pada saat kandung kencing masih
penuh
– Enzyme Immunoassay
• Merupakan cara untuk mendeteksi antigen gonokokus dari
sekret genital, namun sensitivitasnya masih lebih rendah dari
metode kultur
– Polimerase Chain Reaction ( PCR )
• Identifikasi gonokokus dengan PCR saat ini telah banyak
digunakan dibeberapa negara maju, dengan sensitifitas dan
spesifisitas yang tinggi, bahkan dapat digunakan dari sampel
urine
Diagnosa Banding
• Uretritis non-gonore akut
– Disebabkan oleh Chlamydia trachomatis,
Ureaplasma urealyticum, Mycoplasma
genitaslium, Trichomonas vaginalis, Herpes
simplex virus
– Gejalanya duh tubuh uretra, disuria, atau
gatal pada uretra, kadang hematuria.
– Berkembang antara 1-5 minggu setelah
terpapar dengan puncak antara 2-3 minggu
• Artritis bakteri non gonore
Karateristik Artritis Gonore Artritis non Gonore

Usia Dewasa muda, sehat Anak-anak, orangtua,


imunocompromised
Tenosynovitis + -

Arthritis Polyarthritis Monoarthritis

Lesi Kulit + pada 2/3 kasus +

Lokasi Sering pada pergelangan Umumnya pada sendi besar


tangan dan sendi kecil
Kultur Cairan Sinovial - +

Kultur Darah Jarang + + pada 50% pasien

Respon Antibiotika Cepat Lambat

Drainase Cairan Synovial Tidak perlu Penting


Tata Laksana
• Pengobatan yang baik
– Pemilihan obat yang tepat
– Dosis yang adekuat
– Kontrol teratur sampai dinyatakan sembuh
– Tidak melakukan hubungan seksual sebelum
penyakitnya sembuh.
– Pasangan seksual harus diperiksa dan diobati
(pingpong phenomen)
Pola resistensi menurut area geografi
maupun sub populasi

Obat-obatan yang tersedia


Faktor yang
mempengaruhi
pemilihan obat
Efektivitas yang dikaitkan dengan
harga obat

Bila kemungkinan ada concomitant


• Terapi gonore tanpa komplikasi
– Cefixime 400 mg per oral dosis tunggal
– Ceftriaxone 250 mg im dosis tunggal
– Ciprofloxacine 500 mg per oral dosis tunggal
– Ofloxacin 400 mg per oral dosis tunggal
– Spectinomycin, 2 g im injeksi, dosis tunggal
– Bila diduga ada infeksi campuran dengan Chlamydia dapat
ditambahkan :
• Erytromycine 500 mg sehari 4 kali peroral selama 7 hari
• Doxycycline 100 mg sehari 2 kali peroral selama 7 hari
– Ciprofloxacin kontraindikasi untuk ibu hamil dan tidak dianjurkan
untuk anak-anak
• Terapi gonore dengan komplikasi
– Meningitis dan Endocarditis
• Ceftriaxone 1-2 g IV setiap 12 jam untuk meningitis
dilanjutkan 10-14 hari dan untuk endocarditis
diteruskan paling sedikit 4 minggu
– Arthritis , tenosynovitis dan dermatitis
• Ciprofloxacin : 500 mg IV setiap 12 jam
• Ofloxacin : 400 mg IV setiap 12 jam
• Ceftriaxone : 1 g im/iv tiap 24 jam
• Cefotaxime 1 g IV setiap 8 jam
– Komplikasi ( lokal)
• Ciprofloxacin : 500 mg oral selama 5 hari
• Ceftriaxone 125 mg im selama 5 hari
• Cefixime 400 mg oral selama 5 hari
• Spectinomycin 2 g im selama 5 hari
– Regimen terapi untuk disseminated
gonococcal :
• Ceftriaxone : 1 g im/iv satu kali sehari selama 7
hari
• Spectinomycin 2 g im dua kali sehari selama 7 hari
• Terapi Gonore pada bayi dan anak
– Sepsis, arthritis , meningitis atau abses kulit
kepala pada bayi
• Ceftriaxone 25-50 mg/kg/hari im/iv 1 kali sehari
selama 7 hari
• Cefotaxime 25 mg/kg iv/im setiap 12 jam selama 7
hari
• Bila terbukti meningitis lama pengobatan menjadi
10-14 hari
• Vulvovagiitis, cervicitis, uretritis , faringitis
atau prokitis pada anak
• Ceftriaxone 125 mg im single dose dan untuk anak
dengan BB > 45 kg dosis obat sama seperti orang
dewasa
• Bakteriemi atau arthritis pada anak
– Ceftriaxone 50 mg/kg ( max 1 g untuk BB < 45 kg dan
2 g untuk BB > 45 kg ) im/iv 1 kali sehari selama 7
hari atau 10-14 hari untuk BB > 45 kg
• Terapi gonore pada wanita hamil
– Ceftriaxone 250 mg dosis tunggal
– Amoxicilline 3g + probenesid 1 g
– Cefixime 400 mg dosis tunggal
Edukasi
• Penjelasan pada pasien bahwa gonore dapat
menular kembali dan dapat terjadi komplikasi
apabila tidak diobati secara tuntas
• Menghindari kontak seksual dengan pasangan
yang beresiko
• Penggunaan kondom
• Pendidikan moral, agama dan seks perlu
diperhatikan
Komplikasi
Laki-laki

Tysonitis
Parauretritis
Litritis
Wanita
Postitis
Prostatitis
PID
Cowperitis
Bartholinitis
Balanitis
Uretritis
Seminal vesikulitis
Servicitis
Funikulitis & epididimitis
Cystitis
Proktitis
DGI
Artritis gonokokal
Prognosis
• Sebagian besar infeksi gonore
memberikan respon yang cepat terhadap
pengobatan dengan antibiotik
• Prognosis baik jika diobati dengan cepat
dan lengkap
Kesimpulan
• Gonore merupakan penyakit hubungan
seksual yang disebabkan oleh kuman
Neiserria gonorrhoeae
• Neiserria gonorrheae merupakan kuman
kokus gram negatif, berukuran 0,6- 1,5
μm, berbentuk diplokokus seperti biji kopi
dengan sisi yang datar berhadap-hadapan
• Diagnosis ditegakkan berdasarkan
anamnesa, pemeriksaan fisik dan
pemeriksaan penunjang
• Diagnosis pada laki-laki jauh lebih mudah
daripada wanita, baik secara klinis
maupun laboratorium
• Pengobatan yang baik
– Pemilihan obat yang tepat
– Dosis yang adekuat
– Kontrol teratur sampai dinyatakan sembuh
– Tidak melakukan hubungan seksual sebelum
penyakitnya sembuh
– Pasangan seksual harus diperiksa dan diobati
(pingpong phenomen)