Anda di halaman 1dari 51

Mata Kuliah

Penelitian Operasional II
ALGORITMA TRANSPORTASI

Herman R. Suwarman, S.Si, MT


Kasus Transportasi SunRay
Kapal-kapal milik SunRay Transport Company membawa
gandum dari tiga gudang (silo) ke empat tempat penggilingan
(Mill). Penawaran (dalam jumlah muatan) dan permintaan
(yang juga dalam jumlah muatan ) bersama-sama dengan biaya
transportasi/muatan pada rute yang berbeda dirangkum dalam
model transportasi pada tabel 1. unit biaya transportasi, cij
(ditunjukkan pada sudut barat laut setiap kotak)
Tabel 1 Model Transportasi untuk Kasus SunRay Transport Company

Mill

1 2 3 4 Supply

1 10 2 20 11
15
x11 x12 x13 x14

Silo 2 12 7 9 20
25
x21 x22 x23 x24

3 4 14 16 18
10
x31 x32 x33 x34

Demand 5 15 15 15
Langkah-langkah
Algoritma Transportasi
Langkah 1
Tentukan solusi awal layak dasar (basis), dan lanjutkan ke langkah 2

Langkah 2
Gunakan kondisi optimalitas dari metode simpleks untuk
menentukan variabel masuk dari diantara semua variabel non dasar.
Jika kondisi optimalitas dipenuhi, stop. Jika belum dipenuhi,
lanjutkan ke langkah 3

Langkah 3
Gunakan kondisi layak untk metode simpleks untuk menentukan
variabel keluar dari diantara semua variabel dasar yang ada, temukan
solusi dasar yang baru. Kembali ke langkah 2
Langkah 1- Menentukan Solusi Awal
1. Northwest-corner methode
2. Least – cost method
3. Vogel approximation method
Langkah 1-Northwest-Corner Method
Metode ini mulai dari sel (rute) sudut barat laut dari tabel dalam hal
ini adalah x11
Langkah 1
Alokasikan sebanyak mungkin terhadap sel yang dipilih, dan
sesuaikan dengan jumlah penawaran (supply) dan permintaan
(demand) dengan mengurangi jumlah yang dialokasikan
Langkah 2
Silang baris atau kolom dengan jumlah nol penawaran atau nol
permintaan untuk mengindikasikan bahwa tidak ada penetapan lebih
lanjut dalam baris atau kolom tersebut. Jika kedua baris atau kolom
menghasilkan 0 secara bersamaan, silang salah satu saja, dan biarkan
penawaran (permintaan) dalam keadaan tidak disilang
Langkah 1-Northwest-Corner Method
Langkah 3
jika tepat satu baris atau satu kolom yang tertinggal tidak
disilang lagi, maka berhenti. Jika tidak, bergeraklah ke sel ke
sebelah kanan yang telah disilang (bernilai 0) atau kebawah jika
baris telah disilang (bernilai 0). Kembali lagi ke langkah 1
Langkah 1-Northwest-Corner Method

1 2 3 4 Supply

1 10 2 20 11
15
5 10
2 12 7 9 20
25
5 15 5
3 4 14 16 18
10
10

Demand 5 15 15 15
Langkah 1-Northwest-Corner Method

1 2 3 4 Supply

1 10 2 20 11
15
5 10
2 12 7 9 20
25
5 15 5
3 4 14 16 18
10
10

Demand 5 15 15 15
Langkah 1-Northwest-Corner Method
Solusi basis awal
akan diberikan oleh

x11 = 5
x12 = 10
x22 = 5
x23 = 15 Sehingga biaya untuk jadwal ini adalah
x24 =5 Z = 5 x 10 + 10 x 2 + 5 x 7 + 15 x 9
x34 = 10 + 5 x 20 + 10 x 18 = $ 520
Langkah 1 -Least-Cost Method
 Least cost method (metode biaya terendah) merupakan metode
menentukan solusi awal yang lebih baik yaitu dengan
mengkonsentrasikan pada rute yang paling murah (biaya
terendah).
 Metode ini dimulai dengan menetapkan sel dengan biaya unit
terkecil. Kemudian, baris atau kolom yang disilang dan jumlah dari
penawaran (supply) dan permintaan (demand) disesuaikan secara
berturut-turut.
 Jika kedua baris atau kolom terpenuhi secara bersamaan, hanya
satu yang disilang, seperti halnya pada metode northwest-corner.
 Kemudian carilah sel-sel yang belum disilang dengan biaya unit
terendah dan ulangi proses hingga tepat satu kolom atau baris yang
tidak disilang.
Langkah 1 -Least-Cost Method

1 2 3 4 Supply

10 2 20 11
1 15
15 0

12 7 9 20
2 25
15 10

4 14 16 18
3 10
5 5

Demand 5 15 15 15
Langkah 1 -Least-Cost Method
 Sel (1,2) mempunyai unit biaya terendah ($2). Jumlah yang bisa
diantarkan melalui sel (1,2) adalah x12 = 15 muatan dimana hal ini
terjadi untuk memenuhi baris 1 dan kolom 2 secara bersamaan.
Kita dapat secara sembarang menyilang kolom 2 dan menetapkan
penawaran (supply) pada baris 1 adalah 0.
 Sel (3,1) merupakan unit biaya terkecil yang belum disilang
berikutnya ($4). Tetapkan x31 = 5, silanglah kolom 1, karena
memenuhi jumlah permintaan, dan tetapkan baris 3 sebesar 10 -5
= 5 muatan
 Lanjutkan dengan pola yang sama, kita dapat menetapkan 15
muatan terhadap sel (2,3), 0 muatan pada sel (1,4), 5 muatan pada
sel (3,4), dan 10 muatan pada sel (2,4). (silahkan verifikasi!)
Langkah 1 -Least-Cost Method
Solusi basis awal
ditemukan adalah sbb:
x12 = 15
x14 = 0
x23 = 15
x24 =10
x31 =5
x34 =5 Sehingga biaya u/ jadwal ini sbb:
Z = 15 x 2 + 0 x 11 + 15 x 9 +10 x
20 + 5 x 4 + 5 x 18 = $475
Langkah 1 –
Vogel Approximation Method (VAM)

VAM merupakan metode Least-cost


method yang telah diperbaiki secara
umum menghasilkan solusi awal yang
lebih baik.
Langkah 1 –
Vogel Approximation Method (VAM)
Langkah 1
untuk setiap baris (kolom), tentukan ukuran penalti dengan
mengurangi elemen unit biaya terkecil pada baris (kolom) dari unit
biaya terkecil berikutnya dalam baris (kolom) yang sama
Langkah 2
Identifikasi baris atau kolom dengan nilai penalti yang terbesar.
Alokasikan sebanyak mungkin terhadap variaebl dengan unit biaya
terendah dalam baris atau kolom yang terpilih. Sesuaikan penawaran
dan permintaan, dan silanglah baris dan kolom yang sudah terpenuhi.
Jika baris dan kolom terpenuhi secara bersamaan, hanya satu saja
yang disilang, dan baris (kolom) yang tertinggal ditetapkan memiliki
penawaran (permintaan) bernilai nol.
Langkah 1 –
Vogel Approximation Method (VAM)
Langkah 3
a) Jika tepat satu kolom atau baris dengan nilai penawaran atau
permintaan adalah nol berada pada status belum tersilang, maka
langkah berhenti
b) Jika satu baris (kolom) dengan nilai penawaran (permintaan )
positif tetap ada pada sel-sel yang belum tersilang, tentukan
variabel dasar dalam baris (kolom) dengan metode Least-cost.
Kemudian berhenti
c) Jika semua baris dan kolom yang belum disilang mempunyai nilai
permintaan dan penawaran adalah nol, tentukan nilai varabel dasar
dengan menggunakan metode Least-cost. Kemudian berhenti
d) sebaliknya, kembali ke langkah 1.
Langkah 1 –
Vogel Approximation Method (VAM)
1 2 3 4 Supply Penalty Baris
10 2 20 11
1 15 10-2 =8

12 7 9 20
2 25 9-7 =2

4 14 16 18
3 10 14-4 =10

Demand 5 15 15 15

Penalti
kolom 10-4=6 7-2=5 16-9=7 18-11=7
Langkah 1 –
Vogel Approximation Method (VAM)
1 2 3 4 Supply Penalty Baris
10 2 20 11
1 15 10-2 =8

12 7 9 20
2 25 9-7 =2

4 14 16 18
3 10 14-4 =10
5
Demand 5 15 15 15

Penalti
kolom 10-4=6 7-2=5 16-9=7 18-11=7
Langkah 1 –
Vogel Approximation Method (VAM)

Karena baris 3 mempunyai nilai penalti yang paling besar


(=10) dan sel (3,1) mempunyai biaya unit terkecil pada baris
tersebut, maka nilai 5 ditetapkan pada x31. kolom 1 sekarang
sudah dipenuhi dan harus disilang.
Langkah 1 –
Vogel Approximation Method (VAM)
1 2 3 4 Supply Penalty Baris
10 2 20 11
1 15 11-2 =9
15
12 7 9 20
2 25 9-7 =2

4 14 16 18
3 10 16-14=2
5
Demand 5 15 15 15

Penalti
kolom - 7-2=5 16-9=7 18-11=7
Langkah 1 –
Vogel Approximation Method (VAM)

Karena baris 1 mempunyai nilai penalti yang paling besar


(=9), dengan demikian kita dapat menetapkan sel (1,2) yang
mempunyai biaya unit terendah ($2). Kemudian kita dapatkan
x12= 15 dan secara bersamaan memenuhi baris 1 dan kolom
2. secara sembarang kita tetapkan kolom 2 untuk disilang dan
menyesuaikan penawaran (supply) pada baris 1 adalah 0.
Langkah 1 –
Vogel Approximation Method (VAM)
1 2 3 4 Supply Penalty Baris
10 2 20 11
1 15 20 -11= 9
15
12 7 9 20
2 25 20 -9= 11
15
4 14 16 18
3 10 18-16=2
5
Demand 5 15 15 15

Penalti
kolom - - 16-9=7 18-11=7
Langkah 1 –
Vogel Approximation Method (VAM)
1 2 3 4 Supply
10 2 20 11
1 15
15 0
12 7 9 20
2 25
15 10
4 14 16 18
3 10
5 5
Demand 5 15 15 15
Langkah 1 –
Vogel Approximation Method (VAM)
Solusi basis awal
ditemukan adalah sbb:
x12 = 15
x14 = 0
x23 = 15
x24 =10
x31 =5
x34 =5 Sehingga biaya u/ jadwal ini sbb:
Z = 15 x 2 + 0 x 11 + 15 x 9 +10 x 20
+ 5 x 4 + 5 x 18 = $475
(hasil yang sama dengan Least-Cost Method)
Langkah-langkah
Algoritma Transportasi
Langkah 1
Tentukan solusi awal layak dasar (basis), dan lanjutkan ke langkah 2

Langkah 2
Gunakan kondisi optimalitas dari metode simpleks untuk
menentukan variabel masuk dari diantara semua variabel non dasar.
Jika kondisi optimalitas dipenuhi, stop. Jika belum dipenuhi,
lanjutkan ke langkah 3

Langkah 3
Gunakan kondisi layak untk metode simpleks untuk menentukan
variabel keluar dari diantara semua variabel dasar yang ada, temukan
solusi dasar yang baru. Kembali ke langkah 2
Algoritma Transportasi
Mill
1 2 3 4 Supply
1 10 2 20 11
15
x11 x12 x13 x14
Silo 2 12 7 9 20
25
x21 x22 x23 x24
3 4 14 16 18
10
x31 x32 x33 x34
Demand 5 15 15 15
Algoritma Transportasi
Mill
1 2 3 4 Supply
1 10 2 20 11
15

Silo 2 12 7 9 20
25

3 4 14 16 18
10

Demand 5 15 15 15
Langkah 1-Northwest-Corner Method

1 2 3 4Supply
1 10 2 20 11
15
5 10
2 12 7 9 20
25
5 15 5
3 4 14 16 18
10
10
Demand 5 15 15 15 Z=$520
Langkah 1-Northwest-Corner Method

1 2 3 4Supply
1 10 2 20 11
15
15
2 12 7 9 20
25
0 15 10
3 4 14 16 18
10
5 5
Demand 5 15 15 15 Z=$520
Solusi Awal layak

Z=5 x 10+10x2+5x7+15x9+5x20+1-x18
Z= $520
Langkah 2 - method of multipliers
Prinsip:
Menggunakan kondisi optimalitas untuk menentukan variabel masuk
dari variabel non dasar sehingga dapat memperbaiki solusi. Jika
keadaan optimal tercapai maka iterasi berhenti. Jika belum maka,
lanjutkan ke langkah 3.
Untuk menetapkan variabel non dasar yang masuk ke variabel dasar
dilakukan komputasi terhadap koefisien variabel non dasar
menggunakan method of multipliers.
Langkah 2 - method of multipliers
dalam metode ini kita menggunakan ui dan vj dengan baris
i dan kolom j pada tabel transportasi, untuk setiap
variabel xij:

setelah menetapkan secara sembarang u1 = 0 maka nilai ui dan vj pada


pada setiap variabel dasar akan diketahui. Kita akan menggunakan nilai ui
dan vj untuk mengevaluasi variabel non dasar dengan mengkomputasi
persamaan berikut ini. Hasil evaluasi dari metode ini adalah variabel non
dasar yang masuk ke variabel dasar
Langkah 2 - method of multipliers

Variabel dasar Persamaan (u, v) Solusi


Langkah 2 - method of multipliers

u1 = 0
u2 = 5
u3 = 3
v1 = 10
v2 = 2
v3 = 4
v4 = 15
Langkah 2 - method of multipliers

Variabel non dasar Persamaan (u, v)


Langkah 2 - method of multipliers
x31 masuk variabel dasar
Mill
V1=10 v2=2 v3=4 v4=15 Supply
10 2 20 11
u1=0 15
5 10 -16 4
12 7 9 20
u2=5 25
35 15 5
4 14 16 18
u3=3 10
9 -9 -910
Demand 5 15 15 15
Langkah 3 – metode Loop
 x31 merupakan variabel yang masuk variabel dasar pada langkah 2.
Tujuan dari langkah 3 ini adalah menentukan variabel yang keluar
dari variabel dasar.
 Tetapkan x31 = θ, nilai maksimum dari θ ditentukan oleh dua
kondisi:
1. Batas supply dan demand harus tetap terpenuhi
2. Pengiriman melalui semua rute harus non negatif
 Loop tertutup tersebut memuat segment horizontal dan vertikal
yang terhubung saja (tidak diizinkan segmen diagonal)
Langkah 3 – metode Loop
v1=10 v2=2 v3=4 v4=15 Supply
10 2 20 11
u1=0 5-θ 15
10+θ -16 4
12 7 9 20
u2=5 25
3 5-θ 15 5+θ
4 14 16 18
u3=3 10
θ 9 -9 -9 10-θ
Demand 5 15 15 15
x11=5-θ≥0
x22=5-θ≥0
x34=5-θ≥0

x11 keluar basis

Solusi baru
Z = 15x2+0x7+15x9+10x20+5x4+5x18
Z= 475
Kondisi belum optimal
x14 masuk basis
v1=1 v2=2 v3=4 v4=15 Supply
10 2 20 11
u1=0 15
-9 15 -16 4
12 7 9 20
u2=5 25
-6 0 15 10
4 14 16 18
u3=3 10
5 -9 -9 5
Demand 5 15 15 15 Z= 475
Kondisi belum optimal
x14 masuk basis
V1=1 V2=2 V3=4 V4=15 Supply
10 2 20 11
u1=0 15
-9 15 -16 4
12 7 9 20
U2=5 25
-6 0 15 10
4 14 16 18
U3=3 10
5 -9 -9 5
Demand 5 15 15 15 Z= 475
Langkah 3- Loop

v1=1 v2=2 v3=4 v4=11 Supply


10 2 20 11
u1=0 15
-9 15-θ -16 θ
12 7 9 20
u2=5 25
-6 0+θ 15 10-θ
4 14 16 18
u3=3 10
5 -9 -9 5
Demand 5 15 15 15
Kondisi layak

x24=10-θ≥0

x14-15-θ≥0
x24 keluar basis
Z= 5x2 + 10x11+7x10+15x9+5x4
Z=$435
Kondisi Optimal
v1=-3 v2=2 v3=4 v4=11 Supply
10 2 20 11
u1=0 15
-13 5 -16 10
12 7 9 20
u2=5 25
-10 10 15 -4
4 14 16 18
u3=7 10
5 -5 -5 5
Demand 5 15 15 15 Z=$435
Kondisi optimal
Z = 5 x2 +10 x 7 +15x9 +10x11+5x18=$435
Dari silo ke Mill Jumlah beban
1 2 5
1 4 10
2 2 10
2 3 15
3 1 5
3 4 5
Biaya optimal = $ 435
Masalah Transportasi
Penjelasan Metode Simpleks untuk
Metode Pengali
Herman R. Suwarman, S.Si, MT.
Bentuk Dual Model LP Transportasi
Bentuk Dual Model LP Transportasi
Bentuk Dual Model LP Transportasi
Pada variabel basis
Daftar Pustaka
Taha A. H., Operations Resesarch, An Introduction,
7th Edition, Prentice Hall, 2003