Anda di halaman 1dari 31

Prinsip Dasar Pencegahan & Penanggulangan

Penyakit Menular
Natalia Paskawati Adimuntja, SKM., M.Kes
Outline
• Konsep penanggulangan dan pemberantasan penyakit
menular.
• Tujuan pencegahan dan penanggulangan penyakit menular.
• Lima (5) tingkat pencegahan dan tiga (3) sasaran pencegahan
dan penanggulangan penyakit menular.
• Sumber utama dan cara mengatasi sumber penyakit menular.
• Cara penularan serta usaha memutuskan rantai penularan.
• Faktor penting pada pejamu yang berperan dalam penularan
penyakit dan usaha mengatasinya.
Apakah Pengendalian & Penanggulangan?
• Pengendalian penyakit : tindakan atau usaha
untuk mencegah atau berulangnya kejadian
penyakit. Misalnya pengendalian faktor risiko
(determinant).
• Penanggulangan penyakit menular : upaya
kesehatan yang mengutamakan aspek promotif
dan preventif (pencegahan, pengendalian dan
pemberantasan).
TUJUAN
• Menurunkan dan menghilangkan angka
kesakitan, kecacatan, dan kematian;
• Membatasi penularan, serta penyebaran
penyakit agar tidak meluas antar daerah
maupun antar negara serta berpotensi
menimbulkan kejadian luar biasa atau wabah.
Pemerintah dapat menetapkan program penanggulangan
sebagai prioritas nasional atau daerah dengan kriteria :

• Penyakit endemis lokal;


• Penyakit Menular potensial wabah;
• Fatalitas yang ditimbulkan tinggi/angka kematian tinggi;
• Memiliki dampak sosial, ekonomi, politik, dan
ketahanan yang luas;
• Menjadi sasaran reduksi, eliminasi, dan eradikasi global.
Eliminasi
Reduksi

Eradikasi

TARGET PROGRAM PENANGGULANGAN PENYAKIT MENULAR


• Reduksi : upaya pengurangan angka kesakitan
dan/atau kematian terhadap Penyakit Menular
tertentu agar secara bertahap penyakit tersebut
menurun sesuai dengan sasaran atau target
operasionalnya.
• Eliminasi : upaya pengurangan terhadap penyakit
secara berkesinambungan di wilayah tertentu
sehingga angka kesakitan penyakit tersebut dapat
ditekan serendah mungkin agar tidak menjadi
masalah kesehatan di wilayah yang bersangkutan.
• Eradikasi : upaya pembasmian yang dilakukan
secara berkelanjutan melalui pemberantasan dan
eliminasi untuk menghilangkan jenis penyakit
tertentu secara permanen sehingga tidak menjadi
masalah kesehatan masyarakat secara nasional.
Penanggulangan Penyakit Menular dilakukan melalui upaya
pencegahan, pengendalian, dan pemberantasan.
• Upaya pencegahan dilakukan untuk memutus mata
rantai penularan, perlindungan spesifik, pengendalian
faktor risiko, perbaikan gizi masyarakat dan upaya lain
sesuai dengan ancaman Penyakit Menular.
• Upaya pengendalian dilakukan untuk mengurangi
atau menghilangkan faktor risiko penyakit dan/atau
gangguan kesehatan.
• Upaya pemberantasan dilakukan untuk membasmi
sumber atau agen penularan, baik secara fisik,
kimiawi dan biologi.
Upaya pencegahan, pengendalian, dan
pemberantasan dalam Penanggulangan Penyakit
Menular dilakukan melalui kegiatan :
• promosi kesehatan;
• surveilans kesehatan;
• pengendalian faktor risiko;
• penemuan kasus;
• penanganan kasus;
• pemberian kekebalan (imunisasi);
• pemberian obat pencegahan secara massal (POPM).
Ciri penyakit yang dapat dilakukan eradikasi
• Reservoir satu-satunya adalah manusia. €
• Penyakit ini tidak memiliki infeksi terselubung artinya
semua penderita muncul dengan gejala klinik yang
sangat spesifik, sehingga surveilans mudah diterapkan. €
• Adanya vaksin yang dapat memberikan perlindungan
secara meyakinkan dan dapat berjalan seumur hidup. €
• Cara pemberian imunisasi/vaksinasi relatif mudah dan
dapat menjangkau penduduk yang terisolir sekalipun.
Prioritas dalam Pengendalian Penyakit Menular
(Ditjen P2P Kemenkes) :

• Sistim Kewaspadaan Dini Kejadian Luar Biasa,


• Kekarantinaan Kesehatan untuk mencegah
terjadinya Kejadian Kesehatan yang Meresahkan
(KKM).
• Pengendalian panyakit infeksi emerging.
Lima (5) Bentuk Upaya Pencegahan
Five Level Prevention (Menurut Leavel & Clark) :

1. Promosi Kesehatan (Health Promotion)


2. Perlindungan Khusus (Specifik Protection)
3. Diagnosis Dini & Pengobatan yang Tepat
(Early Diagnosis and Prompt Treatment)
4. Pembatasan Kecacatan (Disability Limitation)
5. Rehabilitasi (Rehabilitation)
Tingkatan Pencegahan Penyakit :
1. Pencegahan Primordial : bertujuan membangun
dan memelihara kondisi yang meminimalkan
bahaya atau efek negatif bagi kesehatan.
2. Pencegahan Primer : Health promotion dan Specifik
Protection.
3. Pencegahan Sekunder : Penemuan dan deteksi dini
serta pengobatan yang tepat.
4. Pecegahan Tersier : Membatasi kecacatan (Disability
Limitation) dan Rehabilitasi.
PENCEGAHAN TINGKAT PERTAMA
1. Sasaran pada • Menghilangkan mikroorganisme : desinfeksi, pasteurisasi, sterilisasi.
• Menurunkan dan menghilangkan sumber penularan maupun memutuskan
faktor rantai penularan : penyemprotan (insektisida), karantina, isolasi, tata
penyebab : laksana pengobatan penderita, pemusnahan binatang/hewan yang sakit.

• Perbaikan lingkungan fisik : peningkatan air bersih, sanitasi lingkungan


2. Sasaran pada pemukiman.
lingkungan : • Pemberantasan serangga & binatang pengerat.
• Peningkatan lingkungan sosial : kepadatan rumah tangga, sosial-masyarakat

3. Sasaran • Perbaikan status gizi, status kesehatan umum, kualitas penduduk,


pemberian imunisasi, peningkatan status psikologis, persiapan pernikahan
pada pejamu : (terkaitan faktor keturunan), ketahanan fisik (gizi & olah raga kesehatan).
PENCEGAHAN TINGKAT KEDUA

Sasara
n
Penderita atau suspek atau yang
terancam akan menderita (masa tunas).
o Pencarian penderita secara dini dan aktif melalui peningkatan usaha surveilans
penyakit tertentu.
o Pemeriksaan berkala dan pemeriksaan kelompok tertentu (calon pegawai, TNI,
mahasiswa, dll).
o Penyaringan (skrining) penyakit tertentu secara umum dalam masyarakat.
o Pengobatan & perawatan yang efektif.
o Pemberian chemoprophylaxis, terutama bagi mereka yang dicurigai berada pada
proses prepatogenesis & patogenesis penyakit tertentu.
PENCEGAHAN TINGKAT KETIGA
Pembatasan kecacatan atau kelainan
permanen, mecegah bertambah parahnya
suatu penyakit atau mencegah kematian
akibat penyakit tersebut. Misalnya penyakit
TB paru, diabetes mellitus dan measles,
agar jangan terjadi komplikasi.

Rehabilitasi suatu usaha pengembalian fungsi


fisik, psikologis dan sosial seoptimal mungkin
melalui rehabilitasi fisik/medis,
mental/psikologis dan sosial.
Sumber Utama dan Cara Mengatasi Sumber
Penyakit Menular
• Sumber penularan adalah binatang
o Pemusnahan binatang yang sakit atau terinfeksi.
o Perlindungan binatang lain dari penyakit melalui
Binatang
imunisasi dan pemeriksaan berkala.
peliharaan
(domestik)

Binatang
Kerja sama instansi liar
lain yang terkait
• Sumber penularan adalah manusia
Sasaran penanggulangan penyakit pada sumber
penularan dapat dilakukan dengan cara :
a) Isolasi
b) Karantina
c) Pengobatan dalam berbagai bentuk, misalnya
menghilangkan unsur penyebab (mikroorganisme)
atau menghilangkan fokus infeksi yang ada pada
sumber (bedah saluran empedu atau
cholecystectomy) pada carrier typhoid menahun.
ISOLASI PENDERITA
Bermanfaat Kurang
(efektif) bermanfaat
(tidak efektif)

o Penyakit dengan infeksi


terselubung. (iceberg phenomena)
o New-emerging diseases
o Penderita yang telah mengalami
o Penyakit berpotensi mewabah
infeksi yang mencapai puncaknya
(KLB).
dan mungkin telah menularkan ke
sekitarnya.
KARANTINA
• Adalah pembatasan gerak seseorang atau sekelompok orang
sehat atau binatang yang dicurigai menderita atau akan
menderita penyakit menular tertentu.
• Hal ini dilakukan dengan menempatkan orang atau binatang
tersebut pada lokasi tertentu dengan pengawasan yang ketat
selama satu masa tunas tertinggi.
• Pendekatan surveilans individu : pengamatan terus-menerus
secara ketat terhadap mereka yang kontak untuk menderita
penyakit yang dapat menjadi sumber penularan, tanpa
membatasi kebebasan bergeraknya.
• Pengawasan dan pengamatan dilakukan oleh petugas kesehatan
setempat sampai satu masa tunas maksimal. Individu yang
berada di bawah surveilans wajib tetap melaporkan diri dan
berada di bawah pengawasan petugas kesehatan setempat.
Cara Penularan Serta Usaha Memutuskan Rantai Penularan

Kontak
langsung

Cara
Vektor Udara
penularan

Makanan
dan
minuman
Cara Penularan : Kontak Langsung

• Upaya pencegahan dititikberatkan pada penyuluhan


kesehatan yang dilaksanakan dengan usaha
menghilangkan sumber penularan.
• Usaha pencegahan ini erat hubungannya dengan :
a) Pola dan kebiasaan hidup sehari-hari
b) Sistem sosial dan perilaku sehat anggota masyarakat
Cara Penularan : Udara

• Pada infeksi saluran pernapasan dilakukan desinfeksi


udara dengan bahan kimia atau dengan sinar ultra
violet, akan tetapi kurang berhasil.
• Sehingga usaha lain dilakukan, yakni : perbaikan
sistem ventilasi serta aliran udara dalam ruangan yang
lebih bermanfaat.
Cara Penularan : Makan dan Minuman

• Upaya perbaikan lingkungan, dengan memberantas


bahan-bahan yang mengalami kontaminasi seperti :
a) Penyehatan air minum
b) Pasteurisasi susu
c) Pengawasan terhadap semua pengobatan, bahan
makanan dan minuman.
Cara Penularan : Vektor
• Pemberantasan serangga serta binatang perantara
lainnya.
• Pengawasan terhadap penyakit zoonosis, sasaran
utama adalah binatang yang meningkatkan penularan
bebagai penyakit melalui vektor oleh ulah manusia
sendiri, seperti penularan penyakit schistosomiasis
melalui irigasi, penyakit malaria dan filariasis di daerah
pemukiman baru.
• Sehingga perlu kerja sama instansi dalam setiap
program pembangunan, terutama yang dapat
menimbulkan rekosistem setempat.
Faktor penting pada pejamu yang berperan dalam
penularan penyakit dan usaha mengatasinya
1. Keadaan umum
2. Kekebalan (imunitas)
3. Status gizi
4. Genetika (keturunan)
Peningkatan kekebalan khusus (imunitas)
• Imunisasi dasar lengkap : DPT, Bacillus Calmette Guerine (BCG)
untuk mencegah penyakit tuberkulosis, vaksin campak, vaksin
polimyelitis.
• Pemberian antibodi pelindung, dalam bentuk serum antibodi
yang disebut imunisasi pasif.
• Imunisasi pasif : pemberian tetanus toksoid pada ibu hamil;
pemberian antisera untuk suspek rabies; pemberian serum
globulin imun untuk mencegah hepatitis; pemberian antitoksin
tetanus untuk luka berat.
Peningkatan kekebalan umum
• Perbaikan gizi keluarga, peningkatan gizi balita melalui program
Kartu Menuju Sehat (KMS), pelayanan kesehatan terpadu melalui
Posyandu.
Sekian, Terima Kasih