Anda di halaman 1dari 47

KEBIASAAN BURUK PADA ANAK

Masalah maloklusi seperti protrusif rahang atas,


spacing, atau open bite anterior dapat terjadi seiring
dengan perkembangan dan pertumbuhan pada anak.

Kebiasaan buruk seperti menghisap ibu jari, bernapas


lewat mulut, mendorong lidah.

Kebiasaan ini dapat terjadi akibat tumbuh kembang


yang normal, faktor psikologis, atau merupakan hasil
pertumbuhan fasial yang abnormal.
Kebiasaan tersebut lebih dikenal sebagai oral habit. Oral habit
merupakan perilaku normal pada bayi.

Berhenti pada usia < 3 tahun  tidak akan mempengaruhi


keadaan gigi-gigi. >3tahun  gangguan oklusi.

Oral habits pada anak-anak dapat menimbulkan


ketidakseimbangan tekanan yang berbahaya bagi posisi gigi-
geligi dan oklusi sehingga menjadi malposisi dan maloklusi.

Kebiasaan menghisap jari  oral habit yang paling sering


terjadi.
• Tindakan yang terjadi berulang-
ulang secara otomatis sebagai
akibat dari proses alamiah yang
Kebiasaan kompleks yang melibatkan
kontraksi otot.

• Kebiasaan seperti menghisap jari,


bernafas melalui mulut, menghisap
dan menggigit bibir, memajukan
rahang ke depan, mendorong lidah,
Oral habits atau menggigit kuku. Oral habit
merupakan perilaku normal pada bayi.
Suatu kebiasaan yang berdurasi sedikitnya 6 jam sehari,
berfrekuensi cukup tinggi dengan intensitas yang cukup

Maloklusi

Mengisap ibu jari atau jari tangan (thumb or finger sucking),


mengisap bibir atau menggigit bibir (lip sucking or lip biting),
menjulurkan lidah (tongue thrust), bernafas melalui mulut
(mouth breathing), dan bruxism.
Mengisap Ibu Jari/Jari Tangan
(Thumb/Finger Sucking)

Mengisap Bibir/Menggigit Bibir (Lip


Sucking/Lip Biting)

Tongue Thrust

Bernafas Melalui Mulut (Mouth


Breathing)

Bruxism
MENGISAP IBU JARI/JARI TANGAN
(THUMB/FINGER SUCKING)
• Thumb/finger sucking adalah sebuah kebiasaan
dimana anak menempatkan jari atau ibu jarinya
di belakang gigi, kontak dengan bagian atas
mulut, mengisap dengan bibir, dan gigi tertutup
rapat. Aktivitas mengisap jari dan ibu jari sangat
berkaitan dengan otot-otot sekitar rongga mulut.
Kebiasaan ini sering ditemukan pada anak-anak
usia muda dan bisa dianggap normal pada masa
bayi dan akan menjadi tidak normal jika berlanjut
sampai masa akhir anak-anak.

Kebiasaan oral dapat


mempengaruhi kegagalan
Ketidakpuasan mengisap ASI dapat membuat anak suka dalam menyusui dan
mengisap jari tangannya sendiri. konsekuensinya mungkin
menyebabkan penyapihan
dini

Selain untuk memuaskan insting


mengisap, faktor lain yang dapat Penyapihan dini menyebabkan
menyebabkan kebiasaan buruk Mengisap memiliki efek tidak terpenuhinya kebutuhan
adalah keinginan untuk menarik menyenangkan, menenangkan, anak untuk mengisap 
perhatian, rasa tidak aman, dan sering membantu anak mengisap ibu jari dan
sehabis dimarahi, kurangnya untuk bisa tertidur. penggunaan botol yang dapat
cinta dan perhatian pada bayi menghasilkan maloklusi.
dan anak-anak
ETIOLOGI

Ibu jari Menekan ke


Anak
berada pada atas dan gigi
menghisap
palatum atas ke arah
ibu jari
durum depan

Mendorong Bagian bawah


Dagu terdesak
gigi bawah ibu jari
ke arah dalam
dan bibir menekan lidah
Mencegah Gigi
Penempatan
erupsi posterior Open bite
ibu jari pada
lanjutan gigi- tetap erupsi anterior
insisif
gigi insisif dengan baik
Pergerakan gigi-gigi insisif ini tergantung pada jari yang diisap dan
diletakkan ke dalam mulut.

Ibu jari yang diletakkan ke dalam mulut akan menekan permukaan


lingual gigi insisif rahang atas dan pada permukaan labial gigi insisif
bawah.

Anak yang secara aktif mengisap jari dapat menghasilkan daya yang
cukup pada ujung gigi insisif rahang atas, sehingga menjadi lebih
protrusif dan gigi insisif bawah lebih retrusif dengan demikian overjet
bertambah menjadi lebih besar.
Kontriksi lengkung maksila

Lengkung maksila gagal untuk berkembang


dalam arah horizontal karena perubahan
keseimbangan antara tekanan lidah dan pipi.

Ketika ibu jari diletakkan di dalam mulut, lidah


akan tertekan ke bawah dan menjauh dari
palatum dan menurunkan tekanan lidah pada
bagian lingual pada gigi-gigi posterior rahang
atas.

Tekanan otot pipi terhadap gigi-gigi posterior


rahang atas ini meningkat akibat kontraksi
otot buccinators selama mengisap pada saat
yang sama.
Akibat thumb/Finger Sucking
Maloklusi  insisif atas proklinasi
dan terdapat diastema, lengkung Efek psikologis pada anak
Jari abnormal, dengan
atas sempit, protrusi gigi anterior akan menimbulkan
rahang atas, incisivus rahang bawah pengisapan yang terus
menurunnya kepercayaan
retrusi atau sedikit berdesakan, menerus terjadi
prognatik maksila, retrognatik diri anak karena anak
hiperekstensi jari,
mandibula, overjet besar, gigitan sering diejek oleh saudara
terbuka anterior, palatum tinggi, dan terbentuk callus, iritasi
crossbite posterior bilateral.
atau orangtuanya.

Keracunan tidak
disengaja, anak yang
Resiko infeksi saluran
mengisap ibu jari terpapar
cerna meningkat
tinggi terhadap keracunan
yang tidak disengaja.
Penanganan Thumb/Finger
Sucking
– Mengetahui penyebab. Ketahui kebiasaan anak
sehari-hari termasuk cara anak beradaptasi terhadap
lingkungan sekitar.
– Menumbuhkan rasa ketertarikan pada anak untuk
menghentikan kebiasaan tersebut.
– Buat semacam agenda atau kalender yang mencatat
keberhasilan anak untuk tidak mengisap ibu jari.
– Orang tua dapat memberikan pujian dan hadiah yang
disenangi si anak, bila anak sudah berhasil
menghilangkan kebiasaannya.
• Ibu jari atau jari diolesi bahan yang tidak enak (pahit) dan tidak
berbahaya
• Ibu jari diberi satu atau dua plester anti air
• Penggunaan thumb guard atau finger guard.

• Sarung tangan
• Palatal Crib
MENGISAP BIBIR/MENGGIGIT BIBIR
(LIP SUCKING/LIP BITING)
• Kebiasaan menahan bibir bawah dibelakang gigi anterior atas
dan menekan bibir bagian dalam oleh gigi anterior bawah
dengan terus-menerus
• Pada anak usia 4-6 tahun → merubah kedudukan gigi depan
atas ke arah depan (protusi), sedang gigi depan bawah ke
arah dalam.
• Selain menyebabkan protrusi, kebiasaan ini juga dapat
membuat pertumbuhan gigi menjadi tertahan.
• Kerja yang berlebihan otot-otot orbicularis mempengaruhi
pertumbuhan kraniofasial, memicu terjadinya penyempitan
lengkung gigi, mengurangi ruang untuk gigi dan lidah serta
terhalangnya pertumbuhan mandibula.
Akibat Lip Sucking/Lip Biting
1
• Protrusif gigi anterior rahang atas

2
• Retrusif gigi anterior rahang bawah,

3
• Overjet besar

4
• Diastema anterior rahang atas

5
• Openbite anterior

6
• Crowding gigi anterior rahang bawah

7
• Hiperaktivitas muskulus mentalis

8
• Pendalaman sulkus mentolabialis.

9
• Inflamasi jaringan lunak  bekas gigi pada bibir bawah merah meradang
Pasien dengan overjet yang
besar memiliki kesulitan
Protrusif gigi anterior rahang
penelanan akibat tidak
atas dan retrusif gigi anterior
adanya anterior lip seal. Hal
rahang bawah disebabkan
ini disebabkan kondisi bibir
karena dengan adanya bibir
atas yang inkompeten,
diantara gigi anterior rahang
sehingga pasien terbiasa
atas dan bawah maka gaya
menempatkan bibir bawah di
gigi anterior rahang bawah
lingual gigi anterior rahang
diteruskan ke gigi anterior
atas untuk mendapatkan
rahang atas dari arah
anterior lip seal. Hal itu
lingual, sedangkan gigi
menyebabkan muskulus
incisivus atas juga akan
mentalis memanjang untuk
memberikan gaya ke gigi
menarik bibir bawah ke atas,
incisivus bawah dari arah
sehingga terjadi
labial
hiperaktivitas muskulus
mentalis
• Stress
• Variasi atau sebagai
pengganti dari
kebiasaan mengisap ibu
jari atau jari
Etiologi
• Aktivitas kompensasi
yang timbul karena
overjet berlebihan
sehinggan menimbulkan
kesulitan menutup bibir
Penanganan Lip Sucking/ Lip Biting

Myotherapi (latihan bibir)


• Memanjangkan bibir atas menutupi incisivus rahang atas dan
menempatkan bibir bawah dengan tekanan di atas bibir atas

Memainkan alat tiup

Lip bumper

Orang tua harus berperan aktif mencari tahu tentang sebab-


sebab yang membuat anak stress. Konsultasi dengan seorang
psikiater merupakan salah satu hal yang dapat membantu
dalam menghilangkan kebiasaan buruk ini.
Lip bumper
• Lip bumper adalah busur lepasan yang disisipkan ke
dalam tube tambahan yang dikombinasi dengan kawat
orthodonsia berupa klamer adams untuk retensi pada
gigi-gigi molar pertama bawah. Bagian labial anterior
dari busur tersebut mempunyai bumper akrilik yang
bertumpu tepat di depan gigi-gigi incisivus rahang
bawah.
TONGUE TRUST
DEFINISI TONGUE TRUST
gerakan maju dari ujung lidah di antara gigi untuk memenuhi bibir bawah
selama menelan dan berbicara.

Tongue thrusting adalah pola oral habits terkait dengan bertahannya pola
menelan yang salah selama masa kanak-kanak dan remaja, sehingga
menghasilkan gigitan terbuka dan penonjolan segmen gigi anterior.
BENTUK PENELANAN DENGAN
MENJULURKAN LIDAH
Simple anterior swallow
• Penelanan dengan menjulurkan lidah
sederhana, biasanya berhubungan dengan
kebiasaan mengisap jari

The complete, or full, swallowing


problem
• Menjulurkan lidah kompleks, berhubungan
dengan gangguan pernafasan kronis, bernafas
melalui mulut, tonsillitis atau faringitis
TIPE TONGUE TRUST
• bentuk normal pola menelan tongue thrust
Fisiologis anak-anak

• tongue thrust merupakan suatu kebiasaan yang


Habitual dilakukan bahkan setelah dilakukan koreksi
maloklusi

• mekanisme tongue thrust merupakan perilaku


Fungsional adaptif untuk membentuk oral seal

• individu dengan lidah besar atau terjadi


Anatomis perbesaran (enalrgement) dapat memiliki postur
lidah ke depan.
ETIOLOGI TONGUE TRUST
• Kebiasaan mengisap ibu jari.
• Alergi, hidung tersumbat, atau obstruksi
pernapasan sehingga bernafas melalui mulut yang
menyebabkan posisi lidah turun di dasar mulut.
• Tonsil yang besar, adenoid, atau infeksi
tenggorokan yang menyebabkan kesulitan pada
saat menelan.
• Macroglossia
• Faktor keturunan
• Kelainan neurologis dan muskular serta kelainan
fisiologis lainnya
AKIBAT TONGUE THRUST
• Multiple diastema.
• Protrusi gigi anterior rahang atas.
• Gigitan terbuka anterior.
• Overjet besar.
PENANGANAN TONGUE
TRUST
• Myofunctional theraphy
• Terapi bicara
• Terapi mekanis
– Palatal crib
– Oral Screen
BERNAFAS MELALUI MULUT (MOUTH
BREATHING)
DEFINISI MOUTH BREATHING

Pernafasan mulut terjadi karena seseorang tidak


mampu untuk bernafas melalui hidung akibat
adanya obstruksi pada saluran pernafasan atas.

Kebiasaan ini disebabkan oleh penyumbatan


rongga hidung, yang dapat mengganggu
pertumbuhan tulang di sekitar mulut dan rahang,
wajah menjadi sempit dan panjang, dan gigi bisa
jadi maju.
Anak dengan wajah adenoid.
Postur khas anak dengan mouth breathing
TIPE MOUTH BREATHING (Finn,
1962)
Tipe • Tipe ini adalah anak yang bernafas melalui mulut
karena adanya hambatan, seperti (a) rinitis alergi,
(b) polip hidung, (c) deviasi atau penyimpangan
Obstruktif septum nasal, dan (d) pembesaran adenoid.

Tipe • Tipe habitual adalah anak yang terus menerus


bernafas melalui mulutnya karena kebiasaan,
Habitual walupun obstruksi sudah dihilangkan.

Tipe • Tipe anatomi merupakan anak yang mempunyai


bibir atas yang pendek atau lips incompetent
sehingga tidak memungkinkan menutup bibir
Anatomis dengan sempurna tanpa adanya tekanan
ETIOLOGI MOUTH
BREATHING

Reduksi laju
Pembesaran
pertumbuhan tinggi
abnormal jaringan
wajah posterior,
adenoid nasofaring
atau dengan
pada anak-anak Anak bernafas
adanya kombinasi
merupakan faktor melalui mulut.
kedua hal tersebut,
yang sering
maka jalan nafas
berperan dalam
akan menjadi
obstruksi nasal.
inadekuat.
AKIBAT MOUTH BREATHING
• Bibir rahang atas dan rahang bawah tidak menutup
sempurna
• Adenoid facies
• Maloklusi
• Gigitan terbuka (openbite)
• Maksila yang sempit dengan palatum tinggi
• Anterior openbite
• Posterior crossbite
PENANGANAN MOUTH
BREATHING
• Lihat etiologi, kelainan pada nasofaring 
rujuk THT
• Myofunctional theraphy
• Oral Screen
BRUXISM
DEFINISI BRUXISM

Bruxism adalah kebiasaan buruk berupa menggesek-


gesek gigi-gigi rahang atas dan rahang bawah, bisa
timbul pada masa anak-anak maupun dewasa.

Secara klinis, tampak adanya abrasi pada


permukaan atas gigi-geligi rahang atas dan rahang
bawah. Bila lapisan email yang hilang cukup banyak
dapat timbul rasa ngilu pada gigi-gigi yang
mengalami abrasi.
TIPE BRUXISM

Static
Grinding
Clenching
AKIBAT BRUXISM

Atrisi

Periodontitis pulpitis Maloklusi kelainan TMJ

peningkatan
Dimensi
derajat Fraktur
vertikal
mobilitas gigi
PENANGANAN BRUXISM
• Penggunaan Night-guard
– Nightguard didesain dan dibuat sesuai dengan
susunan gigi-geligi pasien, digunakan saat tidur pada
malam hari.
• Bila penyebab utama dari bruxism adalah
stress.
– Cobalah untuk mencari tahu apa yang mungkin
membuat anak stress dan membantu mereka
menghadapinya.
PENATALAKSANAAN KEBIASAAN
BURUK

Kebiasaan buruk harus diatasi terlebih dahulu


sebelum melakukan koreksi gigitan terbuka.

Terapi bicara, latihan lidah, dan berbagai alat


ortodontik bisa digunakan untuk menghilangkan
kebiasaan buruk.

Berbagai metode alat telah diciptakan untuk


mengoreksi kebiasaan yang telah menjadi suatu
pola perilaku si anak.
FAKTOR-FAKTOR YANG HARUS
DIPERHATIKAN SEBELUM MELAKUKAN
PERAWATAN

Orang tua
Kematangan
Usia pasien yang
pasien
kooperatif

Penafsiran
Pertimbangan
dari kerusakan
waktu
yang terjadi
SIMPULAN
• Kebiasaan buruk merupakan salah satu etiologi
maloklusi.
• Maloklusi dapat dicegah dan diperbaiki sedini mungkin
dengan melihat masa pertumbuhan dan
perkembangan.
• Perawatan yang dilakukan tidak hanya memperbaiki
oklusi tetapi juga menghilangkan kebiasaan buruk.
• Kunci dari penanganan kebiasaan buruk adalah
Triangular Force Concept
TERIMA KASIH