Anda di halaman 1dari 14

MATERI : 1 MINGGU : 4

DISTILASI MULTIKOMPONEN
1. PENDAHULUAN

2. JUMLAH TRAY MINIMUM: PERSAMAAN FENSKE

3. REFLUKS MINIMUM: PERSAMAAN UNDERWOOD

4. JUMLAH STAGE PADA FINITE REFLUKS: KORELASI GILLILAND

5. CONTOH SOAL
Pengantar Distilasi Multikomponen

Dalam dunia industri, sebagian besar proses distilasi melibatkan lebih dari dua komponen.
Pemisahan multikomponen dilakukan dengan menggunakan tipe yang sama dengan
kolom distilasi, reboiler, kondensor, alat penukar panas dan lain sebagainya. Namun
beberapa perbedaan mendasar yang ada tersebut benar-benar dipahami oleh desainernya.
Perbedaan-perbedaan tersebut berasal dari aturan fase untuk kondisi spesifik
termodinamika dari suatu aliran pada kesetimbangan. Dalam sistem multikomponen,
derajat kebebasan yang sama tidak tercapai karena adanya kehadiran komponen lain. Baik
distilat maupun fraksi bawah benar-benar terspesifikasi dengan sempurna. Komponen-
komponen yang mempunyai distilatnya dan fraksi bawah yang terspesifikasi kembali
dikenal dengan komponen kunci. volatil yang tinggi yang besar dari komponen-
komponen kunci disebut light key (LK) dan volatil yang kecil disebut dengan heavy key
(HK). Komponen-komponen lainnya di kenal dengan non key (NK). Light non-key
dianjurkan ketika non-key lebih volatil dari pada light key sementara itu heavy non-key
(HNK) kurang volatile dari pada heavy key. Pemilihan yang tepat dari komponn-
komponen kunci sangatlah penting jika suatu pemisahan multikomponen yang di tentukan
tidak memadai. Beberapa metode short-cut digunakan untuk pelaksanaan perhitungan
dalam sistem multikomponen. Ini melibatkan semua estimasi dari angka terkecil dari tray.
Estimasi dari laju reflux minimum dan nomor pada stage-stage di reflux terbatas untuk
fraksinator yang sederhana. Walaupun metode hardware dari computer tersedia untuk
penyelesaian masalah pemisahan multikomponen. Metode perkiraan digunakan dalam
praktek. Salah satu kegunaan dari metode perkiraan sering disebut sebagai metode
Fenske-underwood-Gilliland.
Jumlah Estimasi Minimum Tray: Persamaan Feske

Feske (1932 ) adalah orang pertama yang menemukan persamaan untuk menghitung
jumlah minimum tray pada distilasi multikomponen. Derivasi (turunan) didasarkan pada
asumsi bahwa stage termasuk pada stage kesetimbangan. Berdasarkan pada kolom
distilasi multikomponen yang beroperasi pada jumlah refluks seperti pada gambar 5.24 .
Hubungan kesetimbangan untuk komponen light key yaitu :
y1=K1x1

Untuk total kondenser , y1=x D sehingga


x D=K1x1

Dan seluruh material kesetimbangan dibawah tray bagian atas dan sekitar bagian atas
kolom dituliskan sebagai berikut :
V2=L1+D
Dibawah kondisi total reflux D=0 dan V2=L1. Kesetimbangan komponen bahan
untuk light key disekitar piringan pertama, dan bagian atas kolom adalah
V2y2 = L1X1 + DXD (5.60)
Dibawah kondisi minimum tray, persamaan (5.60) yield y2=x1. Hubungan
equilibrium untuk plate 2 yaitu
y2 = K2 . x2 (5.61)
persamaan (5.61) menjadi y2 = x1
• Substitukan persamaan (5.62) ke persamaan (5.58)

• Lanjutkan persamaan ini untuk seluruh kolom, sehingga didapat

• Dengan menggunakan persamaan yang sama, untuk fase berat, dapat ditulis dengan

• Persamaan (564) pada persamaan (565) menjadi

• Rasio nilai k sama dengan volatilitas relatif, sehingga persamaan (5.66) dapat ditulis sebagai

• Nilai volatilitas relatif berlaku untuk semua stage dan nilai minimum stage, sehingga
persamaan 5.67 dapat ditulis sebagai

• Pemecahan persamaan (5.68) untuk jumlah stage minimum, Nmin


(5.70)
Pada persamaan (5.70) menggunakan persamaan fenske. Pada persamaan tersebut, Nmin merupakan jumlah
tray kesetimbangan pada total refluks berdasarkan parsial reboiler. Persamaan Fenske dapat menjadi
alternatif memperoleh perhitungan untuk multikomponen dengan mudah yang dituliskan sebagai berikut :

(5.71)

Jumlah dari cairan yang light dapat menjadi destilat (Dxd). Hal ini sama dengan fraksi cairan ringan yang
terecovery pada destilat dimana FRD yang merupakan jumlah dari cairan ringan dalam umpan dapat
dituliskan :
(5.72)
Dari definisi diatas fraksi yang terecovery dapat didefinisikan:
(5.73)
Dengan mensubtitusikan persamaan (5.72) dan (5.73) kedalam persamaan (5.71), maka :

(5.74)

Dikarenakan jumlah tray minimum kesetimbangan telah diketahui, fraksi yang terecovery dari non-key dapat
diketahui dengan menggunakan persamaan (5.74) untuk komponen non-key dan komponen ringan juga
komponen berat. Lalu persamaan penyelesaian untuk FRNK.B atau FRNK.D . Jika key komponen ditentukan
sebagai komponen ringan, maka FRNK.D Dapat dituliskan sebagai :
Reflux Minimum: Persamaan Underwood
Untuk sistem multi-komponen, jika salah satu atau lebih dari komponen hanya keluar dari produk,
maka pinch points akan terpisah pada kedua garis stripping dan rectifying. Dalam hal ini, Underwood
mengembangkan analisis alternatif untuk menyelesaikan rasio refluks minimum (Wankat, 1988).
Adanya heavy non-keys yang tidak terdistribusi menyebabkan pinch poins memiliki komposisi yang
konstan pada refluks minimum di bagian rektifikasi sedangkan adanya light non-keys yang tidak
terdistribusi menyebabkan pinch points terjadi pada bagian stripping. Kita bisa mengasumsikan pinch
points terjadi pada bagian rektifikasi. Sehingga neraca massa untuk komponen atas pada bagian
rektifikasi seperti yang diilustrasikan pada Gambar 5.24 adalah:

Komposisi yang konstan pada pinch points dirumuskan

Dan

Hubungan kesetimbangan dapat dirumuskan:

Dari persamaan (5.76) ke (5.79) kesetimbangan untuk komposisi yang konstan dapat ditulis sebagai

Relativitas volatile dirumuskan α1= m/mHK lalu substitusikan pada persamaan (5.80) sehingga didapat
persamaan:
Total aliran uap di bagian rektifikasi pada refluks minimum dapat diperoleh dengan
menggabungkan persamaan (5.81) untuk semua komponen:

Berdasarkan analisis di atas, maka untuk bagian stripping, dirumuskan

Dirumuskan

Persamaan (5.82) dan (5.83) akan menjadi

Dan

Untuk overflow konstan molar dan konstan volatilitas relatif xxxx yang memenuhi kedua
persamaan (5.86). perubahan dalam aliran uap pada stage umpan digunakan pada
persamaan (5.86)

Menggabungkan persamaan (5.87) dengan neraca massa keseluruhan untuk komponen i


dapat dirumuskan
Jika reaksi q diketahui, perubahan aliran uap pada feed stage dapat dinyatakan sebagai

Membandingkan Persamaan (5.88) dan (5.90)

Persamaan (5.90) dikenal sebagai persamaan Underwood pertama yang digunakan untuk menghitung nilai-
nilai λ yang sesuai, sedangkan persamaan (5.86) dikenal sebagai persamaan Underwood kedua yang
digunakan untuk menghitung Vm. Dari neraca massa, Lm dapat dihitung sebagai

4.3.3. Estimasi jumlah stage di refluks terbatas : Pendekatan Gilliland


Gilliland (1940) mengembangkan korelasi empiris untuk menghubungkan jumlah stage N di rasio refluk
minimum. Gilliland menggambarkan pendekatan grafik dengan (N-Nmin)/(N+1) sebagai y-axis dan (R-
Rmin)/(R+1) sebagai x-axis. Selanjutnya pada tahun (1972) Molokanov menyatakan pendekatan Gilliland
sebagai :

Berdasarkan Seader dan Henley (1998), perkiraan optimal lokasi feed stage, bisa diperoleh berdasarkan
persamaan Krikbride (1944) dengan

Dimana NR dan Ns adalah nomor pada stage dibagian stripping dan rectifying.
Contoh problem 5.4:
Sebuah umpan berupa cairan jenuh 100 kmol/jam mengandung 10% mol LNK, 55% mol LK, dan 35% mol HK dan akan
dipisahkan pada kolom distilasi. Rasio refluks minimumnya sebesar 1.2. Distilat yang diinginkan adalah 99.5% Light Key.
Fraksi mol Light Key seharusnya 0.75. Data kesetimbangan: LNK = 4.0, LK = 1.0, HK = 0.75.
Tentukan:
i. Stage minimum berdasarkan metode Fenske
ii. Rasio refluks minimum menggunakan metode Underwood
iii. Nilai stage ideal pada R = 1.2 Rmin dengan metode Gilliland
iv. Tentukan nilai stage ideal pada bagian rectifying dan bagian stripping pada rasio refluks operasi dan lokasi stage saat
uman masuk.
Penyelesaian 5.4:
Umpan F = 100kmol/s, xLNK,F = 0.1, xLK,F = 0.55, xHK,F = 0.35, xLK,D = 0.75, FRLK,D = 0.995, HK = 0.75, LNK = 4.0, LK = 1.0.
Dari neraca massa

Maka W = F-D = 27.033 kmol/h


Jumlah kmole dari komponen yang berbeda pada distilat:

Jumlah kmole dari komponen yang berbeda pada bottom:

Lalu berdasarkan persamaan (5.71)


R rasio refluks
V mol uap
V’ mol uap pada bagian stripping
x fraksi mol pada cairan
y fraksi mol pada uap
T temperatur
 relatif volatilitas
m Viskositas

Simbol
B produk bawah
C kondensor
D Destilat
F umpan
HK fraksi berat
i 1,2,3,.. n
L cairan
LK fraksi ringan
Min minimum
NK non Key
R seksi rektifikasi
S seksi stripping
V uap
Kelompok Extreme (5 KA)
1. Anggik Pratama
2. Eka Anggraini
3. Elvania Novianti
4. Intan Nevianita
5. Irda Agustina
6. Nola Dwiayu Adinda
7. Nurul Agustini
8. Putri Utami
9. RA. Rifka Fadillah
10. Renny Eka Dhamayanti

Anda mungkin juga menyukai