Anda di halaman 1dari 13

STUDI AMDAL PENGOLAHAN LIMBAH

MEDIS DENGAN INCINERATOR DI


KABUPATEN SIDOARJO
MAUDI YULIANA SINTIA DEWI
18/AFM/012
Pendahuluan
Dari hasil pelingkupan pada dokumen KA-
ANDAL telah dihasilkan 38 dampak potensial
yang kemudian dievaluasi menjadi 5 dampak
penting hipotetik berupa 4 dampak di tahap
operasi yaitu penurunan kualitas udara,
terbukanya kesempatan kerja, peningkatan
pendapatan, gangguan kesehatan masyarakat,
dan 1 dampak ditahap pasca operasi berupa
kehilangan kesempatan kerja.
Kegiatan rumah sakit yang sangat
kompleks tidak saja memberikan dampak positif
bagi masyarakat sekitarnya, tetapi juga mungkin
dampak negatif. Dampak negatif itu berupa
cemaran akibat proses kegiatan maupun limbah
yang dibuang tanpa pengelolaan yang benar.
Pengelolaan limbah medis yang tidak baik akan
memicu resiko terjadinya kecelakaan kerja dan
penularan penyakit dari pasien ke pekerja, dari
pasien ke pasien, dari pekerja ke pasien maupun
dari dan kepada masyarakat pengunjung rumah
sakit (Mukono, 1997).
Adapun sarana pengolahan limbah B3 salah
satunya adalah dengan menggunakan insinerator.
Insinerator atau pembakaran limbah padat dapat
didefinisikan sebagai pengubahan bentuk limbah
padat menjadi fasa gas, cair, dan produk padat yang
terkonversi, dengan pelepasan energi panas.
Insinerasi atau pembakaran limbah padat tergolong
sebagai salah satu teknik pengolahan limbah padat
yang dapat mengurangi volume hingga 85-95%
(Tchobanoglous, 1993).
Dalam upaya menekan dampak negatif
seminimal mungkin dan meningkatkan dampak
positif semaksimal mungkin, maka pemrakarsa
untuk pembangunan incinerator limbah medis
dalam awal pelaksanaannya telah melengkapi
kegiatannya dengan menyusun studi AMDAL
sesuai dengan Peraturan Menteri Lingkungan
Hidup (Anonim 2012) bidang Pengelolaan
Limbah B3 dengan incinerator.
Metode
Metode dalam studi AMDAL umumnya
mencakup metode pengumpulan dan analisis
data, metode prakiraan dampak penting,
metode evaluasi dampak penting dan metode
pengelolaan dan pemantauan lingkungan.
Metode pengumpulan dan analisis data
dilakukan dengan menelaah, mengamati, dan
mengukur rona lingkungan awal yang
diperkirakan akan terkena dampak besar dan
penting dari kegiatan proyek, serta menelaah
komponen kegiatan sebagai sumber dampak.
Metode rencana pengelolaan lingkungan
memakai 3 pendekatan, yakni : pendekatan
teknologi, pendekatan sosial ekonomi, dan
pendekatan institusi. Sedangkan metode
pemantauan mencakup juga penentuan lokasi
pemantauan, dan frekuensi pemantauan. Metode
pemantauan bisa dilakukan dengan pengamatan
dan survei lapangan (Green, 1979).
Hasil dan Pembahasan
A. Prakiraan dampak Penting
Prakiraan besar dampak dan penentuan
sifat penting dampak untuk dampak penurunan
kualitas udara akibat pengoperasian incinerator
dapat dilihat dari :
• Kondisi Sebelum Proyek
• Kondisi Masa Depan Tanpa Proyek
• Kondisi Masa Depan Dengan Proyek
B. Evaluasi Dampak Penting
Evaluasi dampak penting secara holistik
dimaksudkan untuk menelaah segenap dampak
penting yang timbul dari Rencana Kegiatan
Pengolahan Limbah Medis Dengan Incinerator. Pada
tahap operasi, dampak penting yang muncul adalah:
(1) Terbukanya kesempatan kerja;
(2) Peningkatan pendapatan yang bersumber dari
kegiatan mobilisasi tenaga kerja;
(3) Penurunan kualitas udara ;
(4) Gangguan kesehatan masayarakat yang
bersumber dari kegiatan pengoperasian
incinerator;
(5) Kehilangan kesempatan kerja (pekerjaan) yang
bersumber dari kegiatan penanganan tenaga
kerja.
Dari hasil prakiraan dampak telah dilakukan
telaah holistik dengan deskripsi menggunakan bagan alir
untuk menilai perimbangan dampak positif dan negatif.
Dari hasil penilaian dampak positif lebih dominan
dibandingkan dampak negatif.
Menurut Permen LH No. 16 Tahun 2012 (Anonim,
2012b), selain dampak penting hipotetik hasil
pelingkupan pada KA-ANDAL yang harus dikelola dan
dipantau dalam RKL-RPL, ada juga dampak tidak penting
hipotetik yang dapat dimasukkan dalam RKL-RPL untuk
dikelola dan dipantau juga. Dalam dokumen RKLRPL
Pengolahan Limbah Medis dengan Insinerator ini ,selain
mengelola 5 dampak penting hipotetik dikelola juga 4
dampak tidak penting yaitu sikap dan persepsi
masyarakat, timbulan limbah B3, penurunan kualitas air
dan gangguan kenyamanan lalu lintas. Diharapkan RKL-
dan RPL yang disusun ini akan effektif untuk
dilaksanakan (Pölönen, et al, 2011).
Kesimpulan
Berdasarkan hasil evaluasi dampak dan arahan
pengelolaan dan pemantauan lingkungan hidup, tim studi
AMDAL merekomendasikan :
1. Bahwa rencana kegiatan ini memiliki dampak besar dan
penting namun dapat dikelola sesuai dengan arahan
pengelolaan.
2. Dengan dikelolanya semua dampak besar dan penting maka
dapat disimpulkan bahwa rencana kegiatan lingkungan ini layak
lingkungan.
3. Kelayakan lingkungan ini diberikan dengan persyaratan
sebagai berikut:
a) Pemrakarsa sanggup melaksanakan semua yang tercantum
di dalam RKL dan RPL baik secara institusi, finansial, maupun
teknologi yang telah disepakati.
b) Rencana tata ruang sesuai ketentuan peraturan
perundangan-undangan
c) Rencana usaha dan/atau kegiatan tidak mengganggu nilai-
nilai social atau pandangan masyarakat (etnic view)
d) Rencana usaha dan/atau kegiatan tidak mempengaruhi
dan/atau menganggu entitas ekologis yang merupakan
e) Rencana usaha dan/atau kegiatan tidak menimbulkan
gangguan terhadap usaha dan/atau kegiatan yang telah berada
di sekitar rencana lokasi usaha dan/atau kegiatan
f) Tidak dilampauinya daya dukung dan daya tamping
lingkungan hidup dari lokasi rencana usaha dan/atau kegiatan.
g) Pemrakarsa menyusun laporan pemantauan pelaksanaan RKL,
RPL minimal 6 bulan sekali sesuai dengan KepMenLH No. 45
Tahun 2005.
Berdasarkan rencana kegiatan yang telah telah dipaparkan
pada Bab 1ANDAL dan Rencana Pengelolaan Lingkungan Hidup
yang dipaparkan pada Bab 2 RKL-RPL, beserta saran dan masukan
pada Rapat Tim Teknis dan Komisi AMDAL maka Pengolahan Limbah
Medis dengan Incinerator di Kabupaten Sidoarjo ini membutuhkan
beberapa Izin Perlindungan dan Pengelolaan Lingkungan Hidup
(PPLH), yaitu:
1. Izin Pengolahan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3)
dengan thermal
2. Izin pengangkutan Limbah Bahan Berbahaya Dan Beracun (B3)
3. Izin penyimpanan sementara Limbah Bahan Berbahaya Dan
Beracun (B3)
4. Izin Pengoperasian IPAL
TERIMAKASIH...