Anda di halaman 1dari 53

QBL 4

Program Kesehatan
atau Kebijakan dalam
Menanggulangi
Masalah Kesehatan
KONSEP
PEMBANGUNAN
KESEHATAN
3

Undang-Undang Dasar 1945 dan Konstitusi Kesehatan


Dunia (WHO) serta Undang-Undang No. 36 Tahun 2009 tentang
Kesehatan, menyatakan bahwa setiap orang berhak atas kesehatan.
Setiap orang mempunyai hak yang sama dalam memperoleh akses
atas sumber daya di bidang kesehatan.
Pembangunan kesehatan pada periode 2015-2019 adalah
Program Indonesia Sehat dengan sasaran meningkatkan derajat
kesehatan dan status gizi masyarakat.
4

Sasaran pokok RPJMN 2015-2019 adalah:


• Meningkatnya status kesehatan dan gizi ibu dan anak;
• Meningkatnya pengendalian penyakit;
• Meningkatnya akses dan mutu pelayanan kesehatan dasar
dan rujukan terutama di daerah terpencil, tertinggal dan
perbatasan;
• Meningkatnya cakupan pelayanan kesehatan universal
melalui Kartu Indonesia Sehat dan kualitas pengelolaan
SJSN Kesehatan;
• Terpenuhinya kebutuhan tenaga kesehatan, obat dan vaksin;
• Meningkatkan responsivitas sistem kesehatan.
5

PROGRAM KEMENKES

PROGRAM TEKNIS PROGRAM GENERIK


6

Program Indonesia Sehat selanjutnya menjadi program utama


Pembangunan Kesehatan yang kemudian direncanakan pencapaiannya
melalui Rencana Strategis Kementerian Kesehatan Tahun 2015-2019,
yang ditetapkan melalui Keputusan Menteri Kesehatan R.I. Nomor
HK.02.02/Menkes/52/2015.

Program Indonesia Sehat dilaksanakan dengan menegakkan tiga


pilar utama, yaitu:
• Penerapan paradigma sehat,
• Penguatan pelayanan kesehatan, dan
• Pelaksanaan jaminan kesehatan nasional (JKN).
7

SISTEM PELAYANAN
KESEHATAN DAN
KEBIJAKAN OTONOMI
DAERAH
8

Desentralisasi didefinisikan sebagai tindakan dimana


pemerintah pusat menyerahkan kewenangan kepada aktor atau
institusi pada level di bawahnya dalam lingkup hirarki politik-
administratif maupun hirarkhi wilayah (Ribbot & Larson, 2005;
Barr, Resosudarmo, McCarthy & Dermawan., 2006).

Ada dua indikator penting untuk mengukur kinerja


pelayanan kesehatan terkait dengan pelaksanaan desentralisasi,
yakni efisiensi operasional dan efisiensi alokatif (Prud homme,
1995; Azfar,1999)
9

Desentralisasi secara teoritis dapat meningkatkan derajat


kesehatan melalui penambahan alokasi sumber daya lokal untuk
kesehatan dimaksudkan akan menjadi lebih efisien dalam penggunaan
sumber daya, disamping itu juga lebih efektif dalam pelaksanaan
program-programnya.

Kinerja Program kesehatan sangat tergantung pada


lingkungan kebijakan (politcy-envaironment), yakni sistem politik dan
administrasi dimana program tersebut akan dijalankan.

Desentralisasi kesehatan dimaksudkan agar masyarakat dapat


lebih mudah dan cepat dalam mendapatkan layanan kesehatan tanpa
melalui prosedur birokrasi yang panjang sampai ke provinsi bahkan
pusat.
10

Lingkup sistem pelayanan


kesehatan:

1. Tertiary health service


2. Secondary health core:
3. Primary health core
1. Husna Maharani 1710711078
2. Riski Dwiana 1710711080

Pemberantasan Penyakit
Menular dan Penyehatan
Lingkungan Pemukiman
HIV / AIDS
PROGRAM PENANGGULANGAN
a. Kegiatan Pokok
• penyuluhan HIV / AIDS
• tindakan pencegahan pada kelompok risiko tinggi
• penemuan penderita sejak dini
• penatalaksanaan penderita secara tepat
• pelacak kontak / konseling
b. Program Pendukung
• pengembangan institusional dan majemen atau pemantapan koordinasi
• surveilans epidimiologi termasuk sistem pencatatan atau pelaporan
• pelatihan
• penelitian atau kajian
• monitoring dann evaluasi
12
HIV / AIDS
UPAYA
• Pengobatan supportive (dukungan)
• Pengobatan infeksi oportunistik dan pengobatan Antiretroviral (ARV)
• Komunikasi Informasi Edukasi termasuk hak memperoleh informasi tentang
HIV/AIDS
• Meningkatkan jangkauan pelayanan berkualitas dan meningkatkan kualitas
hidup ODHA
• Meningkatkan kualitas pencegahan dan pengobatan
• Menyediakan dan meningkatkan sistem penanggulangan HIV/AIDS
• Meningkatkan pengetahuan dan kesadaran masyarakat
• Memperluas akses layanan pengobatan ARV untuk semakin mendekatkan
layanan pengobatan bagi yang membutuhkan dan mendorong peningkatan
kapatuhan minum obat
13
MALARIA

PROGRAM PENANGGULANGAN
• Program penanggulangan
• Melakukan penemuan dini dan pengobatan dengan tepat
• Memberdayakan dan menggerakan masyarakat untuk mendukung
secara aktif upaya eliminasi malaria
• Menjamin akses pelayanan berkualitas terhadap masyarakat yang
berisiko
• Melakukan komunikasi, motivasi, dan sosialisasi
• Pemda mendukung secara aktif eliminasi malaria
14
MALARIA
UPAYA
1. Tahap Pemberantasan
Tujuannya adalah mengurangi tingkat penularan malaria di suatu daerah, sehingga
paa akhir tahap tersebut tercapai <5% resiko malaria.
2. Tahap Pra Eliminasi
Tujuannya adalah mengurangi jumlah fokus aktif dan mengurangi penularan
setempat
3. Tahap Eliminasi
Tujuannya adalah menghilangkan fokus aktif dan menghentikan penularan setempat
suatu wilayah, minimal kabupaten/kota, sehingga pada tahap tersebut kasus
penularan setempat nol (tidak ada)
4. Tahap Pemeliharaan
Tujuannya mencegah munculnya kembali kasus dengan penularan setempat
15
TUBERKULOSIS
PROGRAM PENANGGULANGAN
Dalam peraturan menteri kesehatan republik indonesia nomor
565/menkes/per/III/2011 tentang strategi nasional tuberkulosis 2011-
2014, menetapkan empat misi dalam rencana strategis 2011-2014 :
• Meningkatkan derajat keseahatan masyarakat melalui pemberdayaan
masyarakat, termasuk swasta dan masyarakat madani
• Melindungi kesehatan masyarakat dengan menjamin tersedianya
upaya kesehatan yang paripurna, merata, bermutu, dan berkeadilan
• Menjamin ketersediaan dan pemerataan sumber daya kesehatan,
serta
• Menciptakan tata kelola pemerintah yang baik
16
TUBERKULOSIS
UPAYA
Strategi nasional program pengendalian TB nasional di Indonesia tahun
2011-2014 terdiri dari 7 strategi :
• Memperluas dan meningkatkan pelayanan DOTS yg bermutu
• Menghadapi tantangan TB/HIV
• Melibatkan seluruh penyedia pelayanan pemerintah, masyarakat
• Memberdayakan masyarakat dan pasien TB
• Memberikan konstribusi dalam penguatan sistem kesehatan dan
program pengendalian TB
• Mendorong komitmen pemerintah pusat dan daerah terharap program
TB
17
SARS (Severe Acute Respiratory
Syndrome)

PROGRAM PENANGGULANGAN
• Jaga kesehatan diri dengan baik
• Selalu membawa sapu tangan atau tisu untuk menutup hidung
• Selalu mencuci tangan pada kesempatan pertama dengan sabun cair
setelah bersin
• Gunakan sumpit atau sendok saat menyaji makanan. Jangan berbagi
kontak makanan dan minuman
• Menjalani pola hidup yang sehat

18
SARS (Severe Acute Respiratory
Syndrome)

UPAYA PENCEGAHAN PENULARAN


• Hindarilah bepergian atau naik kendaraan umum
• Hindari mengunjungi pasien dengan penyakit SARS
• Jagalah pola makan

19
PROGRAM PEMBINAAN
KESEHATAN KOMUNITAS
PEMBINAAN GIZI MASYARAKAT
STUNTING
INTERVENSI KEMENTRIAN KESEHATAN DALAM UPAYA
PERBAIKAN GIZI
PENGUATAN GERAKAN MASYARAKAT
(GERMAS)
PENGEMBANGAN KOTA
SEHAT
PENYELENGGARAAN KOTA SEHAT

 Program Dilaksanakan Dengan Memberdayakan Masyarakat


 Pemerintah Memfasilitasi Terwujudnya Kota Sehat
 Memberdayakan/Memfungsikan Forum/Lembaga Masyarakat
TATANAN
YANG DIBINA SEBAGAI PILOT PROJECT
MEWUJUDKAN KOTA SEHAT

Kawasan pemukiman, Sarana &


Prasarana Umum
Ketahanan Pangan dan Gizi
Kehidupan Masyarakat yang Sehat
dan Mandiri
Kehidupan Sosial yang Sehat.
POLA PELAKSANAAN KEGIATAN
KOTA SEHAT
1. Pelibatan partisipasi aktif masyarakat dalam perencanaan, pelaksanaan dan
evaluasi
2. Pemberian dana stimulan untuk pembangunan sarana prasarana yang
didukung oleh dana partisipasi masyarakat.
3. Dana stimulan diserahkan langsung kepada masyarakat melalui forum dan
kelompok kerja (Pokmas) yang telah dibentuk
4. Pelaksanaan Program/kegiatan didampingi oleh Tim Pendamping dari
dinas/sektor terkait sebagai Tim Teknis serta TPM
Tim Koordinasi / Tim Pembina
Kota Sehat
Tim Teknis
FORUM
Dinas/Instansi terkait Tingkat Kota
KOTA SEHAT

Program Forum Komunikasi ……Tingkat


Pembangunan Kecamatan Sehat Kecamatan
(kesehatan)

Kelompok Kerja (Pokja) Tingkat Kelurahan


Kelurahan Sehat
: Garis koordinasi Kebijakan
Partisipasi (keterlibatan, kontribusi
: Aspirasi dan monitoring evaluasi)
POLA KETERLIBATAN MASYARAKAT

PROGRAM
PEMBANGUNAN
(KESEHATAN)

FORUM
KOTA KEDIRI SEHAT

Partisipasi
Forum Komunikasi (keterlibatan,
Kelurahan Sehat kontribusi
dan monitoring
Kelompok Kerja (Pokja) evaluasi)
Kelurahan Sehat Kerja sama
1. SANIMAS (Sanitasi Berbasis Masyarakat)

2. Gardu Sehati (Gerakan Terpadu Menuju Masyarakat Sehat Sejati)

3. Replikasi Kota Sehat

4. Gerdamas PSN (Gerakan Pemberdayaan Masyarakat dalam


Pemberantasan Sarang Nyamuk DBD)

5. Bulan Bakti Gotong Royong

6. Bangun Praja (Gerakan Masyarakat dalam Kebersihan Lingkungan)


7.
Peningkatan peran serta masyarakat dalam penyediaan infrastruktur

Kelurahan Siaga
8. Peningkatan peran serta masyarakat thd penurunan angka kematian ibu melahirkan

9. Peningkatan Kesadaran Pola Hidup Bersih & Sehat siswa & masyarakat lingkungan
sekolah

P2WKSS
10. Peningkatan peran wanita dalam peningkatan kesejahteraan keluarga

Kesatuan Gerak PKK-KB Kes


11. Peningkatan peran serta masyarakat dlm peningkatan kualitas kesehatan

12. Kompetisi Sekolah Bersih dan Kelurahan Bersih

13. Program Penanganan Sampah Kota dengan 3R


PUSKESMAS
Hillalia Nurseha 1710711046
Definisi

 Puskesmas adalah organisasi kesehatan fungsional yang merupakan pusat


pengembangan kesehatan masyarakat yang juga membina peran serta
masyarakat dan memberikan pelayanan secara menyeluruh dan terpadu
kepada masyarakat di wilayah kerjanya dalam bentuk kegiatan pokok
(Depkes RI, 1991).
 Pusat Kesehatan Masyarakat adalah fasilitas pelayanan kesehatan yang
menyelenggarakan upaya kesehatan masyarakat dan upaya kesehatan
perseorangan tingkat pertama, dengan lebih mengutamakan upaya
promotif dan preventif, untuk mencapai derajat kesehatan masyarakat
yang setinggi-tingginya di wilayah kerjanya.
Tugas, Fungsi, dan
Tujuan Wewenang

 melaksanakan perencanaan berdasarkan


 Memiliki perilaku sehat, meliputi analisis masalah kesehatan masyarakat dan
kesadaran, kemauan, dan analisis kebutuhan pelayanan yang
kemampuan hidup sehat diperlukan;

 Mampu menjangkau pelayanan  melaksanakan advokasi dan sosialisasi


kebijakan kesehatan;
kesehatan bermutu
 melaksanakan komunikasi, informasi, edukasi,
 Hidup dalam lingkungan sehat dan pemberdayaan masyarakat dalam
bidang kesehatan;
 Memiliki derajat kesehatan yang
optimal, baik individu, keluarga,  melaksanakan peningkatan kompetensi
sumber daya manusia Puskesmas;
kelompok maupun masyarakat.
 melaksanakan pencatatan, pelaporan, dan
evaluasi terhadap akses, mutu, dan cakupan
Pelayanan Kesehatan;
 memberikan rekomendasi terkait masalah
kesehatan masyarakat, termasuk dukungan
terhadap sistem kewaspadaan dini dan
respons penanggulangan penyakit.
Prinsip Penyelenggaraan
 Pemerataan
 Paradigma sehat
Puskesmas menyelenggarakan Pelayanan Kesehatan
mendorong seluruh pemangku kepentingan yang dapat diakses dan terjangkau oleh seluruh
untuk berkomitmen dalam upaya masyarakat di wilayah kerjanya secara adil tanpa
mencegah dan mengurangi risiko membedakan status social, ekonomi, agama,
kesehatan yang dihadapi individu, budaya dan kepercayaan.
keluarga, kelomppok, dan masyarakat.
 Teknologi tepat guna
 Pertanggungjawaban wilayah
Puskesmas menyelenggarakan pelayanan kesehatan
menggerakan dan bertanggungjawab dengan memanfaatkan teknologi tepat guna yang
terhadap pembangunan kesehatan di sesuai dengan kebutuhan pelayanan, mudah
wilayah kerjanya. dimanfaatkan dan tidak berdampak buruk bagi
lingkungan.
 Kemandirian masyarakat
 Keterpaduan dan kesinambungan
mendorong kemandirian hidup sehat bagi
indiviidu, keluarga, kelompok, dan Puskesmas mengintegrasikan dan mengoordinasikan
masyarakat. penyelenggaraan Upaya Kesehatan Masyarakat dan
Upaya Kesehatan Perseorangan lintas program dan
lintas sektor, serta melaksanakan sistem rujukan yang
didukung dengan manajemen Puskesmas.
Persyaratan Puskesmas

 Lokasi pendirian Puskesmas harus memenuhi persyaratan, yaitu geografis, aksesibilitas untuk jalur
transportasi, kontur tanah, fasilitas parkir, fasilitas keamanan, ketersediaan utilitas publik,
pengelolaan kesehatan lingkungan, dan kondisi lainnya. Pendirian Puskesmas harus
memperhatikan ketentuan teknis pembangunan bangunan gedung negara.

 Bangunan Puskesmas harus memenuhi persyaratan yang meliputi persyaratan administratif,


persyaratan keselamatan dan kesehatan kerja, serta persyaratan teknis bangunan sesuai
dengan ketentuan peraturan perundang-undangan, bersifat permanen dan terpisah dengan
bangunan lain, serta menyediakan fungsi, keamanan, kenyamanan, perlindungan keselamatan
dan kesehatan serta kemudahan dalam memberi pelayanan bagi semua orang termasuk yang
berkebutuhan khusus, anak-anak, dan lanjut usia.

 Jenis Tenaga Kesehatan paling sedikit terdiri atas: dokter atau dokter layanan primer; dokter
gigi; perawat; bidan; tenaga kesehatan masyarakat; tenaga kesehatan lingkungan; ahli
teknologi laboratorium medik; tenaga gizi; tenaga kefarmasian; Tenaga nonkesehatan yang
harus dapat mendukung kegiatan ketatausahaan, administrasi keuangan, sistem informasi, dan
kegiatan operasional lain di Puskesmas.
Kategori Puskesmas

Puskesmas kawasan perkotaan Puskesmas kawasan pedesaan


 Aktivitas penduduknya lebih dari 50%  Aktivitas penduduknya lebih dari 50%
pada sektor non agraris, terutama (lima puluh persen) pada sektor agraris.
industri, perdagangan dan jasa.
 Memiliki fasilitas antara lain sekolah
 Memiliki fasilitas perkotaan antara lain beradius lebih dari 2,5 km, pasar dan
sekolah beradius 2,5 km, pasar dengan perkotaan dengan radius lebih dari 2
radius 2 km, memiliki rumah sakit km, rumah sakit beradius lebih dari 5 km,
beradius kurang dari 5 km, bioskop, serta tidakmemiliki fasilitas berupa
atau hotel. bioskop atau hotel.
 Lebih dari 90% rumah tangga memiliki  Rumah tangga dengan listrik kurang
listrik. dari 90%.
 Terdapat akses jalan raya dan  Terdapat akses jalan dan transportasi
transportasi menuju fasilitas perkotaan. menuju fasilitas.
Puskesmas kawasan terpencil dan sangat
terpencil
 Berada di wilayah yang sulit dijangkau
atau rawan bencana, pulau kecil,
gugus pulau, atau pesisir.
 Akses transportasi umum rutin 1 kali
Sistem Informasi Puskesmas
dalam 1 minggu, jarak tempuh pulang
pergi dari ibukota kabupaten  Sistem Informasi Puskesmas dapat
memerlukan waktu lebih dari 6 jam, dan diselenggarakan secara elektronik
transportasi yang ada sewaktu-waktu atau nonelektronik.
dapat terhalang iklim atau cuaca.
 Sistem informasi Puskesmas paling
 Kesulitan pemenuhan bahan pokok
dan kondisi keamanan yang tidak
sedikit mencakup pencatatan dan
stabil. pelaporan kegiatan Puskesmas
dan jaringannya, survei lapangan,
laporan lintas sektor terkait, dan
laporan jejaring fasilitas pelayanan
kesehatan di wilayah kerjanya.
Public Health Nursing
(PHN)
 Keperawatan kesehatan masyarakat (Perkesmas) pada dasarnya adalah pelayanan
keperawatan profesional yang merupakan perpaduan antara konsep kesehatan
masyarakat dan konsep keperawatan yang ditujukan pada seluruh masyarakat
dengan penekanan pada kelompok resiko tinggi.

 Tujuan Perkesmas adalaj meningkatkan kemandirian masyarakat dalam mengatasi


masalah keperawatan kesehatan masyarakat yang optimal. Pelayanan keperawatan
diberikan secara langsung kepada seluruh masyarakat dalam rentang sehat–sakit
dengan mempertimbangkan seberapa jauh masalah kesehatan masyarakat.
 Sasaran Perkesmas yaitu seluruh masyarakat termasuk individu, keluarga, kelompok
beresiko tinggi termasuk kelompok/ masyarakat penduduk di daerah kumuh, terisolasi,
berkonflik, dan daerah yang tidak terjangkau pelayanan kesehatan.
 Fokus utama Perkesmas : meningkatkan pengetahuan dan keterampilan
keperawatan, membimbing dan mendidik individu, keluarga, kelompok, masyarakat
untuk menanamkan pengertian, kebiasaan dan perilaku hidup sehat sehingga
mampu memelihara dan meningkatkan derajad kesehatannya.
 Lingkup pelayanan
Pelayanan kesehatan yang diberikan lebih difokuskan pada promotif dan preventif tanpa
mengabaikan kuratif dan rehabilitatif. Upaya preventif meliputi pencegahan tingkat
pertama (primary prevention), pencegahan tingkat kedua (secondary prevention)
maupun pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention).

 Langkah proses keperawatan


Meliputi pengkajian, perencanaan, pelaksanaan, dan penilaian.

 Strategi penyelenggaraan
Upaya Perkesmas dilaksanakan secara terpadu baik dalam upaya kesehatan perorangan
maupun kesehatan masyarakat dalam 6 (enam) upaya kesehatan wajib Puskesmas
(Promosi Kesehatan, Kesehatan Lingkungan, KIA/KB, P2M, Gizi dan Pengobatan) maupun
upaya pengembangan yang wajib dilaksanakan di daerah tertentu.
 Indikator keberhasilan
Untuk mengukur keberhasilan upaya Keperawatan Kesehatan Masyarakat di
Puskesmas, digunakan indicator yang meliputi indikator masukan (input), indikator
proses, indikator luaran (output) dan indikator dampak.

Indikator Masukan (Input)


 Jumlah perawat Puskesmas sudah mendapat pelatihan teknis Perkesmas serta
penatalaksanaan program prioritas.
 Jumlah Kit untuk pelaksanaan Perkesmas ( PHN Kit) minimal 1 kit untuk setiap desa.
 Tersedia sarana transporasi (R-2) untuk kunjungan ke keluarga/
kelompok/masyarakat,
 Tersedia dana operasional untuk pembinaan/asuhan keperawatan
 Tersedia Standar/Pedoman/SOP pelaksanaan kegiatan Perkesmas
 Tersedia dukungan administrasi (Buku Register, Family Folder, Formulir Askep, Formulir
Laporan, dll)
 Tersedianya ruangan khusus untuk asuhan keperawatan di Puskesmas
Indikator luaran (output)

 % suspek/kasus perioritas puskesmas (contoh.TB paru) yang ditemukan


secara dini.
Indikator Proses
 % pasien kasus yang mendapat pelayanan tindak lanjut keperawatan
 Ada Rencana Usulan Kegiatan Perkesmas terintegrasi di rumah.
dengan Rencana Kegiatan Puskesmas.
 % keluarga miskin dengan masalah kesehatan yang dibina.
 Ada Rencana Pelaksanaan Kegiatan Perkesmas (POA).
 % kelompok khusus dibina (panti, rutan lapas/rumah tahanan dan
 Ada Rencana Asuhan Keperawatan setiap klien (individu, lembaga pemasyarakatan, dll).
keluarga, kelompok, masyarakat).
 % pasien rawat inap Puskesmas di lakukan asuhan keperawatan.
 Adanya dukungan dan ada kegiatan bimbingan yang
 % desa/daerah yang dibina.
dilakukan Kepala Puskesmas.

 Ada kegiatan bimbingan teknis Perkesmas oleh Perawat


Penyelia Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota ke Puskesmas. Indikator dampak
 Ada kegiatan koordinasi dengan lintas program terkait Indikator dampak yaitu ”keluarga mandiri dalam memenuhi kebutuhan
petugas kesehatan lain. kesehatannya”, yang dinilai dengan tingkat kemandirian keluarga.
 Ada laporan tertulis hasil pemantauan dan penilaian dan  Mampu mengenal masalah kesehatannya.
rencana tindak lanjut.
 Mampu mengambil keputusan tepat untuk mengatasi kesehatannya.
 Ada rencana peningkatan pendidikan/pelatihan perawat
secara berkelanjutan.  Mampu melakukan tindakan keperawatan untuk anggota keluarga
yang memerlukan bantuan keperawatan.

 Mampu memodifikasi lingkungan sehingga menunjang upaya


peningkatan kesehatan.

 Mampu memanfaatkan sarana pelayanan kesehatan yang ada.


Sumber :
 Siti Nurkholifah & Ns Wahyu Widagdo. 2016. Keperawatan Keluarga dan
Komunitas. Depkes RI
 KEPUTUSAN MENTERI KESEHATAN REPUBLIK INDONESIA NOMOR
279/MENKES/SK/IV/2006 TENTANG PEDOMAN PENYELENGGARAAN UPAYA
KEPERAWATAN KESEHATAN MASYARAKAT DI PUSKESMAS
 Nurse journal. Social Community for Nurses Worldwide. 2019