Anda di halaman 1dari 28

Diagnosis dan Tatalaksana

Ulkus Tungkai

Dr.Najatullah,SpBP-RE(K),MARS
Kuliah Pengantar Modul KKD 3.3
Pendahuluan
• Luka adalah terputusnya kesinambungan atau
rusaknya integritas jaringan tubuh
• Ulkus adalah jenis/bentuk luka dengan
karakteristik berbentuk lingkaran atau ireguler,
lebih cekung atau rendah dari permukaan sekitar
atau mengalami ekskavasi
• Terjadi pada seluruh permukaan kulit dan mukosa
tubuh, lokasi terbanyak pada tungkai bawah
• Terminologi ulkus digunakan pada luka kronis
Penyebab
• Vaskulogenik
– Arteri
– Vena
• Neurogenik
• Infeksi
– Non spesifik
– Spesifik
• Trauma
– Mekanik/fisik
– Kimia
• Keganasan
• Kombinasi
Jenis-jenis Ulkus

infeksi
vaskuler
keganasan
trauma
Diagnosis

• Anamnesis
• Pemeriksaan Fisik
• Pemeriksaan Penunjang
• Anamnesis
– Fundamental four
– Sacred Seven
– Komorbid
• Usia, jenis kelamin
• Diabetes Mellitus
• Obesitas
• Perokok
• dll
• Ulkus akibat gangguan arteri
– Laki laki
– Perokok
– Nyeri tungkai hilang timbul
– Teraba lbh dingin
– Dapat disertai rasa baal
– Luka pada bagian akral(ujung ekstremitas)
• Ulkus akibat gangguan vena
– Sering pada perempuan
– Sering hamil
– Faktor pekerjaan
– Rasa pegal/capek tungkai
• Ulkus akibat infeksi
– Ada penyakit yang mendasari, ct diabetes
– Demam
– Nyeri dan kemerahan
– Bernanah
• Ulkus akibat trauma
– Ada riwayat trauma sebelumnya
– Pengobatan tidak adekuat berkembang menjadi kronis
• Ulkus akibat keganasan
– Riwayat luka kronis
– Luka yang tidak kunjung sembuh dengan pengobatan yang
adekuat
– Cepat meluas
• Pemeriksaan Fisik
– Status generalis
• Tekanan darah, frekuensi denyut jantung, frekuensi dan
kuat nadi sentral dan perifer, capillary refill sentral dan
perifer, suhu akral
• Pemeriksaan status neurologis
– Status lokalis
• Inspeksi
• Palpasi
Penilaian Perubahan Warna
• Perubahan warna pada ulkus tungkai
tergantung pada :
– Kondisi kerusakan/kematian jaringan
– Ada tidaknya infeksi
– Fase penyembuhan luka
– Komorbid atau etiologi ulkus
• Jaringan rusak/non vital
– Warna jaringan lebih gelap, coklat tua sampai hitam,
permukaan kering dan lebih rendah dari sekitar
(eskar/gangren)
– Warna jaringan kuning atau kehijauan, lunak dan
basah (slough)
– Warna merah, basah dan mengkilat (granulasi)
• Gambaran sekitar luka
– Tanda radang
• Rubor,tumor,kalor,dolor,functio laesa
– Ada tidaknya varises,lesi satelit
• Eksudat dan Bau
– Menilai produksi eksudat, sedikit/sedang/banyak
• Tergantung banyak tidaknya jaringan non vital
• Tergantung luas luka
• Penyulit infeksi
– Bau khas jaringan mati
Eskar/gangren
slough
granulasi
• Pemeriksaan penunjang
– Mikrobiologi
– Histopatologi
– Radiologi
• USG doppler,arteriografi,flebografi
Tatalaksana
• Pengobatan penyakit sistemik
– Pengendalian gula darah
– Memperbaiki aliran darah dan oksigenasi jaringan
– Nutrisi yang baik
– Kontrol berat badan/ rokok
• Perawatan dan penutupan luka
– Pengelolaan jaringan mati/patologis
– Pengelolaan eksudat dan bau
– Pengelolaan infeksi
– Mempercepat penutupan luka
Prinsip penatalaksanaan
• Bersihkan luka dari :
– Kontaminasi/debris
– Jaringan non vital dan patologis
– Benda asing ct. implan
• Mempertahankan oksigenasi jaringan yang cukup
– Cegah atau kontrol edema
• Balut tekan atau pressure garmen
• Elevasi
– Hentikan merokok
– Terapi hiperbarik
– Terapi vaskuler
• Kontrol infeksi (tidak selalu membutuhkan antibiotik)
• Perawatan luka dengan prinsip moist dressing
• Nutrisi yang baik
• Segera melakukan penutupan luka
• Debridemen
– Fisik
• Surgical debridement ct. nekrotomi
• Ganti balut teratur
– Kimia
– Enzim
– Biologi ct.terapi larva (maggot)
Ideal dressing
• simple, inexpensive, highly absorptive, nonadherent
• achieve moist healing and have antibacterial properties
• less frequent dressing change
• all-in-one dressing
Evolution of the Wound Management

BC 1980 1980 2000 2000+

Traditional Advanced Active


Gauze & Tape Moist Wound Tissue Engineering
First Aid Dressings Healing Chronic & Growth Factors
Acute Antimicrobials
Enzymatics
How Dressings Interact in Wound Healing ?

• Help to debride
• Providing optimal moist environment
• Promoting granulation
• Promoting epithelialization
• Protecting from infection
Factors Influencing Dressing Selection `
•Superficial
Wound type •Full thickness
•Cavity

•Necrotic
Wound description •Sloughy
•Granulating

•Epithelialising

•Dry
Wound characteristics •Moist
•Heavily exuding
•Malodorous
•Excessively painful
•Difficult to dress

•Liable to bleed easily

•Sterile
Bacterial profile •Colonised

•Infected and potential source of serious cross infection


Dressing Choice by Wound Appearance
Wound Type Goal Wound Depth
(Color/Exudate)
Superficial Cavity
Black/low exudate Rehydrate/debride •Hydrogel •Hydrogel
•Hydrocolloid •Hydrocolloid
•Gauze •Gauze
•Enzyme •Enzyme
Yellow/high exudate Remove slough •Hydrocolloid •Hydrocolloids (paste,
Control exudate •Exudate Absorbers granules, powder)
•Enzymes •Exudate Absorbers
•Gauze •Enzymes
•Foam cavity dressings

Yellow/low exudate •Remove slough •Hydrogel •Hydrocolloids (paste,


•Control exudate •Hydrocolloid granules, powder)
•Enzymes •Hydrogel
•Film •Gauze
•Gauze •Enzyme
•Foam cavity dress
Red/high exudate •Absorb exudate, maintain •Foams •Hydrocolloids (paste,
moist environment, •Hydrocolloid granules, powder)
promote granualtion and •Exudate Absorbers •Exudate Absorbers
epithelialization •Foam cavity dressings
Red/low exudate •maintain moist •Hydrogel •Hydrocolloids (paste,
environment, promote •Hydrocolloid (thin) granules, powder)
granualtion and •Enzymes •Hydrogel
epithelialization •Foam cavity dressing
•Film
•Non-adherent
Wound color
Black Yellow Red
(Eschar) ( Slough) (Granulation)

Hydrogeland
transparent Film
ExduateQuantity Hydrocolloid

Heavy Exduate

Alginate and
Absorbent Foam

Moderat Exdudate

Hydrogell and
Absorbent Foam

Little

Hydrocolloid