Anda di halaman 1dari 20

Kelompok 4

Febbil Zian Fahmi 11518013

Uniq Nur Oktaviani 11518017

Izzatuz Zahra 11518032

Afwan Hilmi Muttaqin 11518048


1. Peta Lintasan
Pembahasan Peta Lintasan
Peta diatas merupakan Lintasan Geologi Daerah Padang Jaya dan Sekitarnya Kematan Cimanggu, Kabupaten
Cilacap, Provinsi Jawa Tengah. Peta di atas memiliki unsur-unsru peta sebagai berikut:
• Judul peta
Di dalam peta tersebut terdapat judul peta yaitu “PETA LINTASAN GEOLOGI DAERAH PADANG JAYA DAN
SEKITARNYA KECAMATAN CIMANGGU, KABUPATEN CILACAP, PROVINSI JAWA TENGAH”. Judul peta merupakan
unsur yang mencerminkan isi peta atau informasi yang terdapat pada peta.
• Skala
Peta di atas memiliki skala 1:25.000 yang menunjukkan bahwa 1 cm pada peta mewakili 25.000 cm atau 250
pada jarak sebenrnya atau jarak di lapangan. Skala peta diatas termasuk dalam skala fraksi.
• Simbol
Simbol peta dapat diartikan sebagai bentuk atau tanda yang melambangkan penjelasan tertentu pada peta.
• Legenda
Legenda merupakan unsur yang yang berisi tentang keterangan dari unsru-unsur yang ada di peta.
• Peta Indeks
Peta indeks menunjukkan daerah yang ada di peta dengan daerah disekitarnya. Peta indeks yang ada
dilengkapi dengan indeks administrasi dari daerah tersebut. Indeks Administrasi merupakan pembagian
daerah yang didasarkan pada hukum pemerintahan.
• Orientasi peta
Dalam peta diatas terdapat orientasi peta yang berada disebelah kanan. Orientasi ini menjelaskan tentang
arah mata angina, mulai dari arah utara, timur, selatan, dan barat.
• Edisi Peta
Edisi peta merupakan keterangan tentang tahun pembuatan suatu peta. Untuk meengetahui kapan peta
tersebut dicetak atau dibuat. Peta diatas dibuat pada tahun 2014.
• Drainage
Drainage merupakan bentuk yang berhubungan dengan pengairan air. Baik yang dipermukaan maupun di
bawah permukaan. Pada peta di atas terdapat pola pengaliran berupa sungai.
• Relief
Relief merupakan beda tinggi satu tempat atau merupakan suatu gambaran kenampakan tinggi rendahnya
suatu daerah serta curam landainya suatu permukaan. Pada peta lintasan diatas, relief digambarkan dengan
garis kontur. bagian utara sebelah kiri dan selatan sebelah kri pada peta diatas digambarkan dengan kontur
yang rapat, dan sisanya menunjukkan kontur yang renggang. Kontur rapat menandakan bahwa daerah
tersebut relative curam, dan kontur reggang menunjukkan daerah yang relative landai.
Selain itu, peta lintasan geologi tersebut memuat tentang :
 Dalam peta lintasan geologi diatas, memuat informasi tentang litologi yang ada pada daerah tersebut,
diantaranya: batupasir, perselingan batupasir-batulempung, perselingan batupasir-batulempung sisipan
breksi, kontak breksi-batupasir, dan breksi andesit.
 Dalam peta tersebut terdapat penggambaran strike dan dip lapisan suatu batuan.
 Penyebaran batuan pada peta lintasan diatas menunjukkan penyebaran dari arah tenggara ke baratlaut.
 Di dalam peta diatas juga terdapat lokasi pengamatan yang digambarkan dengan warna putih, lokasi
pengambilan sampel analisis mikropaleontologi dengan bentuk oval berwana putih dan biru, lokasi
pengambilan sampel analisis petrografi dengan bentuk oval berwarna merah dan putih, dan terdapat
symbol lokasi pengambilan data struktur geologi dengan bentuk oval yang berwarna orange dan putih.
Terdapat 23 lokasi pengamatan yang tersebar merata. Lokasi pengambilan sampel analisa terdapat 3
lokasi. Lokasi pengambilan sampel analisis petografi terdapat 2 lokasi, dan lokasi pengambilan data
struktur geologi
Peta Geologi
Pembahasan Peta Geologi
Gambar di atas merupakan peta geologi lembar Painan, Provinsi Sumatera. Peta geologi di atas memberikan
informasi mengenai gambaran dari permukaan bumi yang di jadikan dalam bidang datar dan menggunakan
skala. Peta di atas mempunyai komponen – komponen peta maupun informasi khusus yang terdapat pada
peta geologi, meliputi stratigrafi regional, sumberdaya mineral, struktur geologi dan tektonika. Peta geologi di
atas memiliki komponen sebagai berikut:
– Judul Peta
Judul peta merupakan unsur yang mencerminkan isi peta atau informasi yang terdapat pada peta. Peta di atas
berjudul “Peta Geologi Lembar Painan dan Bagian Timurlaut Lembar Muarasiberut, Sumatera.
– Skala
Skala merupakan perbandingan jarak yang ada di peta dengan jarak sebenarnya atau jarak di lapangan. Peta
geologi diatas meiliki skala 1:250.000 yang berarti bahwa 1 cm dipeta mewakili 250.000 cm atau 2,5 km
dikeadaan sebenarnya. Skala yang terdapat pada peta diatas termasuk dalam skala angka. Semakin kecil angka
skala yang ada, maka semakin rinci atau semakin jelas brntuk suatu peta. Misalnya peta yang memiliki skala
1:100.000 merupakan peta yang memiliki skala besar disbanding peta dengan skala 1:250.000. hal ini karena 1
cm pada peta mewakili 1km di keadaan sebenarnya, sehingga kenampakan bumi yang ada akan semakin detail
disbanding dengan peta yang berskala 1:250.000.
– Orientasi atau Arah Mata Angin
Simbol arah dicantumkan dengan tujuan untuk orientasi peta. Arah mata angin merupakan pedoman
petunjuk arah. Arah mata angin umumnya dibagi menjadi 8 penjuru arah yaitu utara, timur laut, timur,
tenggara, selatan, barat daya, barat, barat laut. Pada peta diatas arah mata angin digambarkan dengan arah
utara sebenarnya yang menghadap ke atas.
– Simbol
Simbol pada peta merupakan komponen yang berfungsi untuk memberikan penjelasan keadaan fenomena
permukaan bumi. Simbol peta dapat diartikan sebagai bentuk atau tanda yang melambangkan penjelasan
tertentu pada peta. Contohnya pada peta di atas terdapat jalan yang disimbolkan dengan garis dan kota yang
disimbolkan dengan titik.
– Legenda
Legenda merupakan unsur peta yang memuat tentang simbol – simbol pada peta dan keterangan dari simbol
– simbol tersebut. Simbol – simbol pada peta perlu diberi keterangan agar pembaca peta tersebut dapat
memahami makna dari simbol yang dibuat oleh pembuat peta.
– Garis Astronomi
Garis astronomi terdiri dari garis lintang dam garis bujur dengan angka derajat yang tertera pada tepi garis
peta. Garis lintang dan garis bujur dapat digunakan untuk mencari atau menentukan lokasi suatu tempat atau
suatau daerah.
– Indeks peta
Indeks peta merupakan sisitem tata letak peta atau menunjukkan letak peta yang ada terhadap peta lain
disekitarnya atau terhadap daerah disekitarnya. Pada peta diatas, daerah Painan terdapat disebelah kanan dari
daerah Muarasiberut dan disebalah kiri dari Muarabungo serta berada dibawah daerah Solok dan diats dari
daerah Sungaipenuh.
– Warna Peta
Warna pada peta tidak hanya digunakan sebagai daya tarik tampilan pada peta, namun juga sebagai simbol
khusus yang digunakan untuk menyampaikan suatu informasi pada peta. Warna pada peta diatas
menggambarkan formasi serta jenis litologi yang ada. Setiap formasi dan litologi yang ada disimbolkan dengan
warna yang berbeda.
– Sumber dan Tahun Pembuatan
Sumber peta dapat berupa nama perseorangan atau lembaga yang menenrbitkan peta tersebut. Dengan
adanya sumber peta maka akan menunjukkan keakuratan dari data yang ada pada peta, atau dapat dikatakan
apakah peta tersebut dari sumber yang terpercaya atau tidak. Peta geologi diatas termasuk peta yang
terpercaya karena memiliki sumber peta yang jelas, yaitu dibuat oleh H.M.D. Rosidi, S. Tjokrosapoetro, B.
Pendowo, S. Gafoer, dan Suharsono. Tahun pembuatan peta merupakan tahun dimana peta tersebut dibuat.
Peta geologi diatas dibuat pada tahun 1996 dan termasuk pada edisi atau cetakan kedua.
– Garis Kontur
Garis kontur merupakan komponen yang biasanya terdapat pada peta topografi. Garis kontur sendiri merupakan
garis khayal tertutup yang menghubungkan titik – titik dengan ketinggian yang sama dipermukaan bumi. Seingga garis
kontur ini akan memberikan informasi berupa ktinggian suatu tempat. Jika garis kontur tergambarkan rapat, maka
daerah tersebut merupakan daerah yang curam. Sedangkan jika garis kontur trgambarkan renggang maka daerah
tersebut merupakan daerah yang landai.

Peta geologi dari daerah Painan di atas menggambarkan informasi khusus terutapa dari segi geologi. Informasi
tersebut berupa stratigrafi regional, sumberdaya mineral, struktur geologi dan tektonika. Informasi stratigrafi yang
ada peta geologi diatas yaitu berupa formasi yang terdapat pada derah Painan. Setiap stratigrafi ini akan memiliki
keterangan berupa litologi yang menyusun formasi tersebut, umur dari formasi, dan ketebalan dari formasi tersbut.
Contohnya terdapat Formasi Kasai yang tersusun atas litologi tuf batuapung bersifat asam, batupasir tufan, dengan
sisipan bentonit dan sedikit lignit. Berumur Plio-Plistosen dan memiliki ketebalan maksimum 700 m. Pada peta
geologi diatas untuk membedakan satu formasi dengan formasi yang lain, digunakan perbedaan warna. Selain itu,
peta geologi diatas juga menginformasikan tentang potensi bahan galian yang ada di daerah painan, diantaranya,
emas, perak,tembaga, seng, dan besi. Struktur geologi juga tergambar pada peta di atas, yaitu berupa sesar, sesar
naik, sesar geser jurus, antiklik, siklin, serta jurus dan kemenerusan lapisan. Struktur tersebut diakibatkan oleh
adanya tektonik yang terjadi pada dareh tersebut. Tektonik tersebut dapat berupa pengangkatan, perlipatan,
pemalihan, terobosan, maupun penyesaran.

Peta Geomorfologi
Pembahasan Peta Geomorfologi
Peta geomorfologi didefinisikan sebagai peta yang menggambarkan bentuk lahan, genesa beserta proses
yang mempengaruhinya dalam berbagai skala. ... Unit utama geomorfologi adalah kelompok bentuk lahan
didasarkan atas bentuk asalnya (struktural, denudasi, fluvial, marin, karts, angin dan es). Peta diatas
merupakan peta geomorfologi daerah Lomaya dan sekitarnya kecamatan Bolang Utara Kabupaten Bone
Bolango Provinsi Gorontalo, berikut adalah unsur unsur yang terdapat pada peta geomorfologi diatas :
 Judul Peta

Peta geologi ini memiliki judul : "PETA GEOMORFOLOGI DAERAH LOMAYA DAN SEKITARNYA KECAMATAN
BOLANG UTARA KABUPATEN BONE BOLANGO PROVINSI GORONTALA”
 Skala
Peta Geomorfologi diatas menggunakan diatas menggunakan skala :
Fraksi : 1 : 25000 cm
Skala Grafis : Dengan menggunakan batang seperti diatas
 Simbol dan Legenda

Simbol menggambarkan tanda tanda pada peta yang mana keterangannya terdapat pada legenda, jadi
misal symbol titik menggambarkan stasiun pengamatan yang merupakan sebagai legenda dan juga warna abu
menggambarkan satuan geomorfologi alluvial, begitu pula dengan symbol pada sub satuan geometric dan juga
pemeriannya
 Indeks Peta

Indeks Adjoining to Sheet


Peta indeks menunjukkan daerah yang ada di peta dengan daerah disekitarnya. Peta indeks yang ada
dilengkapi dengan indeks administrasi dari daerah tersebut. Indeks Administrasi merupakan pembagian
daerah yang didasarkan pada hukum pemerintahan.
 Koordinat

Pada bagian isi peta dibagian garis pinggir terdapat koordinat X dan koordinat Y yang merupakan lokasi peta
tersebut berada
 Penampang Geomorfologi

Sayatan pada peta geomorfologi diatas ditarik garis dari arah barat laut menuju timur, yang mana pada
penampang tersebut didapatkan satuan perbukitan terjal pada bagian barat laut dengna ketinggian 200 m
sampai dengan 350 m, lalu satuan perbukitan bergelombang miring pada bagian tengah dengan ketinggian
200 meteran, lalu pada bagian timur terdapat satuan pegunungan tersayat sangat terjal dengan ketinggian
500 meter
 Topografi
Pada peta diatas terdapat kontur yang beragam, rata rata ketinggian pada kontur tersebut adala 100 m
sampai dengan 200 m, kotur dengan ketinggian 300 m – 400 m terdapat pada bagian utara menuju timur laut
yaitu pada satuan perbukitan tersayat terjal dan juga pada sataun pegunungan tersayat sangat terjal terdapat
kontur 300 m sampai dengan 500 m .
Cara Pencatatan Data Lapangan Pada Buku lapangan
 Menuliskan lokasi geografis sama lokasi administartif dari daerah penelitian
 Menuliskan orientasi peta berdasarkan orientasi yang didapat dari pengukuran kompas geologi
 Menuliskan koordinat dari daerah yang diteliti berdasarkan pengukuran dari GPS
 Menuliskan kedudukan strike dan dip singkapan dari pengukuran strike dan dip yang dilakukan
menggunakan kompas geologi
 Mendeskripsi batuan yang ada, mulai dari jenis batuan, warna, struktur, tekstur, komposisi mineral, setelah
itu penamaan batuan dan petrogenesa dari batuan tersebut. dari deskripsi batuan ini, maka dapat diketahui
litologi atau nma dari batuan tersebut.
 Menggambar sketsa singkapan
 Mengambil sampel handspacement dari litologi yang ada pada singkapan
 Memfoto singkapan yang ada menggunakan parameter
Cara Memploting Data Lapangan Pada Peta

 Menyiapkan peta geologi kaveling suatu daerah yang akan diteliti.


 Kemudian, mengamati kontur yang terdapat dalam peta.
 Langkah selanjutnya yaitu menentukan rute atau jalan yang akan ditempuh. Sepanjang rute itu kita
mengamati apakah terdapat singkapan yang dapat diukur.
 Setelah menemukan singkapan, amati singkapan tersebut.
Cara Pengambilan foto Singkapan
– Mengukur azimuth singkapan menggunakan kompas geologi.
– Lalu mengambil foto singkapan sesuai posisi azimuth.
– Gunakan parameter pada saat pengambilan foto singkapan. Apabila singkapan tersebut kecil maka
gunakan palu geologi sebagai parameter. Namun, bila singkapan yang ada termasuk singkapan yang
besar, maka digunakna parameter berupa manusia.
– Jika menggunakan parameter berupa manusia, maka orang tersebut harus berdiri tegap dengan tangan
lurus menunjuk kea rah utara.
– Singkapan yang ada harus tercover semua, sehingga pada saat memfoto singkapan, semua bagian
singkapan harus ikut terfoto.
Cara Pengambilan Sampel Batuan
– Mengamati keadaan singkapan.
– Kemudian lihat bagian dari singkapan tersebut, mana yang masih fresh dan sudah lapuk.
– Lalu ambil sampel batuan dari singkapan tersebut secukupnya. Jika bagian yang diambil merupakan bagian
yang lapuk, maka cari bagian yang masih fresh agar batuan tersebut dapat dideskripsi sehingga kita dapat
mengetahui nama, tekstur, dan struktur dari batuan tersebut.