Anda di halaman 1dari 27

A S U H A N K E P E R A W ATA N M E D I K A L

B E D A H PA D A PA S I E N G A S T R I T I S D I
P U S K E S M A S P E R A W ATA N K E D U R A N G
B E N G K U LU S E L ATA N TA H U N 2 0 1 9

PONI HADI
NIM. P0512021815
PRODI DIII JURUSAN
KEPERAWATAN
POLTEKKES KEMENKES
BENGKULU
LATAR BELAKANG
Gastritis sering kali
Angka kejadian
dianggap sebagai Tinjauan terhadap
suatu hal yang remeh gastritis di Provinsi
beberapa negara
namun gastritis Bengkulu masih cukup
diantaranya Jepang
merupakan awal dari tinggi, gastritis
14,5% Inggris 22%,
sebuah penyakit yang menempati urutan
Perancis 29,5%, China
dapat menyusahkan kedua setelah ISPA
31% dan Kanada 35%.
dengan jumlah kasus
dan dapat Di dunia insiden
13,856 kasus.
menyebabkan gastritis sekitar 1,8-2,1
Penderita gastritis
kekambuhan hingga juta dari jumlah
pada tahun 2016
kematian (Gustin, penduduk setiap
tercatat 13,406 kasus.
2012) tahun. Insiden
Tahun 2017 tercatat
Salah satu masalah terjadinya gastritis di
12.260 kasus. Tahun
kesehatan yang kita Asia Tenggara sekitar
2018 tercatat 13,487
hadapi sekarang ini 583.635 dari jumlah
kasus (Profil, Dinas
adalah penyakit penduduk setiap
Kesehatan Kota
saluran penceranaan tahunya (WHO, 2015)
Bengkulu, 2018).
seperti gastritis.
D ATA P U S K E S M A S P E R AWATA N K E D U R A N G
2019

250
210 240
200 185 Data Rawat
150 Jalan
100 Data Rawat
15 21 18
50 Inap
0
2016 2017 2018
Tindakan keperawatan yang dilakukan di puskesmas
perawatan Kedurang yaitu manajemen nyeri
nonfarmakologis diantaranya, teknik relaksasi nafas
dalam, kompres hangat atau masase guna mengurangi dan
meminimalisir nyeri yang dirasakan pasien gastritis.
Puskesmas Perawatan Kedurang belum melakukan asuhan
keperawatan secara komprehensif yang meliputi bio-psiko-
sosio dan spiritual. Penerapan asuhan keperawatan belum
dilaksanakan sesuai dengan tahapan proses keperawatan.
TUJUAN UMUM
Melaksanakan asuhan kepera watan sec ara langsung dan
komprehensif meliputi aspek biopsikososial dengan
p end ekatan proses keperawatan. Pada pasien d eng an
gastritis di puskesmas perawatan kedurang tahun 2019.

TUJUAN KHUSUS
Melakukan Pengkajian keperawatan dengan masalah gastritis di Puskesmas Perawatan
Kedurang.
Merumuskan Diagnosa keperawatan dengan masalah gastritis di Puskesmas Perawatan
Kedurang.
 Menyusun Rencana asuhan keperawatan dengan masalah gastritis di Puskesmas Perawatan
Kedurang.
Melakukan Implementasi keperawatan dengan masalah gastritis di Puskesmas Perawatan
Kedurang.
Melakukan Evaluasi keperawatan dengan masalah gastritis di Puskesmas Perawatan Kedurang.
KO N S E P P E N YA K I T
GASTRITIS
DEFINISI
Gastritis merupakan suatu proses inflamasi pada
lapisan mukosa dan submukosa lambung. Secara
hispatologi dapat dibuktikan dengan adanya infiltrasi
sel-sel radang pada daerah tertentu (Syam, 2011).
ETIOLOGI
Pola Makan
Pemakaian obat penghalang nyeri secara terus
menerus
Kafein
Penggunaan Alkohol secara berlebihan
Stress Fisik
Makanan dan Minuman yang bersifat iritan
Infeksi Helicobacter pylori
Merokok
WOC
KOMPLIKAS
I
Komplikasi Gastritis Akut :
Perdarahan saluran cerna bagian atas berupa hematemesis dan malena dapat
berakhir sebagai syook hemoragik
Ulkus jika prosesnya hebat
Gangguan cairan dan elektrolit pada kondisi muntah hebat

Komplikasi Gastritis Kronis :


Anemia Pernisiosa
Ulkus Peptikum
Kanker gaster terutama jika terjadi penipisan secara terus menerus
KO N S E P A S U H A N
K E P E R AWATA N
GASTRITIS
Pengkajian
1. Identitas
2. Keluhan Utama
3. Riwayat penyakit sekarang
4. Riwayat penyakit Dahulu
5. Riwayat penyakit keluarga
6. Pemeriksaan fisik
P E N G KA J I A N F O KU S
 Inspeksi: melihat bentuk abdomen (datar, cembung, cekung,
asites) melihat kesimetrisan abdomen, melihat warna kemerahan
atau kebiruan pada dinding abdomen.
Auskultasi: mengetahui bising usus normal pada dewasa 10-15 x/m
Perkusi: hipertimpani pada bagian gaster
 Palpasi: mengetahui apakah adanya nyeri tekan atau lepas,
mengetahui apakah ada pembengkakan hepar dan lien,
mengetahui apakah ada masa dan pembengkakan pada abdomen,
mengetahuai apakah ada asites.
D I A G N O S A K E P E R AWATA N
Diagnosa keperawatan adalah pernyataan yang menguraikan respon
aktual atau potensial klien terhadap masalah kesehatan yang perawat
mempunyai izin dan berkompeten untuk mengatasinya (Potter & Perry,
2010). Diagnosa keperawatan yang dapat ditemukan berdasarkan respon
pasien yang disesuaikan menurut ( SDKI, 2016)
1. Nyeri akut
Data mayor
Subjektif
• Mengeluh nyeri
Objektf
• Tampak meringis
• Bersikap protetif (misal waspada, posisi menghindari nyeri)
• Gelisah
• Frekuensi nadi meningkat
• Sulit tidur
Data minor
Subjektif 
Objektif
• Tekanan darah meningkat
• Pola nafas berubah
• Nafsu makan berubah
• Proses berpikir terganggu
• Menarik diri
• Berfokus pada diri sendiri
• Diaphoresis
2) Defisit nutrisi
Data mayor
Subjektif
•  
Objektf
• Berat badan menurun minimal 10% di bawah rentang ideal
Data minor
Subjektif
• Cepat kenyang setelah makan
• Kram/nyeri abdomen
• Nafsu makan menurun
Objektif
• Bising usus hiperaktif
• Otot pengunyah lemah
• Otot menelan lemah
• Membran mukosa pucat
• Sariawan
• Serum albumin turun
• Rambut rontok berlebihan
• Diare
3)Ansietas
Data mayor
Subjektif
• Merasa bingung
• Merasa khawatir dengan kondisi yang dihadapi
• Sulit berkonsentrasi
Objektf
• Tampak gelisah
• Tampak tegang
• Sulit tidur
Data minor
Subjektif
• Mengeluh pusing
• Anoreksia
• Palpitasi
• Mengeluh tidak berdaya
Objektif
• Frekuensi nafas meningkat
• Frekuensi nadi menigkat
• Tekanan darah meningkat
• Diaforesis
• Tremor
• Muka tampak pucat
• Suara bergetar
• Kontak mata buruk
• Sering berkemih
• Berorientasi pada masa lalu
4) Nausea
Data mayor
Subjektif
• Mengeluh mual
• Merasa ingin muntah
• Tidak berniat makan
• Objektf
 Data minor
 Subjektif
• Merasa asam di mulut
• Sensasi panas/dingin
• Sering menelan
Objektif
• Saliva meningkat
• Pucat
• Diaphoresis
• Takikardia
• Pupil dilatasi
5) Intoleransi aktvitas
Data mayor
Subjektif
• Mengeluh lelah
Objektf
• Frekuensi jantung meningkat >20% dari kondisi istirahat
Data minor
Subjektif
• Dispnea saat/setelah aktivitas
• Merasa tidak nyaman setelah beraktivitas
• Merasa lemah
Objektif
• Tekanan darah berubah >20% dari kondisi istirahat
• Gambaran EKG menunjukkan aritmia saat/setelah aktivitas
• Gambaran EKG menunjukkan iskemia
• Sianosis
I N T E RV E N S I

Menurut Wilkinson (2012), perencanaan


keperawatan adalah rencana keperawatan kepada
klien sesuai dengan diagnosa yang ditegakkan
sehingga kebutuhan klien dapat terpenuhi. Dalam
teori perencanaan keperawatan dituliskan sesuai
dengan rencana dan kriteria hasil berdasarkan
Nursing Intervention Classification (NIC) dan
Nursing Outcome Classification (NIC).
Implementasi
Implementasi keperawatan yang merupakan komponen dari
proses keperawatan adalah kategori dari perilaku
keperawatan dimana tindakan yang diperlukan mencapai
tindakan dan hasil yang diperkirakan dari asuhan keperawatan
yang dilakukan dan diselesaikan (Potter & Perry, 2010).
Evaluasi
Tahap akhir yang bertujuan untuk mencapai kemampuan klien
dan tujuan dengan melihat perkembangan klien. Evaluasi klien
Gastritis dilakukan berdasarkan kriteria yang telah ditetapkan
sebelumnya pada tujuan (Carnevari & Thomas, 2010 : dikutip
dari Potter, 2009).
BAB III METODELOGI
PENELITIAN
Pendekatan /Desain Penelitian
Jenis penelitian ini adalah deskriptif bentuk studi kasus untuk mengeksplorasikan
masalah asuhan keperawatan klien dengan gangguan Gastritis di puskesmas
perawatan Kedurang tahun 2019. Pendekatan yang digunakan adalah pendekatan
asuhan keperarawatan yang meliputi pengkajian, analisa data, diagnosis keperawatan,
perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi.

Subyek Penelitian
Subyek penelitian dalam asuhan keperawatan ini adalah klien dengan Gastritis di
perawatan Kedurang yang berjumlah 1 orang dengan perawatan minimal 3 hari.
 
Batas Istilah (Definisi Operasional)
Definisi operasional dalam penelitian ini adalah klien yang telah didiagnosa klinis
mengalami penyakit Gastritis didefenisikan sebagai rasa nyeri atau tidak nyaman
disekitar ulu hati. Pasien Gastritis ini biasanya datang dengan keluhan lain, yaitu dari
mual sampai muntah. Selain itu, keluhan-keluhan lain seperti kembung, cepat
kenyang, nafsu makan berkurang, dan sering sendawa juga biasanya muncul
Lokasi Dan Waktu Penelitian
Penelitian dilakukan di Puskesmas Perawatan Kedurang, penelitian dimulai dari melakukan
pengurusan surat penelitian sampai pengurusan surat telah selesai penelitian yang
dilakukan pada bulan Mei sampai dengan Juni 2019 dengan waktu intervensi keperawatan
dilakukan selama 3 hari.

Prosedur Penelitian
Penelitian diawali dengan penyusunan usulan proposal tentang penyakit asma broncial
dengan menggunakan metode studi kasus berupa laporan teori asuhan keperawatan yang
berjudul Asuhan Keperawatan Pada Pasien dengan gastritis di Puskesmas Kedurang,
setelah disetujui oleh penguji proposal maka tahap yang dilakukan adalah penyusunan
proposal, pengurusan surat izin penelitian, analisa kasus, persetujuan responden,
pengkajian, analisa data, diagnosa keperawatan, intervensi, implementasi, evaluasi,
persiapan pasien pulang, serta surat perizinan telah selesai penelitian.
Metode Dan Instrumen Pengumpulan Data
Teknik Pengumpulan data
1.Wawancara
2.Obsevasi dan pemeriksaan fisik
3.Studi dokumentasi dan instrument.
Instrumen Peng8umpulan Data
Alat atau instrumen pengumpulan data menggunakan format
pengkajian asuhan keperawatan medikal bedah sesuai
ketentuan yang ada di Prodi DIII Keperawatan Bengkulu.
 
Keabsahan Data
Keabsahan data dilakukan oleh peneliti dengan cara peneliti mengumpulkan data secara
langsung pada pasien dengan menggunakan format pengkajian yang baku dari kampus,
yang dilakukan 6 jam sesuai jadwal dinas perawat di Puskesmas Perawatan Kedurangi
selama 3 hari berturut turut.
 Analisis Data
Analisi data dilakukan sejak peneliti beradadi lapangan, sewaktu pengumpulan data
sampai dengan semua data terkumpul, analisa data dilakukan dengan cara wawancara,
observasi, pemeriksaan fisik dan data penunjang, selanjutnya membandingkan dengan
teori yang ada dan selanjutnya dituangkan dalam bentuk pembahasan, tekhnik analisa
yang digunakan dengan cara menarasikan jawaban jawaban dari penelitian yang
diperoleh dari hasil interpretasi wawancara mendalam yang dilakukan untuk menjawab
rumusan masalah penelitian.
TERIMAKASIH
