Anda di halaman 1dari 14

BAKTERIAL VAGINOSIS

NAMA : QAIDIL QOIMIL C.


STAMBUK : 11120172067
PEMBIMBING : DR. ADHARIA SP. KK, M.KES.
PENDAHULUAN

Bakterial vaginosis (BV) pertama kali dijelaskan oleh


Gardner dan Dukes pada tahun 1955 tentang
hubungan antara BV dan Gardnerella Vaginalis (G.
Vaginalis).6
BV adalah infeksi vagina yang paling sering terjadi
pada wanita. Tingkat insiden sulit untuk ditentukan
karena tingginya prevalensi infeksi tanpa gejala dan
kurangnya metode skrining.4
Definis

Bakterial vaginosis adalah sindrom klinis akibat


pergantian Lactobacillus spp. penghasil hidrogen
peroksidase (H2O2) dalam vagina normal dengan
bakteri anaerob konsentrasi tinggi
Epidemiologi

BV paling sering ditemukan pada wanita usia


reproduktif, aktif seksual, pengguna AKDR, dan
wanita yang biasa melakukan bilas Vagina.1
Etiologi

 Penyebab bakterial vaginosis antara lain: 5,7


 Sering memakai douching vagina
 Penggunaan sabun wangi pada vagina
 Penggunaan alat kontrasepsi
 Aktivitas seksual tinggi
Patofisiologi
Gejala Klinis

adanya duh tubuh dari vagina yang ringan atau sedang


dan berbau tidak enak (amis), yang dinyatakan oleh
penderita sebagai satu-satunya gejala yang tidak
menyenangkan. Keluhan keputihan yang keluar dari
vagina berbau “fishy odor” berwarna putih keabu-
abuan dan cair.
Diagnosis
Pemeriksaan Penunjang

 Pewarnaan Gram
 Clue Cell
Diferensial Diagnosa

Bacterial Vaginosis Candidiasis Trichomonas


Vulvovaginalis Vaginitis
Gejala Bau amis Gatal, iritasi Nyeri , iritasi

Warna Duh Abu-abu Putih kental Kuning kehijauan

Konsistensi Cair Kental/tebal Berbusa

Bau Amis - Bau tidak enak

pH >4,5 <4,5 >4,5

KOH 10% + - -
Terapi

 Metronidazole 500 mg, 2 kali sehari, selama 7 hari, 4


 Metronidazole gel 0,75% 5 g, 1 kali sehari dalam vagina selama 5 hari,4
 Klindamisin cream 5% 5 g, menjelang tidur, dalam vagina selama 7 hari 4

Untuk wanita hamil:


 Metronidazole 250 mg, 3 kali sehari, selama 7 hari, 4
 Klindamisin 300 mg, 2 kali sehari, selama 7 hari 4

Regimen Alternatif:
 Metronidazole 2 g, dosis tunggal, 4
 Klindamisin ovula 100 g, menjelang tidur, dalam vagina selama 3 hari. 4
Komplikasi

 BV telah terbukti menjadi salah satu faktor resiko


terhadap kejadian keguguran pada trimester kedua
dan kelahiran prematur pada kehamilan karena
adanya peningkatan risiko korioamnionitis. BV juga
menjadi faktor risiko dalam penyebaran HIV karena
terjadinya peningkatan transmisi HIV pada
kekebalan imun. 4.8
Pencegahan

a) Menghindari penggunaan vaginal douching maupun


produk hygiene, misalnya sabun antiseptik,
pengencang dan pengering vagina.
b) Membersihkan bagian luar vagina cukup dengan air
c) Menggunakan kondom selama hubungan seksual
Daftar Pustaka
 Prof. Dr. dr. Adhi Djuanda, dkk. Ilmu Penyakit Kulit dan Kelamin: Fakultas Kedokteran Universitas
Indonesia. 2010. hal. 389-391
 Antonio Machado, dkk. Diagnosis of Bacterial Vaginosis by A New Multiplex Peptide Nucleic Acid
Fluorescence in situ Hybridization Method. PeerJ. 2015
 Dwi Murtiastutik, Agustina Tri Pujiastuti. Studi Retrospektif. Staf Medik Fungsional Kesehatan Kulit
dan Kelamin. Fakultas Kedokteran Universitas Airlangga. 2014
 Straus,SE.Oxman,MN.Schmader,KE. Gonorrhea and other Venereal diseaes. In : Wolff KG,LA. Katz,
SI. Gilchrest, BA. Paller, AS. Leffeld, DJ. Fitzpatrick’s Deramatology In General Medicine. 7thed:
McGraw Hill; 2008
 A.M. Adam, dkk. Vaginosis Bakterial. Ilmu Kesehatan Kulit dan Kelamin Fakultas kedokteran
Universita Hasanuddin. 2011
 Jean-Pierre Menard. Antibacterial Treatment of bacterial Vaginosis: Current and Emerging Therapies.
Intermational Journal of Women’s Health. 2011
 Ilse truter, Michael graz. Bacterial vaginosis: literature review of treatment options whith specific
emphasis on non- antibiotic treatment. African jurnal of pharmacy and pharmacology. 2013
 Phillip Hay, FRCP. Gynaecology: Bacterial Vaginosis. Journal of Paediatrics, Obstetrics and
Gynaecology. 2002. Pg.36-39
 Didier et al. Bacterial vaginosis: Clinical, Epidemiologic, amd Microbilogical Features. 2010
 Prof.dr. Mochamad Anwar, dkk. Ilmu kandungan, edisis ketiga: PT. Bina Pustaka Sarwono
Prawirohardjo. 2011
 MD, Facog. 2011. Practical guide to diagnosis and treating vaginitis. US Naval Medical Center.
https://www.medscape.com/viewarticle/719240_3 Diakses tanggal 17 november 2018.
 Anonymous. 2014. Vulvovaginal Candidiasis. BCCDC Clinical Services Reproductive Health STI
Decision Suppor Tool – Non certified Practice (1-8).
 Pedoman Nasional Penanganan Infeksi Menular Seksual Tahun 2011.