Anda di halaman 1dari 23

Idjma Arif (20190301239)

Muhammad Fathurrahman (20190301267)


Nofi Sintiya (20190301250)
Novita Rian Safitri (20190301254)
Nur Octaviana (20190301058)
Siti Muhrotul Qirom (20190301154)
Sintawati (20190301191)
Shofi Jasmine (20190301057)
Ditelusuri dari karya Klasik Herbert W. Heinrich (1928),
menawarkan sebuah pendapat yang sangat revolusioner untuk
menghapus kepercayaan tentang penyebab kecelakaan kerja
dari kondisi fisik ke tindakan tidak aman.
Universitas Stanford membentuk The Stanford Construction Safety
Research Program pada tahun 1970 untuk melakukan penelitian
yang berfokus pada perilaku manusia daripada sekedar aspek
fisik di lingkungan proyek konstruksi
• Keselamatan atau keamanan adalah suatu keadaan dimana
resiko dapat diterima. Kesehatan atau keamanan didefinisikan
sebagai bebas dari resiko atau bahaya diri yang tidak dapat
diterima.
• Kecelakaan adalah setiap kejadian tidak terencana dan tidak
terkontrol yang disebabkan oleh manusia, faktor-faktor situasi
atau lingkungan, atau gabungan dari faktor-faktor tersebut
• Kecelakaan adalah kejadian tidak terencana atau tidak
terkontrol dimana aksi atau reaksi terhadap suatu objek,
substansi, manusia, atau radiasi akan mengakibatkan luka-diri
atau segala hal
Teori ini diperkenalkan oleh H.W. Heinrich pada tahun 1931.
Menurut Heinrich, 88% kecelakaan disebabkan oleh
perbuatan/tindakan tidak aman dari manusia (unsafe act),
sedangkan sisanya disebabkan oleh hal-hal yang tidak berkaitan
dengan kesalahan manusia, yaitu 10 % disebabkan kondisi yang
tidak aman (unsafe condition) dan 2% disebabkan takdir Tuhan.

Heinrich menekankan bahwa kecelakaan lebih banyak disebabkan oleh


kekeliruan atau kesalahan yang dilakukan oleh manusia Apabila terdapat
suatu kesalahan manusia, maka akan tercipta tindakan dan kondisi tidak
aman serta kecelakaan serta kerugian akan timbul.
Mengoperasikan alat dgn kecepatan yg sesuai dan yg
memang haknya

Menggunakan peralatan yg sesuai dan benar

Menjaga peralatan agar tetap berfungsi dan menggunakan PPE dgn


benar

Mengangkat dengan beban yang seharusnya dan mengambil


serta mengangkat benda dgn posisi yang benar

Disiplin dalam pekerjaan


1. Kondisi Kerja

2. Kelalaian Manusia

5 faktor yg saling
berhubungan dan dapat 3. Tindakan tidak
menyebabkan aman
kecelakaan

4. kecelakaan

5. Dampak Kerugian
Dari modifikasi teori Heinrich, secara umum pendekatan teoi ini
hampir sama dengan teori domino sebelumnya, Fokus utama
teori ini dikemukakan bahwa kecelakaan terjadi karena adanya
kesalahan pada manajemen sistem. Frank E. Bird dan Robert G.
Loftus mengembangkan model tersebut :
1. Lack of Control
2. Basic Concepts dan Origins
3. Immediate Causes dan Sympton
4. Accident dan Contact
5. Injury Damage dan Loss
Teori Kecenderungan Kecelakaan (Accident Prone Theory) yaitu
pada pekerjaan tertentu lebih sering tertimpa kecelakaan,
karena sifat – sifat pribadinya yang memang cenderung untuk
mengalami kecelakaan kerja.
Apabila ditelaah lebih dalam kecelakaan kerja yang terjadi
dapat dibagi berdasarkan factor dari tempat kerjanya dan
factor individu yang dimana factor tempat kerja dapat dibagi
lagi menjadi fisika, kimia, biologi, ergonomic dan psikologis
(lebih kearah individu) dan industrial hygiene
1. Usia

2. Jenis kelamin

3. Koordinasi otot

4. Kecenderungan
Celaka

5. Pengalaman Kerja

6. Tingkat Pendidikan

7. Kelelahan
Lokasi / tempat kerja

Peralatan dan
Sumber kecelakaan perlengkapan

Shift kerja
1. Gaya management diri yang buruk
2. faktor psikososial
• Menurut Ramsey, perilaku kerja yang aman atau terjadinya
perilaku yang dapat menyebabkan kecelakaan, dipengaruhi
oleh 4 (empat) faktor
1. Pengamatan (perception)
2. Kognitif (cognition)
3. Pengambilan keputusan (decision making)
4. Kemampuan (ability)
Menurut Zhang (2000), kesalahan medis atau medical error termasuk
dalam kajian ilmu pengetahuan kongnitif dan hal hal yang berhubungan
dengan masalah teknik (engineering), bukan kajian bidang medis,
meskipun pengetahuan mengenai praktik kedokteran merupakan unsur
penting dalam penelitian dan pencegahan kesalahan medis.

teori kongnitif, kebanyakan kesalahan terjadi karena penyimpangan


fugsi mental. Menurut model pengelolah informasi pada manusia,
sebelum seseorang melakukan tindakan, didalam fungsi mental terjadi
proses berantai yang dimulai dari: stimuli-reseptor sensoris-memori
sensoris-pengolahan memori dan program motorik-respons tindakan
melalui efektor (otot,tendom)
Perhatian (attention)

Memori manusia

Otomatisasi melatih dan


memperaktikkan

Tanggap situasi (situation


awareness)
skill based level (didasarkan
atas keterampilan),

3 kategori klasifikasi
rule based level (didasarkan
konsep kognitif
atas aturan),
perbuatancmanusia

knowledge-based level
(didasarkan atas
pengetahuan).
• Menurut Reason tindakan tidak aman dapat disebabkan oleh
kelalaian atau kesalahan manusia (human error) dalam
melakukan pekerjaannya. Reason menguraikan kesalahan yang
dilakukan oleh para pekerja menjadi 4:
1. Skill based error (slips and lapses)
2. Rule based error (mistakes)
3. Knowledge based error (mistake)
4. Violation atau pelanggaran
Tndakan tidak aman yang dilakukan oleh
para pekerja

Kondisi tidak aman di lingkungan kerja


Shell Model mengadopsi perspektif system yang menunjukan
bahwa manusia bukan satu-satunya penyebab kecelakaan
(Wiegmannshappell, 2003). Perspektif system mempertimbangkan
beberapa factor kontekstual dan tugas terkait yang berinteraksi
dengan operator manusia dalam system penerbangan untuk
mempengaruhi kinerja operator

Menurut Hawkins (1975) melalui pendekatana ‘faktor manusia’


yang dikenal dengan istilah Human Factors, secara konseptual
melihat kecelakaan dalam kerangka system dengan tetap
meletakkan faktor manusia sebagai focus utama (central fokus).
Hubungan yang terkait (interface) anta rmasing-masing faktor
(liveware, hardware-software-environment) dianggap lebih penting
dibandingkan dengan karakteristik dari setiap factor yang ada.
Ketidaksesuaian (mis-match) antar factor dianggap sebagai
sumber terjadinya kesalahan manusia
Definisi Komponen
1. Liveware (Central Component)
2. Software (S)
3. Hardware (H)
4. Environmrnt (E)
5. Liveware-peripherall (L)