Anda di halaman 1dari 10

• DEFINISI ETIKA

• FUNGSI NILAI DALAM PENGAMBILAN

ETIKA BISNIS
KEPUTUSAN YANG BERETIKA
• TEORI ETIKA
• RELATIVISME ETIKA
DILEMA ETIKA
DEFINISI ETIKA
Menurut Aristoteles
Arti etika didefinisikan menjadi 2 pengertian yaitu: Terminius
Technicus dan Manner and Cutom. Terminius Technicus ialah
sebuah etika yang dipelajari sebagai suatu ilmu pengetahuan
yang mempelajari suatu problema tindakan manusia.
Manner and Cutom adalah sebuah pembahasan etika yang
berhubungan dengan tata cara dan adat kebiasaan yang melekat
dalam diri manusia. Sangat terkait dengan “baik & buruknya”
suatu perilaku, tingkah, atau perbuatan manusia.
DEFINISI ETIKA
Menurut K Bertens
Etika dipakai dalam arti nilai-nilai dan norma-norma moral yang
menjadi pegangan bagi seorang atau suatu kelompok dalam
mengatur tingkah lakunya.arti ini dapat juga disebut sistem nilai
dalam hidup manusia perseorngan atau hidup bermasyrakat
Etika dipakai dalam arti kumpulan asas dan nilai  kode etik
Etika dipakai dalam arti ilmu tentang yang baik atau yang buruk,
dapat disamakan dengan filsafat moral
DEFINISI ETIKA
ETIKA – ETHOS (Yunani) : timbul dari kebiasaan, habits
adalah sebuah sesuatu di mana dan bagaimana cabang utama
filsafat yang mempelajari nilai atau kualitas yang menjadi studi
mengenai standar dan penilaian moral. Etika mencakup analisis
dan penerapan konsep seperti benar, salah, baik, buruk, dan
tanggung jawab moral.
NILAI merupakan prinsip umum tingkah laku abstrak yang ada
dalam pikiran anggota-anggota kelompok yang merupakan
komitmen yang positif dan standar untuk mempertimbangkan
tindakan dan tujuan tertentu.
Fungsi nilai adalah sebagai pedoman, pendorong tingkah laku
manusia dalam hidup.
DEFINISI NILAI
Max Scheler: Nilai memiliki tatanan nilai (tingkatan atau
hierarki).
FUNGSI NILAI DALAM PENGAMBILAN KEPUTUSAN BERETIKA

Bryant, Kazam (2013) menjelaskan sejumlah studi menemukan


orang-
orang yang hanya mampu menjalankan ketulusan (being authentic)
dan niat yang baik adalah orang-orang yang memiliki core value.
Values bekerja sebagai “bingkai pilihan” tingkat tinggi (high level
“frame of mind”) yang membentuk jati diri seseorang (Kasali R.,
2014)
Gibson dkk.,(1997: 470) menegaskan bahwa pengaruh
personal values terhadap proses pengambilan keputusan
sangat
besar, yang meliputi :
(1) tahap penetapan sasaran, pertimbangan nilai sangat
perlukan dalam pemilihan kesempatan dan penentuan
prioritas;
(2) tahap pengembangan alternatif, pengambil keputusan
perlu mempertim-bangkan nilai mengenai berbagai
macam
kemungkinan;
(3) tahap pemilihan alternatif, values dari pengambil
keputusan diperlukan dalam memilih cara pelaksanaannya;
4) tahap evaluasi dan pengendalian, pertimbangan values
tidak dapat dihindari apabila diperlukan tindakan koreksi.
Sumber: (PDF) Peran Personal Value dalam Pengambilan.... Available from:
https://www.researchgate.net/publication/322383900_Peran_Personal_Value_dalam_Pengamb
ilan_Keputusan_Pemimpin [accessed Aug 01 2018].
TEORI ETIKA
EGOISME : Sebuah standar yang berfokus pada kepentingan diri sendiri.
EGOISME terbagi 2 menurut Rachels (2014):
1. Egoisme psikologis; Semua tindakan manusia dimotivasi oleh kepentingan berkutat diri
(selfish)
2. Egoisme Etis; Tindakan yang dilandasi oleh kepentingan diri sendiri (self-interest).

UTILITARIANISME, dipelopori David Hume (1711-1776). Utility artinya bermanfaat.


UTILITARIANISME adalah suatu tindakan dapat dikatakan baik jika membawa manfaat bagi
sebanyak mungkin anggota masyarakat  “the Greatest happiness of the greatest numbers”
 hal ini berkaitan dengan tujuan dan faham ini disebut teleologis.

DEONTOLOGI : DEON, yang berarti kewajiban. Dipelopori oleh Immanuel Kant (1724-1804)
Kant berpendapat bahwa kewajiban moral harus dilaksanakan demi kewajiban itu sendiri,
bukan karena keinginan untuk memperoleh tujuan kebahagiaan, bukan pula karena
kewajiban moral yang diperintahkan Tuhan.
TEORI HAK DAN TEORI KEUTAMAAN
TEORI HAK, dipelopori Immanuel Kant; pandangan teori ini suatu tindakan atau
perbuatan yang dianggap baik bila perbuatan atau tindakan tersebut sesuai
dengan hak asasi manusia (HAM).
HAM didasarkan atas beberapa otoritas; hak hukum (legal right), hak moral atau
kemanusiaan (moral, human right), dan hak kontraktual (contractual right).
HAK LEGAL, didasarkan pada legalitas atas hukum suatu negara
HAK MORAL, dihubungkan dengan pribadi manusia secara individu,
HAK KONTRAKTUAL, mengikat individu-individu yang membuat kesepakatan/kontrak
bersama dalam wujud hak dan kewajiban masing-masing pihak.
TEORI KEUTAMAAN (VIRTUE THEORY)
Pemikiran Aristoteles  memandang sikap atau akhlak seseorang.
Tidak ditanyakan apakah suatu perbuatan tertentu adil, atau jujur, atau murah hati dan
sebagainya.
Keutamaan bisa didefinisikan sebagai berikut : disposisi watak yang telah
diperoleh seseorang dan memungkinkan dia untuk bertingkah laku baik secara moral.
Contoh keutamaan :
Kebijaksanaan
Keadilan
Suka bekerja keras
Hidup yang baik
misalnya, merupakan suatu keutamaan yang membuat seseorang mengambil keputusan tepat
dalam setiap situasi.