Anda di halaman 1dari 15

EKSTRAKSI MICROWAVE

1. Bella Iaskyana
2. Falentina Hutasoit
3. Oktarenal Vidona
4. Nazariati
5. Tania Afrillia
6. Yunita A’isara
PENGERTIAN METODE EKSTRAKSI MICROWAVE

Ekstraksi microwave atau gelombang mikro ialah salah atu jenis gelombang yang memiliki
frekuensi dan daerah panjang gelombang tertentu.
Daerah gelombang mikro pada spektrum elektromagnetik terletak di antara radiasi
infra merah dan frekuensi radio dengan panjang gelombang 1 cm – 1 m dan
frekuensi 30 GHz – 300 MHz.
 Pada oven microwave komersial biasanya digunakan frekuensi
2450 MHz dengan panjang gelombang 12 cm.
 Meskipun pada oven microwave terdapat lubang-lubang berdiameter
kecil di sisinya, gelombang mikro tersebut tidak akan mampu melewatinya,
selama diameter lubang tersebut masih jauh dibawah panjang gelombangnya.
 Oleh sebab itu, kemungkinan lolosnya energi ke lingkungan menjadi
sangat kecil.
Prinsip pemanasan microwave

Gelombang mikro dihasilkan dari dua


medan kumparan tegak lurus, yaitu
medan listrik dan medan magnet.

Pada MAE, proses terjadi dengan target dan cara


yang spesifik, sehingga tidak ada panas yang
hilang ke lingkungan,karena proses pemanasan
berlangsung dalam sistem yang tertutup.
Mekanisme pemanasan yang unik dapat dengan
signifikan mengurangi waktu yang dibutuhkan
untuk proses ekstraksi (biasanya kurang dari 30
 Konduksi : proses pemanasan terjadi melalui gradient
panas.
 Gelombang mikro (microwave) : melalui interaksi
langsung antara material dengan gelombang mikro.
Hal tersebut menyebabkan transfer energi
berlangsung lebih cepat dan berpotensi
meningkatkan kualitas produk.
 Sehingga energi gelombang mikro menjadi alternatif untuk
menggantikan proses pemanasan konvensional
Ekstraksi Dengan Bantuan Microwave Assisted Ekstrakxion
(MAE)

 Microwave Assisted Extraction (MAE) merupakan teknik untuk mengekstraksi bahan-bahan


terlarut di dalam bahan tanaman dengan bantuan energi gelombang mikro.

 Kuntungan dari teknologi ini cocok untuk pengambilan senyawa yang bersifat thermolabil karena
memiliki kontrol terhadap temperatur yang lebih baik dibandingkan pemanasan konvensional
 Membantu meningkatkan jumlah rendemen ekstrak kasar dalam:
waktu ekstraksi yang lebih singkat
jumlah pelarut yang lebih rendah
 Gelombang mikro dapat mengurangi aktivitas enzimatis yang merusak senyawa target.
 Proses ekstraksi fasa cair didasarkan pada: prinsip perbedaan kemampuan menyerap energi
microwave pada masing-masing senyawa yang terkandung di dalam bahan tanaman.
 Teknologi microwave tidak hanya diaplikasikan pada pengolahan bahan makanan, tetapi yang
sedang banyak dikaji adalah untuk isolasi minyak atsiri dari bahan tanaman, menggantikan
teknologi konvensional, seperti distilasi uap (hydrodistillation), ekstraksi dengan lemak
(enfleurage), dan ekstraksi pelarut (solvent extraction).
Prinsip Ekstraksi

Radiasi gelombang
mikro memanaskan
dan menguapkan air Terekstraksi
sel bahan

Tekanan pada Senyawa target atau


dinding sel konstituen aktif
meningkat keluar dari sel pecah
tersebut

Tekanan tersebut
Meregangkan, dan
Sel mengembang dan dinding sel dari memecahkan sel
membengkak (swelling) dalam tersebut
INSTRUMEN
Sistem closing vasseles paling banyak digunakan pada laboratorium skala
analitis dan dikenal sebagai pressurized MAE
(PMAE).
PRINSIP KERJA

 Proses ekstraksi dimulai dengan memasukkan sampel ke


dalam vessel ekstraksi, diikuti dengan penambahan pelarut
dan penutupan vessel.
Radiasi microwave diaplikasikan dan langkah pra-
ekstraksidimulai dalam rangka untuk memanaskan pelarut
dengan nilai- nilai yang ditetapkan.
 Waktu yang dibutuhkan untuk mencapai nilai yang ditetapkan
akan
tergantung pada efek yang diterapkan serta jumlah danjenis
sampel (membutuhkan waktu kurang dari 2 menit).
PRINSIP KERJA

 Sampel selanjutnya di iradiasi dan


diekstraksi selama waktu tertentu
(langkah ekstraksi statis), biasanya di
kisaran 10-30 menit.
 Ketika ekstraksi telah selesai, sampel
dibiarkan mendingin ke suhu kamar untuk
dapat ditangani (biasanya tidak melebihi
20 menit).
 Sebelum analisis, penambahan standar
internal dan/atau langkah pembersihan
mungkin dibutuhkan.
PENGARUH EKSTRAKSI BERBANTUAN GELOMBANG MIKRO
TERHADAP KARAKTERISTIK HASIL DAN PROTEIN SUSU KEDELAI

Abstrak
Ekstraksi berbantukan microwave (MAE) diujicoba karena berpotensi membantu ekstraksi susu
kedelai dari biji kedelai, karenanya jenis unit penggilingan dengan tipe gelombang mikro
dirancang dan dikembangkan. Ekstraksi berbantukan microwave menghasilkan peningkatan yang
signifikan, angka hasil ekstraksi (24%) dan kandungan protein (44,4%) lebih tinggi jika
dibandingkan dengan susu kedelai konvensional. Karakteristik protein pada ekstraksi ini seperti
kelarutan protein dan kecernaan protein susu kedelai menunjukkan peningkatan yang signifikan
(p <0,05) dibanding susu kedelai konvensional. Parameter yang mempengaruhi proses dari
ekstraksi mikrowave yaitu, tingkat daya gelombang mikro (540-810W), suhu sasaran 70-90°C dan
kecepatan pengadukan (140-180 RPM). Kondisi MAE optimal adalah tingkat daya 675W, suhu
target 80 ° C dan kecepatan pengadukan 160 RPM.
Metode dan Bahan
Preparasi sampel
Kedelai (Glycine max L.) varietas Co-1 diperoleh dari pasar lokal Coimbatore, Tamil Nadu dan
disimpan dalam kondisi dingin (4 ± 1°C) sampai digunakan. Sebelum digunakan, mereka
direndam dalam air tawar selama 12 jam pada 4 ± 1°C dan dibersihkan secara menyeluruh. Ini
kemudian diumpankan ke unit penggilingan mikrowave yang sudah dipanaskan. Penggilingan
basah dilakukan di unit penggilingan selama 15 menit dengan menambahkan air minum (6L air
untuk 1 kg kedelai).
Penggilingan dengan mikrowave yang dipanaskan
Ekstraksi dilakukan dalam unit penggilingan dengan mikrowave yang sudah dipanaskan. Proses
dirancang sedemikian rupa sehingga ketika kedelai basah selesai digiling, akan langsung
dipanaskan. Pemanasan gelombang mikro mencapai reaktor gelombang mikro multi-mode 2,45
GHz dengan daya maksimum sebesar variabel 1000W dalam peningkatan 10W.
. Kedelai yang digiling basah dari unit penggilingan secara anaerob diteruskan ke ruang
microwave dengan menggunakan katup pelepasan, tempat terjadi pemanasan gelombang
mikro. Oven microwave memiliki ketentuan sensor suhu serat optik (Model: FOTEMP1-4,
Optocon Optical Sensor and Systems, Weidmann Technologies Deutschland GmbH, Jerman)
dan diaduk dengan pengukuran suhu dan waktu yang ril hingga menjadi bubur kedelai
homogen. Kemampuan dari MEA dapat di bandingkan dan di evaluasi dengan pembuatan
susu kedelai konvensional. MEA mampu mencapai 90°C pada 20-50 menit berdasarkan level
daya yang disediakan. Butuh 20 menit untuk mencapai 90°C pada 810W, 35 menit pada
675W dan 50 menit pada 540W. Dengan metode konvensional, waktu yang dibutuhkan
untuk mencapai 90°C adalah 40 menit, MEA dinilai lebih mudah dan cepat./
Kesimpulan
Ekstraksi susu kedelai berbantuan mikrowave terbukti merupakan metode yang lebih baik untuk
meningkatkan hasil ekstraksi, kandungan protein dan karakteristik protein susu kedelai. Terdapat
peningkatan yang signifikan (p <0,05) dalam hasil ekstraksi dan kandungan protein susu kedelai sebesar
24% dan 44,44% dibandingkan dengan susu kedelai yang diperoleh dengan metode konvensional.
Pencitraan SEM dari kedelai okara yang diekstraksi mengungkapkan struktur seluler berpori untuk
microwave yang diekstraksi dan struktur seluler non-porus kontinyu untuk sampel yang dipanaskan dengan
uap. Struktur seluler berpori mengakibatkan peningkatan pencucian protein dan komponen larut lainnya
yang tertanam di dinding selnya. Kelarutan dan daya cerna protein juga meningkat dengan perlakuan
gelombang mikro. Dengan demikian, ekstraksi berbantuan gelombang mikro adalah teknik yang lebih baik
dan layak untuk menghasilkan susu kedelai berkualitas baik. Terdapat beberapa parameter dalam proses
yang mempengaruhi karakteristik protein susu kelarutan protein, kecernaan protein dan aktivitas
penghambatan tripsin. Daya gelombang mikro dan suhu sasaran berpengaruh signifikan (p <0,05) pada
sifat sari kedelai sedangkan kecepatan pengadukan tidak memberikan efek signifikan (p> 0,05) pada sifat-
sifatnya. Perawatan gelombang mikro dengan daya 675W, suhu sasaran 80 ° C dan kecepatan pengadukan
160 RPM dioptimalkan dengan keinginan 0,945.