Anda di halaman 1dari 21

SISTEM

RESPIRASI
BAGIAN ATAS
Pengertian
Sistem respirasi bagian
atas adalah sistem
respirasi yang
mencakup saluran
napas bagian atas,
yaitu lubang hidung,
sinus paranasalis,
faring dan laring.
Gangguan Pola Pernafasan
ISTILAH PENGERTIAN
Bradipnea Teratur tapi lambat
Tahipnea Teratur tapi cepat
Hiperpnea Pernafasan sulit, peningkatan frekuensi, peningkatan kedalaman

Apnea Pernafasan berhenti sejenak


Hiperventilasi Frekuensi dan kedalaman meningkat
Hipoventilasi Frekuensi dan kedalaman abnormal
Cheyne stokes Frekuensi dan kedalaman tidak teratur, apnea dan hiperventilasi

kussmaul Pernafasan tidak normal, dalam dan frekuensi meningkat

Biot Pernafasan dangkal, 2 atau 3 kali nafas diikuti dengan apnea


Patofisiologi Sistem Respirasi Bagian Atas
1. DIFTERI
adalah suatu penyakit infeksi akut yang sangat menular yang terjadi secara local pada
mukosa saluran pernapasan atau kulit, yang disebabkan oleh basil gram positif
Corynebacterium diphteria, ditandai oleh terbentuknya eksudat yang berbentuk
membran pada tempat infeksi, dan diikuti oleh gejala – gejala umum yang
ditimbulkan oleh eksotoksin yang diproduksi oleh basil ini.
 ETIOLOGI: Disebabkan oleh Corynebacterium diphtheria, bakteri gram positif
yang bersifat polimorf, tidak bergerak dan tidak membentuk spora, aerobic dan
dapat memproduksi eksotoksin
 GEJALA: Demam tinggi + 38 oC, Nyeri telan, Pusing, Tampak selaput berwarna
putih keabu-abuan (Pseudo membran). Bengkak pada leher
 PERTOLONGAN PERTAMA pada DIFTERI : Pergi ke dokter bila ada gejala
Difteri, Ada gejala: dilakukan pemeriksaan Swab (hidung atau tenggorokan), Hasil
pemeriksaan akan di periksa di laboratorium. Bila terbukti hasil pemeriksaan
positif maka bisa diberikan terapi oleh dokter.
 PENCEGAHAN DIFTERI: Memberikan kekebalan pada anak-anak dengan cara:
hindari kontak dengan penderita langsung difteri, Jaga kebersihan diri, menjaga
stamina tubuh dengan makan makanan yang bergizi dan berolahraga serta cuci
tangan sebelum makan.
2. LARYNGITIS
Laryngitis (larynx + itis = peradangan) adalah peradangan dari kotak
suara, menyebabkan parau/serak atau suara yang berbunyi suara parau
atau bahkan ketidakmampuan untuk berbicara.
 PENYEBAB LARYNGITIS : infeksi yang meradangkan pita-pita suara,
penggunaan yang berlebihan dari suara dengan berbicara, bernyanyi, atau
berteriak yang berlebihan, penggunaan alkohol, merokok, dan batuk yang
berlebihan yang berkepanjangan.
 GEJALA LARYNGITIS : Batuk-sesak napas anak-anak (croup),
batuk menghentak yang parau, demam, ingusan, batuk kering,
dan kehilangan suara
 PENGOBATAN : Perawatan dapat dilakukan dengan cara mandi air
panas, mengurangi bicara, minum banyak cairan untuk mencegah
dehidrasi, memperlakukan penyebab laringitis, seperti mulas,
merokok atau alkoholisme. Pengobatan yang dilakukan tergantung
pada penyebab terjadinya laringitis
 TIPS MERINGANKAN GEJALA LARINGITIS dan MENJAGA KUALITAS SUARA
Lembabkan tenggorokan anda. Cobalah untuk mengisap pelega
tenggorokan, berkumur dengan air garam atau mengunyah permen karet,
Gunakan alat pelembab ruangan. Jaga agar udara di sekitar rumah anda
tetap lembab, Beri jeda pada suara anda. Istirahatkan suara anda
bilamana mungkin
FARINGITIS

Faringitis (bahasa Latin: pharyngitis),


adalah suatu penyakit peradangan
yang menyerang tenggorokan atau
hulu tenggorokan (pharynx).
JENIS-JENIS FARINGITIS
AKUT KRONIS
Radang tenggorok yang Radang tenggorok yang
masih baru, dengan sudah berlangsung
gejala nyeri tenggorok dalam waktu yang lama,
dan kadang disertai biasanya tidak disertai
demam dan batuk. nyeri menelan, terasa
ada sesuatu yang
mengganjal di
tenggorok.
Penyebab
UMUM KHUSUS
• Orang yang memiliki riwayat • Infeksi bakteri
alergi terhadap debu, bulu streptococcus A, gonore,
binatang dan aroma yang klamidia, dan
menyengat. corynebacterium
• Orang yang terkena paparan • Pernafasan yang tidak benar
asap rokok dalam waktu • Paparan asap
lama. • Trauma pada bagian
• Orang yang sudah memiliki tenggorokan dari polusi
penyakit sinusitis. udara atau rokok
• Penyakit lambung
• Tumor
GEJALA
• Demam seperti flu namun tidak terlalu tinggi.
• Rasa kurang nyaman pada tenggorokan yang menyebabkan suara menjadi
serak, sakit untuk menelan, dan tenggorokan terasa sangat kering.
• Bersin terus menerus meskipun tidak sedang flu.
• Sakit kepala dan tubuh yang terasa lelah meskipun tidak melakukan
banyak aktifitas.
• Ada rasa sakit pada tulang dan sendi yang menyebabkan tubuh tidak
nyaman untuk beraktifitas.
• Batuk kecil terus menerus.
• Amandel menjadi lebih sakit.
• Tidak nafsu makan dan tubuh menjadi lebih lemah.
• Mual dan gangguan pencernaan karena tubuh tidak bisa menerima
makanan dengan baik.
• Tubuh tidak bersemangat untuk melakukan aktifitas.
PENCEGAHAN
• Cukup beristirahat
• Berkumur dengan air garam hangat beberapa kali
sehari
• Bagi perokok harus berhenti merokok
• Banyak minum dan hindari makanan yang dapat
menyebabkan iritasi
• Minum antibiotik, dan jika diperlukan dapat minum
analgesik.
• Tindakan pencegahan dilakukan dengan menghindari
pemakaian pelembab udara yang berlebihan.
RHINITIS
(COMMON COLD)

• Suatu inflamasi (peradangan) pada membran


mukosa di hidung. (Dipiro, 2005).
• Rhinitis adalah peradangan selaput lendir
hidung (Dorland, 2002)
Menurut sifatnya

Rhinitis akut (coryza, Rhinitis kronis


commond cold) suatu peradangan
peradangan membran kronis pada membran
mukosa hidung dan mukosa yang
sinus-sinus aksesoris disebabkan oleh infeksi
yang disebabkan oleh yang berulang, karena
suatu virus dan bakteri alergi, atau karena
rinitis vasomotor.
Berdasarkan Penyebabnya
Rhinitis alergi Rhinitis non alergi
(hay fever)
Disebabkan oleh Tidak disebabkan
alergi terhadap unsur oleh alergi tapi
seperti debu, kondisi seperti
kelupasan kulit infeksi virus dan
hewan tertentu, dan bakteri
serbuk sari
GEJALA
• Bersin berulang-ulang, terutama setelah
bangun tidur pada pagi hari (umumnya bersin
lebih dari 6 kali).
• Hidung tersumbat.
• Hidung meler
• Hidung gatal dan juga sering disertai gatal
pada mata, telinga dan tenggorok.
• Badan menjadi lemah dan tak bersemangat.
PENGOBATAN

•Antibiotic presprektum luas atau sesuai uji resistensi


kuman sampai gejala hilang.
•Obat cuci hidung agar bersih dari krusta dan bau busuk
hilang dengan larutan betadine satu sendok makan dalam
100 cc air hangat
•Vitamin A 3×50.000 unit selama 2 minggu
•Preparat Fe
•Pengobatan sinusitis, bila terdapat sinusitis
PENCEGAHAN
• Usahakan agar tidak terkena debu, polusi atau
asap rokok.
• Hindari hewan peliharaan, karpet dan bahan
yang menyerap debu.
• Kurangi minuman yang dingin dan juga
makan-makanan yang dapat mencetus alergi.
SINUSITIS

Peradangan pada mukosa atau selaput lendir sinus paranasal.


Akibat peradangan ini dapat menyebabkan pembentukan cairan
atau kerusakan tulang di bawahnya. Sinus paranasal adalah
rongga – rongga yang terdapat pada tulang – tulang di wajah.
Terdiri dari sinus frontal (di dahi), sinus etmoid (pangkal hidung),
sinus maksila (pipi kanan dan kiri), sinus sfenoid (dibelakang
sinus etmoid)
(Efiaty, 2007)
PENYEBAB
• Infeksi virus.
• Bakteri.
• Infeksi jamur
• Peradangan menahun pada saluran hidung.
• Penyakit tertentu (misalnya fibrosis kistik).
• Asma
• Penyakit alergi (misalnya rinitis alergika)
• Gangguan sistem kekebalan atau kelainan sekresi
maupun pembuangan lendir.
GEJALA

• Sinusitis maksilaris menyebabkan nyeri pipi tepat di bawah mata,


sakit gigi dan sakit kepala.
• Sinusitis frontalis menyebabkan sakit kepala di dahi.
• Sinusitis etmoidalis menyebabkan nyeri di belakang dan diantara
mata serta sakit kepala di dahi, nyeri bila pinggiran hidung di tekan,
berkurangnya indera penciuman dan hidung tersumbat.
• Sinusitis sfenoidalis menyebabkan nyeri yang lokasinya tidak dapat
dipastikan dan bisa dirasakan di puncak kepala bagian depan ataupun
belakang, atau kadang menyebabkan sakit telinga dan sakit leher.
• Tidak enak badan
• Demam
• Letih, lesu
• Batuk, yang mungkin semakin memburuk pada malam hari
• Hidung meler atau hidung tersumbat.
PENGOBATAN
• Dekongestan untuk mengurangi penyumbatan.
• Antibiotik untuk mengendalikan infeksi bakteri.
• Obat pereda nyeri untuk mengurangi rasa nyeri.
• Antibiotik dan dekongestan.
• Untuk mengurangi peradangan biasanya
diberikan obat semprot hidung yang
mengandung steroid.
• Jika penyakitnya berat, bisa diberikan steroid per-
oral (melalui mulut).