Anda di halaman 1dari 14

Konsep antisipasi dan rekognisi bahaya

Selly hutapea
Jahrotunissa
ANTISIPASI MERUPAKAN UNTUK
MEMPREDIKSI POTENSI BAHAYA DAN
RISIKO DI TEMPAT KERJA YANG
BERASAL DARI SEMUA FAKTOR

Apa itu
LINGKUNGAN KERJA DAN AKTIVITAS .
INI MERUPAKAN TAHAP AWAL DALAM

antisipasi
MELAKUKAN ATAU PENERAPAN
HIGIENE INDUSTRI DI TEMPAT KERJA
RUANG LINGKUP HI

ANTISIPASI

REKOGNISI

EVALUASI

PENGENDALIAN
TUJUAN ANTISIPASI
MENGETAHUI POTENSI BAHAYA DAN RISIKO SEJAK DINI
SEBELUM MUNCUL MENJADI RISIKO DAN BAHAYA YANG NYATA

MEMPERSIAPKAN TINDAKAN YANG PERLU SEBELUM SUATU


PEKERJAAN DIKERJAKAN ATAU SUATU AREA DIMASUKI

MEMINIMALISASI KEMUNGKINAN RISIKO


Tujuan antisipasi
√PENGUMPULAN INFORMASI
1 . MELALUI STUDI LITERATUR
2.MEMPELAJARI HASIL PENELITIAN
3.DOKUMEN-DOKUMEN PERUSAHAAN
4.SURVEY LAPANGAN
√ANALISIS DAN DISKUSI
DISKUSI DENGAN PIHAK TERKAIT YANG
LEBIH KOMPETEN
√PEMBUATAN HASIL
• Berdasarkan kelompok pekerja Berdasarkan lokasi atau unit

HASIL ANTISIPASI
Berdasarkan (Daftar potensi bahaya dan risiko yang Berdasarkan
jenis potensi dapat dikelompokkan ) tahapan proses
bahaya produksi
Rekognisi
merupakan serangkaian kegiatan untuk mengenali suatu bahaya lebih detil dan lebih
kompherensif dengan menggunakan suatu metode yang sistematis sehingga
dihasilkan suatu metode yang objektif dan bisa di pertanggungjawabkan
Mengetahui
Mengetahui proses
karakteristik suatu
kerja yang berisiko
Tujuan bahaya secara detail
rekognisi Mengetahui sumber
Mengetahui pekerja
bahaya dan area yang
beresiko yang berisiko
Metode yang dapat dilaksanakan dalam tahapan rekognisi adalah:
Menyelidiki laporan kecelakaan
 Melakukan pemeriksaan fisik tentang kondisi kesehatan pekerja
 Memberikan kesempatan kepada pekerja untuk memberi tahu manajemen
ketika ada bahaya
 Inspeksi baik inspeksi rutin alat, inspeksi harian di tempat kerja, inspeksi
manajemen, inspeksi P2K3, dan inspeksi yang lain
 Studi literatur dan diskusi dengan profesional yang lain
 Pengukuran dengan alat dan laboratorium
Job Safety Analysis
EVALUASI
• merupakan proses pengambilan keputusan
yang melibatkan penilaian bahaya kepada
pekerja dari pajanan terhadap zat kimia,
bahaya fisik dan agen biologis. Tindakan
yang diambil untuk melindungi pekerja
berdasarkan kombinasi dari observasi,
interview dan pengukuran dari energi atau
kontaminan udara yang muncul dari proses
atau operasi kerja serta efektifitas dari
tindakan pengendalian yang dipakai.
Pengendalian
• Pengendalian bahaya, dalam higiene
industri, memiliki tujuan untuk
memastikan bahwa pekerja yang terpapar
stress dari zat kimia berbahaya dan agen
fisika tidak menjadi ppekerja dengan
penyakit akibat kerja. Jumlah yang perlu
diukur adalah konsentrasi atau intensitas
dari bahaya umum serta durasi dari
pajanan.
PRINSIP PENGENDALIAN BAHAYA METODE PENGENDALIAN BAHAYA
• Prinsip pertama : semua bahaya dapat • Rekayasa teknik: Pengendalian bahaya
dikendalikan dengan melakukan modifikasi pada faktor
• Prinsip kedua : biasanya terdapat banyak lingkungan kerja selain pekerja
pilihan metode untuk mengendalikan bahaya • Pengendalian administrative: Pengendalian
• Prinsip ketiga : beberapa metode lebih baik bahaya dengan melakukan modifikasi pada
dari yang lain interaksi pekerja dengan lingkungan kerja
• Prinsip keempat: beberapa situasi • Alat Pelindung Diri: Pengendalian bahaya
membutuhkan lebih dari 1 metode dengan cara memberikan alat perlindungan
pengendalian untuk menjamin hasil yang yang digunakan oleh pekerja pada saat
optimum. bekerja
REFERENSI

https://katigaku.top/2018/11/16/higiene-
industri-antisipasi-rekognisi-evaluasi-dan-
pengendalian/
Hendra. 2013. “Materi sesi 2 dan 3 HI 2013.”
Website Staff UI. Mar 18. Accessed Nov 15,
2018. http://staff.ui.ac.id/user/1675/materials.
TERIMA KASIH